Sang Penari

Sang Penari
#Tidak ingin dengar#


__ADS_3

Agatha lalu beranjak dari duduknya dia meraih dompet di celana nya dan membayar es krim tadi.


"Maaf tuan Yunho, saya duluan" ucap agatha yang berjalan tanpa melirik ke arah Alex yang kini menatap lekat wajah cantik itu yang kini terlihat hanya punggungnya saja.


Agatha terlihat berbelok ke arah bioskop sendirian dia mengantri untuk membeli tiket, setelah dapat itu dia juga mengantri membeli minuman bersoda dan juga popcorn.


Setelah dapat dia langsung masuk karena ternyata film sudah akan diputar.


Tanpa disadari seseorang sudah duduk di samping Agatha sambil membawa satu cup kopi Starbucks yang dia beli di luar.


Agatha, duduk anteng dengan tatapan mata lurus kedepan, saat ini tanpa curiga pada seseorang yang sedari tadi menatap lekat wajah cantik nya.


"Kamu lebih betah hidup sendirian sayang daripada tetap bersama dengan ku"ucap nya pelan.


Agatha yang mengenali suara itu tidak langsung menoleh dia tetap fokus kedepan karena tidak ingin ribut dengan orang yang ingin Agatha lupakan.


"Yang aku tau kamu bisa mendengar ku, maafkan aku Agatha.... maaf sumpah aku terpaksa menikah dengan nya, dan aku masih sangat mencintai mu" ucap pria itu lagi.


Lagi-lagi Agatha tidak merespon apapun, gadis itu tetap terdiam di tempatnya, sambil tetap fokus pada film tersebut, hingga saat pria itu menggenggam tangan agatha.


Gadis itu baru menoleh, dan melepaskan tangan pria itu meskipun sulit.


Agatha, langsung bangkit dari duduknya hendak pergi, namun Aleksander menahan nya begitu kuat.


"Jika kamu pergi, aku berjanji akan membuat pengakuan didepan media jika kita sebenarnya adalah pasangan dan aku akan mengumumkan bahwa kamu kini tengah mengandung anak ku"ucap pria yang tak lain adalah Alexander.


"Silahkan lakukan saja, karena yang akan menanggung kerugian bukan aku, tapi kamu" ucap Agatha.


"Agatha!" teriak Alexander.


"Berisik jika kalian ingin ribut diluar mengganggu saja"ujar orang-orang yang kini tengah menonton hampir semua orang melirik pada pasangan itu.


Agatha, langsung bangkit dari pergi begitu saja di susul oleh Alexander, yang kini berlari mengejar nya.

__ADS_1


"Jangan ikuti aku, apa? kau sudah gila melakukan itu"ucap Agatha.


"Kamu boleh memaki ku, terserah asalkan kamu kembali padaku saat ini juga"ujar Alexander.


"Jangan sampai, aku habis kesabaran" ucap Agatha.


"Apa? yang ingin kamu lakukan honey ayo bicara" ucap Alexander.


"Aku akan bilang pada istri mu, bahwa kamu masih sangat mencintai ku" ucap Agatha lantang.


"Terimakasih jika kamu benar-benar mau melakukan itu" ucap Alexander.


"Apa? kau sudah gila!" teriak Agatha.


"Ya aku gila karena aku sangat mencintaimu!"balas Alex.


Agatha terus berjalan menuju toilet wanita, dia berdiam diri di sana dia yakin Alexander tidak akan pernah bisa masuk karena keadaan toilet masih banyak pengunjung tempat tersebut.


Tapi Agatha, salah terdengar teriakan dan makian dari wanita yang ada di dalam toilet tersebut, dan ternyata Alex, menerobos masuk dia tidak peduli dengan konsekuensi yang akan dia dapatkan.


"Yang kamu harus ikut aku sekarang juga" ucap Alexander.


Agatha, sudah berontak namun Alexander tidak melepaskan nya.


"Alex lepas apa? mau mu" ucap Agatha.


"Aku ingin kita menikah yang, hanya itu" ucap Alex.


