Sang Penari

Sang Penari
#Lebih cantik#


__ADS_3

Makan malam bersama dengan Alexander pria itu bahkan sudah meminta semua pelayan untuk memasak makan malam paling spesial untuk mereka semua saat ini.


Agatha langsung masuk kedalam mobil bersama dengan Kristofer dan keempat anaknya.


Sementara itu di rumah megah milik Alexander pria itu tengah sibuk mengurus semua yang kini terlihat lebih sempurna.


"Yank,,, apa gaun ini sudah cantik."tanya Kaley.


"Bukan gaunya sayang tapi kamu yang selalu lebih cantik."ujar Alexander yang mengecup tengkuk Kaley.


Gadis itu memejamkan mata nya saat itu juga.


"Sudah lebih dari sempurna."ujar Alexander yang langsung merangkul pinggang Kaley.


Mereka pun langsung turun kebawah bersama-sama menunggu kedatangan Kristofer yang tinggal tiga puluh menit lagi.


Sampai mereka tiba di ruang keluarga, keduanya duduk terlebih dahulu, saat semua pelayan berseliweran mengatur semuanya.


Setelah semua siap tepat saat lima menit sebelum mereka tiba semua sudah berbaris rapi di depan pintu utama untuk menyambut kedatangan keluarga Kaley.


Alex dan Kaley menyambut keluarga Kaley, Agatha terlihat bengong saat melihat Alexander yang begitu tampan, dan sangat gagah berkarisma jauh saat dia bersama dengannya dulu bahkan jauh dari saat Agatha merawat dia saat Alexander lumpuh.


Hati Agatha bertanya-tanya apakah itu benar-benar Alexander ataukah Alexander yang lainnya.


Bahkan tidak ada bekas luka yang sempat ada di bagian kening dan dagu, pria itu terlihat sangat tampan sempurna. hati Agatha benar-benar dibuat tidak karuan.


"Hi,,, nyonya Kristofer selamat datang di rumah kita."ujar Alexander berbasa-basi sambil memeluk erat tubuh wanita yang sangat ia cintai sebelum Kaley.


"T terimakasih Alex, apa? kabarnya dirimu."ujar Agatha.


"Kabar baik, bagaimana kabar baik kalian semua."ujar Alexander.


"Kabar kami baik uncle."ujar keempat pemuda tampan itu.

__ADS_1


"Masukkan."ujar Alexander semeantara Kristofer sedari tadi merangkul bahu putri cantiknya dan berkali-kali mengecup puncak kepala putrinya mendekapnya erat.


Rasanya baru kemarin Kristofer menggendong merawat mereka kini dia sudah memilih pria lain yang akan hidup dengan dia dimasa depan.


"Apa? kamu bahagia sayang."ujar Kristofer pada putrinya itu.


"Bahagia Daddy aku sangat bahagia."ujar gadis itu sambil memeluk erat sang Daddy dengan sedikit tangis pilu karena merasa bersalah telah membangkang demi rasa cinta itu.


"Daddy akan merestui hubungan kalian jika kamu benar-benar sangat bahagia sayang."ujar Kristofer.


"Aku bahagia Daddy,,, tapi aku merasa berdosa karena tidak bisa mengikuti kemauan Daddy maafkan aku Daddy."lirih gadis cantik itu.


"Hi,, sayang ini adalah hari bahagia mu. Daddy datang untuk meresmikan hubungan kalian jadi jangan nangis lagi ya sayang Daddy tau mungkin kamu mengira Daddy kejam hingga menentang hubungan kalian tapi semua itu Daddy lakukan demi kebaikan mu honey."ujar Kristofer.


Sementara Alexander kini tengah menunjukkan beberapa spot untuk bersantai pada keempat calon adik iparnya mulai dari bioskop mini dan juga ruangan gamer dan ada yang lainnya yang hampir mirip dengan isi Mension mereka.


Keempat pemuda itu kini tengah duduk di ruang keluarga setelah berkeliling dengan Alexander.


Sementara itu di tempat lain Agatha masih terdiam untuk mencerna semua yang seakan seperti mimpi itu.


