Sang Penari

Sang Penari
#Tidak ada di sini#


__ADS_3

Sampai Kristofer kembali bangun Agatha masih berkutat dengan laptop nya.


"Honey apa? uang yang aku berikan tidak bisa kamu belanjakan kenapa? tidak pernah kamu gunakan itu uang halal sayang aku tak pernah menggunakan uang hasil bisnis kotor untuk keluarga ku."ujar Kristofer.


"Kenapa? bertanya seperti itu"ujar Agatha.


"Kamu selalu sibuk dengan pekerjaan mu, apa? kamu tidak ingin seperti wanita lain yang hanya bisa mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga dan setelah itu menghamburkan uang suami seperti kebanyakan wanita lain, aku merasa sangat dihargai jika kamu seperti itu.


"Kris, aku belum butuh itu lagian uang itu di simpan dalam tabungan aku ingin berinvestasi untuk mereka."ujar Agatha.


"Honey untuk mereka sudah ada cadangan nya masing-masing."ujar Kristofer.


"Kris aku juga harus mengurus perusahaan ku, bagaimana punya waktu untuk menggambarkan uang, lagipula aku tidak membutuhkan apapun semua sudah ada."ujar Agatha.


"Yang,, aku sudah meminta salah satu asisten pribadi ku untuk mengurus semua nya, aku hanya ingin kamu menikmati hidup mu itu saja.


"Aku ingin menikmati hidup ku dengan anak dan juga suami ku, tapi aku tidak punya suami."ujar Agatha.


"Lalu apa artinya aku bagimu honey."ujar Kristofer.


"Kamu hanya akan ada disaat kamu mau datang, tapi tidak ada untuk selamanya dan disaat aku butuh kamu bahkan tidak pernah peduli. seperti suami rasa selingkuhan."ujar Agatha.


"Honey,, kapan? kamu butuh aku dan pada waktu itu aku tidak pernah datang, aku rasa selama ini kamulah yang menjauh dari diriku."ujar Kristofer tidak mau kalah.


"Kau tidak akan pernah sadari hal itu, karena aku tidak pernah ada di sini."tunjuk Agatha pada dada sebelah kiri milik Kristofer.


"Sayang,, apa? kau meragukan rasa cinta ku padamu selama ini heumm,, atau semua itu tidak berarti apa-apa untukmu dan hanya ada cinta Alex iya begitu?.*ujar Kristofer.


"Setidaknya dia tidak munafik saat bersama dengan ku."ujar Agatha yang tiba-tiba terpancing emosi, karena Kristofer membawa-bawa Alexander kedalam masalah mereka saat itu.


Pertengkaran pun tidak bisa dihindari lagi.


Kris langsung menutup laptop Agatha dengan kasar dia juga mencengkeram kuat rahang Agatha yang kini hanya terdiam menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Bunuh saja aku Kris, percuma kamu mempertahankan hubungan yang tidak pernah baik-baik selama ini, aku benar-benar tidak tahan lagi."ujar Agatha yang kini pergi menuju kamar mandi, setelah Kristofer sadar dan melepaskan cengkraman tersebut kini rahang Agatha terlihat memerah.


Agatha pun kembali menitikkan air mata nya, dia langsung membawa wajah saat pintu kamar mandi terbuka.


"Honey aku benar-benar khilaf maafkan aku, aku akan segera mengobati nya. ayo kita keluar."ujar Kristofer.


"Pergi, aku tidak butuh perhatian dari mu,"ujar Agatha.


"Yang please jangan seperti ini aku benar-benar minta maaf"ujar pria itu.


"Tidak sampai kapan kita akan seperti ini terus aku tidak bisa Kris,, lebih baik akhiri semuanya."ujar Agatha.


Agatha pun langsung bergegas pergi meninggalkan Kristofer yang kini menatap lekat wajah cantik yang terlihat memar itu.


Kristofer langsung menghubungi seseorang untuk membawa obat yang ia butuhkan di laboratorium milik nya itu.


