Sang Penari

Sang Penari
#Tak sadarkan diri#


__ADS_3

Anggita langsung meminta Alvin untuk membawa putri nya pergi menuju rumah sakit, meskipun Kristofer, sedang terburu-buru.


"Bagaimana bisa semua ini terjadi"ucap Kristofer.


"Putriku sedang kritis, kamu masih mengeluhkan semua ini."ucap Anggita.


"Apa? maksudnya kritisi"tanya Kristofer.


"Dua tahun lalu kami hampir kehilangan putri kami karena mengalami depresi, setelah penghianatan yang dilakukan oleh Alex. karena beban pikiran nya yang terlalu berat sudah berulang kali kami memergoki Agatha yang hendak bunuh diri. kami lebih tau bagaimana kondisi putri kecil kami yang bahkan tidak bisa menanggung beban pikiran yang berat, sekarang semua ini kembali terulang lagi"ucap Anggita yang masih terlihat gemetaran dia mungkin seorang dokter tapi dirinya juga hanya manusia biasa, yang akan merasakan takut jika seseorang yang ia cintai sampai kenapa-napa.


Agatha langsung dilarikan ke rumah sakit, sesampainya di sana Anggita melakukan pemeriksaan menyeluruh dibantu oleh Randi dan juga NATO putra nya.


Setelah pemeriksaan menyeluruh akhirnya mereka pun merasa lega saat Agatha membuka mata.


"Agatha"ucap Kristofer yang sedari tadi ada di dalam sana.


"Heumm"ucap Agatha seolah baru bangun tidur.


"Aku dimana, kenapa? ada disini mommy kak Alex dimana"ucap Agatha yang sontak membuat semuanya mematung di tempatnya.


"Hi...honey, apa? maksudnya Alex"tanya kenapa Kristofer.


"Aku melihat kak Alex kecelakaan, bersama dengan istrinya"ucap Agatha.


Akhirnya mereka bernafas lega setidaknya mereka tahu jika Agatha, hanya mengutarakan mimpi buruk nya.


Tidak sampai beberapa detik kemudian.


"Dokter ada pasien gawat darurat, atas nama tuan Alex Abraham yang mengalami kecelakaan bersama dengan istrinya"ucap seorang perawat.


Sontak semua orang membulatkan matanya, Agatha langsung berlari keluar dari dalam ruangan tersebut tanpa peduli dengan tangan nya yang berdarah akibat jarum infus yang tertarik begitu keras.


"Agatha!"teriak yang lain nya.


Tapi Agatha tidak perduli dengan mereka yang ia takutkan saat ini adalah Alex, sampai kenapa-napa.


Agatha terus berlari meninggalkan ruangan tersebut, hingga akhirnya tiba di IGD dia melihat kerumunan perawat dan beberapa dokter jaga yang ada di sana.


Agatha menerobos ke dalam kerumunan tersebut tanpa peduli dengan semua orang yang menatap heran bahkan mencegah langkah nya.


"Kak Alex!"teriak Agatha yang kini melihat Alexander berdarah-darah tapi masih dalam keadaan sadar.


"Sayang kamu disini"ucap Alex.


"Ya kakak harus bertahan hidup demi aku aku mohon jangan tinggalkan aku"ucap Agatha yang kini memeluk Alexander.


Alex pun meneteskan air mata nya tapi dia tidak bisa membalas pelukan itu tangannya seakan mati rasa saat ini.


"Nona tolong jangan menghalangi kami, kami sedang menolong pasien, segera menyingkir jika ingin dia selamat"ucap dokter yang menangani nya.


Agatha pun perlahan melepaskan pelukannya dan berkata"Aku akan disini menunggu kakak ingat jangan tidur."ucap Agatha.


Alexander pun menatap lalu berkedip sebagai isyarat.


Sementara itu Kristofer, hanya berdiri mematung di belakang gadis itu.


Agatha duduk di bangku yang tersedia di sana tidak lama dokter langsung melarikan Alex ke dalam ruang operasi, Agatha menunggu di depan ruang tersebut NATO yang kini ikut menangani Alex, dia sempat meyakinkan Agatha bahwa Alexander akan baik-baik saja.


