
Setelah dinyatakan baik-baik saja Agatha, akhirnya meminta untuk pulang ke Mension.
Gadis itu, sedang tidak ingin sendiri.ada raut sedih yang kini tergambar di wajah nya, Agatha berjalan pelan-pelan diikuti oleh ketiga orang yang sangat berarti dalam hidupnya yaitu, Ariana rose, Alvin Alexander dan Terry Anggita Sari.
Mereka semua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup Agatha, terutama almarhum Marvin Alexander opah tersayang nya.
Agatha melirik ke sekeliling ruangan tengah yang ada di lantai satu itu, Agatha merasa terlalu banyak kenangan yang terjadi di sana, saat sang Opah ada, saat Alexander masih bujangan dan selalu datang untuk menemani nya, dia melihat kilas bayangan tersebut di setiap sudut.
"Tidak" ucap Agatha lirih.
Agatha, kini tengah berada di dalam kamar nya, dia langsung melepaskan pakaian yang ada di tubuhnya dan langsung meraih handuk lalu berjalan menuju kamar mandi, setelah mengisi air di dalam bathtub, akhirnya Agatha masih setelah sabun aroma terapi ia bubuhkan kedalam air hangat tersebut.
Agatha memejamkan mata nya sambil berendam di bathtub, tapi dia mendapatkan bayangan tentang Alex dan Kristofer.
Sementara Kristofer sendiri kini tengah resmi menikah, dengan seorang wanita cantik yang berasal dari negeri sakura Jepang, dia adalah putri dari ketua mafia yang menetap di sana, Kristofer tidak bisa menolak perjodohan tersebut karena ibunya lebih berpengaruh dari pada dirinya sendiri.
Ibu dari Kristofer, adalah wanita berkuasa yang berlindung di balik penampilan lemah lembut nya itu, awalnya kristofer, tidak dipermasalahkan saat dia tidak ingin menikah dengan wanita manapun tapi dia tetap harus memberikan keturunan terhadap keluarganya.
Dan jalan yang Kristofer pilih adalah inseminasi, dan lahirlah dua anak kembar identik yang sangat mirip dengan nya, tapi sayang wanita yang telah berjasa mengandung kedua anak nya itu, harus kehilangan nyawa, saat ia ngotot ingin anaknya itu menjadi milik nya, karena biar bagaimanapun ada darah nya yang mengalir di tubuh kedua anak itu, tidak berselang lama setelah melahirkan dia dinyatakan meninggal dunia, dan penyebab nya adalah serangan jantung.
Agatha, adalah wanita pertama yang telah membuat kristofer jatuh cinta, dengan segala keadaan nya, meskipun waktu pertama kali mereka bertemu dalam keadaan, yang kurang baik, tapi setelah kristofer mengenal siapa? Agatha yang sebenarnya, akhirnya pria itu jatuh cinta, meskipun dia sendiri tidak suka menyatakan cinta pada seorang gadis, namun disaat terakhir kebersamaan nya dengan Agatha pria itu akhirnya kalah dengan rasa cinta nya itu.
Kristofer menyatakan cinta pada Agatha,dimalam terakhir saat ia bersama dengan Agatha, dan gadis itu terlihat begitu terluka saat Kristofer, bilang bahwa dia tidak akan pernah kembali ke Indonesia.
Bukan tanpa alasan dia melakukan itu, karena dia ingin istrinya yang terkenal sebagai Don mafia yang kejam itu tau bahwa ada cinta Kristofer di negara tersebut dan pada akhirnya dia akan memporak-porandakan kehidupan Agatha, bukan tidak mungkin dia akan membunuh Agatha nya.
Kris, menyerah kan semua urusan nya di Indonesia pada lima anak buahnya, yaitu orang-orang yang menjaga Agatha, selama dia berada jauh dari gadis itu, meskipun Agatha, tidak selemah itu.
