Sang Penari

Sang Penari
#Penari hebat#


__ADS_3

"Ini, uang nya maaf aku sedang buru-buru ujar NATO.


"Baiklah terimakasih"ujar nya lirih.


Rosella hanya bisa menatap punggung pria yang ia tau berprofesi sebagai dokter tersebut.


Sementara itu NATO saat itu juga langsung pergi menuju kediaman Marvin,NATO tiba setelah setengah jam perjalanan, karena terjebak macet.


NATO langsung turun membawa tas dan menenteng kotak berisi cupcake tersebut, sesampainya di dalam dia melihat Agatha tengah berkumpul dengan Marvin dan juga Ariana Irma dan Alvaro yang sepertinya sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit, untuk bergantian menjaga Daddy mereka saat ini karena NATO, akan beristirahat di rumah sesuai perintah Anggita.


Disana juga ada Alex, yang duduk tidak jauh dari Agatha yang kini tengah berada di samping Marvin, Agatha terlihat, sedikit murung mungkin karena melihat keadaan Alvin.


"Sayang kakak pulang"ucap NATO.


"Kakak sudah pulang gimana? kabar Daddy"ucap Agatha.


"Alhamdulillah Daddy sudah mulai membaik, jadi kamu harus, terus berdoa, ingat kata mommy dan Daddy, Agatha harus jadi juara untuk mommy dan Daddy"ucap NATO.


"Aku janji"ucap Agatha.


"Senyum dong, lihat kakak bawa apa? untuk Agatha yang cantik"ucap NATO.


"Wah, seperti nya enak tuh sayang"ucap Ariana yang sedari tadi terus fokus dengan handphone nya, tidak sedikit mantan murid nya, meminta Ariana untuk mengajarkan mereka menari, saat lomba berlangsung nanti


"Wah cantiknya, terimakasih kak, NATO aku suka warna nya juga menggugah selera"jawab Agatha.


"Buka dong, sayang sepertinya itu enak, Opa, mau"ujar Marvin.


"Tidak jangan dulu opah, biar Agatha dulu yang mencoba nya, nanti kalo enak Agatha bagi, tapi terimakasih ya kak"ucap Agatha tulus.


"Sama-sama sayang, semoga kamu suka, lain kali kakak borong sebanyak yang Agatha suka"ucap NATO.


Pemuda itu pun berlalu pergi menuju kamar nya, dia ingin segera mandi dan istirahat.


Sementara Alvaro dan Irma, sudah berangkat ke rumah sakit.


Marvin yang sedari tadi meminta Agatha membagi cupcake nya, dia terus menelan ludah saat melihat sang cucu seakan tak ingin membagi itu dengan siapapun, sepertinya itu terlalu lezat di lidah nya.


Agatha tetap memakan itu hingga Marvin pun pura-pura merajuk"Opah, gak mau pergi ke luar kota, ahhhhhh mau bobo saja"ujar Marvin.


"Opa, jangan marah ini Agatha bagi satu"ucap Agatha, sontak membuat, Alex tersenyum, tingkah Agatha memang terkadang bagai kanak-kanak tapi wanita itu membuat Alex, merasakan kehangatan sebuah keluarga, setelah adiknya meninggal dunia, kedua orang tua nya memutuskan untuk tinggal di luar negeri, karena rumah itu masih selalu mengingatkan dirinya pada almarhum adiknya yang mati karena bunuh diri.


Alexander, bahkan seakan diasingkan dari keluarga, setelah sekian lama, karena mommy dan Daddy memilih meninggalkan dia sendirian dengan segudang urusan pekerjaan.


Alex menyodorkan segelas air pada Agatha.


"Oma tidak mau"ujarnya.


"Tidak sayang Oma, tidak makan, kenapa? hanya opah yang kamu kasih, kak Alex tidak"ucap Ariana.


"Tidak Oma, kak Alex tidak suka"ucap Agatha.


"Masa sih tuh Opah juga juga ngambil lagi"ujar Ariana, sontak Agatha berteriak Opah, ahhhhhh gak boleh itu punya Agatha"ucap Agatha merengek.


