Sang Penari

Sang Penari
#Marahnya Bumil#


__ADS_3

Darius tengah menunggu wanitanya yang tengah bersiap untuk pergi makan malam romantis.


Alana berdandan sesempurna mungkin untuk bisa menyenangkan hati kekasih tampan nya itu.


Dia berharap kali ini pria yang akan hidup bersamanya adalah pria yang benar-benar menerima dan mencintai dirinya dengan setulus hati, bukan karena ada sesuatu dibalik semua itu seperti mantan suaminya itu. meskipun pada akhirnya Piter juga menjadi pria yang benar-benar bertanggung jawab, meskipun tidak bisa memberikan dia cinta.


Dan Piter juga tidak benar-benar membalaskan dendam keluarganya itu pada Alana.


Sampai saat wanita cantik itu turun dari lantai dua yang melewati anak tangga yang melingkar tersebut.


Alana berjalan dengan anggunnya, wanita itu bahkan tidak pernah menunjukkan kekurangan yang ada dalam dirinya.


Alana selalu tampil sempurna sejak mereka bertemu di club malam tersebut.


Sampai saat ini, Darius dibuat heran benarkah wanita itu sudah memiliki anak, bahkan dua anak seperti yang selalu ia katakan pasalnya dari seluruh lekuk tubuh nya tidak ada satupun kecacatan atau bekas tanda-tanda hamil dan melahirkan.


Darius dan Alana adalah dua orang dewasa yang tidak hanya berpacaran seperti anak ABG pada umumnya yang hanya berpegangan tangan atau kecup singkat, tapi hubungan yang terjalin sudah lebih jauh dari itu.


Sejak mereka bertemu dan bercinta seperti layaknya suami istri, Alana dan Darius yang merupakan seorang perjaka yang baru menemukan kenikmatan itu membuat dirinya, tidak bisa sedikitpun melupakan Alana, bahkan semakin hari rasa itu semakin nyata adanya.


"Sayang kamu itu benar-benar sangat sempurna, kamu sangat cantik malam ini terimakasih untuk semuanya. setelah malam ini bersiaplah kita akan menjalani masadepan kita bersama-sama dengan anak-anak kita kelak."ujar Darius.


"Heumm,,, terimakasih atas pujiannya sayang, aku sangat mencintaimu."ujar wanita itu.


"I love you more honey."ucap Haidar yang kini mendekap erat wanita cantik yang ada di hadapannya itu dengan beberapa kecupan romantis ia darat kan di bibi kening dan puncak kepala.


"Ayo,,, semua sudah siap."ujar Darius.


Mereka pun pergi menuju sebuah hotel yang sudah diresepasi oleh pria tampan itu.


Darius ingin menjadikan malam yang super romantis di sana.


Satu jam perjalanan tidak membuat mereka kehilangan semangat, hotel pinggir pantai di negara tersebut membuat Alana benar-benar tidak sabar saat mendengar Darius menceritakan semuanya.


Dua hari yang lalu Darius bercerita jika dia akan mengajak Alana berlibur ke sebuah pantai di negara tersebut dan akan mengajak dia makan malam romantis.


Pria itu tidak perduli jika harus merogoh kocek yang sangat dalam setidaknya dia juga mendapatkan timbal balik.


Dia mendapatkan wanita cantik dengan sejuta kenikmatan didalamnya, selain wanita itu cantik dia juga sangat berbakat dalam memimpin sebuah perusahaan dan juga bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik, meskipun Darius tidak menuntut kesempurnaan. tapi itu adalah nilai plus yang ada pada dirinya.


Darius juga tidak tahu, pria mana yang telah mencampakkan wanita sesempurna dia.


"Sayang,,, apa? ini."ujar Alana yang kini melihat semua keindahan yang dihadapannya.


