Sang Penari

Sang Penari
#Terjebak pernikahan#


__ADS_3

Alvaro, seakan mendapatkan angin segar dari semua kejadian itu, pria tampan yang kini berusia tiga puluh tahun itu, merasa bahwa dirinya diuntungkan dari situasi tersebut.


sesampainya di sebuah restaurant, wanita itu pun kembali bersikap dingin pada Alvaro yang sedari tadi memandangi dirinya.


Alvaro pun berkata"Sayang apa? kita langsung ke butik saja ya, untuk mencoba atau memesan gaun pengantin"ucap Alvaro.


"Al, kita sudah tidak harus berpura-pura lagi, dia sudah pergi"ujar Irma.


"Sayang kamu pikir sedari tadi aku main-main apa, aku serius sayang kita memang akan segera menikah"ujar Alvaro.


"Al, tapi aku tadi"


"Tidak ada tapi-tapian, aku serius dan tidak ada penolakan"ujar Alvaro.


"Tapi Al, aku tidak pantas bersanding dengan mu, aku tidak sepadan dengan mu"ucap Irma.


"Aku tidak sedang mencari kekayaan, tapi aku mencari istri yang akan menjadi ibu bagi anak-anak ku kelak, karena keluarga ku tidak pernah kekurangan uang"ujar Alvaro tegas, dan kata-kata itu langsung membuat Irma menangis sesenggukan, bagaimana tidak dia benar-benar terharu saat melihat ketegasan dari pria itu, yang bahkan perbedaan usia mereka saat ini sungguh jauh Irma berusia tiga puluh lima tahun.


"Al, terimakasih tapi aku belum siap"ucap Irma.


Bayang bayang masalalu itu, sampai saat ini, terus terngiang, apa lagi tadi masalalu nya benar-benar muncul di hadapan nya dan benar-benar menyakitkan, jika saja Alvaro tidak bisa menolong nya.


"Ayo selesaikan makan siangnya, setelah itu kita ke butik lalu ke, toko perhiasan"ucap Alvaro.


Irma sempat tidak percaya dan dibuat menganga karena ucapan Alvin saat ini, tapi dia kembali pasrahkan semua nya pada yang maha kuasa, jika memang dia harus kembali tertipu pun tidak masalah karena hatinya kini sudah tidak terlalu berharap juga.


sementara Alvaro sedari tadi memainkan ponselnya tidak tahu sedang chating dengan siapa?.


"Aku sudah kenyang Al"ujar Irma.


"Ya sudah ayo bersiap setelah ini kita ke toko perhiasan dulu, baru ke butik"ujar Alvaro.


Dan jika Alvaro mendapat keuntungan dari sebuah situasi, justru situasi yang sulit kini dirasakan oleh NATO dan juga Riana.


kedua orang tua Riana datang menjemput Riana ke negara tersebut, beserta dengan calon suaminya, ternyata Riana kabur saat mereka sudah akan menikah, karena suatu alasan bahwa dia lebih mencintai NATO, dan cinta nya dulu terhadap pria yang sudah mengambil kegadisan nya dulu.


"Nat, aku mencintaimu, aku tidak ingin kita berpisah"ujar Riana sambil menangis sesenggukan, tapi NATO, diam seribu bahasa.


"Nat, bicaralah, jangan buat aku takut sayang aku mohon jangan tinggalkan aku, dia tidak berhak atas diriku, hanya kamu yang berhak atas aku, kamu Nat"ujar Riana, yang kini masih memeluk erat tubuh pria tampan yang sangat ia cintai, tapi tidak sedikit pun jawaban yang terlontar dari bibir NATO, bahkan tidak sedikit pun pria itu bergeming dari posisi nya saat ini.


"Nat!! aku sangat mencintaimu jangan lepaskan aku aku mohon"ucap Riana.


"Jangan Nat jangan"ucap Riana lagi saat NATO hendak melepaskan pelukan Riana, wanita itu semakin memeluk nya erat.