"Tidak, aku tidak akan menikah dengan siapapun?" ucap Agatha.


"Yang please, kamu itu hanya sedang kecewa gara-gara aku, jadi aku akan menghilangkan rasa kecewa mu"Alex.


"Aku mohon lepas atau aku tidak akan segan lagi pada mu tuan"ucap Agatha yang kini melepaskan diri dari Alexander, dengan mudahnya.

__ADS_1


"Yang... sampai dunia ini berakhir sekalipun, aku tidak akan pernah melepaskan mu, ingat cinta kita Agatha, ingat kamu masih memiliki rasa itu yang" ucap Alex yang kini memeluk erat Agatha, di basement mall tersebut.


"Semua, sudah lenyap saat kamu memutuskan untuk meninggalkan aku, jadi sekarang lepaskan aku!" teriak Agatha sambil terisak.


"Yang" ucap Alex lirih saat melihat Agatha, menangis pilu.


"Aku sudah tidak ingin mendengar apapun lagi, aku sudah tidak percaya dengan yang namanya cinta, aku tidak percaya" ucap Agatha.


"Yang, aku tau aku membuat mu terluka, tapi harus kamu tahu bahwa hati ini tidak pernah berpaling dari mu" ucap Alex.


"Apa? gunanya hati jika ragamu saja sudah berpaling, apa? gunanya heeuh, tuan Alex sander mulai saat ini detik ini, aku tidak ingin melihat mu lagi, kau bebas mau melakukan apapun bersama siapapun, tapi tidak dengan ku, apa? kau dengar itu!" teriak Agatha yang masih bercucuran air mata dia langsung masuk kedalam mobil nya, meskipun Alexander, terus menghadang mobil nya yang terus Agatha nyalakan mesin nya, hingga akhirnya Alexander menyerah.


Agatha menyetir dalam keadaan menangis bahkan penglihatan nya mulai kabur, hingga akhirnya


Tittttttt.......


Suara klakson mobil berbunyi panjang dan mobil Agatha mengalami kecelakaan, beruntung gadis itu masih bernyawa.meskipu masih dalam keadaan pingsan.


Agatha, dilarikan ke rumah sakit, dan seluruh keluarga begitu panik saat mengetahui hal itu, terutama Piter, yang kini tengah berada di luar negeri.


"Sayang kamu harus baik-baik saja, aku tidak ingin kehilangan mu, meskipun kita tidak bisa bersama" ucap nya lirih.


Alana yang juga tengah bersama dengan nya di luar negeri ibu dua orang anak itu tampak menangis, dia tidak habis pikir mengapa nasib adiknya selalu berakhir tragis.


"Gatha... kenapa? kamu selalu bernasib buruk sayang... Lana sangat menyayangi mu"ucap Alana.


"Sayang apa? kita pulang saja"ucap Piter.


"Mommy bilang Agatha, hanya pingsan dia juga hanya mengalami luka ringan jadi kita tidak perlu memaksakan diri untuk pulang" ucap Alana.


"Heumm, baiklah aku ada di ruangan kerja jika sayang butuh sesuatu"pamit Piter.


Piter, duduk di sofa singgel yang ada di ruangan kerja nya, pria itu begitu anteng menatap layar laptop nya bukan karena pekerjaan. tapi dia tengah menatap lekat layar laptop yang memperlihatkan foto-foto Agatha, sejak dia kecil hingga beranjak dewasa, sebenarnya ada satu hal yang dia sembunyikan dari semua orang saat ini selain perasaan nya, tapi juga tentang dia yang selalu mencuri foto-foto Agatha, yang kini berada di dalam sebuah laptop yang selalu dia bawa kemanapun, termasuk foto terkini Agatha.

__ADS_1


Sementara itu gadis yang kini tengah mengikuti proses pemeriksaan ( M R I ) Agatha yang baru saja siuman itu lagi-lagi harus berurusan dengan rumah sakit dan alat medis.


Agatha, kini sudah keluar dari ruangan tersebut didampingi sang mommy yang tidak pernah jauh dari nya.


__ADS_2