Sang Penari

Sang Penari
#Rumah untuk ku#


__ADS_3

Ariana POV


"Aku sempat kaget saat asisten rumah tangga ku, memberitahu ku, bahwa Alvin dan Anggita, ribut hebat hingga mereka berpisah beberapa hari, selain karena pekerjaan, akupun menghentikan aktifitas menari ku, sejenak aku menatap kearahnya asisten pribadi ku, dan dia langsung memberitahu ku penyebab keributan putra ku, Alvin dengan Anggita.


aku sudah mulai bisa mengerti keributan yang terjadi pada mereka, karena sifat putra ku yang keras tak jauh beda dengan Daddy nya, mas Marvin, pria tampan yang selama ini menjadi pangeran berkuda putih ku itu memiliki watak yang keras dan juga tidak akan ada yang mampu meluluhkan sifat nya itu selain cinta dan kasih sayang.


bahkan mas Marvin bisa bersikap lebih kejam pada siapapun termasuk diriku, yang dulu selalu menjadi korban kekerasan nya, karena sikap ku juga keras, saat itu aku tidak mengerti apa? yang suamiku inginkan.


hingga aku mampu bertahan dan mulai belajar memahami sikap pria yang berstatus, suami ku itu bahwa mas Marvin lebih suka wanita yang penurut dan lebih suka diperlukan lembut.


Aku membubarkan murid-murid ku untuk menyudahi pelajaran menarinya hari ini.


Usia ku memang sudah tidak muda lagi tapi aku masih bisa bergerak dengan lincah karena aku juga selalu menjaga badan ku agar tetap fit, hingga saat ini aku masih terlihat awet muda kata anak didik dan orang tua nya yang sering melakukan pertemuan seminggu sekali dengan ku, untuk membicarakan tentang cara belajar anak-anak dan juga kiat-kiat khusus untuk bisa belajar dengan cepat.


hingga saat ini mas Marvin selalu memberikan dukungan pada ku, apalagi jika ada pementasan drama yang melibatkan tarian khusus, aku juga harus hadir di tempat tersebut untuk mengajarkan mereka dan karena saat ini mas Marvin tidak bekerja di kantor lagi, pria tampan ku itu selalu setia mengantar ku kemampuan itu.


Mas Marvin akan tersenyum bangga melihat setiap gerakan yang aku lakukan, mungkin dia teringat akan masa lalu ku, dengan nya dulu yang selalu bertemu di club malam, saat aku menari aku sekarang sudah bisa mengingat semua memory ku yang hilang.


Aku jadi terpikir untuk menerapkan pola hidup ku pada menantu ku itu, meskipun mungkin semua masalah hidup itu berbeda-beda.


Anggita harus tau cara menaklukkan hati putra ku yang keras kepala itu.


Aku punya ide cemerlang aku akan mengajak mas Marvin dan putra nya untuk berkencan bersama, bisa dibilang itu adalah kencan dobel .


dan disinilah kami diatas panggung pertunjukan, dan yang menjadi penonton adalah kedua saudara ku, dan anaknya.


termasuk mas Marvin dan putra ku Alvin tidak hanya aku dan Anggita yang ada di atas panggung tapi Alana dan Yuna dan Yona pun ikut di atas panggung tapi saat ini yang melakukan pembukaan adalah, Aku dan menantuku.


Musik mulai menyala kami yang tidak punya persiapan apapun sebelum, bisa memberikan tarian yang cukup indah dan sangat membuat Alvin terpukau termasuk Yaris dan saudara nya, aku pun tidak menyangka bahwa menantuku Anggita ternyata sangat jago dalam gerak tari dari setiap genre musik yang ku putar saat ini ada senyum yang mengembang diam-diam dari bibir putra ku Alvin.


ibarat kata menantu adalah cerminan mertua, aku tidak menyangka jika ternyata Anggita juga adalah seorang penari, dibalik karirnya yang sudah sangat cemerlang itu, dan tiba-tiba kami dikejutkan dengan penampilan cucu perempuan ku, yang cantik bak pinang dibelah dua dengan sang ayah, meskipun Alana adalah versi perempuan.


dia tiba-tiba menari dengan Anggita dengan penuh energik, Anggita dan Alana langsung berkolaborasi, aku pun duduk mematung di tempat melihat keduanya yang begitu memukau.


