
Tiga, hari telah berlalu, saat yang di tunggu-tunggu telah tiba, semua keluarga sudah berkumpul di ballroom hotel tinggal menunggu kedua mempelai tiba di tempat yang telah disediakan, pernikahan megah itu saat ini akan digelar, meskipun Marvin dan Ariana, hanya bisa memberikan restu dari jauh saat ini mereka tengah berkeliling dunia.
Sementara itu di sebuah kamar hotel tepat dimana para MUA tengah bekerja sama merias wanita cantik yang memang sudah cantik sedari lahir, Alana kini sudah selesai di makeup, dengan hasil yang sangat cetar membahana, kini wanita itu tengah menggunakan kebaya modern, yang benar-benar hanya ada satu di Indonesia yang memiliki design khusus, dan sangat unik.
Semua sudah terpasang dengan apik dan kini semua orang terlihat benar-benar pangling karena Alana benar-benar bak bidadari yang turun dari khayangan.
Anggita dan Agatha, saat ini tengah berada di sebelah sisi kiri dan kanan Alana, mereka juga tidak kalah cantik, sementara Agatha si gadis polos dan Alina kini tengah mengiringi pengantin wanita yang tidak lain adalah kakak mereka, dibelakang ada kedua kakak laki-laki nya yang mengawal mereka, sesampainya di tempat ijab qobul yang sebentar lagi akan segera digelar,para tamu undangan yang hadir, begitu takjub melihat kecantikan Alana, si mempelai wanita.
Piter yang posisinya membelakangi posisi kedatangan Alana pun sempat menolah dan mematung di tempatnya, bebernya menyunggingkan senyum terindah dari keduanya, hingga Alana, sudah mendekat ke arah nya,Piter sendiri yang menyambut nya.
Dan satu bisikan yang membuat pipi Alana tambah merona adalah"Kamu sungguh teramat sangat cantik cinta"ujar Piter, hingga membuat orang yang ada di samping mereka pun, berkata.
"Sabar belum saatnya"ujar mereka sambil tertawa.
Seorang MUA pun memasangkan selendang di kepala keduanya yang terukir indah itu.
Akhirnya doa pembuka dan acara ijab Qabul pernikahan pun digelar.
Untaian kata berjuta do'a terlontar dari setiap orang yang hadir dan kata.
Sah...
Sah...
Kata sah pun terucap menggema di seluruh ruangan ballroom hotel tersebut, tetesan tangis haru pun terlihat dari setiap keluarga yang hadir, karena pernikahan itu benar-benar terlaksana seperti keinginan keluarga besar, benar-benar karena cinta, bukan karena dendam yang terjadi seperti selama ini.
Kini Piter dan Alana sudah resmi menjadi suami istri, kedua pun menandatangani berkas-berkas kutipan akta pernikahan, Alana, kini tengah memasang cincin nikah di jari Piter, begitu juga Piter, yang memasang cincin tersebut di jari Alana, keduanya telah sah menjadi pasangan halal secara Agama dan negara.
Kini acara jamuan makan pertama untuk tamu yang menyaksikan acara ijab qobul pun,di gelar, sementara nanti malam adalah resepsi pernikahan yang digelar untuk sahabat dan rekan bisnis Alana.
Agatha, Mommy Piter pun memberikan wejangan saat ini terhadap keduanya begitu juga Anggita dan Alvin, sementara itu, Alvaro dan NATO tengah mengucapkan selamat pada kedua nya.
"Maafkan aku kak, kakak aku langkahi karena hubungan ini sudah terlalu lama"ujar Alana pada NATO.
"Tenang saja adikku, lagi pula aku belum siap untuk menikah, sebelum benar-benar lulus menjadi dokter hebat seperti Mommy, dan lagi kekasih kakak minta mahar dengan menghafal Al-Qur'an tiga puluh juz, kebayang gak, berapa lama kakak harus menghapal itu, di sela waktu kuliah kakak, tapi kakak semangat demi mendapatkan istri Sholehah, dan kakak sangat bahagia bisa menyaksikan pernikahan adik kakak yang cantik ini, semoga pernikahan kalian langgeng sampai ajal menjemput"ujar NATO.
