Sang Penari

Sang Penari
#Lupa#


__ADS_3

Kini wanita hamil itu sudah berada di meja makan.


Dia tengah mengisi perut nya dengan makan yang dia pesan secara online saat ini.


Agatha pun selesai sarapan wanita itu langsung bergegas membawa tas nya yang sudah dan di dalam tas tersebut terdapat


Sampai akhirnya Agatha tiba di lobby kantor nya, dia disambut hangat oleh para karyawan yang sudah datang lebih awal.


"Selamat datang kembali Nona"ucap mereka.


"Terimakasih, bagaimana kabar kalian semua, saya duluan ke ruangan saya, selamat beraktifitas semuanya"ucap Agatha.


Agatha pun berlalu diikuti oleh asisten nya yang baru saja tiba di sana.


Sampai di dalam ruangan nya yang selalu tertata rapi dan bersih seperti kebiasaan nya, Agatha pun menghela nafas panjang, dan deretan lembar yang ada di dalam berkas yang menumpuk itu sudah menunggu Agatha saat ini.


Sementara sedari kemarin Alvin sang Daddy yang mengurus perusahaan milik nya dibantu oleh asisten Kristofer.


Maka, sekarang hanya akan ada dirinya yang akan menangani perusahaan.


Agatha, tidak memikirkan hal lainnya yang ada di pikirannya saat ini cuma fokus bekerja dan menunggu kelahiran ketiga anak nya.


Agatha, yakin suatu saat nanti kebahagiaan akan datang menghampiri mereka, meskipun tidak bersama dengan suaminya.


Agatha, akan melupakan Christopher wanita itu sudah lelah mencintai pria yang sungguh tidak pernah bisa memahami keinginannya.


Agatha, akan terus berjuang walau tanpa suaminya di sisinya, demi ketiga anaknya dia akan berusaha untuk menjadi Ibu sekaligus Ayah bagi mereka bertiga.


Padahal saat ini kandungannya baru berusia 5 bulan tapi Agatha seolah tidak punya harapan lain.


Kedepannya, hanya akan dihabiskan dengan menguruskan tiga anaknya, dan tidak akan pernah menghubungi pria itu lagi sekarang semua akses sudah iya blokir.


Meskipun itu mustahil baginya, karena Kristofer tidak akan pernah melepaskan dia, di manapun dia berada tapi setidaknya dia akan merasa tenang karena tidak ada lagi pria itu saat ini.


Pria yang ia cintai dengan segenap hati tapi lagi-lagi karena cinta Agatha harus terluka .


Dua bulan sudah berlalu, Agatha benar-benar menolak semua tentang suaminya, asisten Kristofer bahkan sempat mendatangi nya, dia mengirimkan black card yang sempat Agatha kirimkan pada pria itu, selain itu Kristofer juga menghubungi Agatha, lewat handphone milik asisten pribadi nya.


Tapi wanita itu menolak untuk bicara sepatah kata pun pada Kristofer.


Hari-hari Agatha ia lalui dengan beraktifitas rutin seperti biasanya, hanya saja kali ini dia libur masuk kantor dia ditemani oleh Ariana, untuk memeriksakan kandungan ke dokter spesialis kandungan.


Agatha yang sudah membuat janji dengan dokter spesialis kandungan itu kini datang lebih awal.


Agatha dan Ariana begitu terlihat sumringah saat akan memasuki ruang dokter spesialis kandungan itu, keduanya disambut dengan hangat oleh dokter merupakan teman baik dari Anggita.


Agatha, tengah berada di rumah sakit milik keluarganya, dan dokter yang akan memeriksanya adalah teman dari sang mommy. yang juga bekerja di sana.


Ariana melihat ke arah monitor tampaklah tiga kantong janin yang sudah bergerak meskipun masih terbatas, wanita berusia lanjut itu, kini terlihat sangat bahagia.


Hingga kehadiran seseorang yang membuat semua orang sempat mematung di tempatnya.


"Aku ingin melihat ketiga anak kita jadi jangan dulu bangun"suara bariton itu terdengar sangat kesal.