Anggita pun menutup tariannya dengan mengangkat tubuh putra nya setinggi-tingginya lalu Alana melompat dengan gerakan salto dan itu membuat semua orang menjerit keras tapi kemudian bertepuk tangan setelah Alana mendarat dengan sempurna dengan gayanya.


dan itu membuat Alvin berlari naik keatas panggung menggendong tubuh Alana dan merangkul pinggang istri nya memberikan kecupan bertubi-tubi pada istri dan putrinya itu, mungkin jika kami sedang melakukan pertunjukan di depan orang banyak mereka akan Viral .


Anggita pun mundur ke kursi penonton bersama Alvin dan ketiga cucuku.


dan pertunjukan digantikan oleh Yona dan Yuna, disaksikan oleh semua nya, mereka jadi pandai menari berkat didik kan ku selama ini.


setelah selesai pertunjukan kami pun pergi mencari makan di restaurant, aku melihat sedari pertama kali datang hingga saat ini Alvin terlihat posesif terhadap istri nya, persis seperti Daddy nya dan perhatian ku membuat mas Marvin merangkul ku,lalu berbisik"Tidak usah khawatir dengan keadaan mereka semua baik-baik saja, mereka hanya butuh penyesuaian seperti kita dulu"ucap mas Marvin padaku.


"Aku hanya takut Anggita menyerah, itu saja"ujar ku sambil kembali menatap kearah anak menantuku yang berada di meja sebelah dengan segala kericuhan dari ketiga cucuku, yang minta disuapi.


POV off.


"Mommy, apa? Mommy pernah mengalami hal yang sama, bahkan mas Alvin pernah menyakiti ku"ucap Anggita tanpa rasa segan mengungkap kan semua perasaan nya saat itu.


"Heummm, Mommy lebih parah dari itu, tapi apa? kamu tahu cara membuat singa galak menjadi jinak?"tanya Ariana.

__ADS_1


"Diberikan makan, Mommy"ucap Anggita sambil berpikir.


"Lebih dari itu sayang, sesekali kita perlu memberikan dia kenyamanan pakan perhatian dan juga kasih sayang"ucap Ariana.


"Inti dari itu semua adalah singa itu butuh kelembutan yang bisa merangkum semua kebutuhan nya"ucap Ariana lagi.


"Aku mengerti Mommy, pantas saja mas Alvin semakin marah saat aku menolak nya, untuk mengikuti keinginan nya, padahal dia yang berbuat kesalahan terlebih dahulu, egois kan mom"ucap Anggita.


Ariana membalas nya dengan senyuman manis.


"Daddy lebih dari itu, tapi Mommy hingga saat ini bisa bertahan malah semakin bahagia, setelah tahu apa? yang harus mommy lakukan"ucap Ariana.


Tiba-tiba saja "Hayo... lagi gosipin aku ya? tanya Alvin.


"Bukan hanya kamu tapi kalian berdua, Daddy mu juga sama, sama-sama keras kepala itu yang sedang mommy bahas"ujar Mariana.


"Biar Daddy keras kepala pun Mommy, tetap suka bukan malah lebih lengket"ucap Marvin.


"Terang saja Mommy suka, karena Daddy banyak uang jadi Mommy tidak perlu bekerja keras, hahaha"ucap Ariana bercanda diiringi oleh tawa.


"Jangan salah penghasilan mommy lebih besar dari Daddy, yang cuma pengangguran ini"ucap Marvin.