"Amiinn yrbl alamin"jawab semua.
"Terimakasih kak, kamu memang kakak terbaik untuk ku"ujar Alana.
Gadis itu langsung memeluk erat sang kakak saat itu juga, dan NATO pun membalas sambil mendaratkan kecupan di puncak kepala sang adik.
"Heumm, berarti kak Al, kurang baik iya gitu"canda Alvaro, sambil tersenyum menggoda sang adik.
"Kak Al juga, keduanya kakak terbaik yang Alana miliki, Alana sayang kalian berdua, semoga kalian selalu panjang umur dan sehat selalu, dan buruan kasih aku keponakan yang lucu dan banyak"ujar Alana.
"Heumm, kakak belum boleh Lana"ujar NATO.
"Heumm, sudah almarhum sebelum waktunya"ujar Alvaro menyindir NATO.
"Kak jangan bahas masalalu tidak baik"ujar NATO.
"Iya sorry, aku lupa bahwa kamu sudah jadi pak ustadz, tapi lihat di belakang mu"ucap Alvaro.
Seketika NATO, melirik dan mematung saat melihat wanita di masalalu nya kini tengah berdiri menatap kearah nya, terlihat perutnya yang membuncit menandakan bahwa, Riana, sudah memiliki anak dari pria yang kini berada di samping nya.
__ADS_1
"Tatapan mata sendu keduanya pun tampak, dari sisi manapun, tapi kemudian NATO, memalingkan wajahnya, saat ini dia tidak ingin lagi mengingat semua yang telah berlalu berbeda dengan Riana, wanita itu langsung pergi meninggalkan tempat tersebut, dia menangis dalam diam di toilet.
Rasa cinta itu begitu besar pada NATO, hingga pria itu terus bertahta di hati nya, namun Riana sadar bahwa semua tidak lagi seperti dulu, NATO bahkan menunjukkan bahwa dia sudah benar-benar melupakan semua kisah tentang mereka berdua, yang mungkin tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidup nya, dosa terindah yang pernah terjadi pada dirinya dan NATO membuat Riana, hampir masuk rumah sakit jiwa.
"Jangan terus menyimpan semua masalalu diantara kita, berbahagialah dengan nya, yang kini benar-benar setia ada di sisi mu, aku adalah masalalu yang harus kamu lupakan sementara dia adalah masadepan mu"ujar NATO, yang kini berdiri di hadapan Riana yang baru saja keluar, dengan mata sembab.
"Nat, rasanya aku sudah tidak kuat lagi, menanggung derita ini, jika saja bunuh diri itu bukan dosa mungkin sudah kulakukan sejak dulu, pergilah, tidak usah pedulikan aku, yang menyedihkan ini, semoga kamu selalu bahagia bersama dia yang sangat kamu cintai"ujar Riana yang hendak melangkah pergi, tapi tiba-tiba NATO, memeluk Riana dari belakang.
"Maaf, maafkan aku jika selama ini aku tidak bisa menjadikan mu istri ku, aku hanya tidak ingin kamu dibuang oleh keluarga mu, dan sekarang kamu sudah bersama dengan nya, bahkan sudah ada calon anak kalian disini, berbahagia lah, Riana, jadikan masalalu kita sebagai pelajaran bahwa semua itu tidak patut untuk kamu contoh, dan lupakan lah aku, jika kamu mengira bahwa aku tidak pernah merasakan hal yang sama dengan mu maka kamu salah, dan kenapa? aku masih baik-baik saja hingga saat ini, itu karena aku punya dia yang selalu mengingat kan aku untuk terus hidup dengan baik, karena tuhan benci orang yang berlarut-larut dalam kesedihan"ujar NATO, sambil menatap kearah Riana.
Wanita itu tidak lagi melirik ke arah NATO, tapi langkah nya sempat terhenti.
