
Kalen mematung sejenak setelah itu dia berbalik, "Apa? kau juga bersedia untuk mati bersama dengan kami."tanya Kalen.
Gadis itu mematung di tempatnya.
"Sayang aku yakin Kinara akan selamat."ucap Tiara.
"Apa? kau bisa meyakinkan dia."ucap Kalen.
"Tuan muda biarkan aku pergi sendiri..... kembalilah bersamanya."ucap Kinara.
"Tidak aku ingin mati bersama denganmu."ucap Kalen.
Kinara menangis sesenggukan sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Kalen, sementara Tiara mengepalkan tangannya.
Andaikan saja posisi mereka terbalik apa? Yang akan Kalen lakukan saat ini. apa? dia akan melakukan hal yang sama dengan yang kini dilakukan pada Kinara.
Tiara langsung berbalik dan pergi meninggalkan keduanya.
"Sekarang aku akan memilih menikah dengan mu, aku akan bertahan demi untuk membahagiakan mu tuan muda, beri waktu satu bulan setelah pernikahan kalian."ucap Kinara.
Kalen pun kembali membawa Kinara masuk kedalam kamar untuk kembali mendapatkan perawatan.
Agatha yang menyaksikan itu, saat ini dia tau bahwa Kalen sudah melakukan hal yang tepat.
Dia tidak akan melarang putranya itu untuk berpoligami tapi dia akan terus mengawasi rumah tangga putranya itu.
"Besok pagi kita akan menikah kamu adalah istri pertama ku, dan Tiara istri kedua ku. semua sudah aku putuskan."ucap Kalen.
"Bukankah aku yang pertama?."tanya Tiara.
"Kinara adalah yang pertama putraku kenal jadi tidak perlu ada keributan disini posisi kalian sama-sama istri dari Kalen."ucap Agatha.
"Baik Mom."ucap Tiara.
Gadis itu tidak bisa membantah orang tua Kalen.
"Daddy harap kalian bisa saling menyayangi walaupun untuk bisa bahagia itu terkadang sulit jika tiga orang disatukan dalam pernikahan."ucap Kristofer.
"Kalen sebagai kepala keluarga harus bisa mengendalikan semuanya, mungkin ini adalah takdir kalian untuk bisa hidup bersama."ucap Agatha.
Wanita itu sebenarnya tidak ingin ada poligami, tapi keadaan ini sungguh diluar dugaan semoga saja kelak akan ada jalan keluar yang terbaik.
Agatha membantu Tiara meminum obat yang sudah di buat secara khusus di laboratorium tersebut.
"Nyonya anda sudah terlalu baik selama ini pada saya."ucap Kinara.
"Anak nakal sejak dulu kau sudah seperti putriku sendiri, berapa kali aku harus bilang bahwa aku adalah mommy mu juga."ucap Agatha.
"Terimakasih Mom."lirih Kinara.
"Dia memang keras kepala mommy aku akan menghukum dia saat dia sembuh nanti."ucap Kalen.
"Kalen,,, sejak dulu kalian memang suka membuat dia menangis karena kalian berdua selalu bertukar peran, tapi mommy tidak akan membiarkan mu membuat dia menangis lagi setelah pernikahan kalian. ingat mommy akan terus mengawasi kalian bertiga."ucap Agatha.
"Kamu terus beruntung karena mommy selalu membela mu honey."ucap Kalen pada Kinara.
Sementara tangan itu masih menggenggam tangan Tiara.
Kinara yang melihat itu merasa miris, andaikan saja dia tidak pernah bertemu dengan Kalen mungkin semua tidak akan seperti ini.
Tapi Kinara akan terus mencoba untuk bertahan sampai Kalen sadar bahwa ia lebih mencintai Tiara.
Tiara pun tersenyum pada Agatha saat melihat Agatha tersenyum bahagia.
"Honey biarkan mereka mengobrol ayo temani aku berenang."ucap Kristofer.
"Manjanya Daddy ku ini, kenapa? tidak berenang bersama teman Daddy saja."ucap Kalen.
