
"Yang, kamu sendiri apa? sudah makan"tanya NATO.
"Sudah tadi"jawab, Rosella.
"Kak, tadi ada yang nelpon, katanya pesan cupcake, tapi minta kakak, yang membawa kan, kalau tidak salah namanya, Al, apa? ya aku lupa"ucap Rosella.
"Alana, adik ipar mu"ucap NATO.
"Heumm, ya sudah aku sudah siapkan semua nya, kakak kapan? mau bawa"ujar Rosella.
"Nanti saja, aku masih kangen kamu"ucap NATO.
"Baru, satu Minggu"ucap Rosella.
"Yang, biarpun cuma satu Minggu tapi rindu itu berat, benar apa? kata Dilan"ucap NATO.
"Apaan sih, lebay deh"ucap Rosella, sambil tersenyum manis.
"Yang, aku serius"ucap NATO lagi.
"Gak nyangka , dokter NATO, pandai menggombal"ucap Rosella.
"Cius yang, gak bohong"ucap NATO.
"Iya kak iya"ucap Rosella, yang masih terkekeh geli.
"Kamu ya, dah dibilang serius juga"ucap NATO sambil memeluk Rosella dari belakang, sambil mendaratkan kecupan di pipi Rosella.
"Sudah-sudah kak, iya... hahaha iya aku percaya"ucap Rosella, yang kini kegelian, karena NATO, menggelitik pinggang Rosella.
"Aku, sudah mengurus semua untuk acara pernikahan kita"ucap NATO.
"Kak, bagaimana dengan seluruh keluarga mu, apa? mereka setuju, kenapa? mereka tidak pernah datang untuk menemui ku"ujar Rosella.
"Tentu saja, sudah tapi mereka, sedang sangat sibuk, saat ini karena adikku yang bungsu, baru kembali Amerika, dan langsung mengurus kepindahan nya, ke apartemen"ucap NATO.
Padahal, NATO, berbohong, dia belum siap untuk, bicara pada keluarga nya, apalagi mengingat Daddy nya, yang selalu bilang bahwa NATO, harus mencari istri yang memiliki bebet bobot yang jelas, agar NATO, punya masadepan yang cerah.
NATO, akan membawa Rosella, setelah mereka resmi menikah nanti, agar mereka tidak mendapatkan penolakan.
"Kak, tidak usah berbohong, bilang saja, jika mereka tidak merestui kita"ucap Rosella.
"Yang jangan salah sangka, semua tidak seperti yang kamu pikirkan"ucap NATO.
"Tidak seperti yang aku pikirkan, lalu seperti apa?"ucap Rosella.
"Semua, baik-baik saja aku janji, sebentar lagi mereka akan datang ke sini"ucap NATO.
"Heumm, sebaiknya, tidak usah memaksakan diri, tidak apa? kita tidak usah menikah saja, daripada harus menjadi beban untuk mu"ucap Rosella.
"Tidak sayang, kita akan tetap menikah ada atau tidak nya restu dari mereka"ucap NATO.
Rosella, terdiam pikirannya berkecamuk, biar bagaimanapun, mereka tidak lah sepadan, sudah pasti mereka tidak akan pernah setuju.
"Kakak, istirahat saja, aku ada pekerjaan"ucap Rosella, yang sengaja menghindarinya.
"Yang, jangan menghindar"ujar, NATO.
"Aku memang sudah ada pekerjaan"ujar Rosella.
"Rosella, please jangan pikirkan yang tidak-tidak , kita akan segera menikah"ujar NATO.
Rosella, hanya tersenyum kecut, lalu pergi meninggalkan NATO.
NATO, terus mengikuti langkah nya, hingga tiba di bawah, Rosella langsung mengerjakan pekerjaan nya, membuat adonan cupcake, dan menyiapkan tempat juga memanaskan oven terlebih dahulu, sementara kedua karyawan nya, sibuk melayani pembeli, dan pengunjung cafe tersebut, sekedar minum kopi menikmati sepotong cake, atau cheese cake, sementara yang lainnya kebanyakan yang singgah untuk mengambil pesanan.
Di apartemen, Agatha, hingga saat ini, wanita itu, dibuat jengah dengan Alexander yang bahkan tidak pernah mau pergi.
