
Setelah mereka pulang ke tempat yang aman, Anggita di bantu Randi, mengobati mereka yang terluka parah sementara yang luka ringan hanya di obati oleh perawat,di rumah sakit milik Anggita, Piter yang pertama kali mendapatkan pertolongan karena pria itu harus mendapatkan perawatan intensif, Piter, hampir kehabisan darah, beruntung ada Anggita dan yang lainnya memiliki golongan darah yang sama, meskipun saat ini Piter koma.
Sementara Alana, hanya mendapatkan perawatan karena mengalami shock, dan begitu juga Agatha.
Kabar baik untuk keluarga Agatha, saat ini Angga dan Dinda juga Adryan sudah datang ke rumah sakit untuk menemui Agatha yang selama ini mereka kira sudah tiada.
Sesampainya di sana Ariana yang tengah mengurus Marvin yang kini tengah mendapat perawatan di rumah sakit itu tidak jauh dari kamat rawat milik nya, Agatha berada, sekarang keadaan nya sudah membaik.
Adryan langsung berlari masuk dan tanpa melihat kanan dan kiri, dia langsung memeluk sang kakak, yang juga langsung memeluk nya, tangis keduanya pun pecah, tidak hanya itu, saat ini Dinda yang sudah tidak kuat untuk melangkah karena sudah terlalu terharu dan bahagia sangat, Angga langsung menggendong Nya bahkan pria itu juga langsung memeluk putri sambung nya.
sudah enam belas tahun mereka terpisah, tangis pun pecah hingga Dinda, yang sudah tidak kuat menerima kabar bahagia ini pun pingsan di pelukan sang putri.
"Adryan Mommy"ujar Agatha.
"More Mommy selalu seperti itu jika dia teringat dengan kakak, apalagi sekarang saat melihat kakak"ujar Adryan.
Adryan pun membaringkan tubuh ibunya di samping Agatha yang kini berulang kali memeluk sang Mommy, yang menjadi sumber kekuatan untuk dirinya bertahan hidup selama ini.
semua orang berbahagia setelah kedatangan Agatha, kecuali Alana yang saat ini tengah menunggui Piter, yang kini masih koma.
"Kak, cepat lah membaik lihat aku disini menunggu mu, bukan kah kita akan segera menikah"ujar Alana.
Tapi pria itu tidak sedikit pun bergeming, sepertinya dia akan tertidur panjang.
Sementara itu di ruang tunggu Anggita menghampiri kedua anak gadis nya, dia adalah Agatha dan Alina, wanita itu tersenyum saat melihat kedekatan Agatha dan Alina saat ini, bukan tanpa alasan karena Agatha sudah sembuh total, dia sudah tidak se posesif saat itu terhadap Alvin yang kini menolak untuk dirawat, meskipun dia juga kehilangan banyak darah tapi dia memilih duduk di kursi tunggu ditunggui oleh dua bidadari nya saat ini.
"Mas nurut deh aku masih punya banyak pasien untuk dirawat, jangan keras kepala butuh satu Minggu untuk kamu bisa cepat pulih"ujar Anggita.
"Sayang aku mau dirawat di rumah saja tidak disini aku tidak suka"ujar Alvin.
"Mas, dirumah tidak ada peralatan medis yang cukup lengkap seperti disini, ayolah jangan keras kepala mau dirawat atau aku tinggal"ujar Anggita.
"Iya baik'lah di rawat saja tapi kalian tidak boleh pergi jauh"ujar nya.
"Tidak kok, Daddy jangan Cengeng begitu, opa juga terluka tapi tidak seperti Daddy yang cengeng ini"ujar Agatha.
"Owh ya ampun, anak gadis kesayangan Daddy, setelah sembuh jadi berubah galak sama Daddy sendiri"ujar Alvin pura-pura sedih.