"Satu lagi sayang besok kita beli lagi di perjalanan atau Opah minta NATO beli lagi sekarang"ucap Marvin sambil nyengir kuda.


"Honey, jangan ganggu gadis kita bisa merajuk satu bulan bagaimana jika tidak jadi ikut lomba"ucap Ariana.


"Iya sayang ia, tapi pijit dulu"jawab Ariana.


mereka pun pergi meninggalkan dua sejoli yang kini tengah sibuk masing-masing, Alex sibuk dengan handphone nya, sementara, Agatha tetap sibuk dengan cupcake nya.


NATO turun ke bawah, perutnya terasa lapar, setelah selesai membersihkan diri, pria itu pun turun untuk makan malam.


"Kakak, cupcake nya enak banget, Agatha mau lagi tapi Opah minta"ucap Agatha.

__ADS_1


"Besok kakak pesankan lagi"ujar NATO sambil tersenyum, pemuda itu berjalan santai menuju meja makan, dia pun meminta pelayan menyajikan makanan untuk nya.


"Sayang sudah buruan gosok gigi setelah itu pergi tidur, kakak pulang dulu"ucap Alex.


"Aku belum bobo"ucap Agatha.


"Sayang sudah malam besok bukan nya harus mengantar mu bandara"ucap Alex.


"Kakak menginap saja"ujar Agatha.


"Iya tuan Alex sudah terlalu larut, sebaiknya kamu menginap saja, lagipula adikku berangkat pagi-pagi sekali"ucap NATO.


Agatha pun mulai beranjak, dari duduknya dia hendak pergi"Sayang aku harus pulang biar besok aku bawa sesuatu untuk mu"ujar Alex.


Agatha pun mengangguk, dan Alex langsung mengecup puncak kepala Agatha lalu meraih kunci mobil dan pergi begitu saja.


Agatha pun berjalan menuju kamar nya meninggalkan NATO, yang tengah menghabiskan makan malam nya, sambil melamun, dia ingin menolong dan melindungi wanita yang sama-sama sebatang kara seperti dirinya.


"Rosella, apa? kamu tidak ketakutan saat tidur sendirian"ucap nya lirih.


Sementara itu, wanita yang sedang dia pikirkan saat ini pun tengah melamun kan tentang nasib nya itu.


"Ayah maafkan Ros, tidak bisa menjaga rumah kita, tapi Ayah seharusnya sudah bahagia di alam sana karena semua hutang ayah sudah terbayarkan"ucap Rosella.


Gadis itu pun memejamkan mata setelah mengunci pintu kamar nya, ini adalah malam ketiga setelah meninggal nya sang ayah, dia hanya mengirim doa, setelah sholat , tidak ada tahlil atau semacamnya, karena terkendala biyaya tapi Rosella yakin lantunan ayat suci yang ia bacakan akan sampai ke pada sang pencipta untuk menebus dosa dan kesalahan sang ayah semasa hidupnya.


Keesokan paginya, Agatha sudah bersiap dengan Oma dan opah nya, dia sudah berada di perjalanan karena Alex bilang dia akan menemui Agatha di bandara.


Mereka pun pergi lebih dulu ke rumah sakit dan pamit pada Alvin dan Anggita juga Alvaro, juga Irma.


Setelah itu dia pun pergi meninggalkan rumah sakit bersama keduanya, menuju bandara dimana Alexander sudah tiba lebih dulu, ternyata pria itu pun, membawa koper, Alex akan pergi menuju luar negeri, semalam ibunya bilang bahwa Daddy nya masuk rumah sakit, hingga Alexander pun harus segera menemui mereka di sana.


Alexander, langsung memeluk Agatha, dan pamit pergi, tapi sebelum benar-benar pergi dia memberikan sebuah kado, yang lumayan terlihat lebih besar.


"Sayang aku harus segera pergi,menuju Kanada, Daddy kak Alex sakit"ucap Alex.