"Aku tidak tahu."ujar pria itu berpura-pura, hingga saat beberapa orang pelayan yang berdandan ala pengiring pengantin dengan begitu sempurna mereka ada sekitar dua puluh orang berjalan beriringan di ruangan yang sengaja dibuat gelap tersebut. dengan membawa banyak lilin aroma terapi di tangan mereka selain menerangi ruangan itu juga memberikan wewangian yang sungguh menggoda siapapun yang menghirupnya.


"Yank,,, kamu yang menyiapkan ini semua?."ujar gadis itu.


"Aku tidak tau mungkin sedang ada acara." ujar pria itu lagi masih belum mau berkata jujur.


Sampai saat wanita itu melihat beberapa orang pelayan laki-laki yang membawa berbagai buket bunga mawar dengan semua warna dan jenis, Darius pura-pura tidak melihat semua itu, saat para pelayan Pria itu berjalan memberikan buket bunga itu pada Alana.


Dan Alana pun menatap lekat wajah tampan yang kini berada di hadapan nya yang bersikap tidak tau apa-apa itu.


Padahal semua sudah di dekorasi secantik mungkin dengan bunga-bunga yang sangat indah.


Tidak lupa lilin aroma terapi yang kini bertaburan di lantai rooftops hotel yang menampakkan pemandangan pantai, dan juga di saping mereka terdapat kolam renang dengan air yang berwarna biru pantulan dari lantai kolam renang tersebut.


"Darius,, sayang tidak adakah yang ingin kamu jelaskan apa?arti dari semua ini."tanya Alana.

__ADS_1


"Heumm,,, aku benar-benar tidak tau honey,,, tapi jika kamu suka aku bisa buat yang lebih baik lagi dari ini."ujar Darius.


"Aku sangat menyukai ini bahkan mungkin seumur hidup, baru kali ini aku mendapatkan kejutan terindah seperti ini, meskipun masalalu ku juga bisa memberikan itu. tapi dia tidak pernah bersikap seromantis ini untuk hal yang menurutnya hanya buang-buang waktu."ujar Alana.


Wanita itu tidak sadar jika saat ini pria itu tengah marah karena dirinya dibandingkan dengan mantan suaminya itu.


"Heumm,,, aku permisi jika pembahasan itu tidak pernah usai mungkin aku tidak bisa melanjutkan hubungan yang masih terus di ikuti bayang-bayang masalalu."ujar Darius yang langsung membuat wanita itu langsung merasa bersalah.


"Aku minta maaf Yank,,, aku tidak bermaksud membandingkan kalian aku terlalu bahagia hingga lupa saat ini aku sedang merayakan kebahagiaan kita.


"Ah sudahlah,,, aku tau jika kamu belum siap untuk melewati hari ini."ujar Darius yang kini beranjak dari duduknya.


"Yank,,, apa? tidak ada maaf untukku, baik'lah aku juga lelah jika harus mengemis-ngemis cinta, silahkan jika memang kamu ingin pergi."ujar Alana yang juga hendak pergi namun tiba-tiba tangan Darius menarik Alana kedalam dekapannya.


"Aku tidak pernah bermain-main dengan hubungan ini aku sangat mencintaimu, tapi aku mohon lupakan masa lalu aku ingin kita membuka lembaran baru benar-benar lembaran baru."ujar Darius.


"Aku tidak bisa melakukan keinginan mu itu, karena aku memiliki buah hati darinya, tapi jika kamu tidak bisa menerima diriku dan masalalu ku sebaiknya kita akhiri semua sampai disini."ujar Alana.


Darius semakin mengeratkan genggaman tangan nya. wanita itu hendak melepaskan tangannya namun Darius kembali berkata.


"Jangan pernah berniat untuk pergi dari hidupku, aku sangat mencintaimu. kamu tau untuk apa semua ini aku siapkan honey?."tanya Darius.


Wanita itu hanya menggeleng pelan. dalam posisi menunduk karena saat ini Alana benar-benar sangat sedih dengan reaksi Darius tadi.


"Ayo duduk lah."ujar Darius.


Namun Alana tidak mendengarkan kata-kata Darius.


Wanita itu kembali ingin pergi dari tempat tersebut.