Tangan Alex mengusap lembut tangan Agatha yang kini tengah duduk di atas sofa.


"Maafkan aku tapi semua ini seperti takdir yang sudah ditulis sejak kita lahir, maaf kan aku dimasa lalu jika saja aku tahu tentang semua kebenaran itu aku mungkin tak akan pernah menyakiti hati mu."ujar Alexander.


"A Alex semua sudah takdir kita hanya bisa menjalani semuanya."ujar Agtha yang terlihat kurang nyaman saat ini.


"Apa? semua baik-baik saja bagaimana kabar Oma Mommy dan Daddy."ujar Alexander.


Pria itu tidak tau tentang semua yang terjadi. dia mengira semua masih ada.


"Opah,,, Omah Mommy dan Daddy keempatnya sudah tidak ada Alex,, aku yatim Piatu. ujar Agatha sendu.


"Maafkan aku Agatha aku tidak tau maafkan aku juga tidak hadir saat itu."ujar Alexander yang terlihat terpukul biar bagaimanapun Alexander pernah merasakan kasih sayang mereka. saat Agatha polos selalu mengundang dirinya untuk datang Ariana adalah sosok Omah yang begitu penyayang dan penuh pengertian.

__ADS_1


Begitu juga dengan yang lainnya, mereka berempat selalu menyambut hangat Alexander kapanpun dia berkunjung. bahkan Alex mendapatkan dukungan penuh saat terakhir kali pria itu meninggalkan Agatha saat dia di tuntut untuk menikah dengan wanita lain saat dia sudah bertunangan dengan Agatha.


Ada tetes air mata di sudut mata Alexander, saat ini mungkin karena Alex sudah menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.


"Omah dan opah meninggal saat Kalas dan Kalen baru berusia dua tahun. bahkan mereka tidak mengenal opah dan Omah secara langsung mereka hanya melihat dari tayangan video"ujar Agatha.


"Aku turut berdukacita."ujar Alex sambil memeluk erat Agatha.


"Heumm."suara deheman keras terdengar dari suara bariton di belakang mereka.


Rupanya Kristofer bersama dengan Kaley tengah menatap kearah mereka berdua terutama Kaley yang kini merasakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan.


"Heumm,,, maafkan aku terbawa suasana."ujar Alexander sambil tersenyum canggung.


"Ayo kita langsung saja mulai acara makan malam nya. honey kemarilah."ujar Agatha.


"Heumm,, baik'lah Alex maafkan tadi aku sedikit lebih lama bicara dengan Daddy."ujar Kristofer.


"Tidak apa-apa aku juga tadi mengobrol tentang keluarga besar Mommy mu yang sudah berada di surga. aku tidak pernah mendengar kabar duka itu."ujar Alexander.


"Mommy,,, aku ingin minta maaf jika selama ini aku membuat kalian ribut karena aku terlalu bandel tapi aku sangat mencintaimu."ujar Kaley.


"Mommy tahu itu sayang kamu tidak perlu khawatir kebahagiaan mu adalah yang terbaik."ujar Agatha.


"Tuan Kristofer dan nyonya Kristofer tepat di hadapan kalian berdua aku melamar Kaley untuk menjadi calon istri ku aku harap kalian berdua merestui hubungan kami."ujar Alexander yang kini berlutut di hadapan Kaley secara tiba-tiba dan menyodorkan satu buah cicin berlian langka yang Alexander dapatkan saat dirinya menghindari Kaley.


"Wow Alex sayang ini begitu indah."ujar Kaley yang langsung ia pasang sendiri di jari manis nya.


Sontak keempat adiknya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol dari kakak nya itu.


Sementara Agatha dan Kristofer saling tatap sambil tersenyum kecil.


Alex sendiri tersenyum sambil mengecup bibir Kaley.

__ADS_1


Kaley sendiri kini tengah sibuk dengan cincin berlian dan handphone nya yang kini tengah sibuk membuat status di Instagram milik Alexander.


"Honey."ujar Kristofer.


__ADS_2