Sementara Kristofer, tengah menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan Agatha, meskipun dia tidak bisa menunda semua itu.


"Agatha kita harus bicara"ucap Kristofer.


"Kris, aku mohon jangan bicarakan tentang pernikahan itu sekarang, kamu bisa kembali kapan saja ke Indonesia, dan melihat apa? aku hamil atau tidak jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk bertanggung jawab untuk semua yang telah terjadi"ucap Agatha yang kini terlihat menatap kosong.


"Hi.. honey, kamu pikir aku pria macam apa? yang bisa berbuat seenaknya, lalu pergi begitu saja"ucap Kristofer.


Pria itu masih berusaha untuk bersikap sabar hingga saat ini.


"Aku tidak tahu yang jelas pria baik-baik akan terus menjaga wanita yang ia cintai, tapi "ucapan Agatha terhenti karena Kristofer, menggenggam erat tangan itu.


"Aku melakukan itu, karena kamu terus menolak untuk menikah dengan ku, dan asal kamu tahu bahwa aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu aku tidak ingin kehilangan mu, apalagi melihat mu menjadi milik orang lain"ucap Kristofer.


"Ingat Kris, kamu sudah punya istri!"teriak Agatha yang kini terlihat frustasi.


"Aku tidak perduli"ucap Kristofer.


"Sayang tangan mu haru diobati"ucap Alvin yang mendekat ke arah mereka berdua.


"Tidak Daddy, aku menunggu kak Alex"ucap Agatha.


"Dia akan baik-baik saja"ujar Alvin.


"Daddy, bagaimana semua ini bisa terjadi kemarin kak Alex masih baik-baik saja"ucap Alex.


"Sayang semua sudah kehendak Tuhan, kita tidak bisa mencegah semua yang terjadi dalam hidup kita"ucap Alvin.


"Heumm mungkin Daddy benar"ucap Agatha


Agatha akhirnya pergi untuk mengobati luka dengan darah yang sudah mengering di tangan nya.

__ADS_1


"Pernikahan kita akan segera dimulai"ucap Kristofer.


"Baiklah tapi setelah ijab qobul, aku akan segera kembali menemui kak Alex, disini"ucap Agatha.


"Terserah kamu saja honey"ucap Kristofer yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memiliki gadis itu.


"Ayo sayang"ujar Alvin yang kini langsung membawa Agatha ke UGD, setelah itu mereka semua pulang ke hotel tempat Kristofer dan Agatha yang akan melangsungkan pernikahan.


Sementara Alexander, tengah berjuang di ruang operasi, Agatha resmi dipersunting oleh Kristofer.


Kristofer langsung memasang cincin pernikahan di jari manis bidadari tercinta nya yang kini terlihat sangat cantik dan elegan dengan balutan kebaya berwarna putih tulang, dengan mahkota yang ia kenakan sebagai mana mestinya seorang pengantin.


Adat Jawa barat yang mereka gunakan saat ini karena Anggita dan Ariana kedua keluarga mereka berasal dari Jawa barat.


Tiba giliran Agatha, yang mengenakan cincin pada Kristofer, dan Kristofer pun mencium kening Agatha.


Setelah itu Kristofer menandatangani berkas pernikahan bersama dengan Agatha dan juga para saksi kini Agatha resmi dipersunting oleh Kristofer Alen, yang berstatus suami orang.


"Sayang aku sangat mencintaimu"ucap Kristofer.


Agatha tidak membalas dengan kata-kata tapi dia tersenyum pada Kristofer.


Tiba waktunya untuk menyalami para tamu undangan, Agatha sebenarnya ingin segera pergi tapi rangkaian acara itu menahan nya di sana hingga malam tiba Kristofer justru mengajak Agatha untuk istirahat.


"Kris, aku harus menepati janjiku pada kak Alex."ucap Agatha.


"Honey aku suamimu yang lebih penting dari orang lain"ucap Kristofer yang kini membingkai wajah cantik itu.