"Yank,,, aku minta maaf jika aku membuat mu tidak nyaman."ujar Darius.


"Maafkan aku Darius,,, mungkin sebaiknya kamu pikirkan kembali hubungan ini sebelum melangkah lebih jauh."ujar Alana yang langsung berlalu pergi, namun dengan cepat langkahnya di cegah oleh Darius.


Wanita itu, terdiam mematung di tempatnya saat tiba-tiba Darius berlutut di hadapan nya dengan menyodorkan sebuah cincin berlian yang kini berkilauan di dalam cahaya remang-remang.


"Will you marry me."ujar Darius.


Alana terdiam.


Tatapan mata yang kini tengah membendung air matanya seketika itu jatuh tak tertahankan.


Disaat cinta dan nafsu yang selama ini membelenggu mereka, kini semua itu akan segera di hapuskan. rasa gundah yang selama ini menyelimuti pikirannya dijadikan seperti wanita pemuas nafsu sungguh bukan keinginannya tapi semua itu selalu terjadi begitu saja disaat dia tengah ingin melupakan rasa sakit di dalam benaknya itu.


Alana hanya mampu menganggukkan kepalanya, tanpa bisa berkata apa-apa lagi.


Darius, mungkin lebih dewasa dari Piter tapi caranya memperlakukan Alana selama ini membuat wanita itu merasa sangat dicintai, meskipun Piter juga menunjukan kasih sayangnya selama ini tapi tetap terlalu jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh Alana saat ini.


"Sayang,, aku sangat mencintaimu. aku tidak pernah berniat untuk menjadi pria pengecut,aku melakukan semua itu selama ini karena murni atas dasar rasa cinta ku yang begitu besar padamu, aku ingin kita segera menikah dan membina rumah tangga kita hingga akhir hayat nanti."ujar Vino.


Pria yang sudah berhasil memasang cincin lamaran di jari manis milik Alana itu kini merangkul pinggang Alana dengan kedua tangannya dan musik romantis pun terdengar nyaring mereka pun berdansa dengan sangat romantis.


Alana mengalungkan tangannya di leher Darius dan tangan kekar itu melingkar di pinggang Alana tautan bibir pun tidak luput dari posisi mereka saat ini


...🌸.....................🌸...


Sementara itu di Mension milik Kristofer.


Pria yang kini tengah sibuk meeting dengan para klien nya, Kristofer sengaja mengadakan meeting rahasia itu di kediaman nya, karena itu adalah meeting penting perkumpulan mafia yang sengaja ia adakan secara dadakan karena ada sesuatu yang benar-benar urgent namun Kristofer tidak bisa pergi meninggalkan istrinya yang tengah hamil tua.

__ADS_1


Saat Kristofer baru mau mulai meeting tiba-tiba seseorang pelayan bilang jika nona besar datang, Siapalagi jika bukan Agatha yang mencari Kristofer.


Wanita itu heran kenapa? di halaman Mension ada banyak mobil super mewah dan bahkan dijaga ketat oleh puluhan anak buah Kristofer dan yang lain Agatha tidak tahu itu.


"Kris,,, kau dimana? kenapa! diluar begitu banyak mobil dan orang-orang mu."ujar Agatha yang kini berjalan terengah-engah melewati tangga.


Kristofer langsung datang menyambut wanita hamil itu.


"Hi,,, sayang bukankah aku sudah meminta kamu untuk menungguku di rumah."ujar Kristofer mengalihkan pembicaraan.


"Aku kesal kau tidak kunjung datang karena Mommy sudah berada di rumah jadi aku mencari mu kemari. Hi,,, kau tidak menjawab pertanyaan ku ada acara apa? disini."ujar Agatha yang tiba-tiba menatap kearah ruangan yang luas yang kini dijaga ketat.


"Ada pertemuan apa?."ujar Agatha yang mendekat kearah para pria yang kesemuanya berwajah dingin dan diantara mereka tampak banyak yang berwajah menyeramkan.