"Aku tidak mencintai nya, melebihi cinta ku padamu, tapi aku memilih belajar ikhlas dari nya, semoga kamu tidak salah faham, aku mohon perbaiki hidup mu, ikhlas itu lebih baik, dan kamu akan bertemu dengan bahagia mu nanti, kita bisa jadi saudara jika kamu tidak keberatan, atau teman"ujar NATO.
...🌸.....................🌸...
Sampai pada saat Piter membopong Alana, masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah dirias sedemikian rupa, Alana, sempat tertegun mereka berdua saling tatap, dan terlihat senyum manis dari keduanya.
"Sayang sebaiknya kamu mandi dulu setelah itu kita istirahat bersama"ujar Piter.
"Baiklah kak"ujar Alana.
"Aku, akan memesan sesuatu untuk kita"ujar Piter.
Alana, pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi, tapi Alana, tidak seperti wanita lain yang selalu kesulitan membuka kancing kebaya setelah menikah, dia bisa melakukan itu sendiri.
Hingga tidak ada adegan dimana sang pria terpana saat melihat punggung wanita cantik yang menjadi pasangan nya.
Alana pun langsung membersihkan tubuh nya sambil berendam di bathtub, dan sambil meregangkan otot tubuh nya yang terasa kaku.
"Sayang jangan terlalu lama berendam kamu tidak akan punya kesempatan untuk beristirahat karena sebentar lagi akan ada MUA, mengganggu kita" ujar Piter.
Alana pun kembali memejamkan mata nya, sementara Piter pun berbaring di sofa yang ada di dalam kamar tersebut, seperti nya memang dirancang khusus untuk yang berbulan madu.
Alana keluar dari dalam kamar mandi, dan terlihat sudah sangat segar, gadis yang baru saja resmi menjadi seorang istri, dari Piter Edison tersebut akhirnya, menghampiri suaminya itu.
"Kak, bangun aku sudah selesai mandi"ujar Alana dengan lembut.
"Heumm sayang sudah selesai"ujar Piter.
Alana, pun mengangguk lalu duduk di samping Piter.
"Mommy tidak membawakan baju ku"ujar Alana.
"Tidak ada sayang coba di telpon saja"ucap Piter.
Piter pun bangkit lalu mengecup pipi Alana, sekilas setelah itu dia langsung berjalan menuju kamar mandi dengan cueknya.
beruntung malam ini bukan resepsi yang mengharuskan mereka berdiri menunggu ucapan selamat, tapi mereka akan berbaur bersama dengan para tamu undangan, karena orang yang hadir bukan cuma seratus orang tapi bahkan ribuan, pesta itu berlanjut hingga pukul empat dini hari, dan buat yang malas pulang maka hotel tersebut menjadi reservasi, untuk mereka yang berkunjung ke sana.
hotel itu sengaja pemiliknya hanya untuk khusus dua hari, ini.
Karena hotel tersebut milik Piter, harta peninggalan ibunya.
"Sayang sudah siap" ujar Piter
__ADS_1
"Untuk apa yang"tanya Alana.
"Duduk bersama, menikmati bulan madu yang belum saatnya"ujar Piter.
"Kakak, jangan bercanda deh"ucap Alana yang kini terlihat bersemu.
"Tidak usah khawatir sayang tidak akan kenapa-napa kok"ujar Piter, yang kini mengambil satu botol wine, dengan dua gelas khusus, dan dituangkan nya pada gelas tersebut, lalu ia berikan pada Alana.
Gadis itu bahkan sempat menggeleng kan kepala nya, Jujur dia sedikit takut dengan minuman tersebut.
"Sayang ayolah sedikit saja, setidaknya cicipi dulu ini" ucap Piter.
Pria itu pun mulai menyesap wine tersebut sedikit lebih banyak lalu di tahan di mulut nya kini Piter mencondongkan tubuhnya kearah Alana yang tampak gugup, saat ini mungkin karena ini adalah detik-detik terakhir dirinya menjadi seorang gadis dan setelah itu dia akan berubah menjadi seorang wanita, tapi Alana langsung mematung di tempatnya, saat Piter memasukkan wine tersebut kedalam mulut secara langsung lewat bibir Piter.