Pria itu, terus saja merengek minta kembali, minta maaf, minta, dia untuk menerima nya kembali, Agatha yang tidak ingin memberikan kesempatan pun, hendak menelpon istri Alexander, tapi pria itu kemudian merampas ponsel itu, dari Agatha, dan menarik wanita itu kedalam dekapannya.
"Cinta yang aku miliki main-main Agatha, aku sangat mencintaimu apa? kamu mengerti.!"teriak Alexander.
"Aku tidak ingin semua itu, sudah cukup!"ucap Agatha .
"Agatha!"teriak Alexander, pria itu membawa Agatha kearah pintu keluar, Alexander berniat membawa nya pergi, tapi kemudian Agatha berhasil melepaskan diri dari Alex.
"Yang, jika kamu sudah tidak bisa menerima ku lagi, lebih baik aku mati saja"ucap Alexander, dia sudah berjalan cepat menuju balkon apartemen.
"Jangan menggertak ku, tuan Alexander, terserah kamu mau bunuh diri atau apapun, yang jelas, aku tidak perduli"ucap Agatha yang pergi, dari hadapan Alexander.
__ADS_1
"Baiklah Agatha, selamat tinggal, semoga kamu bahagia"ujar Alexander, pria itu langsung melompat, tapi Agatha, langsung menarik pergelangan tangan Alexander.
"Apa? kamu sudah gila kakak, kamu ingin mati hanya karena rasa konyol mu, itu"teriak Agatha, kini Alexander bergelantungan di sana, hingga membuat semua orang yang berada tak jauh dari sana meminta bantuan petugas penyelamat.
"Lepas Agatha, aku tidak pantas hidup, dan aku sudah tidak ingin hidup lagi"ujar Alexander.
"Diam, siapa? yang akan mengijinkan mu mati di sini"ucap Agatha dengan sekuat tenaga, berusaha menarik Alexander, dari yang kini benar-benar, sudah menyerah.
Alexander pun berhasil ditarik oleh Agatha, dan seseorang yang datang yang entah kapan, pria itu masuk.
"Alexander, apa? kau sudah gila"ucap pria itu, yang tak lain adalah, Alvaro yang baru berkunjung saat ini bersama dengan Irma.
"Sementara Alexander, sedang diamuk oleh Alvaro, Agatha sendiri tengah di urut oleh Irma, yang memang ahli, untuk itu.
"Aku tidak bisa lagi, bertahan hidup jika Agatha, tidak mau lagi kembali padaku"ucap Alex.
"Kau itu laki-laki, Alex, kau bisa dapatkan wanita lain yang lebih baik lagi, dari adikku, meskipun mungkin tidak akan ada yang seperti adikku"ucap Alvaro.
"Tapi Agatha, adalah cinta mati ku, hanya dia yang aku inginkan"ucap wanita itu.
"Tapi dia tidak ingin, kembali... seharusnya kamu mengerti"ujar Alvaro.
"Tidak Al, aku hanya mencintai adikmu"ujar Alexander.
"Sekarang sebaiknya kamu pulang, dan tenangkan pikiran mu, mungkin kau butuh waktu untuk berpikir"ujar Alvaro.
"Aku tidak mau, sebelum dia berjanji akan tetap bertahan bersama ku"ucap Alexander.
"Kau begitu keras kepala"ucap Alvaro.
"Aku tidak minta pendapat mu"ucap Alexander.
"Sayang bicaralah dengan nya"ucap Alvaro, pada Agatha.
Gadis itu pun mengangguk, dan menghampiri nya.
"Baiklah, aku, akan memberikan mu, kesempatan satu kali lagi, tapi dengan satu syarat, ceraikan istri mu saat ini juga, dan ingat, aku tidak menerima penolakan atau pun alasan, bila besok, aku tau kamu masih menjadi suami nya, maka, berhenti mengejar ku"ucap Agatha.
"Tapi yang proses cerai itu cukup lama, bagaimana bisa, hanya dalam waktu sekejap"ujar Alex.
"Alexander aku bilang ceraikan dia, terserah proses atau prosedur itu lama, atau tidak yang jelas, cerai atau kamu benar-benar kehilangan kesempatan itu"ucap Agatha.
