Sang Penari

Sang Penari
#Bersama#


__ADS_3

Kinara ingin mengabdikan diri seperti keluarganya dulu.


Meskipun Kalen menolak karena gadis itu adalah teman masa kecilnya.


Namun Kinara tetap kekeuh ingin mengabdi kepada Kalen.


Satu Minggu berlalu sejak Kinara ditemukan gadis itu selalu menyiapkan segala keperluan Kalen mulai dari air untuk mandi dan pakaian yang akan pria itu gunakan juga sarapan pagi.


Kalen bahkan menegur gadis itu karena menggunakan seragam pelayan, tapi Kinara tetap tidak mengindahkan teguran itu.


Pria itu dibuat sakit kepala, karena tingkah gadis itu yang tidak pernah mau mendengarkan ucapannya.


Terkadang Kalen tidak menyapa dia saat pulang kuliah ataupun pergi keluar, karena pria itu merasa percuma saja bicara dengan orang yang tidak pernah menganggapnya ada.


Hingga sampai beberapa hari kemudian, Kalen masih bersikap acuh tak acuh, akhirnya gadis itu pun pergi dari Mension.


Dia merasa tidak dihargai selama beberapa hari ini, bahkan makanan yang dia buat tidak lagi Kalen makan seolah beracun dan pakaian yang dia siapkan tidak lagi Kalen pakai.


Akhirnya dia menyerah, mungkin memang Tuhan mentakdirkan dirinya untuk hidup menyendiri di jalanan.


Gadis itu pun pergi dengan membawa koper miliknya dia memutuskan untuk kembali mengontrak sebuah apartemen yang cukup sederhana di pinggiran kota.


Mulai sekarang dia akan kembali lagi bekerja sebagai penari di club malam tersebut.


Satu sampai dua hari Kalen tidak pernah menyadari bahwa Kinara sudah tidak tinggal lagi di Mension tersebut.


Karena Kalen sibuk dengan kegiatan dia di luar.


Hingga anak buahnya bilang kalau gadis itu sudah pergi dua hari yang lalu dan kini dia bekerja di sebuah club malam sebagai seorang penari.


Kalen langsung naik darah, karena dia tidak suka gadis itu bekerja di tempat seperti itu.


Sampai pada saat gadis itu kembali ke apartemen tersebut, pria itu sudah berada di dalam huniannya tengah duduk di sofa usang yang mungkin sudah lama tidak pernah ditempati meskipun itu sangat bersih, karena Kinara sudah pasti membersihkan semuanya.


"Ingat pulang juga rupanya!."sindir Kalen.


Kalen langsung mengambil sebatang rokok lalu dia nyalakan dengan santainya dia menghisap rokok tersebut lalu menghembuskan nya ke udara.


Kalen sebenarnya tidak suka dengan rokok namu dia tengah benar-benar di buat kesal setengah mati dongkol karena Kinara membantah semua perkataannya.


"Ada apa? tuan muda datang kesini."tanya Kinara.


"Aku tidak perlu alasan untuk datang kemanapun kamu berada, segera bereskan barang-barang mu, atau aku ratakan tempat ini dengan tanah."ancam Kalen.

__ADS_1


"Tidak tuan muda, tempat saya sekarang memang disini jadi saya tidak akan pergi kemanapun."ucap Kinara.


"Aku tidak minta pendapat mu."ucap Kalen pelan tapi penuh penekanan.


"Tapi tuan muda."


"Sekarang."


ucapan gadis itu terpotong oleh Kalen.


Keduanya kini malah saling tatap, setelah Kinara terdiam sejenak.


"Kita akan segera kembali ke rumah kita dulu."ucap Kalen lembut.


"Indonesia."ucap gadis itu.


Kalen, hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Tapi..."


"Apa? Kau tidak ingin melihat kedua orang tua mu, setidaknya makam mereka masih terawat hingga saat ini."ucap Kalen panjang lebar.


"Heumm,,, baik'lah."jawab Kinara.


Setelah selesai beberapa koper besar itu diangkut oleh asisten pribadi Kalen dan dimasukkan kedalam taksi online, untuk dibawa pulang ke Mension.