Alana belum meminum banyak cairan berwarna merah pekat itu, tapi dia sudah mabuk karena perlakuan Piter terhadap nya.
"Kak, aku tidak pernah minum"lirih nya.
"Tidak apa-apa, Sayang, hanya untuk malam ini saja setelah itu kamu bisa terbiasa dan kamu bisa lanjut atau tidak, karena aku hanya ingin kamu terbiasa dengan ini, ujar Piter.
"Tapi untuk apa? kak"tanya Alana bingung.
"Untuk berjaga-jaga agar kamu tidak kaget saat aku bawa ke pesta para kolega bisnis yang sering dihadiri, disana tidak ada air mineral atau pun jus buah, yang ada adalah yang seperti ini atau yang seperti di club malam yang dulu pernah kamu lihat cinta"ujar Piter.
"Kalau begitu lebih baik aku tidak ikut kakak saja"ucap Alana.
"Heumm, tidak bisa aku ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa aku memiliki istri tercantik di dunia ini"ucap Piter.
" Terserah kakak saja, tapi sepertinya aku tidak akan bisa minum itu, secara langsung"ucap Alana sambil mengedipkan mata nya, entah kenapa? istri itu menjadi agresif dan sangat menggoda, tidak pernah seperti saat ini, malah lebih datar Alana, ketimbang Piter.
"Kamu jangan menggodaku sayang malam masih terlalu panjang"ujar Piter, benar saja, seseorang mengetuk pintu, meminta Piter dan Alana bersiap untuk pesta malam ini.
"Sayang, kamu lihat kan aku belum sempat ngapa-ngapain kamu sudah di panggil oleh MUA." ujar Piter.
"Waktu masih panjang kak untuk kita berdua, kakak tidak usah khawatir"ucap Alana.
"Sayang tapi aku rindu"ujar Piter.
Alana pun pergi meninggalkan Piter, dengan mengedipkan sebelah matanya, dan itu membuat Piter, sangat gemes ingin rasanya ia langsung memeluk dan mengurung istrinya itu di dalam kamar, tapi sayang pesta belum usai.
Akhirnya pria itu pun pergi meninggalkan kamar yang akan mereka pergunakan nanti setelah pesta usai
Alana kembali dirias kali ini dengan makeup yang terkesan simpel, dengan gaun yang terbaik dari yang terbaik, yang Piter, pesan saat dia berniat untuk menjadikan Alana sebagai istrinya.
"Sayang kamu sungguh seperti bidadari dari khayangan yang selama ini, dirindukan"ujar Piter yang tiba-tiba saja datang pria itu pun merangkul pinggang istri nya.
"Kak, malu tau lagian juga belum selesai berdandan"ujar Alana.
"Baiklah-baiklah, Sayang ku, aku akan temui Mommy"ujar Piter.
Alana pun tersenyum manis dia langsung menerus kan acara makeup nya hingga selesai, hingga saat Piter kembali ke dalam ruangan tersebut.
Alana langsung pergi bersama dengan Piter, hingga akhirnya mereka tiba di ballroom hotel tersebut dimana pesta digelar, pasangan pengantin itu pun menjadi pusat perhatian.
Ucapan selamat terus berdatangan hingga pesta semakin meriah, dengan kehadiran beberapa artis ibukota dan para pejabat lainnya.
__ADS_1
Tapi ada satu hal yang membuat Piter,geram dan kalang kabut, istrinya pulang ke Mension utama diam-diam dengan alasan ingin pulang karena sudah ngantuk padahal itu pestanya sendiri belum selesai, saat itu Piter sedang mengobrol dengan kolega bisnis nya, dan Alana, pamit ke toilet.
Tapi ternyata gadis itu kabur karena takut dengan malam pertama yang akan dia hadapi.