
Agatha kini duduk bersandar di tepi ranjang, wanita itu terlihat sangat sedih.
"Hi... honey tolong lupakan perkataan ku tadi, aku tidak pernah menyalahkan mu"ucap Kristofer.
"Sudah lah, sekarang tunggu disini aku mau mengambil sarapan pagi"ucap Agatha yang mengalihkan pembicaraan saat ini.
"Honey, kita akan sarapan pagi bersama di bawah dan sayang tidak usah repot-repot oke"ucap Kristofer yang kini membenamkan wajahnya di perut istrinya yang buncit itu.
"Kris"lirih Agatha yang kini menangis sesenggukan, tangis pilu itu pecah saat Kristofer bersikap lembut dan manja pada dirinya.
"Hi...sayang apa? ada yang sakit"tanya Kristofer terlihat cemas.
"Tidak ada, mataku hanya sedikit perih mungkin karena debu"ucap Agatha berbohong.
"Honey, aku tau kamu berbohong"ucap Kristofer.
"Beneran Kris, tidak ada apa-apa?"ucap Agatha lirih.
"Yank! jangan sembunyikan apapun dari ku"ucap Kristofer.
"Kris aku hanya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan ketiga anak ku tanpa kehadiran mu, nanti"ucap Agatha.
"Hi! apa? yang kamu katakan"tanya Kristofer tegas.
"Satu tahun, itu tidak akan lama lagi Kris, tapi jujur aku akan terluka,, tapi dengan seiring berjalannya waktu, aku yakin aku akan sanggup untuk melupakan semua kenangan tentang kita nanti"ucap Agatha
Sontak Kristofer bangkit matanya menatap lekat wajah cantik itu dengan tatapan mata tajam.
"Apa? yang kamu katakan honey, aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi dari sisiku sampai kapan pun"ucap Kristofer.
"Tapi semua itu janji yang harus kamu tempati, dan aku yakin kamu tidak akan pernah meninggalkan dia yang sangat kamu cintai"ucap Agatha.
Prang...
Tiba-tiba lampu itu pecah karena Kristofer melemparkan lampu tidur yang ada di sebelah Agatha.
"Kris"teriak Agatha.
"Apa? katakan apa? masih kurang"ucap pria itu sambil menantang Agatha.
"Bunuh aku saja jika kamu tidak puas"ucap Agatha.
Yang kini memegangi perutnya, yang terasa ngilu Agatha berusaha menetralkan pikiran nya dia berkata "Semua akan baik-baik saja ya semuanya akan baik-baik saja"gumamnya lirih.
Kristofer yang hendak menggapai Agatha, tapi wanita itu mundur perlahan-lahan hingga akhirnya terduduk di sofa ruang ada di sana, wanita itu terus bilang pada dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja.
Hingga akhirnya Agatha kembali menangis sesenggukan tangis itu membuat Kristofer salah tingkah karena dia tidak bisa menyentuh istrinya yang kini tengah menghindari nya, dia tidak ingin memaksakan kehendak karena Agatha sedang mengandung sedikit saja emosi nya meledak maka resiko keguguran itu akan Agatha alami andaikan saja, itu tidak bisa Agatha tangani.
Kristofer pergi meninggalkan Agatha di dalam kamar tapi sebelum keluar dari dalam rumah besar itu dia meminta Ariana, untuk menemui istrinya yang kini tengah duduk termenung di dalam kamar nya.
Kristofer pergi menuju tempat dimana dia bisa melupakan emosi dan kesedihan yang saat ini dia alami membayangkan perpisahan dengan Agatha, membuat dadanya terasa sesak dan sangat sakit.
Sesampainya di sana Kristofer langsung mengamuk menghancurkan semua yang ada di hadapannya, dan anak buahnya tidak ada yang berani menegur nya, sampai tangan Kristofer terluka dan berdarah, semua orang hanya diam termasuk kelima anak buah nya yang dulu pernah menjadi sahabat Agatha.
"Don nona Agatha menelpon"ucap salah satu nya.
