
Tibalah waktunya Anggita berangkat Alvin memeluk dan mencium bibir Anggita beberapa detik , hingga akhirnya Anggita pergi lambaian tangan Anggita dan Alvin menjadi saksi bisu antara dua insan yang saling mencintai.
hingga pesawat mengudara akhirnya Alvin pun pergi meninggalkan bandara.
Alvin menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang ada rasa yang sulit untuk di ungkapkan, Anggita adalah seorang wanita yang cukup membuat hati nya berbunga-bunga, hingga dia benar-benar bisa melupakan mantan pacar nya Agnes.
sementara itu di pesawat Anggita menitikkan air mata karena tidak tega meninggalkan ibunya.
Alvin sendiri sudah berjanji untuk melindungi ibunya Anggita.
Alvin pun tiba di kantor dia langsung masuk ke dalam ruangan nya setibanya di sana dia melihat bayangan dirinya yang sedang bercumbu mesra dengan Anggita saat itu.
Alvin pun memejamkan mata sejenak kemudian dia kembali melangkah kan kakinya menuju kursi kebesaran nya.
dia mulai menghidupkan laptop nya, dan memeriksa berkas yang Robi bawa, asisten nya itu sedang berada di ruangan pribadi nya, dia melirik ada sebuah kesalahan dari salah satu berkas yang ia periksa saat ini dia pun langsung melakukan panggilan pada sekertaris nya untuk memeriksa kembali berkas itu.
Alvin pun mengerjakan pekerjaan lain nya tidak lama sekertaris nya itu datang dia langsung meminta nya untuk memeriksa berkas tersebut.
"Tolong periksa laporan ini sepertinya ada kesalahan di situ"ucap Alvin.
Alvin pun kembali fokus dengan laptop nya setelah sekertaris nya pergi tapi kemudian dia melihat ke arah lain dia tersenyum melihat foto dirinya bersama dengan Anggita yang begitu romantis hingga siapapun akan iri melihat nya,"kamu yang terindah honey, aku sangat mencintaimu" gumam Alvin lirih.
Alvin mengelus foto tersebut lalu kemudian dia kembali fokus dengan pekerjaan nya, sampai jam pulang kantor tiba, Alvin langsung bergegas menutup laptop nya, saat itu juga dan pergi membawa tas kerja nya di ikuti oleh Robi dari belakang.
hingga tiba di lobi gedung perkantoran tersebut Alvin langsung bergegas menuju mobil yang sudah siap dari beberapa menit lalu, karena Robi sudah meminta asisten kantor untuk menyiapkan mobil milik Alvin.
setelah kedua nya berada di dalam mobil akhirnya Robi menjalankan mobilnya menuju rumah, hingga satu jam berlalu akhirnya mereka sampai di rumah, disambut Bu Nora yang sudah memasak untuk makan malam Alvin seperti biasanya.
Alvin pun langsung naik keatas dia melihat semua sudah selesai disiapkan seakan Anggita ada di rumah tersebut.
Alvin langsung bergegas menuju kamar mandi setelah melepaskan semua pakaiannya dia berendam di dalam bathtub dengan sabun aroma terapi yang cukup menenangkan pikiran.
Alvin pun memejamkan mata nya, dia benar-benar rindu pada Anggita, tapi apa...boleh buat mereka harus terpisah ruang dan waktu.
Anggita sendiri masih dalam perjalanan menuju negara dengan kampus impian nya, saat ini dia tengah terlelap tidur di dalam pesawat tersebut.
hingga tiba di apartemen yang sudah Alvin sediakan jauh-jauh hari untuk dirinya.
Anggita langsung beranjak pergi menuju kamar nya apartemen yang sangat nyaman meskipun tidak sebesar yang lain nya hanya ada satu kamar, satu rumah tv dan dapur mini sementara kamar mandi ada di dalam kamar nya tapi itu cukup untuk Anggita tinggal.
"Terimakasih tuan muda, kamu sudah memberikan apapun yang aku butuhkan"gumam nya lirih.
Anggita pun berjalan menuju ranjang empuk tersebut dia langsung merebahkan diri di sana karena, sungguh sangat lelah.
sementara Alvin saat ini sudah kembali beraktifitas mengerjakan pekerjaan kantor nya, pria itu menjadi pria yang kerja, dan kadang pulang larut hingga akhirnya ia jatuh sakit, BI Nora akhirnya merawat Alvin bersama dengan Robi karena pemuda itu tidak mau dibawa ke rumah sakit.
Alvin bahkan sangat manja pada Bu Nora karena dia jauh dari sang Mommy Ariana yang bahkan tidak ia beritahu bahwa dirinya tengah sakit, dia tidak ingin Mommy nya khawatir.
Anggita sendiri menghubungi ibunya bahwa dia sudah tiba dua hari yang lalu dan pagi hari ini dia sudah berada di kampus, sudah mulai belajar.
Alvin pun langsung merebut ponsel BI Nora, dia ternyata baru ingat bahwa hari itu dia mendapati kartu ATM yang dia berikan ada di atas nakas.