Sementara Agatha dia turun menuju lantai bawah dia hendak mengambil es batu untuk mengompres rahangnya yang terasa ngilu itu.


Sampai saat Agatha berbaring di sofa ruang tengah dia langsung mengompres bagian rahang nya itu.


Agatha masih berusaha tegar mungkin jika wanita lain yang mengalami itu akan menangis histeris dan bahkan mungkin langsung melaporkan semua pada pihak berwajib sebagai tindakan kdrt.


Sampai saat Kristofer datang membawa obat yang tadi dia minta pada anak buah nya.


"Honey,, minum ini untuk mengobati rasa sakit nya."ujar Kristofer.


Pria itu menyodorkan obat tersebut pada Agatha yang kini bahkan tidak memperdulikan dirinya, wanita itu bangkit dan hendak pergi namun Kristofer langsung meraih pinggang ramping istrinya itu memeluk nya erat membenamkan wajahnya di curukk leher Agatha.


"I 'm so sorry honey"ucap pria itu terlihat sangat menyesal, Agatha melihat raut wajah itu dari kaca yang ada di rak dinding tersebut.


"Aku tidak bisa lanjut lagi Kris terserah kamu mau lakukan apapun pada ku, yang jelas aku ingin kita berpisah."ujar Agatha.


Namun Kristofer menggeleng, Kristofer tidak akan pernah melepaskan ikatan yang sudah terjalin.

__ADS_1


Agatha melepaskan pelukan Kristofer yang lagi-lagi kembali memeluk wanita itu.


"Honey,, please maafkan aku."ucap Kristofer.


"Tidak Kristofer aku butuh waktu biarkan aku sendiri."ujar Agatha.


Keduanya kembali terdiam suasana terasa sangat hening karena bahkan Kristofer pun kini tengah merenung, dengan semua pikiran yang berkecamuk di benak nya.


Hingga akhirnya pria itu kembali berkata.


"Honey,, aku akan menjadi seperti yang kamu mau dan mari kita mulai dari awal"ujar Kristofer.


"Tidak Kris, jangan membohongi diri sendiri, aku pun tak ingin kau menjadi seperti yang aku mau karena jelas itu akan menyulitkan dirimu. kamu juga sudah punya bahagia mu sendiri."ujar Agatha.


Agatha pun menatap lekat wajah tampan yang kini juga menatap nya.


"Apa? yang harus aku lakukan, maksud ku seperti apa? diriku seperti yang kau ingin. katakan aku harus bagaimana,,," ujar Kristofer.


"Aku hanya ingin kamu menjadi ayah yang baik dan hanya ada kita dan ketiga anak kita, dan kamu hanya akan mengurus perusahaan setiap hari nya dan setelah itu pulang ke rumah berkumpul dan bercengkrama dengan ketiga anak kita, tapi aku tau itu tidak akan pernah bisa kamu wujudkan. jadi tidak perlu lagi ada pembahasan jalan satu-satunya adalah ber"


"Aku akan melakukan itu, aku janji akan menjadi seperti yang kamu katakan nanti, tapi satu bulan sekali kamu juga harus mengijinkan aku untuk pergi mengurus pekerjaan ku yang lain nya"ujar Kristofer.


"Satu bulan sekali, dalam berapa lama?."tanya Agatha.


"Dua Minggu"jawab Kristofer.


"Sebaiknya tidak usah sama sekali dan kamu bebas pergi kemanapun."ujar Agatha yang kini mulai beranjak pergi.


"Yang baik'lah hanya empat hari." ujar Kristofer.


"Tidak,,, kamu bisa pergi kemanapun dari sini aku akan istirahat."ujar Agatha mengusir secara halus.


"Honey,,, baiklah-baiklah aku tak akan pernah pergi"ujar Kristofer.

__ADS_1


"Tidak semua itu hanya keterpaksaan dan aku tidak ingin itu. pergi menjauh itu akan lebih baik"ujar Agatha.


"Honey,, please kamu jangan begini! honey please',,,,"ujar Kristofer.


__ADS_2