Kristofer menghentikan aktivitas nya dan langsung meraih ponsel tersebut.
"Ada apa honey"ucap nya mencoba berkata senormal mungkin.
"Kris, sakit perut ku sakit, hiks hiks hiks"ucap Agatha.
Kristofer langsung memasukkan ponselnya kedalam saku jas nya dan setelah itu ia mencuci tangan nya yang masih mengeluarkan darah, setelah itu mencelupkan tangan nya kedalam wadah yang disodorkan oleh anak buah nya yang langsung membuat luka itu berhenti berdarah Kristofer langsung menggunakan sarung tangan khusus dan bergegas pergi menuju kediaman Marvin.
Kristofer melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga tiba di Mension, pria itu langsung buru-buru masuk, semua orang terlihat kacau saat ini karena Agatha sudah tidak sadarkan diri.
lagi-lagi wanita itu hampir terancam keguguran, saat ini dia berada di ruang perawatan dengan kondisi yang sangat lemah.
"Bawa dia ke rumah sakit terbaik"ucap Kristofer.
"Tidak perlu Daddy, sudah membawa dokter spesialis disini"ucap Alvin.
"Tapi lihat kondisi istri ku ini"ucap Kristofer.
"Dia sudah stabil tinggal menunggu sadar"ucap dokter tersebut.
__ADS_1
"Sayang kamu dengar aku honey,, kamu kuat aku yakin kamu bisa, demi ketiga anak kita"ucap Kristofer lirih pria itu menggenggam tangan istrinya itu.
"Sayang,,, aku disini bangun lah"ucap Kristofer.
"Kris sakit"tiba-tiba Agatha membuka mata.
"Dimana yang sakit sayang"ucap Kristofer lembut.
"Di sini"ucap ucap Agatha.
Kristofer mengusap lembut perutnya itu.
"Apa? masih sakit"tanya Kristofer.
"Sedikit berkurang"ucap Agatha pelan.
Semua orang meninggalkan mereka berdua saat ini karena mereka mengerti jika ternyata rasa sakit itu bisa berkurang saat orang yang ia cintai ada di sana.
Agatha menatap wajah tampan itu, dengan tatapan sendu lalu dia berkata.
"Kris aku tidak ingin kamu pergi, tolong temani aku disini sampai mereka lahir nanti, berikan waktu sedikit saja untuk kami sebelum kita kembali berpisah"ucap Agatha lirih dibarengi dengan bulir air mata nya saat ini.
Kristofer langsung memeluk istrinya itu, dia berbaring di sisi Agatha dengan posisi menyamping.
"Sayang aku minta maaf, selain urusan pekerjaan, aku juga tidak bisa terus berada di sisi mu, karena dia mengawasi pergerakan ku, aku sangat mencintaimu, tunggu sampai saat nya nanti kita akan kembali bersama sampai tutup usia kita"ucap Kristofer.
"Mungkin saat kamu kembali, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, pergilah jika itu sudah menjadi keputusan final yang kamu ambil, dan saat aku tiada nanti jangan pernah datang ke makam ku"ucap Agatha lirih.
"Jangan pernah katakan itu honey jangan,,, aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan mengijinkan itu terjadi"ucap Kristofer.
"Tidak Kris kau bukan tuhan yang bisa mengatur hidup seseorang, kematian itu sudah dipastikan jadi tidak ada siapapun yang bisa merubah segalanya"ucap Agatha.
"Sayang,, aku tak ingin mendengar apapun jika kamu ingin kita tinggal bersama ayo kembali ikut kesana"ucap Kristofer.
"Tidak Kris, lupakan saja kamu bisa pergi sekarang juga, anggap saja aku tidak pernah meminta apapun darimu"ucap Agatha yang kini berbalik memunggungi Kristofer, air mata nya tak bisa dibendung lagi, semua harapan Agatha untuk membuat Kristofer tetap berada di sisi nya musnah sudah.