"Aku juga calon dokter Daddy, jadi akan tegas seperti Mommy"ujar Agatha
"Owh ya ampun ada tiga dokter di rumah, Daddy tidak bisa manja lagi"ujar Alvin yang kini dibawa oleh sang istri ke dalam ruang rawat VVIP.
setelah Anggita membantu Alvin berbaring dan mengaitkan botol infus di tempat nya, kemudian wanita itu membetulkan selimut dan bantal Alvin, tapi tangan Alvin gak bisa diem dia bahkan menarik tengkuk Anggita, saat wanita itu membetulkan letak kepala Alvin yang kini dibalut perban dan pria itu langsung mengecup bibir istrinya itu.
Anggita hanya bisa pasrah, dia pun membalas kecupan Alvin,di seluruh wajah pria tampan itu.
"Sudah ya, sekarang istirahat dulu, nanti jika ingin apa-apa bilang pada Agatha, atau Alina"ujar Anggita.
"Tapi sayang"
"Apa lagi mas, aku harus membantu dokter lain"ujar Anggita.
"Heumm... baiklah Bu dokter, saya pasrah, asal nanti dikasih ciuman termanis, karena saya akan merasa pusing jika terus tanpa Anda"ujar Alvin, yang membuat Anggita tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Sayang Mommy, pergi dulu ya ingat telpon Mommy jika ada apa-apa, kalian harus tetap akur"ujar Anggita.
"Baiklah Mommy"jawab Agatha.
Wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, menuju ke ruang bedah terbuka, karena pasien kecelakaan datang setelah mereka mengatasi anak buah mertuanya itu.
Anggita pun sibuk melakukan pertolongan berbaur dengan yang lain, dirumah sakit itu, tidak ditanya apa pasien menggunakan bantuan pemerintah atau bayar umum, yang mereka dahulu kan adalah pertolongan pertama, karena nyawa lebih berharga dari apapun.
Setelah selesai menolong baru mereka akan di data akan bayar dengan cara yang mana, jika pun tidak punya keduanya mereka tidak mempermasalahkan hal itu, pasien diberikan pengobatan gratis, tapi tidak sampai membuat rumah sakit itu bangkrut, justru malah semakin berkembang pesat, mungkin itulah jalan nya jika kita bersedekah maka Tuhan akan mengganti rejeki kita dengan berkali-kali lipat, asal kita ikhlas.
Sementara keluarga Agatha, saat ini tengah menjenguk sang penyelamat, dan juga putra semata wayangnya Agatha, meskipun dia adalah anak sambung, atau lebih tepatnya anak angkat, Piter masih belum sadarkan diri setelah dua hari dia dirawat, padahal luka nya sudah mulai membaik dan darahnya pun sudah kembali normal, seperti sedia kala.
Anggita sudah memeriksa nya kembali, dan sudah mulai membaik.
__ADS_1
"Mommy, kapan Piter sadar"ujar Alana.
"Sabar sayang, mungkin saja dia sedang ingin beristirahat"ujar Anggita.
"Heumm benarkah mommy, syukur lah jika dia baik-baik saja, aku takut dia kenapa-kenapa"ujar nya.
"Ada apa? sayang apanya yang kenapa-napa, apa Piter sudah membaik "tanya Agatha.
"Sudah lumayan tapi mungkin dia lelah jadi butuh waktu untuk beristirahat"jawab Anggita.
"Piter bangun nak jangan buat Mommy khawatir"ujar Agatha yang kini duduk di tempat Alana.
Pemuda 25 tahun itu masih belum merespon, "Kamu jangan takut dia sudah tiada"ujar Agatha.
"Sabarlah, mungkin masih lelah"ujar Agatha.
"Kasihan dia sejak kecil, sudah di didik keras oleh Rudolf, psikopat itu benar-benar tidak punya hati, aku kira dia adalah dewa penolong tapi ternyata dia iblis "ujar Agatha, sambil menitikkan air mata.
Agatha pun mengelus puncak kepala putra nya itu, sejak usia sembilan tahun, Agatha merawat Piter, yang sudah kehilangan ibu kandung nya, akibat perbuatan Rudolf, yang menyabotase mobil wanita itu, hingga kecelakaan itu terjadi.