"Baiklah tuan"ucap dokter tersebut.


Sementara Agatha hanya menatap ke arah lain.


"Apa? jenis kelamin ketiga putraku sudah bisa terlihat"tanya Kristofer.


"Tentu saja nak, Dua laki-laki dan satu perempuan, kalian sudah memiliki keduanya"ucap Ariana.


"Pastikan nama mereka saat lahir gelang nama khusus akan aku kirim setelah aku kembali"ucap Kristofer yang kini terlihat menatap bahagia.


"Sudah selesai tuan dan nyonya, saat ini ketiga bayi itu sangat sehat dan satu hal lagi yang harus kalian perhatikan adalah, kurangi beban pekerjaan anda berdua untuk memberikan rangsangan pada ketiga bayi tersebut, agar tubuh kembang mereka semakin lebih baik lagi"ucap sang dokter.


"Baiklah"ucap Kristofer yang kini menggendong istrinya pergi diikuti oleh Ariana yang sempat berbicara sejenak dengan dokter untuk mengirimkan vitamin ke rumah.

__ADS_1


Ariana berjalan tertinggal jauh di belakang beruntung ada NATO yang melintas di sana.


"Oma,, Oma disini sejak kapan?"tanya NATO yang kini memeluk dan mencium seluruh wajah sang Oma, tersayang nya itu.


"Syukurlah sayang Oma, sudah tertinggal jauh dari pasangan aneh itu"ucap Ariana sambil terkekeh.


"Siapa? Oma"tanya NATO.


"Adik kesayangan mu, Agatha dibawa oleh suaminya yang selalu datang dan pergi sesuka hati, seperti ****** kung itu"ucap Ariana.


"Dia sangat sibuk Oma, seperti Opah dulu"ucap NATO.


"No,, jangan samakan dia dengan Opah mu, Opah mu selalu memprioritaskan Oma, dan keluarga kecil kita sesibuk apapun itu, tidak ada yang sama seperti dia"ucap Ariana, dia tidak ingin suaminya dibandingkan dengan pria manapun di dunia ini.


Karena bagi Ariana, Marvin adalah pria paling sempurna, pria yang mampu menjaga keluarga nya. meskipun kesibukan nya melebihi pria manapun.


Bahkan Marvin mampu mengalahkan kesetiaan seorang laki-laki pada umumnya, dia begitu setia dengan satu cinta meskipun gangguan selalu datang menghampiri nya, bahkan Alvin putra mereka satu-satunya pun tidak pernah bisa menggantikan sosok daddy nya, putra nya bahkan lebih sering terjebak scandal dengan beberapa wanita termasuk para ibu dari anak-anaknya saat ini, ibu dari NATO dan Alvaro.


"Ya Oma,,, opah memang tidak ada duanya, tapi dia idola NATO, sampai kapan pun NATO akan menggantikan posisi opah untuk menjaga keluarga ini"ucap NATO yang kini merangkul bahu sang Oma, sesekali mendaratkan kecupan di puncak kepala wanita yang menjadi cinta pertama nya sejak dia lahir, bukan ibu kandung nya, tapi Ariana yang selalu merawat dirinya.


"Kau lihat mereka semua terlihat cemburu pada Oma, awas saja jika berani bermain macam-macam dengan mereka maka karier mu akan tamat"ancam Ariana.


"Cinta ku tak akan pernah tergantikan oleh siapapun hanya untuk Oma, Rosella mommy dan seluruh keluarga ku"ucap NATO.


"Anak baik ingat di Mension, ada anak-anak mu dan juga istri mu yang sedang menunggu kepulangan mu"ucap Ariana, selalu menasehati.


"Siap cantik, muachh NATO makin sayang Oma, semoga selalu sehat dan panjang umur, sampai saat cicit Oma hadir di dunia ini,itu harapan NATO"ucap NATO yang lagi-lagi mencium wanita cantik dengan garis halus yang mulai banyak di bawah kantung matanya itu.


"Oma hati-hati di jalan jangan lupa kabari NATO, jika ada apa-apa "ucap NATO yang sudah memasang sabuk pengaman pada sang Oma.