__ADS_1
"Terry apa? yang kamu lakukan honey, kenapa kartu yang aku berikan tidak kamu bawa bahkan kamu malah mengembalikan itu diam-diam"ucap Alvin.
Anggita langsung terdiam untuk sesaat setelah beberapa detik akhirnya dia pun berkata"Aku tidak mau merepotkan mu tuan muda sudah cukup semua yang anda berikan kepada kami selama ini, aku ingin mandiri, dan mungkin mulai besok aku sudah akan bekerja"ucap Anggita.
"Anggita apa? aku perlu menemui mu untuk membuat mu sadar bahwa semua itu adalah kewajiban ku sebagai calon suami mu"ucap Alvin yang benar-benar marah.
"Aku akan mengirimkan kartu baru untuk mu ingat gunakan uang itu dengan baik jangan sampai tidak atau aku akan menghentikan mu ,agar kamu tidak kuliah"ucap Alvin lagi.
Alvin pun langsung memberikan telpon tersebut dia bergegas menghubungi Robi yang tengah berada di luar kota.
Alvin:" Buatkan kartu baru dan kirim pada Anggita saat ini juga"
setelah berbicara di telepon akhirnya Alvin pun meminta bi Nora untuk membuatkan dia susu rendah kalori dan juga satu camilan yang sering Anggita buat.
sementara Alvin menunggu sambil mengerjakan pekerjaan nya, dia pun mengirim pesan pada Anggita yang meminta wanita itu untuk melakukan panggilan video setelah selesai kuliah.
hari berganti minggu, Minggu berganti bulan satu tahun telah berlalu Anggita berada di negri orang, Alvin pun berniat untuk mengunjungi Anggita, di sana tapi sesuatu terjadi tanpa bisa di duga, Alvin melakukan sebuah kesalahan saat ini dia tanpa sengaja Alvin telah tidur dengan anak rekan bisnisnya, karena sebuah jebakan tidak hanya itu, ternyata gadis yang dijadikan umpan itu, masih virgin, dan masih sekolah SMA.
dan atas kejadian itu akhirnya Alvin pun dinikahkan oleh Ariana dan Marvin, meskipun putra nya mati-matian menolak.
Anggita yang mendengar kabar itu, dia pun meminta ibunya untuk tidak lagi tinggal di sana dan pergi, untuk mencari rumah kontrakan karena Anggita sudah bekerja paruh waktu dengan gaji yang cukup untuk membayar kontrakan dan ibunya bisa bekerja di tempat lain.
Nora, awalnya keberatan tapi wanita paruh baya itu tidak ingin putri nya semakin terluka dan saat ini, Anggita harus tetap fokus dengan kuliah nya.
sementara Alvin kini sudah membawa istrinya untuk tinggal di rumah nya itu, dia bahkan meminta , Nora, untuk menyimpan semua foto tentang nya dan Anggita karena dia tidak ingin istrinya salah faham.
🌸...............................🌸
BI Nora sudah bersiap dengan dua koper besar milik nya, dia menemui Alvin dan istrinya yang tengah sarapan pagi.
"Tuan, saya pamit pergi, hari ini juga maafkan saya jika selama saya disini melakukan banyak kesalahan dan selalu mengusahakan ada"ucap BI Nora.
"BI, saya sudah berjanji pada Anggita untuk terus menjaga bibi, sebaiknya bibi tetap disini"ucap Alvin yang merasa bersalah karena semua itu, terjadi karena ulahnya kini.
"Tidak tuan saya akan menyusul Anggita ke sana"ucap BI Nora berbohong.
"Saya sudah mengirimkan uang bulanan untuk nya, dan biarkan dia tetap fokus kuliah"ucap Alvin.
"Tapi tuan Anggita kekeuh meminta saya untuk menyusul"ucap BI Nora.
"BI bisa kita bicara empat mata"ucap Alvin yang bangkit dari duduknya.
Alvin pun berjalan menuju dapur dimana tidak ada satu orang pun disana.
"Bu aku mohon maaf jika gara-gara pernikahan ini ibu terluka, saya benar-benar minta maaf jika hal ini menyakiti kalian berdua saya masih mencintai Anggita, dan dia pun sama, dia menganggap bahwa ini adalah cobaan, dan dia bersedia menunggu semua ini berakhir, karena pernikahan kami hanya untuk sementara, jika ibu tidak percaya maka aku akan menelpon dia"ucap Alvin sambil merogoh ponsel nya dan langsung menghubungi Anggita tapi sayang no nya sudah di blokir oleh Anggita.
"Apa-apaan ini! kenapa? dia lakukan ini padahal kemarin kami masih baik-baik saja apa? dia bilang sesuatu"tanya Alvin yang langsung menatap lekat wajah Bu Nora, tapi wanita itu seakan menyembunyikan sesuatu dari nya.
"Anggita kehilangan ponselnya, dia menghubungi saya lewat telepon umum"ucap BI Nora, berbohong.
"Ini tidak mungkin"ucap Alvin.
__ADS_1
"Tuan muda, ini kiriman dari nona Anggita"ucap Robi yang baru datang.