"Pulang lah"ucap NATO kemudian.


"Tidak Nat, tidak aku mohon jangan suruh aku pergi please jangan Nat aku mohon aku sangat mencintaimu"ucap Riana yang sudah sangat putus asa, rasa cinta yang begitu besar terhadap laki-laki itu, membuat dia rela kehilangan semua yang dia miliki.


"Pulang lah, dan menikahlah dengan nya, karena itu jauh lebih baik untuk mu"ucap NATO.


"Tidak Nat, lebih baik aku mati saja, aku tidak ingin kehilangan mu, aku sangat mencintaimu aku sangat mencintaimu Nat, tolong mengertilah"ujar Riana.


"Hi... dengarkan aku sayang, aku sekarang memohon kepada mu, pergilah bersama dengan kedua orang tua mu, jika kamu tidak ingin menikah dengan nya tidak apa-apa, dan satu lagi tunggu aku sampai aku benar-benar pantas untuk bisa bersama dengan mu, aku tidak peduli, saat itu kamu sudah menikah atau pun belum, aku akan tetap mencintai mu"ujar NATO.


Akhirnya Riana pun melepas pelukannya dia berjalan mundur tidak peduli akan jatuh atau lebih parahnya mati, yang jelas saat ini dia benar-benar merasakan sakit yang teramat sangat karena NATO, melepaskan nya pergi begitu saja.


"Aku benci semua ini, aku benci!! "ucap Riana, sebelum jatuh tidak sadarkan diri, beruntung calon suami nya, langsung menangkap nya, hingga tiba benar-benar terjatuh ke bawah.

__ADS_1


Saat itu pula NATO, mengusap air mata nya yang jatuh tanpa izin luapan dari rasa sakit yang teramat sangat saat melihat gadis rapuh yang sangat ia cintai, kini bahkan sampai jatuh tidak sadarkan diri karena saking tak ingin berpisah dari nya.


NATO pun berbalik dan berjalan pergi dengan langkah gontai menuju mobilnya, setelah itu dia langsung tancap gas.


dua hari sejak saat itu, NATO tidak pernah pulang atau pun menelepon ke rumah.


NATO, sudah tidak sadarkan diri selama dua hari ini, dengan obat-obatan yang dia konsumsi agar bisa melupakan rasa sakit yang kini sudah membuat dia ingin mati saja.


Alvin yang mengetahui putranya tinggal di apartemen pun mencari putranya itu.


"NATO bangun boy, Daddy tidak mau melihat mu mati konyol gara-gara cinta, wanita di dunia ini bukan hanya satu"ucap Alvin.


"Riana"gumam pria yang kini terlihat amat sangat menyedihkan itu.


"Tunjukkan pada Daddy wanita manapun yang ingin kamu nikahi saat ini, tapi tidak untuk dia"ucap Alvin.


tapi NATO bahkan tidak menjawab, hanya gumaman lirih menyayat hati yang juga membuat Alvin menyadari kesalahannya.


"Aku tidak minta apapun padamu Tuhan, aku hanya minta, Riana kembali menjadi milikku, aku bahkan sudah menerima takdir bahwa aku harus kehilangan wanita yang sudah melahirkan ku, aku bahkan tidak tau siapa?ayah kandung ku"ujar nya yang masih memejamkan mata nya.


Alvin langsung mengguncangkan tubuh putra nya itu.


"Aku ayah kandung mu, aku NATO, kau putra ku, dan aku tidak peduli darah siapa yang mengalir di tubuh mu, tapi aku adalah Daddy mu, aku ayahmu"ujar Alvin.


"Daddy"ujarnya lirih.


"Apa kau meragukan kasih sayang Daddy mu ini heuhhhhh, apa kau tidak percaya bahwa aku adalah Daddy mu, tidak perduli darah yang mengalir di tubuh mu itu darah siapa, yang pasti aku Daddy mu, Daddy mu yang menyambut mu, saat pertama kali kau lahir, aku Daddy mu!"teriak Alvin.