"Ya sayang"jawab Alexander sambil pergi.


Agatha pun melakukan hal yang sama, gadis itu di kawal oleh anak buah Marvin bersama dengan Marvin dan Ariana.


Mereka tiba di kota tujuan.


...🌸.....................,🌸...


Sesampainya di kota tempat audisi tersebut, Ariana disambut meriah oleh para, mantan anak didik Ariana yang seabreg bahkan wanita itu disambut dengan spanduk bertuliskan penari terhebat.


Ariana sempat termenung melihat begitu antusias nya fans Ariana dan Alana yang dulu sempat tergabung.


Audisi, untuk para penari antar sekolah pun dimulai, Agatha dan ribuan penari lainnya diseleksi dari tahap awal mulai dari setiap genre musik, atau yang kostum yang mereka kenakan menjadi persaingan ketat karena di sana semua di uji ketat.


Ariana sendiri menjadi juri tertua yang di tuntut untuk menunjukan bakat menarinya itu, sebagai pembukaan, dia berkolaborasi dengan sang cucu Agatha, Ariana tidak pernah melatih cucunya yang satu itu, tapi Ariana yakin semua anak cucunya memiliki bakat tersendiri seperti Alana.


Agatha pun mulai menunjukkan bakat yang dia miliki saat ini dia menari dengan sang Oma, yang masih terlihat enerjik.


Agatha dan Ariana kini menari, dengan genre tradisional, Jawa barat, mereka menari dengan kompaknya dan setiap hentakan benar-benar seirama meskipun berbeda-beda gerakan, tapi keduanya justru mendapatkan teriakan dan tepuk tangan dari rasa kagum, termasuk Marvin.


Acara perlombaan pun dimulai semua mengikuti aturan yang sedang di umumkan sebelum nya, satu persatu perwakilan sekolah tersingkirkan setiap hari selalu saja ada, yang tereliminasi, dan mereka pun terpaksa harus kembali ke kota asal nya.


Agatha, masih bertahan di hari ke lima belas, gadis itu masih tetap semangat dan selalu ceria, apalagi ada sang opah yang selalu menjadi penyemangat nya.


Marvin, selalu setia menjadi wali murid yang dari Agatha, gadis yang memiliki bakat terpendam itu selalu berada di urutan pertama.


Setiap hari NATO, dan keluarga nya akan menyaksikan tarian dari gadis manja dan polos, tapi kadang terlihat lebih dewasa saat dia tengah bersikap acuh terhadap sekitar nya.


Agatha selalu tampil menawan di berbagai genre musik apapun, tak jarang Alvin pun selalu menyimak putri tercintanya itu.

__ADS_1


Apalagi Alana, yang selalu menonton pun, selalu geregetan ingin ikut menari, hingga Piter, meminta dia menari di dalam kamar nya dengan menggunakan lingerie seksi, wanita itu ikut saja apapun yang Piter katakan.


Di rumah sakit Alvaro dan Irma,sedang duduk di sofa, sambil menonton siaran langsung tarian Agatha dari sang opa.


Sementara itu Agatha sempat merajuk dan ingin pulang karena kekasih nya Alexander, tidak pernah menghubungi Agatha, Marvin pun terus meyakinkan cucunya.


*Sayang jangan sampai Alex, merasa kecewa dengan sikap mu ini, ayolah sayang, Alex mungkin sedang sangat sibuk, dia tidak mungkin melupakan mu, jika tidak ada sebab, mungkin Daddy nya benar-benar sedang sakit"ucap Marvin.


"Tapi opah, ini bukan hanya satu atau dua hari dan ini bukan jaman batu"ujar Agatha marah sambil menangis.


"Hey, sayang ayolah besok kita berusaha hubungin dia" ucap Marvin.


Agatha pun sudah mulai tenang dia pun mulai kembali mengikut perlombaan.


Agatha pun kembali ber lomba denyan pakaian yang telah Marvin.


Sementara itu alex, kini telah berada di bandara hanya untuk menepati janji nya pada Agatha, untuk hadir di sana.


