Sang Penari

Sang Penari
#Sampai nanti#


__ADS_3

Makan malam itu berlanjut dengan canda tawa dari keempat anak laki-laki Christopher dan Agatha mereka merasa sangat lucu saat melihat tingkah konyol Kaley.


Sampai akhirnya mereka selesai makan Christopher langsung undur diri bersama dengan Agatha.


Sementara Kaley tidak mau pulang dia akan tetap tinggal di sana sampai mereka menikah Agatha pun hanya bisa pasrah karena biar bagaimanapun mereka kini sudah resmi bertunangan.


Meskipun suatu saat nanti terjadi hal yang tidak diharapkan. keduanya tinggal menikah.


Sementara Kaley saat ini dia langsung pergi menuju kamarnya. sedaritadi dia sibuk dengan ponselnya membuat status di Instagram milik Alexander yang kini memajang foto dirinya bukan lagi foto lawas milik sang Mommy dan juga Alexander.


Alexander sendiri merasa gemas melihat tingkah calon istrinya itu.


"Honey apa? kamu akan terus sibuk dengan ponsel itu daripada denganku."ujar Alexander.


"Sebentar honey ini lagi balas komentar."ujar Kaley.


"Aku lihat."ujar Alexander.


Saat itu juga rahang Alexander mengeras saat seseorang mengatakan bahwa Kaley sugar baby dari Alexander.


"Segera blokir akun yang sangat menyebalkan itu aku tutup Instagram nya. aku tidak suka dan kamu tidak boleh main sosial media lagi."ujar pria itu saat melihat komentar lain yang menawarkan Kaley untuk jadi calon istri pengusaha sukses yang jauh lebih muda dari Alexander.


"Mereka hanya bercanda honey jangan baper gitu."ujar Kaley.


"Sepertinya dia benar kamu harus berpikir ulang sebelum nantinya menyesal karena aku tidak pantas untuk mu."ujar Alexander yang langsung berbalik dan pergi.


"Honey!! kamu bicara apa? sih kok gitu honey tunggu!."teriak Kaley dan ternyata pria itu tetap tidak mau peduli dengan kata-kata Alexander.


"Honey!."teriak Kaley yang kini mengetuk pintu yang sudah terkunci dari dalam.


Itu adalah kamar utama milik Alexander.


Tok....


Tok...


"Alex buka,,,. Alex please buka."ujar Kaley yang kini terlihat sendu.


"Alex kalo tidak dibuka aku akan."


"Akan apa? heumm bunuh diri ia begitu yang ingin kamu katakan."ujar Alexander yang terlihat menatap kesal.


"Apa kau senang saat melihat ku mati bunuh diri iya begitu,,, baik'lah kalau begitu."ujar Kaley.


Wanita itu hendak berbalik dan pergi namun tangan kekar itu menarik pinggang ramping itu hingga Kaley terjerembab di dalam dekapan Alexander.


"Jangan sekali-kali kamu berbuat seperti itu karena aku tidak akan pernah memaafkan mu."ujar Alexander.


"Kecuali jika kamu benar-benar ingin menikah dengan dia yang tadi mengajak mu menikah."ujar Alexander.


"Alex!."teriak Kaley.


"Makanya kalau dibilangin tuh dengerin jadi kita nggak ribut-ribut. kamu mikir nggak sih kenapa kita bisa ribut karena masalahnya aku dan kamu itu beda generasi jadi banyak ketidakcocokan yang harus lebih dibahas dan dibicarakan lagi. agar kita bisa mengatasi semua itu."ujar Alexander sambil memeluk Kaley.


Sementara Kaley sendiri kini hanya memonyongkan bibirnya yang membuat Alex semakin gemes dia langsung mengecup bibir itu dan sedikit memberikan gigitan di bibir bawahnya hingga Kaley berteriak kesakitan


"Alex apaan sih kamu ini sakit tahu kasar banget masa bibirku digigit kayak gitu."ujar Alex.