Malam pertama setelah pernikahan pun terjadi, hingga pagi hari mereka baru tertidur, Agatha benar-benar merasa tidak berdaya bagaimana bisa, Kristofer tidak pernah puas dengan percintaan itu dia terus meminta lagi dan lagi hingga Agatha hampir pingsan karena tidak bisa mengimbangi keperkasaan pria itu.


...🌸........🌸...


"Honey, malam nanti aku harus segera kembali ke Dubai, kamu harus tinggal di Mension"ucap Kristofer.


"Aku tinggal di apartemen ku"ucap Agatha.


"Yang aku tidak suka di bantah"ucap Kristofer yang kini terlihat menatap lekat wajah cantik itu.


"Tapi aku kesepian jika tinggal di sana"ujar Agatha.


"Disini banyak pelayan sayang kamu bisa bawa simpanan kakak mu yang"ucap Kristofer datar.


"Apa? yang kamu katakan dan siapa! yang kamu maksud Kris"ucap Agatha.


"Kamu tahu siapa? dia sayang"jawab Kristofer.


Agatha terus memikirkan siapa? wanita itu.


"Nah kamu tau"ucap Kristofer.


"Xena!"teriak Agatha.


"Ya dia adalah teman ranjang kakak mu Al"ucap Kristofer.


"Kris, aku tau kamu tidak suka dengan Xena, tapi kamu tidak bisa memfitnah nya"ujar Agatha yang tidak percaya.


"Aku tidak punya waktu untuk hal yang tidak penting itu, yang jelas aku hanya ingin kamu tetap tinggal di mention"ucap Kris.


"Itu rumah istri mu Kris"ucap Agatha.


"Lalu kamu siapa?"tanya Kris.


"Aku hanya yang kedua, bukan prioritas utama mu"ucap Agatha.


"Sekali lagi kamu berkata begitu, aku tidak akan pernah mengampuni mu"ucap Kristofer.


"Tapi itu kenyataan nya"ucap Agatha.


"Honey..."peringatan Kristofer.


"Apa?"jawab Agatha datar.


"Bersiap untuk pergi dengan ku ke Dubai"ucap Kristofer tegas.


"Tidak!"Tolak Agatha.


"Aku tidak mau dengar penolakan"ucap Kristofer tegas.


"Baiklah aku tinggal di mention, puas"ucap Agatha.


"Piter, tapi ingat jangan temui pria manapun lagi selain keluarga mu"ucap nya.


"Kau membatasi gerak ku"ucap Agatha.


"Terserah apa? katamu yang jelas aku punya alasan untuk itu"ucap Kristofer.


"Kris"


"Tidak ada protes"ucap Kristofer.

__ADS_1


"Kris, aku mohon"ucap Agatha yang kini tengah menutup tubuhnya dengan selimut.


"Tidak sayang"ucap Kristofer.


"Jika aku tidak bertemu dengan pria lain, bagaimana cara aku menangani perusahaan"ucap Agatha.


"Ada asisten mu"jawab Kristofer.


"Ini tidak masuk akal Kris, aku menolak yang satu itu"ucap Agatha.


"Honey, jangan membantah"


"Terserah aku pusing, aku tidak ingin melihat mu lagi"ucap Agatha merajuk dia menenggelamkan diri nya, dari balik selimut.


"Jangan merajuk aku tidak punya waktu untuk membujukku"ucap Kristofer yang kini menatap lekat wajah cantik itu, saat tangan kekar itu menarik selimut tersebut.


"Aku memang bukan prioritas, aku sadar itu jadi tidak perlu repot-repot membujuk ku"ucap wanita itu sambil berjalan mengikuti menuju kamar mandi.


Baru saja dia hendak menutup pintu Kristofer sudah masuk kedalam kamar mandi tersebut.


"Kamu bicara apa? heeuh ayo katakan sekali lagi, atau aku tidak akan pernah mengeluarkan mu dari sini sebelum kamu menyadari kesalahan mu itu"ucap Kristofer.


"Bunuh saja aku sekalian"ucap Kristofer.


"Agatha!"bentak Kristofer.


"Aku hanya selingan, aku bahkan akan kamu hukum saat kamu kecewa dengan ku. kenapa? tidak habisi nyawa ku saja"ucap Agatha yang kini menyalakan shower air dingin itu, dia tidak peduli air itu sedingin apa? tapi yang jelas dia tidak ingin pria itu melihat air mata nya.