"Maafkan aku Daddy, aku salah"


...🌹💖💖💖🌹...


"Sayang, apa? kau tidak rindukan Mommy"tanya Anggita.


NATO, pun menatap kearah Anggit"Aku salah Mom, maafkan aku"ucap NATO.


"Bukan itu jawaban yang Mommy tanyakan"ucap Anggita.


"Aku akan sangat merindukan Mommy dimana pun dan kapan pun, karena Mommy adalah ibu terbaik yang aku miliki di dunia ini"ujar NATO.


"Jika Mommy, punya satu permintaan pada NATO, dan hal itu sangat sulit, apa? NATO akan mengabulkan nya"tanya Anggita.


NATO terdiam sejenak lalu sedetik kemudian dia mulai mengangguk"NATO akan mengabulkan nya Mommy sesulit apapun"ujar NATO.


"Heumm Baiklah Sayang, Mommy hanya minta hidup lah dengan baik, jangan terlalu terjerumus ke dalam hal yang akan merugikan diri sendiri, seperti saat ini, kamu boleh mencintai seseorang siapapun itu, tapi kamu juga harus bisa berpikir rasional, karena jika kita terlalu larut dalam perasaan kamu tidak akan tahu bahwa suatu saat rasa itu akan berubah tidak akan terus sama seperti itu, dan jika itu tiba kamu tidak akan pernah bisa menerima,hal negatif yang di timbulkan dari rasa cinta itu, contoh nya seperti saat ini siapa yang rugi"ujar Anggita.


"Maksud Mommy, ambil contoh yang baik buang yang buruk, dan perbaiki dirimu, untuk menuju masadepan yang lebih baik, dan ingat lah, jika kelak kalian berjodoh, maka kalian akan kembali bersama tapi jika tidak maka kamu harus bisa terima, dan ingat lah kelak jodoh mu akan datang tanpa diduga"ujar Anggita.


Anggita pun mengusap puncak kepala putra nya itu, lalu memberikan segelas air putih pada NATO.


"Terimakasih Mom"ucap nya lirih.


"Sama-sama sayang, sekarang istirahat lah agar kamu jauh lebih baik"ujar Anggita .


Anggita pun pergi meninggalkan NATO yang kini tengah memejamkan mata nya.


sementara itu di kamar lain Alvaro tengah mengajarkan Agatha cara membuat burung bangau dari kertas.

__ADS_1


"Wah bagus kak, bagus aku mau coba ah"ujar Agatha sambil mengambil kertas dengan warna yang berbeda.


weekend kali ini Alvaro tidak kemana-mana, dia di rumah saja , karena hari pernikahan nya tinggal sebentar lagi, dia juga sudah lulus S3, dua hari yang lalu.


sebentar lagi pria itu akan menggantikan posisi Alvin di perusahaan, dan juga setelah besok mereka menikah Alvaro akan pulang ke Singapura untuk mengurus perusahaan nya di kota x bersama dengan istrinya Irma.


sementara Alvaro Alvin akan mengirim dia untuk kuliah di Jerman, agar dia bisa menunaikan pendidikan nya dengan baik, dan lebih bisa hidup mandiri, disana.


saat ini Alvin tengah berada di ruang kerja nya bersama dengan sang istri, pria itu ingin menyelesaikan pekerjaan nya sebelum dia sibuk di acara pernikahan Alvaro.


pria itu berdiri sambil memandang ke arah langit dari dinding kaca yang menjulang tinggi itu, Alvin teringat akan masalalu nya dengan Agnes, hingga akhirnya Alvaro lahir ke dunia ini, dan selama hubungan mereka terjalin Alvaro hanya melihat kesepian di mata Agnes meskipun wanita itu memiliki keluarga yang lengkap dan suami status nya itu.