Sementara Kalen dan Kirana kini sudah berada di dalam perjalanan.


"Tiga hari lagi Kalas akan menikah, apa? kau tidak ingin menyusul."ucap Kalen.


Kinara pun hanya menggeleng pelan.


Sementara Kalen kembali terdiam.


Seharusnya itu pertanyaan untuk dirinya tapi Kalen tidak punya harapan untuk melanjutkan hubungannya dengan Tiara.


Bicara tentang gadis itu, saat ini dia sudah membuka hijab dan tinggal sendiri di sebuah kosan.


perempuan itu kini bekerja paruh waktu di sebuah restaurant yang tidak terlalu jauh dari kampus, penampilan dia saat ini berbeda 180 derajat dari sebelumnya.


Kini gadis itu tampil menor dengan dengan rambut pendek yang di cat dengan warna dark blue.


Tiara seakan berubah haluan, sejak kedua orang tuanya mengusirnya karena ketahuan tengah berduaan dengan pria lain di sebuah hotel.

__ADS_1


Sementara itu kuliahnya tetap berjalan seperti biasanya, cinta-cintaan dia memang sungguh kuat, dia akan menjadi seorang dokter.


Meskipun semua itu sulit untuk dia wujudkan karena harus membagi waktu antara kuliah dan juga bekerja tapi dengan sifatnya yang pantang menyerah membuat dia bisa bertahan.


Gadis itu mungkin merasa frustasi, setelah Kalen pergi begitu saja mencampakkan dirinya.


Jujur Tiara sangat mencintai Kalen sampai saat ini, tapi cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.


Kalen seolah bosan dan muak padanya mungkin karena dia terlalu banyak menekan Kalen untuk segera menikahi dirinya.


Kini pria itu telah pergi jauh Tiara tau semua itu Kalen lakukan untuk menjauh darinya.


Kini gadis itu hanya berharap akan ada keajaiban dunia yang akan membawa dia kedalam dekapan pria itu lagi.


Jika saja hidupnya saat ini tetap baik-baik saja seperti dulu.


Tiara kini tengah mencari jati diri.


Sementara Kalas dan Tania kini sudah tidak lagi tinggal bersama, karena Agatha sengaja memisahkan mereka berdua sebelum hari pernikahan itu datang.


Meskipun putranya terus uring-uringan karena jauh dari Tania, pemuda yang kini berusia dua puluh tahun itu sudah mengalami ketergantungan pada calon istrinya itu.


Sampai saat ini saat ini putranya selalu memanggil Tania di setiap kesempatan.


Terutama di saat dia tidur dan bangun tidur, pria itu selalu memanggil calon istrinya itu.


"Sayang kamu itu keterlaluan mommy mu sendiri dilupakan sementara Tania kamu ingat terus meskipun dalam mimpi mu."ucap Agatha lirih.


Sementara itu Kristofer merangkul pinggang istrinya yang baru saja membenarkan selimut putra bungsunya itu.


"Dia sudah dewasa honey jadi kamu harus bisa mengihklas kan cinta putra mu terbagi tidak lagi hanya untuk kita berdua."ucap Kristofer yang kini mengecup puncak kepala istrinya itu.


Kristofer masih sangat mencintai Agata seperti cintanya dulu saat pertama kali bertemu malah saat ini semakin bertambah meskipun kini mereka sudah tidak lagi muda seperti dulu, namun gairah dan cintanya masih sangat menggebu-gebu.


Kristofer menggendong istri tercintanya itu menuju kamar pribadi mereka, keduanya melanjutkan rutinitas malam mereka.


Pria yang masih gagah perkasa dan tampan itu seakan menolak tua, buktinya hingga saat ini dia masih seperti usia dua puluh tahun lalu saat dia baru bertemu Agatha.


Hanya saja yang membedakan saat ini adalah rambutnya yang mulai memutih.


Percintaan kedua paruh baya itu berlangsung sangat lama.


"Aku sangat bahagia."

__ADS_1


__ADS_2