Tiba-tiba air itu berhenti saat Kris, menarik tubuh Agata, keluar dari dalam ruangan shower tersebut.


Agatha hanya terdiam.


"Kau itu kenapa? honey bisa tidak jangan menyiksa diri sendiri, jangan seperti ini"ucap Kristofer yang kini memeluk Agatha.


"Lepas Kris, kamu harus segera bersiap aku tidak enak badan jadi tidak bisa mengantar mu ke Bandara"ucap Agatha yang hendak melepaskan pelukan Kristofer.


"Kita akan pergi bersama"ucap Kristofer, tapi Agatha menggeleng kan kepala nya.


"Aku akan tetap disini"ucap Agatha.


"Honey"ucap Kristofer.


"Tidak Kris"ucap Agatha


Agatha kembali melanjutkan mandi nya, kali ini di dalam bathtub bersama dengan Kristofer.


"Sayang aku akan sangat merindukan mu, tunggu aku kembali beberapa bulan lagi"ucap Kristofer.


Agatha hanya terdiam.


"Jika dia mereka sudah tumbuh di sini, kamu harus mengabari ku, dan jika kamu ngidam suatu hari nanti, katakan padaku, aku akan menghubungi mu saat ada waktu luang"ujar Kristofer.


Agatha bangkit untuk membersihkan diri di dalam ruangan shower yang masih terlihat jelas.


Setelah selesai dia meraih bathrobe dan lilitan handuk kecil di kepala, kini wanita itu sudah terlihat sangat segar Kris pun menyusul Agatha setelah selesai mandi.


"Sayang aku sangat mencintaimu"ucap Kristofer yang kini memeluk erat tubuh ramping itu.


"Kris, tidak bisa kah kita menjalani hidup normal seperti pasangan lain nya"lirih Agatha, hatinya menolak kepergian Kristofer.


"Mungkin suatu hari nanti sayang"ucap Kristofer, sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.


"Aku tau Kris, itu tidak akan mungkin segeralah bersiap aku akan pulang sendiri setelah kamu selesai bersiap"ucap Agatha.


"Kris tidak menjawab dia malah menarik tengkuk Agatha dan langsung mencium bibir manis itu.


Agatha tidak bisa protes hanya bisa membalas perlakuan Kristofer saat ini.


Kristofer langsung bergegas memakai pakaian nya, setelah Agatha selesai berpakaian mereka langsung turun bersama diikuti oleh asisten pribadi kristofer yang kini membawa koper milik keduanya.


Mereka berdua langsung makan siang bersama, setelah itu Kristofer dan Agatha pergi menuju Mension milik Kristofer.


"Honey, aku akan segera menghubungi mu sesampainya di sana"ucap Kris yang kini mengantar Agatha masuk kedalam kamar utama milik Kristofer.


Kamar yang sangat luas ditunjang dengan berbagai teknologi canggih dan tempat tidur yang berukuran king size, dengan segala kemewahan.


Setelah itu Kristofer menunjukkan walk-in closed milik nya dengan Agatha yang terlihat sudah ada beberapa gaun dan pakaian santai untuk Agatha, yang entah kapan pria itu membeli nya.


Agatha berbalik menghadap Kris dan memeluk Kristofer.


"Satu hari saja temani aku disini"ucap Agatha.


"Honey... maafkan aku, aku sudah sangat terlambat"ucap Kristofer lirih.


Agatha melepaskan pelukan itu lalu berkata"pergilah aku tidak apa-apa, mungkin malam ini akan menginap di Mension Oma"ucap Agatha.


"Tidak aku tidak mengijinkan itu, jika perlu minta Oma mu yang datang ke sini"ucap Kristofer.


"Tapi kenapa? Kris, itu rumah ku juga"ucap Agatha.

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin berdebat honey, aku pergi dulu jaga diri baik-baik" ucap Kristofer yang langsung memeluk dan mencium bibir Agatha sedikit lebih lama setelah itu mendaratkan kecupan di puncak kepala Agatha yang kini terlihat memejamkan mata.


__ADS_2