"Tidak masalah nganggur juga uang tetap ngalir, lalu untuk apa? uang itu, jika anak kita cuma satu cucu juga hanya ada tiga"ucap Ariana yang memberikan kode agar Alvin kembali memberikan dia cucu.


🌹💖💖💖🌹


sepulang nya dari kota z, Alvin dan keluarga kembali ke apartemen, milik istrinya itu, yang tidak jauh dari tempat Anggita bekerja, apartemen tersebut dekat dengan gedung rumah sakit hanya sampai lima belas menit sudah sampai, dan rencananya Alvin akan membeli rumah baru untuk tempat tinggal mereka yang dekat dengan kantor rumah sakit dan juga sekolah anak mereka.


hingga akhirnya mereka memilih jalan tengah karena saat ini Alvin sudah berdiskusi dengan Daddy nya, untuk menanam saham sebuah rumah sakit tempat istrinya bekerja saat ini, dan mereka pun akan membeli rumah yang ada di area itu dan merenovasi nya senyaman mungkin, seperti keinginan Anggita.


hanya saja Alvin tetap pergi kekantor yang agak jauh dari lokasi tersebut butuh satu jam perjalanan jika sedang macet tapi tidak masalah yang terpenting Anggita anak-anak dan juga dirinya tidak kesulitan.


sampai akhirnya semu terealisasi Anggita dan keluarga kecilnya kini tinggal di sebuah rumah mewah yang sudah direnovasi senyaman mungkin dan kini sudah bisa mereka tempati.


rumah itu memiliki sembilan kamar Lima di atas dan empat di bawah, termasuk kamar tamu.


Alvin langsung membawa Anggita menuju kamar nya yang sudah dilengkapi dengan tempat tidur mewah berukuran king size dan desain elegan, lebih mirip kamar hotel sweet room.


"Mas kamarnya lebih besar yang ini ya daripada rumah yang sebelumnya"ucap Anggita.


"Sengaja sayang biar kita semakin leluasa ruang gerak nya, karena Mommy dan Daddy sudah meminta cucu lagi"ucap Alvin yang langsung menarik tengkuk istrinya dengan lembut dia mendaratkan ciuman yang memabukkan, hingga mereka tidak perduli dengan ketiga anak nya yang kini di urus oleh ketiga pengasuh nya.


Alvin dan Anggita menghabiskan waktu nya yang tinggal beberapa jam lagi, karena Anggita akan kembali bekerja.


hingga panggilan darurat pun datang beruntung mereka sudah bersiap kembali dengan baju baru yang dia beli dan Anggita pun keluar dari dalam kamar buru-buru diikuti oleh Alvin yang akan mengantarkan istrinya ke rumah sakit untuk bekerja.


"Sayang tunggu jangan terburu-buru, nanti kamu jatuh"ucap Alvin yang sedikit ngeri melihat Anggita berlarian di tangga dengan sepatu hak tinggi, karena lupa membawa sepatu yang biasa digunakan untuk bekerja , biarlah dia menggunakan sandal teplek nya nanti saat di rumah sakit karena sudah tidak ada waktu lagi, ada korban penganiayaan yang cukup serius hingga butuh penanganan nya saat ini setelah di cek kondisi nya oleh dokter lainnya.


"Buru-buru mas kasihan pasien ku menunggu lama ini darurat juga"ucap Anggita.


"Iya sayang tau, ya sudah sekarang kamu gunakan sabuk pengaman mu dulu"ucap Alvin, pria itu tetap over protective, pada istrinya itu.

__ADS_1


"Dekat mas, tidak pakai juga tidak terlalu masalah gak sampai sepuluh menit kan"ujar Anggita.


"Tetap bahaya sayang"ucap Alvin.


"Iya oke sayang ku, titip anak-anak ya sayang besok pagi aku pulang kok"ucap Anggita.


"Tenang saja Nyonya Alvin Alexander, akan saya laksanakan"ucap Alvin sambil tersenyum manis.


"Duh manisnya sayangku ini, anak siapa?..sih"ucap Anggita.


