Sang Penari

Sang Penari
#Dari cinta#


__ADS_3

Kesibukan menyiapkan pernikahan membuat gadis cantik itu merasa stres dia tidak tau apa? dia bisa menjadi istri yang sempurna bagi Kalas.


"Sayang aku perhatikan bahwa beberapa hari ini kamu kurusan."ucap Kalas yang diam-diam melakukan panggilan video di dalam kamar mandi.


"Tidak mungkin. Yank,,, aku tidak merasa begitu kok."jawab Tania.


"Apa? kamu begitu merindukan ku."ucap Kalas.


Tania menggelengkan kepalanya.


"Jahat... aku saja sangat merindukan mu kenapa? kamu tidak."ucap Kalas kesal.


Sementara Tania hanya terkekeh kecil melihat calon suaminya itu merajuk.


"Kamu sudah makan."ucap Kalas.


"Belum sempat."ucap gadis itu.


"Yank,,, nanti kalau sakit bagaimana?."kata Kalas marah.


"Tidak bagaimana-bagaimana mungkin pernikahan kita akan diundur."ucap Tania menggoda Kalas.


Gadis itu langsung pergi meninggalkan handphonenya yang masih menyala.


Kalas terus memanggil Tania saat ini karena merasa dicuekin.


Kalas pun mengancam akan datang ke apartemen nya jika Tania tidak muncul di hadapannya saat ini.


Akhirnya Tania pun kembali karena dia tau Kalas akan benar-benar datang kesana jika Tania tidak mau muncul.


"Sayang aku tidak suka kamu seperti ini jahat ninggalin aku tanpa jejak."ucap Kalas.


Pria itu tengah merajuk namun Tania malah tertawa terbahak-bahak saat melihat pria itu memonyongkan bibirnya yang tipis itu.


Itu membuat Tania akhirnya mengigit bibir bawahnya karena tiba-tiba dia teringat saat tengah berciuman dengan pria tampangnya itu.


"Yank,,, kangen."ucap pria itu.


"Heumm,,, ini sudah bertemu." ucap Tania.


"Ingin peluk."ucap Kalas.


"Peluk dari jauh saja Yank."ucap Tania.


"Memangnya bisa."ucap Kalas.


"Tentu saja bisa...ayo pejamkan matanya."ucap Tania.


"Tania sayang jangan bohong ."ucap gadis itu.


"Tidak bohong yang ayo lakukan. pejamkan matamu lalu rentangkan kedua tangan mu lalu rasakan kehadiran ku."ucap Tania.


Tania langsung merentangkan kedua tangannya dan melakukan apa yang dia katakan tadi.


Kalas pun melakukan hal yang sama dengan Tania namun pria itu tetap saja tidak merasa puas.


Sampai pada akhirnya Agatha menjewer kuping putranya itu dengan sangat keras karena putranya tidak mengikuti peraturan yang ia buat.


Gadis itu langsung mematikan sambungan teleponnya saat itu juga.


"Yank tolong aku mommy menghukum aku."ucap Kalas.


"Terus saja berteriak mommy tidak akan melepaskan mu."ucap Agatha .


"Ampunilah putramu yang tampan ini mom."ucap Kalas.


Kalas terus mengaduh hingga Agatha melepaskan kuping pria itu yang kini terlihat sangat merah.


"Mommy lihat kuping ku sakit."ucap pria itu.


"Suruh siapa? tidak mendengarkan kata-kata mommy."ucap Agatha.


"Aku rindu istriku mommy."ucap Kalas.


"Belum saatnya nak."ujar Agatha.


"Tapi Kalas rindu, mommy juga dulu merindukan daddy iya kan."ucap pria tampan itu.


"Lain cerita sayang mommy dan daddy tidak berpacaran seperti kalian."ucap Agatha.

__ADS_1


Wanita cantik yang kini sudah berusia hampir setengah abad itupun duduk di hadapan putranya.


Agatha meminta Kalas untuk memilih beberapa properti yang ia miliki untuk masadepan putranya nanti selain perusahaan.