"Habis suruh siapa kamu dari tadi aku ngomong gak didengerin malah pura-pura nggak konsen lagi aku tuh lagi ngomong serius sayang kamu nih kenapa sih dari tadi disuruh nggak main Instagram. tapi malah lanjut lagian nggak ada guna juga ngapain ngobrol-ngobrol nggak jelas gitu di sosial media."

__ADS_1


"Kamu cari teman atau cari pacar. kalau cari temen itu langsung aja tuh pelayan banyak kamu kasih mereka jajanan camilan apa kek kayak di Indonesia kan banyak yang suka sama majikan yang baik hati."


"Jadi kamu bisa banyak teman di sini di rumah lagian juga kamu tidak akan kemana-mana kan setelah ini kuliah juga sudah berhenti." kata Alexander.


"Enak saja disuruh berteman sama pelayan mereka itu bukan teman tapi asisten kita."ujar Kaley.


"Tapi setidaknya kamu bisa belajar bagaimana caranya beres-beres rumah atau I day in my life agar kamu bisa tahu caranya menjadi seorang istri mereka kan banyak yang sudah berumah tangga."kata Alexander sambil mesem mesem.


Karena yang Alex tau Kaley akan melakukan hal itu meskipun itu sulit. seperti sebelumnya saat mereka belum berhubungan. dia selalu datang meminta diajarkan bagaimana caranya untuk menjadi wanita dewasa yang sempurna.


Dan akhirnya mereka memutuskan untuk saling jatuh cinta sebenarnya sih bukan lebih memutuskan tapi datang benih-benih cinta dari perlakuan mereka berdua.


Dan hingga kini akhirnya mereka pun mencapai puncak belum puncak sih tapi baru di tengah-tengah perjalanan tapi sudah membahagiakan karena sudah dapat lampu hijau dari kedua orang tua Kaley.


Dan kini Alexander dengan cueknya meminta Kaley belajar dari pelayan untuk menjadi istri yang baik.


Dia juga sengaja melakukan itu agar Kaley teralihkan fokusnya dari sosial media.


Alexander benar-benar ingin mengerjai calon istrinya itu sekaligus mengajarinya karena jika tidak begitu Kaley akan berbuat seenaknya.


Kaley juga akan bertingkah semaunya dan mengganggu Alexander dengan sengaja menggoda Alexander yang ia pelajari dari berbagai tutorial di sosial media.


Padahal ini sudah dini hari tapi Kaley pergi membuktikan perkataan Alexander bahwa dia harus belajar dari pelayan untuk menjadi istri yang baik sementara Alex sendiri kini sedang menahan tawa.


Karena ternyata Gadis itu melakukan apa yang Alex minta.


"Dasar gadis polos mau coba jadi wanita dewasa memangnya bisa kita lihat aja nanti."ujar Alexander sambil menahan tawa.


Dia pun mengikuti kemanapun kalian pergi namun tidak dari jarak dekat hanya dari jarak jauh saja bahkan Alexander tertawa saat Kaley diminta memperagakan untuk mengepel rumah.


Gadis itu begitu terlihat tidak memungkinkan Karena untuk menyentuh air bekas bilasan lap pel saja geli.


"Sudah bersih pel lantai nya?."kata Alex dengan sengaja.


"Yank kamu sengaja ngerjain aku kan Mommy saja tidak bersih-bersih rumah hanya memasak dan menyiapkan semuanya kebutuhan kami dan juga Daddy."ujar Kaley.


Alex tidak menunjukkan ekspresi apapun saat ini, hingga dia berkata.


"Kamu cukup layani aku di ranjang selebihnya kamu bisa merawat badan karena kita tidak akan memiliki anak."ujar Alexander tegas.


"Tidak-tidak aku ingin punya sepuluh anak agar rumah kita bisa ramai."ujar gadis itu.


"Tidak Kaley,,, aku tidak ingin kamu menderita sendirian karena harus mengurus mereka tanpa aku."ujar Alexander yang terlihat sendu.