"Apa? lagi ini"ujarnya yang terlihat sangat frustasi.
sementara sang istri kini hanya diam sambil bermain ponsel wanita itu seakan bersikap cuek saja,tak peduli apapun.
Alvin membuka amplop tersebut dan tampak lah kartu itu yang dia kirim satu tahun lalu bahkan semua isinya masih utuh, hingga akhirnya Alvin menggebrak meja, dia benar-benar kecewa, Anggita telah menjauh dari nya, hanya karena semua itu.
BI Nora pun pergi tanpa kata wanita paruh baya itu pergi dengan koper besar itu hingga tak terlihat lagi.
Anggita sendiri seakan menjadi wanita yang tidak memiliki perasaan, bahkan dia, terus belajar dan belajar tanpa lelah hingga akhirnya ia merasa lelah, saat ini dia tinggal bersama dengan sahabat nya, Alika, yang sama-sama dari Indonesia, dia juga kuliah di jurusan yang sama yaitu kedokteran.
Anggita pun tidak membayar sewa karena itu adalah apartemen milik pribadi, dan hanya membayar iuran listrik perbulan Anggita selalu mengerjakan tugas nya, kapan pun, dia bisa bahkan kadang tidak menunda nya,berkat otak cerdas nya,kini dia berkuliah dengan beasiswa prestasi akademik.
Alvin bahkan tidak bisa melacak keberadaan Anggita yang seakan menghilang di telan bumi karena pihak kampus pun menutupi data dirinya.
Alvin sudah meminta Robi untuk mencari tau dimana keberadaan Anggita saat ini tapi nihil semua nya sudah terlambat Anggita bahkan dikabarkan sudah tidak ada di kampus tersebut.
sementara Alvin setiap hari dia akan selalu meluapkan emosi nya pada pekerjaan, dia memang tidak bisa menyalahkan Anggita, atau pun istrinya, semua itu adalah kesalahan nya.
andaikan saja Alvin tidak datang ke perjamuan terkutuk itu, mungkin saat ini dia tidak akan pernah kehilangan Anggita, dan tidak perlu menikah dengan bocah ingusan yang bahkan bukan tipe dirinya, pria berusia 27 tahun itu, akhirnya menangis sendirian di ruang kerjanya, bahkan saat ini dia sudah kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
"Anggita, kenapa? kau lakukan ini semua, aku tidak sengaja Sayang aku khilaf"ucap nya lirih.
sementara itu Anggita, saat ini baru pulang kuliah, gadis itu tampak kelelahan dan bahkan melewatkan makan malam nya, meskipun Alika sudah berkali-kali memanggil nya.
gadis itu tidur seperti orang mati, dan tidak sedikit pun terusik dengan suara cempreng yang Alika keluar kan.
Anggita masih tertidur pulas di atas ranjang nya.
hingga keesokan harinya dia bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua dan Anggita langsung menyantap hidangan yang ia buat tadi.
Alika, masih terbang di alam mimpi, tapi Anggita sudah terlanjur lapar dia pun langsung bergegas membersihkan diri setelah selesai sarapan pagi, pagi ini dia tidak boleh datang terlambat karena ada kuliah pagi.
Alika pun terkejut karena saat dia bangun sudah tidak ada lagi Anggita, dan wanita itu pun bahkan sudah membuatkan sarapan untuk nya.
"Dasar gadis yang aneh kenapa? dia selalu seperti itu beberapa hari ini, apa? dia sedang putus cinta"gumam nya lirih.
Anggita sudah duduk di kelas nya sambil menunggu dosen hadir dia menyiapkan bahan materi yang akan dia pelajari seperti pesan dosennya dua hari yang lalu.
hingga seorang pria tampan dengan jas mahalnya masuk kedalam kelas, Anggita dan yang lainnya menyapa dosen ganteng tersebut.
dosen itu pun langsung memberikan materi kuliah hari ini, dan Anggita benar-benar fokus dengan materi kuliah nya, setiap kali dosen killer itu mengajar.
semua siswa segan padanya meskipun pria tampan itu terlihat sangat ramah, tapi dia tidak pernah mentolerir kesalahan siapapun orangnya yang tidak mematuhi perkataan nya, tugas yang ia berikan harus benar-benar diselesaikan saat itu juga tidak boleh telat.
namanya Alexander Alponso, dia adalah anak pendiri kampus tempat ia mengajar tidak hanya itu dia juga pemilik perusahaan properti, dia dikenal sebagai salah seorang pria tersukses di negara tersebut, dan pria itu juga yang selama ini melindungi informasi tentang Anggita di kampus, karena ketertarikan nya pada gadis cantik yang memiliki paras unik berbeda dari gadis lain yang ada di negara nya, kecantikan Anggita mampu meluluhkan hati nya.
pada suatu hari Anggita tengah berada di sebuah cafe bersama dengan Alika, wanita itu tidak sengaja bertemu pandang dengan pria yang selama ini selalu mengajar di kampus nya, Anggita pun menunduk kan pandangan nya karena dia merasa tidak enak, tapi pria itu malah mendekat dan bergabung di meja mereka.
"Boleh saya duduk di sini"ucap nya
__ADS_1