
"Tidak tuan muda, semua orang tidak suka dengan keberadaan kami daripada kalian ribut gara-gara kami lebih baik kami berdua pergi saja"ucap Anggita.
"Anggita, saya yang berhak untuk memberikan keputusan disini, siapapun harus patuh pada ku"ucap Alvin yang tegas pemuda itu memang memiliki jiwa tegas seperti sang ayah.
"Tapi tuan"ucap Anggita.
"Tidak ada tapi-tapian BI Nora beristirahat lah biar Anggita ikut bersama dengan saya"ucap Alvin.
"kita mau kemana? tuan"tanya Anggita.
"Ikut aku"ucap nya sambil menuntun Anggita.
"Saya belum masak makan malam"ucap Anggita.
"Tidak perlu kita semua akan makan di luar"ucap Alvin.
"Tapi makan malam anda sudah hampir terlewat"ucap Anggita.
"Tidak masalah aku bisa memajukan jam sarapan ku"ucap Alvin.
"Baiklah"ucap Anggita yang tanpa sadar sudah berada di dalam kamar majikan nya itu.
"Duduk"ucap Alvin sambil menunjuk sofa di hadapan nya.
dengan ragu-ragu Anggita duduk di sofa tersebut, tiba-tiba saja Alvin menyimpan kotak p3k.
"Luka ini sangat parah Anggita kenapa? tidak segera diobati, ingat kamu itu tidak boleh mengabaikan luka sekecil apapun"ucap Alvin, sambil mengobati luka di dua jari Anggita yang cukup dalam tersebut pantas saja darah tidak mau berhenti, Anggita hanya menahan rasa sakit yang begitu menusuk saat Alvin meneteskan Betadine, ke luka tersebut kemudian dia memasang plester dengan sangat rapi dan juga dengan gambar yang unik seperti untuk anak-anak.
"Plester nya lucu ya saya jadi berasa seperti anak kecil, dan kalau suatu hari nanti saya lulus kuliah saya ingin menjadi dokter spesialis anak"ucap Anggita.
"Aku, tidak tau mungkin saja Mommy yang siapkan, saat dia berkunjung ke sini"ucap Alvin.
"Nyonya Ariana begitu cantik dan sangat baik hati, saya sangat kagum padanya"ucap Anggita.
"Heummm calon menantu idaman"ujar Alvin.
Anggita hanya terdiam mendengar ucapan tersebut.
"Anggita, kapan kamu terima kelulusan"ucap Alvin lagi.
"Besok tuan muda, maaf besok mungkin akan membangunkan tuan muda lebih awal"ucap Anggita.
"Kamu sudah punya baju untuk acara kelulusan nanti"ucap Alvin.
"Untuk apa baju saya hanya akan menggunakan seragam sekolah"ucap Anggita.
"Heummm ya tapi ibumu pasti hadir bukan"ucap Alvin.
"Ibu hadir untuk mengambil ijazah nanti dan juga sambil kumpulan bareng orang tua siswa, seperti setiap tahun selalu seperti itu, hanya saja saat ini ibu sudah kehilangan kehormatan sebagai Nyona Mahendra"ucap Anggita.
"Anggita , semua akan kembali membaik percaya lah"ucap Alvin.
Anggita tersenyum kecut"Itu tidak mungkin tuan bagaimana cara nya"ucap Anggita bertanya.
"Setelah kamu menjadi dokter nanti kamu harus menjadi dokter yang hebat tunjukkan pada semua orang bahwa kamu bisa"ucap Alvin.
"Terimakasih tuan saya akan berusaha untuk yang terbaik"ucap Anggita.
"Harus"ucap Alvin.
Anggita pun pamit mau masak untuk makan malam mereka semua tapi Alvin sudah katakan bahwa dia akan makan diluar sambil hangout bareng mereka semua tidak hanya itu Alvin juga mengajak dirinya untuk ikut.
"Anggita , ikut bersama ku"ucap Alvin.