"Daddy sudah tidak berteman dengan para buaya itu karena mommy mu tidak mengijinkan, ya terpaksa daddy buang ke habitatnya."ucap Kristofer.
"Buaya bukan teman, saat dia laper maka dia akan memangsa mu."ucap Agatha.
"Seperti mu honey,,, aku dimangsa oleh mu."ucap Kristofer yang kini merangkul istrinya.
"Yang benar saja."ucap Agatha yang kini pergi bersama dengan suaminya itu.
Sementara itu di kediaman jauh di luar negeri sana, Alercxa Alexander yang gila kerja itu kini tengah kedatangan seorang OB yang tengah menangis sesenggukan karena dia akan dipecat oleh HRD.
Gadis yang kini terlihat sangat menyedihkan itu tengah memohon di hadapan Alercxa.
"Urus gadis ini dan bawa ke ruangan ku sekarang juga."ucap Alercxa pada asisten pribadinya .
"Tuan CEO saya mohon jangan pecah saya saya harus membiayai adik saya yang sedang sakit."ucap gadis itu.
Namun Alercxa terus berjalan menuju lift khusus untuk dirinya.
"Bangun Nona, bersihkan dirimu terlebih dahulu setelah itu datang ke ruangan CEO yang ada di lantai teratas."ucap pria itu.
__ADS_1
"Terimakasih tuan."ucap gadis itu yang langsung pergi menuju ruang penyimpanan barang pribadinya.
Sementara beberapa orang temannya membantu dia untuk membereskan kekacauan yang terjadi.
Alercxa kini tengah duduk di kursi kebesarannya dia mulai menyalakan laptop, setelah itu dia kedatangan sekertaris pribadinya.
"Apa? jadwal ku hari ini."tanya Alercxa.
Kemudian wanita seksi itu membacakan jadwal yang harus Alercxa kerjakan saat ini.
"Anda ada pertemuan penting di sebuah restaurant hotel nanti setelah jam makan siang tiba di susul meeting penting setelah itu, dan sekarang ada beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan anda."ucap wanita itu.
"Bawa kemari semua itu, dan tolong urus masalah yang terjadi di lobby tadi."ucap Alercxa.
"Siap tuan."ucap wanita yang super seksi itu.
Sementara asisten pribadi Alercxa kini sudah datang dengan membawakan beberapa berkas yang Alercxa sempat minta sebuah dia berangkat ke kantor.
"Bos, ini berkas yang anda butuhkan."ucap pria yang tak lain adalah teman sekolahnya itu.
"Ken, tugas mu hari ini masih banyak. segera selesaikan masalah di kantor cabang dan hari ini juga segera berangkat kesana."ucap Alercxa.
"Baik bos."jawab pria itu.
Pria itupun kembali berlalu pergi hendak ke luar ruangan Alercxa.
Namun tiba-tiba Alercxa pun kembali memanggil pria itu.
"Ken, dimana? wanita itu."ucap Alercxa.
"Mungkin sedang bersiap bos."ucap gadis itu.
"Heumm..."respon Alercxa.
Tidak lama setelah itu seseorang mengetuk pintu, dia adalah sekertaris pribadinya.
Tok....
"Masuk."suara bariton itu memerintahkan dia untuk masuk.
"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda."ucap wanita itu.
"Suruh dia masuk."ucap pria dingin itu.
"Silahkan masuk tuan sudah menunggu."ucap sekertaris itu yang kini menatap lekat kearah seorang gadis yang terlihat berpenampilan sederhana meskipun kecantikan itu terpancar dari wajahnya.
"Duduklah."ucap Alercxa mempersilahkan dia untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"T terimakasih tuan."ucap gadis itu.
"Berapa? uang yang kamu butuhkan untuk biyaya perawatan."ucap pria itu to the points.
"Seratus juta tuan."ucap gadis itu lirih.
"Bagaimana? caranya kau bisa melunasi hutang mu itu jika kamu aku berikan uang pinjaman."ucap Alercxa.
"Saya akan bekerja apa? saja tuan dan saya akan mencicil hutang saya."ucap gadis yang kini menundukkan pandangannya.
...🌸..........🌸...