Agatha, sebenarnya punya kekuatan yang tersimpan selama ini, dan Marvin, adalah orang yang memberikan semua itu, bukan kekuatan supranatural melainkan kekuatan untuk bisa melindungi diri dari kejahatan yang ada, Agatha menguasai beberapa ilmu bela diri, dan dia lebih jago dari sang ayah. tapi almarhum melarang.
Marvin, meminta agar Agatha, tetap menjadi Agatha yang dulu, yang masih belum mengenal dunia yang keras itu, Agatha harus pandai menyembunyikan seluruh kemampuan nya, meskipun itu sangat mendesak, tapi jika bahaya mengancam jiwa Marvin pun memperbolehkan cucunya itu, untuk membela diri dengan kemampuan nya.
Setelah set berendam gadis itu membersihkan sisa sabun yang menempel di tubuh nya, dibahas guyuran air shower.
"Aku tidak selemah itu" gumam nya.
Dia pun buru-buru menggunakan bathrobe, saat itu juga dia ingin pergi, malam ini untuk mencari udara segar.
Setelah selesai berpakaian, men-cepol rambut yang kini memperlihatkan leher jenjang yang putih mulus bak susu segar itu.
dengan menggunakan celana jeans panjang berwarna hitam dan juga t-shirt berwarna putih dengan tulisan Dior di bagian depan, dan sebuah kalung pemberian sang Opah, dia langsung pergi sambil membawa jaket denim di tangan nya tidak lupa dompet dan ponsel yang ia masukkan di saku jaketnya tersebut, hanya dompet tipis yang bahkan tidak terlihat membawa dompet seperti wanita pada umumnya.
Yang dia bawa hanya black card dan beberapa kartu lainnya jadi dompet tersebut bisa di simpan sangat rapi meskipun didalam saku celana, beserta ponselnya.
Agatha, melirik ke arah ruang yang ia lewati, tidak ada siapapun di sana hingga tiba di depan pintu, seorang laki-laki yang bekerja sebagai pelayan selama puluhan tahun itu membukakan pintu untuknya.
"Paman, usia mu sudah tidak lagi muda, sebaiknya paman istirahat di jam segini, biar anak buah paman yang gantikan paman cukup mengawasi mereka" ucap Agatha yang baik hati itu.
"Tidak nona muda, paman sudah berjanji pada tuan besar, sampai tutup usia paman akan memastikan penghuni Mension ini baik-baik saja" ucap nya.
"Terimakasih atas kesetiaan paman pada opah, dan keluarga ini, tapi sekarang opah sudah meninggal dunia dan aku yang mengambil alih semua, sekarang aku memberikan perintah, tugas paman hanya saat siang saja setelah malam tiba, gantikan dengan kedua anak buah paman" ucap Agatha.
"Baiklah nona muda" ucap pria tua itu, dia adalah anak buah Marvin.
"Tolong bilang pada Oma, jika aku tidak pulang kemari jangan khawatir kan aku, dan bilang juga aku pakai mobil Omah, karena punya ku masih di bengkel" ucap Agatha.
"Baiklah Nona muda"ucap pria itu.
Agatha pun pergi meninggalkan Mension, menuju sebuah club malam, dia sengaja pergi ke sana, untuk menghilangkan pikiran tentang semua hal yang menggangu pikiran nya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, gadis itu bahkan menyalakan music, saat ini agar tidak merasa kesepian, saat dijalan.
Satu jam perjalanan akhirnya tiba di sebuah club malam milik Opah nya, yang kini dikelola oleh anak buah nya.
Agatha langsung di sambut oleh asisten Opah yang kini mengelola tempat tersebut.
__ADS_1
"Ruang VIP, lantai teratas sudah siap nona muda" ujar asisten pribadi sang Opah.
Agatha pun menaiki lift menuju lantai teratas gedung club malam tersebut yang memiliki lima lantai.
sesampainya di sana, dia langsung duduk di sofa berukuran panjang dengan lampu remang-remang yang menyala.
...🌸......🌸...
Pelayan mulai menyalakan music slow, dan juga sebotol minuman dan sebungkus rokok juga kacang tanah yang dijanjikan sebagai teman minum.