"Tidak tuan saya harus menyiapkan semua nya"ucap Anggita.
__ADS_1
"Anggita , kali ini saja sudah tidak ada lagi waktu bukan nya setelah ini tidak lama lagi kamu akan pergi"ucap Alvin.
"Saya, akan pergi saat tuan muda pergi sendiri, tidak bersama mereka, saya tidak ingin mengganggu suasana" ucap Anggita.
"Baiklah dua Minggu kedepan waktu mu hanya untuk ku, sekarang kamu bisa pesan makan dari luar nanti aku isi saldo mu"ucap Alvin.
"Tidak usah tuan uang yang anda berikan masih tersimpan banyak"ucap Anggita.
"Gunakan itu untuk biyaya hidup mu disana dan aku akan transfer uang setiap bulan nya"ucap Alvin.
"Tidak tuan jangan merepotkan saya akan bekerja paruh waktu"ucap Anggita.
"Jangan membantah fokus saja belajar"ucap Alvin.
"Baiklah tuan"ucap Anggita pasrah, dia hanya bisa membantah jika dia jauh dari Alvin.
Anggita pun pergi meninggalkan kamar tuanya, dan tidak lama Alvin menyusul pria itu langsung bergabung dengan saudara nya dan tidak lama mereka semua pun berangkat pergi ke luar , untuk sekedar makan malam bersama dan juga hangout bareng.
Anggita sendiri memesan makanan untuk semua pekerja di rumah tersebut, termasuk dirinya.
Anggita langsung beranjak pergi menuju kamar ibunya, dia melihat ibunya yang sedang duduk melamun ditepi ranjang, hingga akhirnya Anggita mendekat dan memeluk ibunya.
"Bu ibu jangan bersedih, setelah mereka pergi tuan muda bilang, mereka akan diberhentikan karena hanya bekerja untuk mengurus mereka semua"ucap Anggita lirih.
"Ibu tidak memikirkan hal itu,ibu memikirkan mu putri ku, ibu takut kamu kenapa-kenapa"ucap BI Nora.
"Tidak Bu, aku akan baik-baik saja, ibu jangan banyak berfikir yang tidak-tidak sebaiknya ibu berdoa semoga semua nya baik-baik saja"ucap Anggita.
tidak lama setelah itu akhirnya pesanan makanan untuk mereka pun tiba Anggita langsung mengambil bagian dirinya dan ibunya, saat itu juga lalu membawa makanan tersebut ke kamar.
sementara ketiga asisten rumah tangga yang lain nya tengah bergosip, dan membicarakan tentang semua hal termasuk Anggita dan ibunya.
Anggita tidak meladeni mereka, seperti kata ibunya, karena ibunya, pernah berkata bahwa, tidak usah meladeni mereka yang membicarakan dirinya selagi itu tidak merugikan nya karena gosip akan berakhir dengan sendirinya karena mulut mereka akan lelah dengan sendirinya.
Anggita pun terpaksa mencuci semua bekas mereka makan, setelah itu langsung pergi menuju kamar nya, untuk beristirahat.
hingga Alvin kembali ke rumah mereka suasana rumah pun kembali ramai ada yang mengobrol, ada yang bermain game, ada juga yang mengobrol.
Namun Anggita tidak peduli dengan mereka, karena bukan tugas nya untuk meladeni mereka semua, Anggita pun memejamkan mata nya, sampai saat subuh menjelang Anggita bangkit dan melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu dia pun menyiapkan semua kebutuhan Alvin, hingga mengisi air hangat untuk mandi Alvin yang terpaksa ia bangunkan lebih awal.
"Tuan muda saya sudah menyiapkan air untuk anda mandi saya harus pergi pagi-pagi sekali, tapi saya akan buat bekal sarapan pagi untuk anda sekarang juga"ucap Anggita.
Alvin langsung membuka mata, setelah itu dia berkata.
"Bersiap lah aku akan mengantarkan kalian"ucap Alvin.