"Tentu saja Sayang hati-hati saat bekerja ingat jaga kesehatan"ucap Ariana.


"Tentu honey"ucap NATO.


Mobil yang ditumpangi oleh Ariana pun melesat pergi meninggalkan pelataran rumah sakit tersebut, saat NATO hendak berbalik dia melihat seseorang yang pernah hadir dalam hidup nya.


"Kau masih sama seperti dulu tetap pria penyayang, tapi sayang calon anak kita tidak bertahan hidup, andaikan dia masih ada mungkin saat ini aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini"ucap seorang wanita yang kini menggunakan jas putih seperti dirinya.


"Ya,,, aku dipindah tugaskan kesini, sekarang aku sudah tidak lagi mengajar aku fokus dengan bidang pengobatan"ucap Riyana.


"Heumm, baik'lah selamat bergabung"ucap NATO yang langsung pergi.


...🌸.......🌸...


Sementara itu Agatha saat ini tengah berdebat dengan Kristofer yang benar-benar merasa diabaikan selama dua bulan terakhir ini.


"Honey,,, aku tau kamu terluka dan kecewa dengan keputusanku, tapi tidak begini caranya, aku melakukan semua itu demi kebaikan kita semua"ucap Kristofer.


Agatha tidak berkata apa-apa dia masih tetap diam.


"Apa? ada sesuatu yang membuat mu sulit untuk bicara"tanya Kristofer.


Agatha bangkit dan mengambil laptop nya.


Agatha duduk memangku laptop meskipun sedikit kesulitan karena perutnya yang sudah sangat besar saat ini dia berkutat dengan laptop nya.


"Honey aku lapar ayo pergi cari makan"ucap Kristofer.


Agatha langsung menyimpan laptop nya, dia mengambil handphone lalu melakukan pemesanan online.


"Yank... di restaurant."Kristofer mendekap Agatha yang kini masih setia dengan bibir bungkam nya itu.


"Sayang sampai satu tahun kedepan kita akan tinggal bersama, jadi kamu tidak usah sedih lagi ya"ucap Kristofer.


"Hanya tujuh bulan lagi Kris"suara Agatha baru saja terdengar sudah sangat menyakitkan karena mengingatkan tentang perpisahan yang akan terjadi.


"Honey!"bentak Kristofer.

__ADS_1


Agatha kembali terdiam.


Agatha tidak melihat ke arah suaminya yang kini menatap lekat wajah cantik dengan kembali terdiam.


"Kris,, Aku! lelah lebih baik kita berpisah saja kamu bisa tenang dengan dia. aku juga akan tetap sendirian mengurus anak kita nanti"ujar Agatha lagi.


"Apa? Kamu pikir aku, tidak lelah aku sungguh sangat lelah Agatha. tapi aku sangat mencintaimu Aku mempertahankan kalian karena ada alasan tertentu yang tidak bisa aku katakan pada siapapun kamu adalah wanita yang paling dicintai. dan dia adalah ibu dari anak saat ini pernikahan kamu tidak bisa berakhir begitu saja karena kami memiliki yang tidak bisa diganggu aku mohon demi anak kita"ujar Christopher


Pria, itu tidak pernah mau mengalah, Karena rasa cintanya begitu besar untuk Agatha. tapi dia juga tidak bisa mengambil keputusan sepihak, karena ada sebuah kekuatan besar yang sewaktu-waktu akan menghancurkannya. jika dia bertindak gegabah dan jika dia memilih salah satu diantara mereka.


Kristofer tidak ingin keluarga Agatha dalam bahaya dan begitu juga keluarga istri pertama nya yang saat ini ia lindungi.


"Jika alasannya adalah keselamatan, aku bisa melindungi keluarga ku sendiri, jadi jangan pernah dijadikan sebagai alasan"ucap Agatha.


Kristofer, langsung mendekap erat tubuh Agatha dia berkali-kali mengecup puncak kepala Agatha yang kini menghindari Kristofer.


"Yank... please jangan begini"ucap Kristofer yang kini membingkai wajah cantik itu, perlahan tapi pasti bibir itu saling bertautan.