"Apa? tidak ada yang bisa menjawab atau ini perkumpulan orang bisu!."ujar Agatha tanpa takut dia merebut senjata salah seorang pengawal.


Wanita itu menodongkan senjata api itu kearah salah seorang peserta.


Tapi tidak ada satupun yang berani bicara..


Dor....


Tembakan itu mengenai lampu gantung itu, dan mereka dengan sigap menghindar.


"Honey!."Kristofer berteriak sambil menarik istrinya menjauh saat lampu itu terjatuh tepat di atas meja tempat perkumpulan kelompok mafia itu.


"Honey kau tidak apa-apa?."ujar Kristofer yang panik seraya mencari luka di sekujur tubuh istrinya itu.


"Lepaskan aku,,, jangan sentuh aku mulai sekarang jangan pernah kembali lagi ke rumah ku, dan jangan pernah mencari aku dan anak-anak ku, sudah cukup urus saja para bandit itu."ujar Agatha tanpa takut sama sekali padahal diantara mereka sudah ada yang menodongkan senjata, dan saat Agatha berbalik .


Dor....!


Satu tembakan mengenai sasaran dimana kepala salah satu anak buah mafia itu pecah saat itu juga.


Semua orang terperanjat kaget bahkan diantara mereka tidak ada yang bisa menyangka bahwa Agatha bisa melakukan hal itu.


"Jika kalian penasaran dan ingin segera mati ayo maju satu persatu atau keroyokan juga itu lebih baik agar aku tidak buang waktu untuk segera mengubur kalian semua."ujar Agatha yang kembali menembak salah satu dari mereka kali ini ketua mafia yang berasal dari luar negeri.


"Owh sial banci."ujar Agatha sambil melangkah pergi.


Sampai saat wanita itu tiba di dekat tangga, Kristofer masih mengikuti langkah nya.


Agatha pun menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Kau tuli,,, sudah kubilang jangan mendekat atau mengikuti ku jika tidak seluruh anak buah mu yang ada di luar akan aku habisi semuanya."Ancam Agatha.


"Honey,,, maafkan aku please ini tidak seperti yang kamu pikirkan kami adalah rekan bisnis jadi aku terpaksa mengundang mereka kemari untuk mengadakan meeting penting di rumah kita, agar aku tidak meninggalkan mu terlalu jauh,,, ayolah Honey jangan seperti ini."ujar Kristofer.


"Aku tidak perduli mulai sekarang tidak ada lagi hubungan diantara kita, aku bahkan akan menikahi mereka semua jika mereka mampu mengalahkan aku."ujar Agatha yang sedang sangat kesal.


"Honey,,, jangan bercanda mereka bahkan tidak akan ada yang mampu mengalahkan mu aku jamin itu karena hanya aku yang bisa mengalahkan dirimu di ranjang."ujar Kristofer yang kini terlihat tersenyum manis.


Agatha kembali berbalik tatapan matanya bahkan membuat siapapun bergidik ngeri, ternyata jika bumil terlanjur marah singa sekalipun akan kalah olehnya.


"Aku tidak lagi mau hidup dengan pria seperti dirimu yang suka berkumpul dengan bandit dan para sampah yang menghalangi kebahagiaan ku."ujar Agatha.


Wanita itu sudah ti sudah tiba di halaman Mension dia berjalan mendekati salah satu pengawal yang kini bahkan tidak pernah berani memandang istri Don nya itu.


"Aku sedang mengidam untuk menembaki para patung yang ada di sini apa? boleh aku meminjam senjata mu."ujar Agatha sedikit merayu bahkan memberikan sentuhan lembut di wajah pria itu.

__ADS_1


Tentu saja pria itu gemetaran bukan karena terangsang nafsu meskipun itu pasti ada kemungkinan karena siapapun tidak akan menolak godaan dari wanita super cantik yang ada di hadapannya.


"Kau tidak mau memberikannya honey baiklah-baiklah, aku akan membuat mu menyesal sayang, ujarnya semakin menggoda.


__ADS_2