"Baru nyadar ya kalo putra dari tuan Marvin dan nyonya Ariana itu sangat tampan dan kaya raya"ucap Alvin sambil mengedipkan mata nya, menggoda istrinya yang tersenyum geli.


Anggita yang juga sangat mencintai Alvin wanita itu akan sangat terluka jika, suatu hari ada yang mengganggu rumah tangga mereka , nantinya.


Anggita lalu berkata kepada Alvin yang sudah mengantarkan dirinya saat ini sebelum turun.


"Aku mencintaimu mas, aku mohon jangan buat aku kecewa untuk yang terakhir kali nya, karena jika itu terjadi aku tidak akan pernah kembali padamu apapun yang terjadi nanti"ucap Anggita seakan dia tau bahaya mengancam rumah tangga nya saat ini.


Alvin mengangguk dan tersenyum lalu mengecup kening istrinya lalu bibirnya Anggita, setelah Anggita turun dengan selamat dia pun kembali ke rumah dengan mobilnya itu.


Anggita langsung disambut asisten pribadi nya, dan bergegas menuju ruang IGD berada.


sesampainya di sana Anggita begitu terkejut karena ternyata dia adalah Agata, perempuan itu, mengalami kekerasan fisik.


Agata terlihat sungguh sangat memprihatinkan, dia masih tetap tidak sadarkan diri setelah sampai di rumah sakit, dan dokter menemukan bahwa ada syaraf yang rusak dan harus segera dilakukan tindakan.


Anggita langsung menghubungi suaminya yang baru saja tiba di rumah mereka tapi Alvin langsung bergegas kembali ke rumah sakit setelah mengatakan keadaan Agata sepupunya yang harus dia tolong saat ini.


Anggita pun menunggu di IGD, untuk memastikan Alvin datang ke rumah sakit.


tidak lama Alvin, datang dengan berlari ngos-ngosan di hadapan Anggita, dan Alvin pun langsung memeluk Anggita sambil bertanya apa? istrinya baik-baik saja, karena terlihat menangis.


"Lihat lah dulu kedalam, setelah itu mas pasti tahu untuk berbuat apa? karena Agata butuh pertolongan segera"Ucay Anggita.


Alvin langsung berlari masuk saat di dalam dia langsung berteriak hebat dia benar-benar sangat marah dan bertanya-tanya siap? yang melakukan itu pada adik sepupu nya itu.


hingga Alvin langsung menghubungi Icha, tidak hanya itu dia juga langsung menghubungi Daddy nya meminta bantuan untuk mengurus kasus Agatha, meminta seluruh keluarga datang ke rumah sakit saat itu juga sementara Alvin langsung mencium kening puncak kepala sang istri sebelum dia masuk kedalam ruang operasi.


Tidak lama setelah itu. seorang pria tampan, datang dengan kedua orang asisten nya, ternyata dia adalah suami Agata, tepat nya suami siri Agata.


Alvin langsung mengamuk dan hendak menghajar nya, jika saja Marvin dan Ariana tidak datang saat itu juga.


mereka datang terlebih dahulu menggunakan helikopter yang mendarat di atas gedung rumah sakit tersebut.


Ariana langsung merangkul bahu putra nya.


"Maaf kan saya tuan, saya tidak tahu bahwa istrinya pertama saya akan senekat ini"ucap pria tersebut.


"Maaf kau bilang kau tidak lihat bagaimana kondisi adikku saat ini, berdoa saja semoga adikku tidak cacat, karena jika itu terjadi aku akan melakukan hal yang sama"ucap Alvin.


"Dimana, istri mu nak"ucap Ariana, sambil menenangkan Alvin.

__ADS_1


istri ku didalam mom... dia tengah berjuang untuk menyelamatkan Agata"ucap Alvin


"Apa? disini ada dokter terbaik, tolong selamatkan istri saya, berapapun biyaya nya"ujar pria itu.


__ADS_2