Sang Penari

Sang Penari
#Ancaman Kalan#


__ADS_3

"Kenapa? kau menghilang..."ujar gadis itu.


"Aku pergi karena ibuku butuh pengobatan di luar negeri."ujar gadis itu.


"Kenapa? tidak bilang padaku jika ibumu sakit?."tanya Kalan.


"Aku tidak punya hak untuk mengatakan itu padamu karena tuan bukan siapa-siapa ku."kata Stefany.


"Heumm,,, kamu bahkan tidak pernah menganggap ku ada."ujar Kalan.


"Karena memang begitu adanya."ujar Stefany.


"Ah sudahlah aku bisa memaafkan mu, asal kamu tidak mengulangi semua itu lagi, sekarang dimana ibumu biar aku menemuinya."ujar Kalan.


"Dia sudah berada di surga tepat satu bulan yang lalu."ujar Stefany.


"Maafkan aku."ujar Kalan terlihat merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Tuan Kau tidak punya kewajiban untuk hal itu setidaknya Ibu kok sudah berjuang bersama kami untuk melawan penyakit penyakitnya itu sekarang dia sudah tidak lagi merasa sakit seperti yang selama ini ia lewati aku sudah berjuang bersama dengan Dedi untuk merawatnya hingga nafas terakhir semoga Tuhan menempatkan diri di surga."ujar Stefani.


"aku benar-benar merasa bersalah honey Maafkan Aku."ujar Kalan, seakan dia adalah pasangan dari Stefany.


"Stefany Siapa yang datang?."tanya sang ayah.


"Ah,,,. dia adalah bos ditempat ku bekerja."jawab Stefany.


"Sebentar tuan aku harus membantu Daddy ku dulu tapi jika tuan sibuk silahkan."ujar Stefany tidak melanjutkan kata-katanya.


"Pergilah aku akan menunggu."ujar Kalan.


Pria yang sedari tadi duduk di sofa ruang tamu itu kini tengah menatap punggung gadis yang selama ini ia rindukan.


"Daddy,,, ayo kita ke kamar,,, Daddy harus istirahat biar Stefany memasak makan malam untuk kita."ujar gadis itu.


"Ini masih terlalu sore nak kamu bisa istirahat dulu Daddy, tau kamu pasti sangat lelah."ujar gadis itu.


Gadis itu pun mengangguk pelan. dia membantu ayahnya berbaring setelah itu dia pun menyelimuti kaki pria yang kini tengah memegang buku.

__ADS_1


"Aku keluar dulu Daddy."ujar Stefany pamit.


"Pergilah nak Daddy juga hanya akan bersantai."ujar gadis itu.


Gadis kembali mengangguk, setelah itu dia pun pergi kembali menemui Kalan.


"Maaf tadi sedikit lebih lama, aku harus membantu Daddy ku untuk berbaring."ujar gadis itu sedikit merasa tidak enak hati.


"Apa? ayahmu juga sakit."tanya Kalan.


"Saat mommy ku dinyatakan sudah meninggal Daddy tiba-tiba saja jatuh pingsan dan saat bangun dia dinyatakan lumpuh entahlah dunia ku seakan telah runtuh."ujar gadis itu.


Kalan meraih tangan gadis itu dia menggenggamnya dan mengecup lembut tangan itu.


"Kau masih memiliki aku untuk menjadi pegangan bagi mu,,, aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu mari kita menikah."ujar Kalan.


Namun gadis itu hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Kenapa? aku bisa menghidupi mu dan juga keluarga mu. aku janji akan menjadikan mu istri paling bahagia di dunia ini."ujar Kalan.


"Aku yakin kamu bisa melakukan hal itu tuan, tapi kamu tercipta bukan untukku. kamu sudah memiliki dia yang akan menjadi teman hidup mu."ujar Stefany.


"Untuk menikah tidak butuh cinta,,, apalagi pernikahan orang kaya seperti kalian, cinta adalah nomor sekian yang terpenting adalah tahta kerajaan bisnis yang tengah menanti kalian dan bahagia dan cinta akan datang belakangan, yang paling penting adalah status sosial tinggi."ujar Stefany.