"Tidak usah tuan muda, lagipula saya dijemput teman sebentar lagi"ucap Anggita.
"pria atau wanita?"ucap Alvin yang terlihat datar.
"Wanita" jawab Anggita singkat lalu pergi begitu saja.
setelah selesai menyiapkan bekal untuk Alvin akhirnya wanita itu menyimpan bekal tersebut kedalam mobil tuan nya itu, setelah selesai dia langsung bergegas menuju kamar nya dia pun mulai merias diri dengan makeup yang sudah lama tersimpan rapi, sejak mereka pergi dari rumah mereka.
🌹💖💖💖🌹
Hingga akhirnya acara kelulusan pun, digelar begitu meriah Anggita bahkan mendapat kan penghargaan sebagai murid yang paling berprestasi di sekolah, dengan nilai kelulusan di atas rata-rata, dan satu hal yang tidak pernah dia duga.
"Tuan Mahendra datang bersama dengan istri baru nya dan bahkan menggandeng bahu putri hasil selingkuhan nya, selama ini hingga membuat bi Nora menitikkan air mata saat dia harus naik ke panggung untuk menerima penghargaan untuk putri nya itu, bahkan ayah kandung nya sama sekali tidak peduli, dia akan terima disebut sebagai istri simpanan meskipun keadaan nya terbalik, tapi tuan Mahendra tidak seharusnya mengabaikan darah daging nya sendiri yang bahkan membutuhkan kehadiran kedua orang tua nya untuk menerima penghargaan tersebut.
hingga seseorang datang sebagai perwakilan dia menjadi pusat perhatian semua orang dengan wajah tampan rupawan dan stelan jas mahalnya tidak lupa aksesoris yang menunjang penampilan nya, kacamata yang bertengger di hidung mancung itu, membuat semua kaum hawa menjerit histeris.
Alvin naik ke panggung mewakili bi Nora, yang kini tengah menjauh dari panggung bersama dengan Robi, yang sedang menenangkan nya.
"Anda sebagai siapa? nya Terry Anggita Sari"ucap seorang guru.
__ADS_1
"Saya calon suami Anggita dimasa depan"ucap Alvin tanpa ragu, seketika itu semua menjadi perbincangan heboh di media sosial, karena ulah Alvin, tidak hanya itu Alvin memberikan sepatah dua patah kata, untuk semua yang hadir di sana bahkan Alvin menegaskan bahwa Anggita sudah diterima di kampus bergengsi di luar negeri, tidak tanggung-tanggung Alvin sendiri bilang bahwa semua biyaya kuliah Anggita akan ditanggung oleh perusahaan milik nya.
Anggita sendiri tidak percaya itu, karena Alvin benar-benar melakukan semua itu, dia pikir Alvin mendaftar kan nya untuk beasiswa bukan , kuliah yang mengeluarkan biaya.
tapi Anggita tidak bisa menolaknya, biarlah semua itu, menjadi urusan mereka berdua nanti.
sementara itu di kediaman Marvin, Ariana begitu berteriak girang ternyata putra nya, benar-benar mengikuti permintaan nya untuk mencari jodoh wanita singgel meskipun mungkin semua itu akan lama proses nya karena Anggita masih harus kuliah, tapi itu bukan lah masalah yang besar saat Anggita lulus kuliah nanti Ariana akan menikahkan mereka, tidak salah dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada calon mantunya itu.
Ariana POV:
Aku langsung bangkit dan berseru "Good job "putra terbaik ku, sudah memilih wanita yang tepat saat ini dan benar-benar melupakan percintaan terlarang nya, yang selama ini diam-diam aku ketahui.
Aku langsung dipeluk oleh pangeran tampan berkuda putih ku, siapa lagi jika bukan suamiku yang tampan nya melebihi personil boyband Korea Suju.
"Sayang kamu sedang menang arisan atau undian"ucap mas Marvin padaku, lalu aku bergegas memperlihatkan gosip terhangat di sosial media siang hari ini.