Agatha bersikap pasrah sungguh dia lelah saat harus berdebat dengan Kristofer.


Hingga suara bel pintu menghentikan kegiatan percintaan yang baru akan mereka mulai, namun pesanan Agatha datang.


Dimana wajah Kristofer kini benar-benar teramat sangat datar.


"Aku akan membuka pintu Kris, ucap Agatha sambil bangkit dan menggunakan kimono tidur nya.


Agatha hendak pergi tapi Kristofer menghentikan langkahnya, semua itu karena Kris tidak ingin istrinya dilihat oleh oleh kurir tersebut karena penampilan Nagata yang seksi pria itu langsung beranjak membuka pintu Apartemen milik Agatha.


"Sementara Agatha hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah posesif pria yang masih berstatus suami nya itu.


"Sayang makanan nya sudah datang, kamu pesan makanan segini banyak"ucap Kristofer.


"Iya Kris untuk stok makanan mulai besok aku akan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan kita disini"ucap Agatha.


"Pulang ke Mension yang kamu tidak bisa menolak, biar disana ada pelayan yang akan mengurus semuanya"ucap Kristofer.


"Kris, aku ingin kita hanya tinggal berdua sebelum hari itu"ucapan Agatha terhenti.


"Honey"ucap Kristofer lembut.


"Aku akan menghidangkan makanan ini dulu"ujar Agatha menghindar.


Agatha pergi menuju dapur dia ingin menghindari Kristofer, sekaligus mengambil piring untuk menghidangkan makanan tersebut.


Sampai akhirnya wanita itu langsung menghidangkan makanan tersebut Agatha langsung memberikan piring yang sudah diisi dengan menu favorit nya.


"Terimakasih honey"ucap Kristofer yang kini menyuap kan makanan tersebut kedalam mulutnya, dan sesekali menyuapi Agatha.


Agatha duduk di samping Kristofer, yang tengah makan dengan dengan lahap nya itu.


Setelah itu mereka duduk bersama di ruang televisi, mereka menonton film, romantis meskipun sebenarnya Kristofer tidak suka menonton apalagi tontonan yang membosankan seperti saat ini.


"Aku akan mengecek pekerjaan ku"ucap pria itu.


"Tidak sekarang duduk dan selesai tontonan nya atau tidak.ada jatah"ucap Agatha.


"Nyali Christopher menciut saat melihat mata Agatha, yang melompat tajam ke arahnya bumil selalu benar dan tidak bisa di ganggu gugat. itulah kenapa Christopher saat ini menonton film romantis, tidak pernah menonton film karena tidak suka itu sama sekali bahkan hingga saat ini dia belum pernah menonton film yang dia lakukan hanyalah bekerja dan bekerja Christopher kembali dulu di samping adalah terlihat


Hingga selesai t langsung berangkat pergi meninggalkan itu untuk menuju ranjang karena diri sendiri saat sudah sangat mengantuk.


kmberbaring di samping aku bantal guling tersebut Christopher mendekat dan ia pun ikut berbaring terbaring di sana setelah Agatha mempersiapkannya semua kebutuhan Kris.


"Sayang jangan dulu bobo, aku masih sangat ingin"ucap Kristofer.


namun Agatha tidak bergeming ternyata wanita hamil itu terlelap tidur meski dalam hitungan detik seakan tidak pernah peduli dengan kata-kata suaminya saat ini karena dia memang tidak mendengar.


Hingga akhirnya Christopher mengalah, meskipun sulit rasanya menahan nafsu, tapi akhirnya dia bisa juga dan kini pria itu memeluk istrinya erat.

__ADS_1


Lalu ibu hamil itu meminjamkan mata tepat di pagi hari yang kali ini Christopher benar-benar tidak melepaskan Agatha yang semalam meninggalkannya tidur lebih dulu sekarang ingin semuanya terulang seperti waktu pertama kali mereka bercinta.


"Honey satu kali ini saja! pagi-pagi ya oke-oke "ucap Kristofer.


__ADS_2