Bahu Agatha bergetar hebat, dia kini tengah menangis tanpa suara, dan Kristofer memeluk tubuh istri nya itu sambil mencium puncak kepala istrinya berulang kali kata maaf itu terucap tapi Agatha masih tetap menangis .
...🌸.........🌸...
Hingga malam tiba, Kristofer sudah bersiap untuk pergi, tapi Agatha enggan membuka mata sekalipun dirinya tidak tidur.
Agatha tidak menjawab atau bergerak sedikit pun, dia tetap menyamping dan memejamkan mata nya.
"Sayang, aku mohon"ucap Kristofer lagi.
Agatha langsung membuka mata, dan bangkit dari tempat duduknya.
"Apa? aku harus mengantar mu ke bandara, baik'lah tunggu aku bersiap dulu"ucap Agatha yang kini bangkit dari ranjang nya, dan berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Kristofer yang tengah menatap nanar kearah wanita yang kini bersikap dingin padanya.
Agatha selesai mandi kini dia sudah tampak segar meskipun wajah nya masih terlihat sembab, tapi setidaknya dia sudah terlihat jauh lebih baik, tapi Kristofer tau saat ini Agatha sedang berpura-pura kuat.
Agatha langsung menggunakan pakaian memoles makeup di wajah nya dia sudah tampil cantik dan rapi saat ini setelah itu dia meraih tas dengan ponsel baru dan juga dompet miliknya saat itu juga dia masukkan ke dalam tas.
"Yank,, bukan ini mau ku"ucap Kristofer, yang sudah tidak tahan melihat istrinya dengan sengaja memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja.
"Aku sudah siap, ayo berangkat"ucap Agatha.
"Yank!"bentak Kristofer tapi tidak sedikit pun pria itu menggubris suaminya yang kini mencoba meraih lengan Agatha yang terus berjalan menuju lantai bawah melewati anak tangga.
"Sayang stop, aku bilang stop Agatha"ucap Kristofer yang kini langsung membuat Agatha menghentikan langkahnya, karena nama nya sudah Kristofer panggil dan itu sudah kelewat batas.
"Apa? salah ku, aku hanya ingin mengantar kepergian suami orang untuk kembali pada istri nya! dimana letak salah ku Don"ucap Agatha.
Gadis itu melanjutkan langkahnya hingga tiba di depan pintu garasi mobil nya dia menghidupkan mesin, sesaat dia terdiam menatap ke arah pria yang kini berdiri di depan mobilnya.
"Keluar"ucap Kristofer.
"Aku hanya akan mengantar mu pergi dengan mobil milikku, karena milikmu akan dibawa oleh anak buah mu, aku pergi lebih dulu"ucap Agatha yang hendak tancap gas, tapi kristofer menghadang mobil tersebut.
"Turun!"teriak Kristofer.
"Aku akan turun nanti saat tiba di bandara"ucap Agatha.
pria itu langsung masuk kedalam mobil Agatha saat itu juga dan meraih kunci mobil tersebut dan mematikan mesin nya.
__ADS_1
"Don, kembalikan kunci mobil ku"ucap Agatha.
Kristofer hendak membawa Agatha masuk kedalam rumah tersebut tapi Agatha menolak.
"Aku akan mengantar mu, apa? itu juga tidak boleh"ucap Agatha.
Kristofer terdiam dan akhirnya dia membawa Agatha masuk kedalam mobil miliknya yang kini dikemudikan oleh anak buah nya itu.
Agatha duduk di samping Kristofer.
"Aku akan tinggal di apartemen, setelah kembali dari bandara agar aku tidak perlu jauh untuk pulang pergi ke kantor, aku bukan tidak membutuhkan ijin apapun dari mu, sekedar ingin kamu tau aku bisa jalani hidup normal tanpa adanya dirimu, mulai sekarang aku akan fokus pada perusahaan"ucap Agatha.
"Yank... aku akan sering mengunjungi kalian jangan khawatir dimana pun kalian berada aku akan terus memantau keadaan kalian, aku sangat mencintaimu ingat itu, dimana pun aku berada aku akan selalu menjaga kalian"ucap Kristofer.