"Aku tidak sabar untuk melamar nya saat ini juga"ucap Ariana.
"Tidak sayang biarkan Alvin berpetualang dulu,agar dia bisa benar-benar dewasa saat menikah nanti, dan biarkan dia memberikan apapun pada gadis itu, karena uang itu sudah seharusnya dia gunakan untuk beramal"ujarnya aku langsung duduk murung karena aku belum bisa meminang gadis itu untuk putra ku, bukan mas Marvin tidak setuju tapi dia ingin, putra kami lebih dewasa lagi agar bisa menjalani kehidupan nya kelak.
"Sayang kamu kenapa?" tanya mas Marvin, terlihat mencemaskan ku.
"Aku ingin melamar nya, minimal mereka bertunangan dulu"ucap ku.
"Tidak sayang percaya lah jika mereka berjodoh mereka akan tetap bersama seperti kita"ucap mas Marvin sambil mengecup bibir ku.
akupun mengikuti apa pun yang mas Marvin katakan dia lebih bijak dari ku.
aku sangat mencintai suami ku, dia adalah pria terbaik yang ada dalam hidup ku, hingga saat ini, bahkan dia juga menjamin kehidupan kedua sahabat ku, yang hingga kini berumah tangga dengan pria pilihan mas Marvin, Mba Dinda dan Icha keduanya bahkan memiliki tiga anak, sementara aku hanya satu karena mas Marvin menolak untuk punya anak lagi, bukan karena takut tidak bisa merawat dan mendidik nya tapi dia lebih takut kehilanganku.
mas Marvin melihat proses kelahiran Alvin, dia benar-benar tidak tega melihat ku bertaruh nyawa, karena melahirkan, mas Marvin selalu menghibur ku dengan mengatakan bahwa suatu hari nanti kami akan mendapatkan banyak cucu.
POV off.
"Ayo kamu harus membayar dua Minggu penuh bersama ku"ucap Alvin.
"Tuan muda, apa anda tidak bekerja hari ini"ujar Anggita untuk mengalihkan tatapannya yang sedari tadi terus tertuju pada nya.
"Tidak ada semua sudah diurus oleh Robi"jawab Alvin singkat.
"Heummm enak ya seperti nya jadi bos"ujar Anggita.
"Tidak juga, hanya saja kita akan memiliki banyak keuntungan, jika kita benar-benar serius menjalankan nya"ujar Alvin.
"Anggita boleh? tidak aku panggil kamu Terry, mulai saat ini"ucap Alvin.
"Terserah tuan muda saja"jawab Anggita.
"Baiklah Terry mulai saat ini aku akan akan memanggil mu dengan nama itu dan berhenti memanggilku tuan, karena mulai saat ini aku calon suami mu dimasa depan"ucap Alvin sambil tersenyum manis.
"Tidak tuan muda, sampai hari itu tiba saya akan tetap memanggil anda seperti itu"ucap Anggita.
"Terry, kamu tidak percaya dengan ku"ujarnya.
"Saya percaya tuan, sangat percaya, tapi kita tidak bisa menjamin jika suatu hari nanti, anda berubah pikiran, jadi biarlah semua seperti ini"ucap Anggita .
"Baiklah mulai sekarang tolong bersikap lah seperti pasangan normal lainnya, kamu juga sangat cantik saat ini tetap lah seperti ini setiap hari, meskipun kamu cantik tanpa menggunakan make up tapi aku lebih suka wanita yang suka merawat diri, tapi tidak boleh berlebihan juga"ujar Alvin.
pria itu terlihat sangat dewasa saat ini , Anggita pun menatap lekat wajah pria yang kini tengah fokus mengemudi itu.
"Tuan apa? bekal sarapan pagi anda tidak anda makan"ucap Anggita heran karena kotak itu masih tersimpan di tempat nya.
"Mana bisa sarapan pagi dengan tenang ketika calon istri masadepan ku pergi begitu saja"jawaban Alvin sontak membuat Anggita membulatkan matanya.
"
__ADS_1