Seesampainya di sana Alexander pun melangkah cepat menuju sebuah pagelaran tari yang benar-benar membuat dia tercengang adalah penampilan wanita yang ia cintai, saat ini, Agatha bahkan begitu menguasai panggung, dia tidak sedikit pun grogi, seperti biasanya.


Alex duduk tepat di barisan paling depan yang ia pesan khusus lewat Marvin.


Pria yang kini tengah menunggu dengan setia cucu terkecil nya itu.


Agatha begitu tampil dengan sangat memukau, tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama musik yang menghentak hentak saat ini, tidak hanya itu dimalam final saat ini dia harus berjuang untuk menang dari tiga orang perwakilan sekolah terbaik yang ada di sana.


Tapi dia sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik hingga akhirnya pengumuman itu langsung dilakukan saat itu juga.


Dan Agatha adalah siswa terbaik yang mewakili sekolah nya, gadis itu pun tidak percaya saat mendengar hal itu, tapi dia percaya saat melihat Alexander yang berada di samping sang Opah.


Agatha langsung di bawa oleh seorang juri untuk naik ke podium juara pertama yang ia dapatkan saat ini.


Alana tersenyum bahagia pada Alexander yang sedari tadi terus menatap sambil tersenyum manis pada dirinya.


Setelah menerima hadiah Agatha langsung berlari menghampiri Alexander dan menghambur memeluk pria yang sangat ia rindukan.


Alexander yang mendapatkan pelukan penuh cinta dan kerinduan itupun, hanya bisa terdiam pasrah karena saat ini mereka sedang di depan umum, tidak hanya itu, disaksikan oleh awak media.


Alexander, pun mulai membalas pelukan itu, sewajarnya orang yang mengucapkan selamat, dengan bersikap datar dan menyimpan sebuah tanda tanya besar bagi Marvin dan Agatha .


Sampai saat lomba itu berakhir, Agatha melihat Alex tengah sibuk bicara di telepon, dia seakan menjelaskan semua yang tadi.


Agatha mundur perlahan tapi pasti, saat mendengar dan melihat semuanya.


Alexander,tengah berbicara dengan mesra di telpon dan itu lewat panggilan video.


Kata sayang dan cinta terucap dari bibir nya, saat terlihat wanita yang sangat cantik.


Agatha lari sekuat tenaga saat itu hingga Alexander yang menyadari itupun langsung mengejar nya, tapi kemudian dia melihat Agatha tengah mengobrol dengan santai nya dengan beberapa orang pelayan yang ada di dekat kolam renang, wanita itu bahkan sempat melihat ke arah Alex, namun wanita itu tidak sedikit pun tersenyum atau kecewa hingga Agatha pergi bersama dengan kelimanya.


Alexander mencoba untuk memanggil nya, namun wanita itu tidak kunjung menoleh, Agatha, seolah tak mendengar apapun.


Agatha tetap berjalan hingga tiba di depan pintu kamar nya.


"Sayang kamu kenapa? sedari tadi aku panggil tidak sedikit pun merespon ku, Agatha terus masuk ke dalam kamar, Alex mengikuti langkah nya hingga saat dia tiba di depan ranjang Agatha.


"Sayang please bicara lah, ujar Alexander


"Aku lelah , tolong anda keluar tuan"ujar Agatha.


"Sayang kamu kenapa?"ucap Alex.


"Sudah cukup jangan bersandiwara lagi dihadapan ku, aku sudah tau, aku tidak berguna dan sangat menjengkelkan ini dan aku , juga tidak pernah kau sayang, hanya ada rasa iba karena aku lemot dan idiot "ujar Agatha sambil tersenyum miris.


"Sayang apa? yang kamu katakan, aku tidak pernah bicara seperti itu, aku sangat mencintaimu mana mungkin aku berkata hal buruk pada mu"ucap Alex

__ADS_1


"Sudah cukup! kamu tidak perlu berkilah, pergi, mulai sekarang kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi" ucap Agatha.


"Sayang, kamu.


__ADS_2