"Tidak, aku tetap di sini"kata Agatha, tegas.
Gadis itu tau, Alex, akan melakukan apapun.
...🌸..................🌸...
Di kediaman Marvin, NATO saat ini tengah berada di dalam kamar, sang Oma dia menangis dalam diam, memohon restu,agar Ariana, mau merestui hubungan nya, dengan Rosella, gadis yatim Piatu yang sebentar lagi akan menjadi istri nya.
"NATO, Oma, hanya tidak ingin kamu salah langkah lagi nak, Oma, ingin kamu benar-benar punya istri dari keluarga yang jelas asal-usulnya, agar masadepan mu cerah , bukan mereka yang akan menghabiskan waktu dan tenaga mu hanya untuk hal yang tidak penting, hingga akhirnya kamu hanya akan sengsara, mengerti kan maksud Oma"ucap Ariana.
Yang dimaksud, waktu dan tenaga itu, adalah memeras sang cucu, karena yang Ariana, tau Rosella, sudah menggunakan pasilitas mewah dari cucunya itu, dan itu termasuk, kantin rumah sakit dan cafe yang juga sekaligus, rumah tersebut.
Demi nama cinta, NATO, memang sering kali berkorban materi, tapi cinta tulus nya, pada Rosella, begitu besar.
"Oma, rumah itu, akan dia cicil pembayaran nya, dengan hasil kerja kerasnya"ucap NATO.
"Tidak ada gadis baik-baik yang akan menerima semua pemberian itu dengan mudah, apapun alasannya, dia hanya ingin materi yang kamu berikan, bukan cinta.
"Oma, NATO, tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain kalian semua, NATO mohon restu dari Oma"ucap NATO.
"Oma, akan merestui hubungan mu, tapi tidak dengan perempuan lain, bukan dengan dia, tapi jika kamu ngotot untuk tetap bersama dengan nya, Oma, hanya akan merestui mu, setelah kalian benar-benar membuktikan bahwa kalian, berhasil dan sukses"ucap Ariana lagi.
"Terimakasih Oma, NATO, akan buktikan pada Oma, jika pilihan NATO, kali ini sangat tepat"ucap pria itu, sementara Ariana hanya terdiam.
Pria itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut, saat itu juga, dia akan buru-buru meresmikan hubungan diantara mereka berdua.
Ariana, menatap Marvin, yang kini terdiam, saat mengetahui bahwa NATO, meminta restu pada Ariana, pria itu hanya terdiam, dengan tatapan menerawang.
"Daddy, apa? aku tidak keterlaluan, aku hanya ingin cucu kita punya masadepan yang jelas"ucap Ariana.
"Kamu tidak salah, sayang, hanya saja saat ini, pria muda itu, tengah berada di fase terendah dalam hidupnya, dia mengira bahwa kita tidak pernah tulus, mencintai nya, dan membesarkan nya, dengan belas kasihan, hingga dirinya merasa sendiri itulah kenapa? dia bahkan mengurus, pernikahan itu sendiri"ujar Marvin.
"Lalu, apa? yang harus kita lakukan"ucap Ariana lagi.
"Urus dan hadiri pernikahan mereka, tidak peduli kita, merestui hubungan itu, atau tidak, yang pasti NATO, harus tahu, bahwa dia tidak sendirian di dunia ini"ucap Marvin.
"Baiklah, Daddy, ucapan Daddy ada benarnya juga, saat ini kita tidak bisa membiarkan dia merasa sendirian"ucap Ariana.
__ADS_1
Mereka pun, berdiskusi dengan seluruh keluarga, anak cucunya, memberitahu mereka tentang rencana pernikahan NATO, awal Alvin dan Anggita terkejut, dan merasa kurang setuju, tapi lagi-lagi Marvin, adalah yang tertua di sana, keputusan nya, tidak bisa di ganggu gugat.
Mereka pun, menemui calon istri NATO, Rosella, yang benar-benar sebatang kara itu.
Mereka menatap penampilan Rosella, dari atas sampai bawah, seakan dirinya tengah di perhatikan, Rosella, hanya terdiam setelah menyajikan, kopi, dan beberapa jenis cake.
Hingga, saat NATO, datang ke sana, setelah Rosella menghubungi nya.