"Tidak perlu Kris, anggap saja kami tidak pernah ada"ucap Agatha yang kini menatap kearah jalan.
"Kristofer memeluk erat Agatha sambil mendaratkan ciuman bertubi-tubi di puncak kepala dan kening Agatha sementara wanita itu hanya diam membisu, sebaik apapun perlakuan yang Kristofer berikan, Agatha tidak akan pernah peduli dengan itu, karena sebesar apapun cinta pria itu, tidak akan pernah bisa ia miliki seutuhnya.
Hingga tiba di bandara Agatha turun dari mobil dan langsung melambaikan tangan pada pria yang kini baru saja turun, karena dia tidak akan tahan saat melihat suaminya pergi meninggalkan nya.
"Yang, jangan begitu please"ucap Kristofer yang hendak meraih tangan Agatha.
"Aku sudah mengantar mu Don, selamat jalan semoga selamat sampai tujuan dan semoga bahagia selalu"ucap Agatha yang langsung masuk kedalam mobil taksi.
"Honey turun Honey!"teriak Kristofer yang tak bisa menghentikan mobil taksi yang di tumpangi oleh Agatha.
Kristofer langsung mengepalkan tangannya, saat bulir air mata itu, hampir menetes.
Sementara deras air mata Agatha, membuat sopir taksi kebingungan dan tidak bisa berkata apa-apa kecuali memberikan tissue yang ada di dalam mobil.
"Dia suamimu nona"ucap pengemudi taksi tadi.
"Ya, tapi dia bukan hanya milikku"ucap Agatha.
"Kau pelakor"ucap pria tampan itu.
"Tidak lebih tepatnya dipaksa oleh keadaan"ucap Agatha.
"Apapun itu"ucap pria itu lagi.
"Aku tidak pernah ingin merebut dia dari siapapun, pernikahan ini terjadi karena sebuah paksaan"ucap Agatha.
"Lalu kenapa? tidak minta cerai atau pun kabur"ucap pria itu lagi.
"Jika ada tempat dimana aku bisa menghindari dirinya maka sudah kulakukan sejak dulu, bahkan saat aku kabur ke sebuah villa terpencil di dalam hutan saja dia bisa menemukan ku"ucap Agatha.
"Apa? dia seorang penguasa"ucap pria itu lagi.
"Seorang Don"ucap Agatha.
Sontak pria itu menginjak rem, dia mengerti apa? yang dimaksud oleh Agatha.
"Kau istri seorang ketua mafia"ucap pria itu menganga tak percaya.
"Kenapa? tidak percaya"tanya Agatha.
"Aku akan membawa mu, ke tempat dimana ia tidak akan mengira akan keberadaan mu lagi"ucap pria itu.
"Jika kamu bisa aku akan memberikan mu uang yang banyak"ucap Agatha.
"Kau benar-benar ingin menghilang"ucap pria itu lagi.
"Tentu"ucap Agatha.
"Makanya ikut dengan ku"ucap pria itu.
"Tidak aku akan pulang saja karena menurutku juga percuma"ucap Agatha.
Pria itu pun terdiam sejenak lalu mengangguk dan mengantarkan Agatha ke tempat tujuan dimana apartemen nya berada.
Wanita itu pun langsung masuk setibanya di depan unit apartemen tersebut.
Agatha berjalan menuju kamar nya, dan melepaskan semua pakaiannya dia langsung masuk kedalam selimut tebal itu.
Agatha langsung memejamkan mata nya karena dilanda kantuk.
__ADS_1
Dan malam pun berganti pagi yang cerah Agatha bangun dari tidur nya, dia bergegas menuju kamar mandi dan mengisi bathtub saat itu juga Agatha berendam di bathtub sambil memejamkan mata nya, hari ini adalah hari baru baginya dia akan melupakan semua tentang pria itu, dia akan memulai hidup baru.
Agatha bahkan memblokir semua akses tentang yang berhubungan dengan suaminya itu, sudah cukup hujan air mata itu saat ini dia tidak ingin lagi menangisi pria itu.