Agatha, mulai mengambil gelas yang kini sudah berisi satu perempat gelas.
Gadis itu langsung menyesap wine di sana.
"Kau tidak perlu menemani ku, pergilah urus pekerjaan mu" ucap Agatha.
"Baiklah nona muda" ucap sang asisten.
Sampai dia hampir menghabiskan satu botol wine, dan kacang tanah tersebut lalu kemudian dia beranjak dari duduknya, dia berjalan keluar ruangan dengan langkah gontai dia berjalan menuju pintu lift, tidak ada siapapun yang berani mengganggu nya, saat melihat kalung yang melingkari di leher Agatha.
Tanpa Agatha tahu bahwa kalung itu, adalah kalung kebesaran marvin, dengan liontin khusus, yang mengartikan bahwa dia adalah sang pemimpin Agatha, pulang sendiri menuju apartemen.
Sesampainya di sana, dia sempat tertidur pulas di mobil yang kini terparkir di basement, wanita cantik itu, tidak perduli dengan keadaan sekitar yang begitu sepi.
Sampai akhirnya dia kembali tersadar dari tidur Agatha bangun dan langsung bergegas pergi menuju lift.
Agatha langsung memencet nomor lantai Sampai di depan pintu hunian tersebut dia langsung menempel kan sidik jari setelah itu pintu pun terbuka.
Agatha segera masuk kedalam hunian nya dia tidak mandi dan berganti pakaian tapi gadis itu langsung tertidur pulas.
Hingga pukul sepuluh pagi gadis itu buru-buru bangun dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi
Dia teringat jika hari ini dia harus menjemput seseorang di bandara, seorang teman yang dulu sempat meminta dia agar menjemputnya di bandara.
Agatha sudah sangat rapi saat ini dia mengenakan celana celana bahan dan t-shirt yang dilapisi oleh blazer, dan rambut di kuncir kuda.
Sesampainya di bandara dia melihat temannya yang baru saja tiba beruntung nya Agatha datang tepat waktu.
"Alexandria!" teriak Xena .
"Botol!" ucap Agatha.
"Kau ini"ucap nya sambil memeluk Agatha.
Agatha, langsung mendorong jidat Xena, karena dia tau Xena selalu mencium Agatha, saat seperti ini.
"Jangan samakan dengan di luar"ucap Agatha.
"Masa bodoh" ucap Xena.
Saat mereka tengah kembali berpelukan, Agatha melihat sepasang suami istri yang baru saja menikah, ternyata dia datang kembali.
Agatha, pura-pura tidak melihat dia langsung membawa Sena, masuk kedalam mobilnya.
Sementara Kristofer, tatapan nya tidak pernah teralihkan oleh apapun, dia tetap melihat ke arah orang wanita yang sangat ia cintai.
Sampai tiba di depan mobilnya, akhirnya pria itu langsung memasuki mobilnya, sementara mobil Agatha, sudah tidak ada sedari tadi.
Agatha, bahkan tidak menghiraukan panggilan telepon dari siapapun, saat ini tetap fokus menyetir.
"Agatha, aku tadi satu pesawat dengan pria yang waktu itu menyandra kita, hanya saja dia masuk jet pribadi aku naik pesawat umum." ucap Xena.
"Dasar (p.a) kau pikir satu pesawat itu bagaimana." ucap Agatha.
"Ya...kan aku bilang satu pesawat memang nya jet pribadi juga bukan pesawat"ucap Xena.
__ADS_1
"Ah sudahlah, bikin pusing bicara dengan mu" ucap Agatha.
"Kau saja yang tidak peka"ucap Xena.
Agatha, membawa Xena, menuju apartemen nya, rencananya mereka akan tinggal bersama dengan Xena, selama beberapa minggu.
Sesampainya di sana Xena, menuju kamarnya. sementara Agatha langsung memesan makanan, kebetulan waktu makan siang sudah tiba.
"Xena, ayo makan" ucap Agatha.