"Kalian semua disini"ucap NATO kaget.
"Kenapa?, apa... keluarga mu, tidak boleh memberikan penilaian terhadap calon istri mu, apa? kamu tidak menganggap kami sebagai keluarga mu"ucap Marvin.
"Maaf kan NATO, Opa, dia adalah pilihan NATO"ucap nya sambil menunduk.
"Apa? dia patung, sudah jelas-jelas kami datang, sambut atau apa,gitu"ujar Alvin.
"Dia, pemalu Daddy, Rosella, kenalkan, mereka semua adalah keluarga ku"ujar NATO.
"Aku, Rosella, tuan, nyonya, dan nona"ucap Rosella.
"Rosella"ucap Agatha, yang pernah menginat satu nama, adik kelas nya, saat di sekolah favorit nya, tapi tidak lama gadis itu keluar, saat mereka semua membuli nya karena ketahuan dari keluarga miskin.
"Hi, Nona Agatha"ucap Rosella.
"Jadi itu benar-benar kamu, Rosella"ujar Agatha tidak menyangka bahwa, dia bertemu lagi, dengan gadis yang pernah membela nya, saat dirinya di bully sebagai big baby.
"Jadi selama ini kau kemana?"tanya Agatha.
"Saya, pindah sekolah Nona, karena mereka, tidak terima orang miskin seperti saya untuk sekolah di sana"ujar Rosella.
"Bukan hanya orang miskin, yang mereka tak suka, tapi Big baby, seperti ku, juga selalu berkata seperti itu, aku juga pindah sekolah"ujar Agatha.
"Nona, punya, kekuatan untuk melawan mereka, kenapa? tidak menggunakan kekuatan itu"ujar Rosella.
"Aku malas meladeni orang-orang seperti itu"ujar Agatha.
"Jadi kalian, saling kenal Big baby"ucap Piter.
"Mom, sudah kubilang, pecat dia dari daftar keluarga"ucap Agatha, yang kini melotot ke arah Piter.
"Hahaha, jika dia dipecat, nanti keponakan mu, tidak punya Daddy, bagaimana sayang"ucap Alvaro.
"Tidak masalah masih banyak Daddy lain di luar"ucap Agatha.
"Sembarangan saja, aku tidak akan biarkan anakku, jatuh ke tangan orang lain"ucap Piter, yang tidak mau kalah.
"Sudah-sudah ,mau sampai kapan kalian ribut"ucap Ariana yang geng-geng kepala.
"Jadi, Agatha kenal dengan Rosella"ucap marvin.
"Dia, yang sering menolong Agatha, saat dulu di ejek mereka Opa"ucap Agatha.
"Saya, hanya tidak tega, melihat teman kesulitan"ucap Rosella.
"Dimana? kedua orang tua mu"ucap Anggita.
"Sudah meninggal nyonya, terakhir ayah saya yang meninggal saat akan masuk ruang operasi di rumah sakit milik anda, dan dokter NATO, yang menolong saya kala itu"jawab Rosella, jujur.
Sontak semua orang, melihat ke arah nya, dan NATO pun kembali mengangguk.
"Apa? tidak ada keluarga lainnya, yang akan menjadi wali, saat kau menikah nanti"tanya, Anggita.
"Tidak ada nyonya, dan jika kalian keberatan akan hal itu, saya bisa mengerti, sekalipun pernikahan ini harus dibatalkan saya terima"ucap Rosella.
"Ros, kau diam saja, jangan berpikir yang tidak-tidak"ujar NATO.
"Tidak dokter, apapun keputusan mereka, itu adalah keluarga mu"ucap Rosella.
"Jika seperti itu, bisa kau tinggalkan putra ku"ucap Alvin.
"Daddy"ujar NATO lirih.
"Saya, akan lakukan itu"ucap Rosella.
"Rosella!"teriak NATO, yang benar-benar kecewa saat ini.
"NATO, Daddy minta kamu diam"ucap Alvin.
"Rosella, aku sangat mencintai dia Daddy"ucap NATO.
__ADS_1
"Kau akan jatuh cinta, sedalam itu, pada wanita yang bertingkah laku baik di hadapan mu, apa? kau ingat dengan mantan-mantan kekasih mu dulu"ucap Alvin, tegas.