...🌸................🌸...
Satu bulan berlalu, sejak peristiwa itu, kini Piter, sudah sembuh total, dia tinggal bersama dengan Agatha, di rumah Angga, karena Dinda yang meminta nya.
Sementara itu, semua aset yang Rudolf ambil kini sudah kembali ke tangan Piter, karena semua itu, adalah milik ibu kandung Piter, termasuk kapal pesiar mewah yang sudah meledak itu.
Agatha meminta Piter untuk membuka perusahaan baru di Indonesia, dan semua yang ada di luar negeri di jual dialihkan ke Indonesia, beruntung putra nya itu adalah anak yang baik, dia menuruti semua nasihat yang Agatha berikan itu juga untuk kebaikan nya.
Dan soal hubungan dia dengan Alana, saat ini berjalan lancar, bahkan piter, selalu mengantar jemput, Alana sebelum dia pergi ke kantor dan saat pulang kuliah pun Alana, di jemput Piter, setelah nya pria itu akan membawa Alana ke kantor, dan setelah pulang kerja dia akan membawa Alana ke rumah Marvin.
Anggita, hanya akan mempersilahkan Piter masuk setelah itu dia pun akan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Sayang, aku pulang dulu ya, masih mommy menjadi minta dibelikan makanan favorit nya"ujar Piter.
"Iya kak, hati-hati di jalan, aku juga mau mandi dulu sudah gerah"ujar Alana.
"Heumm, baik'lah"jawab Alana.
"Dah sayang, mom, aku pulang"ujar Piter.
"Ya hati-hati di jalan jangan ngebut"ujar Anggita, mengingatkan calon anak mantu nya itu.
Piter pun mengangguk, sementara Alana kini berdiri di balkon, meskipun setelah pulang kuliah tadi mereka bersamaan di kantor, tapi rasa rindu itu, terus ada
Piter tersenyum manis sambil mendongakkan kepalanya keatas menatap cinta nya tengah tersenyum pada nya.
Piter pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Marvin, menuju rumah besar Angga.
Sebenarnya Piter, sudah mengajak Mommy nya untuk tinggal di Mension, milik Piter, tapi Agatha bilang, Oma nya tidak mau ditinggal jauh, akhirnya pemuda itu pun hanya bisa pasrah.
Alana sendiri kini baru selesai mandi dia turun ke bawah untuk menemui kedua orang tua nya, dan juga Oma dan Opa nya, Marvin saat ini tengah bersiap karena besok pagi, mereka akan keliling dunia, seperti rencananya dulu, saat mereka sudah tidak lagi punya kesibukan mereka akan berkeliling dunia, dan hanya berdua.
"Heumm, Mommy dan Daddy sudah siap"ujar Alvin.
"Daddy dan mommy juga mau ikut"ujar Agatha.
"Tidak sayang, kalau kami ikut siapa? yang akan menjaga kalian para gadis Daddy"ujar Alvin.
"Aku tidak usah di jaga bukan anak kecil Daddy, Agatha sudah punya pacar, pacar Agatha tampan seperti Daddy"ujar Agatha tanpa ragu.
"Owh ya ampun putri ku, sudah pacaran"ujar Anggita yang benar-benar kaget.
"Mommy, tidak usah kaget begitu, aku sudah SMA, dan dua tahun lagi juga kuliah"ujar Agatha, gadis polos itu seakan sudah dewasa.
"Tapi sayang kamu itu masih kecil, masih enam belas tahun"ujar Anggita.
"Mommy, Agatha cuma pacaran, teman Agatha juga punya pacar, Agatha malu disebut big baby"ujar gadis kecil itu.
__ADS_1
"Owh ya ampun siapa? yang bilang begitu sama putri mommy"tanya Anggita.
"Tidak sayang itu tidak lah benar"ujar Ariana.
"Tapi Oma, aku sudah sewa kakak itu untuk jadi pacar bayaran, meskipun ngutang dulu"ujar Agatha.