"Apa? artinya semua ini Alex,,, jelaskan jangan buat aku bingung!."ujar Kaley berteriak.


...🌸..............🌸...


Aku sudah terlalu tua untuk itu honey, kamu tidak akan punya waktu untuk mencari jodoh baru, dan badanmu akan rusak jika kamu punya anak."ujar Alexander.


"Jika kamu mati aku juga akan ikut Alex,,, aku tidak mau hidup tanpa dirimu."ujar Kaley tegas.


"Tidak Kaley,,, kamu masih sangat muda kamu berhak bahagia dengan pria lain, itulah tujuan kedua orang tua mu melarang hubungan kita."ujar Alexander memberikan pengertian.


"Tidak Alex, aku tidak akan memilih pria manapun sampai nanti sampai selamanya hanya kamu yang sangat aku cintai.


"Terimakasih honey,,, tapi sebaiknya kamu berpikir lagi. Aku tidak ingin kamu menyesal."ujar Alexander sambil berbalik dan pergi.


"Kau terus menerus menolak ku, apa? kau masih mencintai Mommy."ujar Kaley.

__ADS_1


"Aku sudah tidak punya pikiran kesitu Kaley. sedari dulu aku memang tidak pernah pantas untuknya begitu juga aku untuk mu."lirih Alexander yang langsung pergi begitu saja.


"Alex!! kenapa? kenapa? kamu begini,,, aku salah apa? Alex aku salah apa?."ujar gadis cantik itu sambil terisak.


Alexander mematung di depan pintu kamarnya, dia tidak tau tiba-tiba terus terpikir masalah komentar di sosial media tadi.


Alex sadar diri usianya sudah terlalu tua untuk calon istrinya itu.


"Alex,,, kamu katakan salah aku dimana?."ujar Kaley yang kini masih menangis sesenggukan, gadis itu masih terus menangis di tangga yang hampir tak jauh dari posisi kamar Alexander saat ini.


Alex yang tidak tega pun akhirnya pergi menghampiri Kaley, dia langsung membawa gadis itu ala bridal style menuju kamar nya.


Kaley masih terisak sambil memeluk erat tubuh Alexander sambil terus bertanya-tanya kenapa? Alexander berubah seperti itu.


"Kaley sayang,,, kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya menjadi diriku. hari ini usia ku sudah genap empat puluh enam tahun, dan perbedaan usia kita terlalu jauh Kaley,,,"


"Aku hanya takut tidak bisa menemani mu sampai akhir hayat kita nanti sudah jelas aku akan tiada lebih dulu dan satu hal lagi kamu juga tidak akan pernah puas dengan pernikahan yang hanya akan berjalan sampai beberapa tahun kedepan."


'Karena dari faktor usia pun sudah mempengaruhi semuanya .jadi aku minta kamu pikirkan lagi,,, bukan aku tak cinta Kaley justru karena cinta ini terlalu besar untukmu jadi aku tidak ingin memiliki anak agar tidak membebani mu kelak."


"Aku takut membebani mu sayang . dan jika kamu bisa menerima aku hanya akan memberikan setatus pernikahan saja hingga kamu benar-benar belajar untuk menjadi wanita dewasa nanti dan sudah siap untuk memilih pria lain yang akan menjadi suami mu di masadepan."ujar Alexander panjang lebar.


Namun Kaley tetap menggelengkan kepalanya, Gadis itu benar-benar tidak menginginkan semua yang Alexander katakan.


Dirinya begitu mencintai Alexander dan tidak mau mengikuti nasihat Alexander.


"Jika ini yang kamu mau,,, aku akan pergi saja sampai kapanpun sampai kamu menemukan pilihan hatimu yang sebenarnya karena aku bukan orang itu. selamat ulang tahun Alexander I love you more."ujar Kaley yang kini hendak pergi.


Namun tangan kekar itu menahan lengan Kaley.


"Apa? yang kamu katakan, kamu katakan sekali lagi Kaley."ujar Alexander.