"Nanti saja dulu, ada yang lebih pen" ucap Xena terhenti saat pintu apartemen tiba-tiba terbuka lebar.
Sena menutup mulutnya, sementara Agatha, mematung di tempatnya.
"Rupanya sedang ada tamu" ucap pria tampan itu.
"Ah... bagaimana bisa seperti ini!" teriak Xena, sambil berlindung di balik punggung Agatha.
"Apa? kabar mu, selamat atas pernikahan mu, tuan Kristofer Alen" ucap Agatha.
Kris, masih menatap lekat wajah cantik itu, tapi tidak ada yang melihat dia, kini sedang mengeratkan genggaman tangan nya.
"Ikut aku" lirih Kristofer.
"Tuan, saya akan makan siang bersama teman saya "ucap Agatha.
"Aku bilang ikut aku!"Bentak kristofer.
Agatha pun terpaksa pergi mengikuti pria itu, dia keluar dari apartemen tersebut masih menggunakan baju yang dipakai semula, sampai di dalam lift menuju lantai bawah, Kristofer, menekan Agatha di dinding lift tersebut.
"Ada apa? tuan katakan jika ada masalah tidak perlu seperti ini, aku takut istri mu marah" ucap Agatha.
"Kau tidak sadar apa? kesalahan mu"ucap Kristofer.
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun" ucap Agatha.
Ting....
Pintu lift terbuka terdapat orang-orang yang akan masuk kedalam Kris, langsung menarik Agatha pergi saat itu juga menuju basement, dimana letak mobil nya berada.
"Masuk" ucap Kristofer dingin.
"Kris, teman ku sendirian" ucap Agatha.
"Aku bilang masuk"ucap Kristofer.
Agatha pun masuk, dia tidak akan pernah bisa menang jika harus berdebat dengan Kristofer.
Sampai akhirnya mereka tiba di tempat laboratorium Kristofer, membawa Agatha masuk tanpa perduli dengan orang lain yang merupakan anak buahnya yang menyapa mereka, dia menarik Agatha, kedalam kamar utama yang ada di sana.
"Kris, aku salah apa? hingga kamu seperti ini, bukan nya kamu tidak akan pernah kembali, bukankah kamu tidak ingin bertemu dengan ku lagi?"ujar Agatha.
Tiba-tiba saja, Kris meraih tengkuk Agatha, dan mencium bibir itu dengan sangat lembut meskipun Agatha, tidak merespon nya hingga gigitan kecil di bibir bawah, gadis barulah membuka bibir nya dan Kris, langsung me***at nya saat itu juga.
Agatha, pun terbawa suasana, tanpa sadar dia membalas ciuman itu, Kris mulai terlihat tenang dari sorot matanya saat ini.
Setelah hampir kehabisan nafas Agatha mendorong dada Kris, pelan-pelan dan Kris pun memberikan waktu pada Agatha, untuk mengambil nafas sebelum mereka kembali berciuman.
Kristofer memeluk erat tubuh Agatha, sambil berkata"jangan pernah bersikap dingin padaku honey, karena aku tidak akan pernah bisa mengampuni hal itu, jika saat ini kita berpisah itu bukan berarti akhir dari segalanya, kamu akan tetap menjadi satu-satunya wanita yang ku cinta seumur hidup ku"ucap Kristofer lembut.
"Tapi Kris, kau sudah menikah dengan wanita lain" ucap Agatha.
"Aku tidak perduli dengan ikatan itu, yang aku pedulikan hanya dirimu, sekecil apapun kesalahan mu, aku akan memberikan dirimu hukuman"ucap Kristofer, yang lagi-lagi mengecup bibir Agatha.
"Kris, bagaimana jika istri mu tahu" ucap Agatha.
__ADS_1
"Tidak masalah paling dia akan memburu mu dan keluarga mu, maka jika tidak ingin semua itu terjadi kau harus patuh padaku, ingat honey, setiap saat aku mengawasi dirimu" ucap Kris.