"Ya ampun Agatha, kamu ngutang dulu untuk bayar pria yang berpura-pura menjadi kekasih mu, ditaruh di mana tuh muka"ujar Alana .
"Agatha, sayang pria mana yang kamu sewa"ujar Alvin.
"Dia seorang mahasiswa yang sering lewat ke sekolah ku Daddy, dia tampan mobil nya keren Daddy limited edition"ujar Alana.
Sementara Marvin tertawa kecil mendengar celotehan gadis polos itu.
"Daddy apanya yang lucu, putri kecil ku sudah belajar pacaran pakai sewa cowok segala bagaimana ini"ujar Alvin.
"Kau sudah bukan lagi anak kecil, ingat putra mu sudah ada enam, masa tidak tau cara mengatasi semua itu"ujar Marvin.
"Lima Opah, enam dengan yang mana lagi"ujar Alana.
"Opah hanya bercanda sayang, lagian Daddy mu itu sudah punya anak banyak masih tidak bisa berpikir dengan baik"ujar Marvin.
"Daddy tidak khawatir dengan cucu Daddy"ujar Alvin.
"Owh ya ampun, kau itu membuat anak saja pintar tapi tidak tau cara mengatasi mereka"ujar Marvin kembali mengejek putra semata wayangnya itu.
"Daddy jangan khawatir Agatha, suka kok, kakak itu wajah nya tampan, dia juga baik sering kasih Agatha eskrim"ujar Agatha.
Anggita, hanya terdiam, sedari tadi dia mencerna ucapan putri semata wayangnya itu.
"Agatha, besok bawa pacar nya kesini Mommy yang akan membayar dia"ujar Anggita, sambil mengelus puncak kepala putri nya, bukan waktunya untuk marah karena Agatha, sendiri belum tau definisi pacar itu seperti apa.
"Baiklah mom"ujar Agatha.
mereka pun makan dengan lahap setelah itu berkumpul bersama sambil bercanda tawa, bersama hanya Alana yang kini memisahkan diri karena Piter, tengah melakukan panggilan video.
📱"Lagi apa? kak, dah makan belum"ujar Alana.
📱"Heumm , baru nanya ini dah jam berapa?"ujar Piter.
📱"Habis tadi baru selesai makan juga ngobrol, masalah Agatha, yang nyewa pacar hanya untuk membuktikan bahwa dia bukan big baby"ujar Alana.
📱"Heumm, bukan nya dia big baby ya, "ujar Piter sambil tertawa.
📱"Eh aku bilangin loh, nanti baru tau rasa gak bisa nemuin aku karena pintu dikunci sama dia"ujar Alana.
📱"Nggak takut, karena aku bisa manjat tembok seperti Spiderman"ujar Piter.
📱"Kan pintu balkon nya juga di kunci" ujar Alana lagi.
📱"Heumm... memang nya kamu kuat diam di rumah seharian"ujar Piter.
📱"Satu bulan pun aku kuat"ujar Alana.
📱"Kita coba saja mulai besok"tantang Piter.
📱"Owh, ada yang ngajak putus ni rupanya, baiklah-baiklah mulai"
📱"Yang kamu itu apa-apaan!"teriak Piter marah , dia tidak suka jika calon istri nya, bicara seperti itu .
Alana, yang melihat Piter marah dia langsung menutup telepon nya.
Panggilan video kembali masuk tapi Alana tidak menerima nya, setelah itu notifikasi pesan masuk 💌"Angkat , atau aku tidak akan memberi mu izin keluar rumah lagi"Piter.
Alana tetap tidak menghiraukan nya 💌"Yang, jangan main-main" Piter.
Alana, malah mematikan ponsel nya, setelah itu dia pun langsung berbaring dan masuk kedalam selimut.
__ADS_1
Gadis itu ngambek, dan Piter pun marah-marah hingga pria itu mengambil jaket nya, dan pergi menuju rumah Alana, malam itu juga.