Namun kini giliran Kalan yang menggelengkan kepalanya.


"Sampai kapan? kamu akan beranggapan seperti itu. keluarga ku semua menikah karena cinta. mereka mengagungkan rasa itu meskipun itu tidak terjadi pada Mommy justru cinta itu datang setelah mereka menikah hingga saat ini setelah mereka tua."ujar Kalan.


"Lalu kenapa? tidak mengikuti sejarah mereka."ujar gadis itu yang kini melepas genggaman tangan Kalan.


"Honey,,, please dengarkan aku cerita ku belum selesai. Daddy sangat mencintai Mommy hingga Daddy melakukan hal itu pada Mommy hingga Mommy dipaksa untuk menikah dengannya apa? kau juga ingin aku melakukan hal itu."ujar Kalan.


"Jangan gila Tuan,,, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi."ujar gadis itu.


"Heumm,,, aku akan memastikan itu terjadi jika kamu menolak pernikahan kita."ujar pria itu.


"Aku akan pergi sebelum semua itu terjadi."ujar gadis itu.

__ADS_1


"Stefany! jangan coba-coba karena aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."ujar Kalan.


"Tuan anda bisa pergi saat ini juga karena aku akan sibuk."ujar gadis itu yang ingin menghindari Kalan.


"Aku belum mau pergi, kamu bisa melakukan apapun dan aku bisa menunggu."ucap pria itu.


"Terserah."ujar gadis itu yang langsung pergi menuju dapur untuk membereskan belanjaannya tadi.


Gadis itu mengeluarkan daging dan seafood juga sayuran untuk dicuci bersih sebelum disimpan di kulkas. dia juga merapihkan belanjaan lainya seperti perbumbuan dan juga bahan lainnya seperti bahkan makanan lainnya semua dia susun rapi dalam wadah tertutup dan langsung menyimpan itu di kulkas.


Semua sudah tersusun rapi gadis itu lanjut mengambil sebagian daging dan beberapa sayuran lain untuk membuat steak untuk makan malam mereka.


Hingga tanpa sadar gerak-geriknya diawasi oleh seseorang yang kini tersenyum karena tengah mengabadikan gerakan gadis berwajah Chinese tersebut.


Ya,,, Stefany mungkin tinggal di Kanada, tapi dia adalah keturunan Chinese, hingga kecantikan nya itu sungguh unik untuk Kalan.


Sampai saat dia sudah selesai beraktivitas dan menghidangkan semua itu di meja makan, akhirnya Stefany sadar dan saat dia berbalik tepat saat kamera ponsel milik Kalan tengah membidiknya.


Wajah cantik perpaduan Chinese dan bule Kanada yang merupakan almarhum ibunya itu sungguh sangat cantik.


"Tuan kau."ujar Stefany kaget.


"You are beautiful girl and I love you so much."ujar Kalan sambil tersenyum


"Heumm,,, hapus foto itu."ujar gadis itu.


"Heumm,,, tidak akan pernah aku akan segera membuat jumpa pers untuk mengatakan jika calon istriku yang sebenarnya sudah kembali."ujar Kalan.


Gadis itu langsung berlari dan meraih tangan Kalan yang refleks mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, sambil mendaratkan kecupan di bibir manis itu.


"Tuan,,, hapus foto itu."ujar Kalan.


"Apa? jaminan nya."ujar Kalan.


"Apa? kau pikir sedang bermain sandera, hingga harus menggunakan jaminan."ujar gadis itu.


"Lebih dari itu sayang karena satu detik saja foto ini muncul di sosial media milik ku maka selamanya hidup mu akan menjadi perdebatan panjang dan setiap hari kamu akan diburu oleh wartawan."ujar Kaley mengancam.

__ADS_1


"Kau tidak bisa melakukan hal tuan karena aku yakin ayahmu tidak akan pernah setuju dengan hal itu."ujar Stefany.


"Kau bisa lihat bahwa aku bisa melakukan apapun."


__ADS_2