"Aku akan pergi untuk selamanya dari hidup mu jika ini yang kamu mau,,, maaf sudah membuat mu sulit semoga dia yang akan bersanding dengan mu dia adalah segalanya bagimu."ujar Kaley.


Gadis itu hendak pergi namun Alexander malah memeluk dia erat dari belakang .


"Kaley,,, kamu adalah segalanya bagiku tapi aku tidak ingin membuat mu menderita jika suatu saat nanti aku tiada setidaknya kamu masih utuh seorang gadis dan tidak ada anak yang akan membebani dirimu kamu akan dapat yang jauh lebih baik nanti jadi kita akan menikah tapi hanya sebagai teman."ujar Alexander.


"Tidak Alex Aku ingin pernikahan yang seutuhnya Aku tidak mau yang seperti itu untuk apa kita menikah jika hanya untuk itu. Aku ingin keluarga yang bahagia, hidup bersamamu dan anak-anak kita aku tidak peduli jika suatu saat nanti diantara kita siapa? yang akan pergi lebih dulu aku hanya ingin kita saat ini dan saat seseorang diantara kita pergi nanti aku ingin ada kenangan tentang Kita di dunia ini apa aku salah jika aku berpikir seperti itu."ujar gadis itu sambil menangis.


"Tidak salah Sayang hanya saja ketakutanku lebih besar dari harapanmu. Aku tidak ingin anda penghianatan saat kita menjalani pernikahan nanti,,, karena usiaku ini tidak mungkin bisa membuatmu bahagia jadi sebelum semuanya terjadi aku ingin kamu memikirkan hal itu lebih serius Aku mencintaimu benar-benar sangat mencintaimu tapi aku juga tidak ingin menyakiti mu Aku tidak ingin menjadi benalu dalam hidup mu. dan jika aku sudah tak bisa apa-apa lagi kamu cukup kirimkan aku ke tempat perkumpulan orang-orang seperti ku nanti."ujar Alexander sambil menatap sendu.


"Tidak Alexander Aku akan mencintaimu sampai kamu menutup mata nanti. dan begitupun juga aku Aku ingin dicintai seperti aku mencintaimu saat ini dan nanti mulai saat ini aku akan belajar untuk menjadi wanita atau seorang istri yang sesungguhnya agar aku bisa membuatmu bahagia dan pernikahan kita akan selalu abadi sampai akhir hayat nanti. semoga kita kan selalu bersama."ujar Alexander


"Semoga saja sayang kita akan memulainya dengan niat yang lebih kuat aku akan berpegang teguh pada keinginanmu yang begitu besar. aku Alexander berjanji selama aku masih bisa bernafas Aku akan terus berusaha membahagiakan cintaku! Kaley Alexander Alen."kata Alexander dengan lantang.


Suasananya begitu mengharu biru sampai saat keduanya saling bercium mesra di antara keduanya.


Bahkan tidak ada yang mau mengalah sampai akhirnya Kaley mencoba untuk menyerahkan diri seutuhnya pada Alexander.


Namun pria itu tetap bisa mengontrol diri hingga Kaley terlihat sedikit kecewa namun Alexander selalu berusaha untuk meyakinkannya bahwa semua itu belum saatnya dan jika saatnya nanti Alexander berjanji tidak akan pernah menghindar lagi.


Alexander akan berusaha memuaskan hasrat istrinya nanti. Alexander membawa Kaley kembali ke dalam dekapannya kini mereka yang hampir melakukan sebuah kesalahan itu hanya tidur berpelukan di balik selimut karena seluruh pakaiannya pun sudah berceceran di lantai.


Beruntung pria itu adalah Alexander jika tidak mungkin saat ini Kaley akan mengalami kerugian yang sangat teramat besar dalam hidupnya.


Namun pria yang ia cintai selama ini membuktikan kata-katanya bahwa ia akan terus menjaga Kaley sampai saatnya nanti tiba.


Menjaga kehormatan nya.

__ADS_1


__ADS_2