Setelah hampir lima belas menit menunggu jawaban dari Alercxa, pria itu pun kembali berkata.
"Aku menghargai kegigihan ku, tapi uang yang akan aku berikan sebagai pinjaman adalah uang perusahaan, dan kamu tau bagaimana cara uang itu bekerja bukan."ucap pria tampan itu.
"Saya janji akan melunasi hutang saya dengan bunga cicilannya sekaligus tuan."ucap gadis itu.
"Lahirkan satu orang anak untukku maka aku akan menganggap hutangmu lunas."ucap pria itu tegas.
"Apahhh!."gadis itu begitu kaget.
"Itu adalah bayaran untuk pinjaman mu, dan setelah anak itu lahir kau bisa kembali bebas karena aku yang akan membesarkannya."ucap Alercxa.
"Ini sungguh bukan pilihan tuan tapi baik'lah demi kesembuhan adik saya."ucap gadis itu.
"Aku akan pastikan adikmu mendapatkan perawatan medis yang terbaik, jika kau mampu memenuhi persyaratan itu, tenang saja aku tidak akan menyentuhmu dan kau tidak perlu melahirkan secara normal. jadi kau masih tetap seorang gadis."ucap pria tampan itu.
"Baiklah tuan."jawab nya.
Alercxa pun menulis nominal yang cukup besar untuk gadis itu bahkan lebih dari yang dia butuhkan.
"Ambilah, ini adalah bayaran untuk kontrak kerjasama kita dan kau bisa menandatangani kontrak itu setelah kau membayar biyaya rumah sakit."ucap Alercxa.
"Terimakasih tuan saya janji akan bekerja dengan baik."ucap gadis itu.
"Kau tidak perlu lagi bekerja keras setelah ini kau cukup menjaga anakku dengan baik hingga proses melahirkan."ucap Alercxa.
"Baik tuan."ucap gadis itu.
__ADS_1
"Semua proses akan diurus oleh asisten pribadiku."ucap Alercxa lagi.
"Baik tuan."ucap gadis itu.
"Sekarang kau boleh pergi."ucap Alercxa.
"Baik tuan terimakasih banyak."ucapnya sopan.
"Heumm."balas Alercxa yang sebenarnya merasa tengah diuntungkan karena ibunya meminta dia untuk segera memberikan dia cucu karena Xena merasa kesepian setelah adiknya pergi ke luar negeri untuk kuliah.
"Aku akan segera memberikan mommy cucu tunggu sebentar lagi."ucap Alercxa.
Alercxa pun tersenyum kecil sambil melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu di lobby semua orang tengah bergosip tentang gadis yang kini sudah benar-benar resmi dipecat oleh CEO perusahaan tersebut.
Yang menjadi bahan gosip adalah dia turun dengan wajah tenang bahkan sudah tidak lagi menangis seperti tadi.
Alercxa sendiri meminta biodata gadis itu pada HRD melalui sekertarisnya saat itu juga.
Saat bio data itu sudah berada di hadapannya, Alercxa terlihat serius menatap semua data tentang gadis yang ternyata adalah gadis yang pernah menolong ibunya saat Xena hampir menjadi korban penjambretan.
Dia melihat wajah itu sama dengan wajah wanita yang sempat ibunya foto, bahkan Xena juga berharap bahwa gadis itu menjadi menantunya.
"Ternyata benar dia."ucap Alercxa yang kini terlihat tersenyum miring.
Pria itu tidak pernah tersenyum seperti saat ini bahkan saat tengah bersama dengan kekasihnya Olivia.
Karena Olivia memutuskan untuk terus mengejar karir dan menolak untuk menikah dalam waktu dekat ini, akhirnya Alercxa yang kini sudah berusia 27 tahun itu harus melakukan cara ini untuk bisa mendapatkan keduanya.
Anak dan Olivia adalah prioritasnya saat ini untuk bisa membahagiakan ibunya.
Dan untuk Olivia hanya ada dua pilihan menikah atau menyerah, karena sampai saat ini wanita itu tidak pernah mau untuk diajak ke jenjang yang lebih baik.
Setiap kali bertemu yang ada hanya uang dan uang untuk membeli barang branded.