"Agnes apa? kau bahagia disana , sekarang bahkan putra kita akan segera menikah, dia sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gagah, tidak hanya itu dia adalah pria yang baik sayang dengan adiknya, mungkin sikapnya menurun dari mu, terimakasih atas kesempatan yang kamu berikan, maafkan aku jika selama hidup mu dan saat kau melahirkan Alvaro ke dunia ini tidak bisa berada di sisi mu, tapi aku bahagia karena kamu telah membuktikan rasa cintamu yang begitu besar terhadap ku"


"Daddy sedang melamun kan apa?"sontak pertanyaan, Anggita membuat Alvin terkejut.


"Agnes"tiba-tiba dia refleks menjawab.


"Doakan saja, semoga dia tenang di surga"ujar Anggita.


"M maksud ku bukan seperti itu Sayang"ujar Alvin yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, wajar kok bila seseorang mengenang masa lalu, aku juga suka mengenang masa lalu"ujar Anggita.


"Dengan siapa? jangan bilang dengan pria yang saat itu membangun bisnis bersama mu"ujar Alvin yang seketika terbakar api cemburu.


"Bebas dan wajar kan mas"ujar Anggita yang kini berbalik dan melangkah pergi, sambil tersenyum, dia berhasil membuat Alvin kesal.


"Honey berhenti aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kamu melakukan hal itu"ujar Alvin.


tapi Anggita terus melangkah pergi, pria yang kini sudah berusia lima puluh tahun itu, dia begitu cemburu, dengan masalalu yang Anggita sebut, bahkan saat ini Alvin terus mengejar Anggita meminta penjelasan.


"Sayang"ujar Alvin.


"Apa?"jawab Anggita.


"Katakan siapa? pria itu"ujar Alvin.


"Anggita"ujar Alvin yang sudah kesal.


"Pria yang menjebak ku dengan pernikahan, dan aku terjebak dalam pernikahan tersebut, aku juga terjebak dalam buaian cinta yang indah yang ia berikan"ujar Anggita.


"Jangan katakan dulu kau pernah menikah dengan pria lain, Anggita, aku tidak akan pernah memaafkan mu"ucap Alvin.


"Kamu bisa pikir sendiri dengan otak yang jernih, aku sangat mencintai nya hingga saat ini meskipun berulang kali dia menyakiti hati ku"ucap Anggita.


Alvin pun mulai mengerti dengan apa? yang dimaksud oleh Anggita.


"Tapi honey, aku bukan masalalu mu, aku masadepan mu"ujar Alvaro.


"Apa? mas pikir waktu tetap ditempat tidak berputar sama sekali, dan lalu Alvaro dari mana jika waktu tidak berlalu kau tidak akan bertemu dengan ku, dan Alana juga hadir di masalalu"ujar Anggita.


Anggita pun pergi meninggalkan, Alvin yang benar-benar kesal karena Anggita berkata dia juga bagian dari masalalu Anggita.


"Jika waktu tidak pernah berputar tidak akan ada masalalu dan masa depan mas dan bagiku kau adalah masalalu dan masa depan ku"ujar Anggita.


"Aku tetap mencintaimu hingga saat ini, I love you, mas Alvin I love you Daddy nya putra putri ku, semoga panjang umur dan berbahagia selalu meskipun aku sudah tak disamping mu, suatu saat nanti"ucap Anggita yang membuat pria itu mematung di tempatnya, saat mendengar ungkapan cinta dari sang istri, tapi satu hal yang tidak ingin dia dengar, yaitu beberapa kata terakhir yang Anggita ucap kan.

__ADS_1


"I love you too Honey, dan aku tidak ingin kau pergi dari ku"ujar Alvin.


"Takdir hidup tidak bisa kita pungkiri Daddy, kita akan hidup bersama selamanya atau tidak itu sudah suratan takdir dari yang maha kuasa"ujar Anggita Sari


__ADS_2