Sementara itu di sebuah rumah sakit, gadis itu kini tengah melakukan pembayaran perawatan adiknya yang kini akan segera menjalani operasi ginjal.
Setelah keluar dari ruangan dokter untuk membahas tindakan yang akan dilakukan secepatnya.
Gadis bernama Leony itu masuk kedalam ruang perawatan sang adik.
Leony juga membawa hadiah untuk menyemangati adiknya itu.
"Apa? kabar mu hari ini Leon."tanya Leony.
"Kabarku masih seperti ini kak, apa? tidak sebaiknya kita pulang saja kita tidak akan pernah mampu untuk membayar biyaya rumah sakit ini."ucap Leon.
"Sudah jangan dipikirkan lagi tentang hal itu, kakak sudah dapat uang untuk biyaya operasi dan juga biyaya perawatan sampai kamu sembuh nanti."ucap Leony sambil menggenggam tangan adik kembarnya itu.
"Kakak dapat uang sebanyak itu darimana?."tanya Leon.
"Tidak usah banyak bertanya yang pasti uang itu adalah untuk kontrak kerjasama kakak dengan bos di perusahaan kakak."ucap gadis itu.
Leon pun terdiam dia bukan orang bodoh yang bisa percaya begitu saja, tapi Leon diam untuk menghargai kerja keras sang kakak yang sedang berusaha untuk menyelamatkan dirinya.
"Maafkan Leon merepotkan Kakak, andaikan saja Ayah mau berbaik hati."
"Stop Leon, jangan sebut-sebut pria itu lagi, dia tidak pernah pantas menjadi ayah kita sekarang yang harus kamu tau kakak tidak akan pernah membiarkan mu menderita sekalipun nyawa kakak taruhannya."ucap Leony.
"Terimakasih kak, Leon janji setelah Leon sembuh nanti Leon akan bekerja keras untuk menghidupi kita."ucap Leon.
"Setelah kamu sembuh kakak hanya ingin kamu melanjutkan kuliah mu, biar kakak yang bekerja keras untuk hidup kita."ucap Leony.
"Tapi Leon adalah laki-laki jadi Leon yang harus bekerja keras."ucap Leon.
"Saat ini fokus pada kesembuhan mu dan pendidikan mu. setelah itu barulah kamu bisa bekerja agar kehidupan kita bisa lebih baik lagi."ucap Leony.
"Baik kak, tapi jika kakak lelah ada aku yang akan menggantikan posisi kakak saat ini."ucap Leon.
"Sudah jangan bahas itu lagi, ini ada hadiah kecil yang kakak beli untuk mu, ingat gunakan ini sebaik mungkin."ucap Leony yang kini memberikan sebuah kado yang pernah di inginkan oleh pria tampan itu.
"Ini sangat mahal kak, bukankah lukisan kakak sudah dirampas oleh orang itu."ucap Leon.
"Ingat jangan pernah menyerah, jikapun lukisan itu tidak ada kakak bisa membuat itu lagi."ucap Leony.
Gadis itu tersenyum pada adiknya yang kini tengah mencoba laptop baru yang selama ini ia inginkan.
Leon mengira bahwa kakaknya telah menjual lukisan yang paling berharga miliknya.
Gadis itu adalah pelukis berbakat sejak kecil, dan selama ini dia bisa menghidupi dirinya dan adiknya dari lukisan yang ia hasilkan tapi sejak semua lukisan itu dirampas paksa oleh ibu tirinya yang begitu kejam akhirnya dia berhenti karena tidak punya modal untuk itu.
Hingga akhirnya dia melamar pekerjaan di kantor tersebut dia pun diterima tapi hanya sebagai tukang bersih-bersih karena tidak ada persyaratan lengkap hanya ada biodata dan ijazah SMA yang dia gunakan padahal dia lulusan terbaik jurusan bisnis manajemen.
Saat mereka tengah mengobrol, dua orang suruhan Alercxa kini datang kehadapannya.
"Nona Leony, silahkan ikut saya tuan sudah menunggu anda,"ucap salah seorang pria berjas hitam itu.
__ADS_1