"Mom,,, untuk apa? semua ini lebih baik mommy simpan saja untuk bekal mommy dihari tua nanti aku cukup dengan apartemen ku saja."ucap pria itu.


"Kamu pikir mommy dan Daddy akan jatuh bangkrut jika memberikan semua ini padamu."ucap Agatha disusul oleh Kristofer yang tidak pernah bisa jauh dari istrinya itu.


"Pilih saja Boy, lagipula istrimu orang biasa pasti dia membutuhkan kehidupan yang mewah, tidak ada salahnya kamu ambil itu untuk membahagiakan dia."ucap Kristofer.


"Tidak daddy, aku tidak membutuhkan harta sebanyak ini untuk membahagiakan istriku baginya memiliki keluarga yang sangat menyayangi dia itu sudah lebih dari cukup."ucap Kalas.


"Iya sayang mommy mengerti tapi suatu hari nanti setelah kalian memiliki anak, mommy yakin kamu akan membutuhkan semuanya itu."ucap Kalas.


"Aku seperti telah merampas harta bajak laut yang berlimpah."ucap Kalas.


"Kau samakan kami dengan bajak laut, dasar anak durhaka."ucap Agatha sambil menjewer telinga Kalas lagi.


"Ah,,, ampun mommy hanya bercanda."ucap Kalas.


"Sudah Sayang nanti kuping putra mu bermasalah bagaimana?."ucap Kristofer.


"Dia bukan hanya putraku jika kamu lupa itu tuan Alen."ujar Agatha kesal.


"Sayang... maaf."ucap Kristofer yang kini mengecup Agatha.


"Ingat mereka bukan hanya putraku tapi juga putra kita."ucap Agatha.


"Tentu saja, dokter bilang kita juga bisa kembali menambah anak."ucap Kristofer bercanda.


"Jangan main-main, aku tidak mau punya adik karena aku akan buat cucu untuk kalian, sebaiknya kalian harus banyak berolahraga agar tetap sehat karena aku akan buat tim kesebelasan bersama dengan Tania istriku yang cantik itu."ucap Kalas.


"Dasar anak nakal menikah juga belum sudah mau membuat tim kesebelasan."ucap Agatha.


Agatha hendak menjewer telinga putranya itu tapi kalas tiba-tiba menghindar.


"Buruan pilih atau semua akan mommy bekukan hingga kelak anak mu dewasa dan kau tidak dapat apa-apa."ucap gadis itu.


"Heumm,,, baik'lah mommy ku yang cantik, aku pilih satu Mension yang ada di pulau pribadi milik Daddy."ucap Kalas.


"Tidak yang ditawarkan bukan itu."ucap Kristofer karena baginya itu adalah sebuah tempat yang tidak boleh dijadikan sebagai warisan karena tempat itu begitu berbahaya.


"Tapi kenapa? daddy."tanya Kalas.


"Heumm baik'lah, aku pilih Mension ini saja dan satu resort."ucap Kalas.


"Satu lagi sayang."ucap Agatha.


"Baiklah-baiklah tanah yang ini suatu saat nanti aku akan membangun taman bermain untuk kesebelas cucu kalian."ucap Kalas begitu yakin.


"Heumm,,, buktikan itu sayang jika kamu mampu mengalahkan daddy maka daddy akan memberikan apa? yang kamu mau nantinya."ucap Kristofer.


"Tentu daddy ingat janji daddy."ucap pria tampan putra bungsu mereka berdua itu memang selalu menginginkan hal yang tidak mungkin bagi banyak orang.


Obrolan mereka terus berlanjut hingga akhirnya semua sudah dipastikan satu Mension satu resort dan satu tanah yang super luas itu.


Hingga saat ini keduanya masih menyediakan berbagai fasilitas lengkap untuk kelima anaknya.


Agatha ingin anak menatu dan juga cucunya hidup bahagia.


Sementara itu Kalen kini sudah berada di bandara, keduanya dijemput oleh sopir karena saat ini Kalen pulang tanpa memberikan kabar, dia ingin memberikan kejutan pada keluarganya dengan membawa Kinara bersamanya.


Kalen juga sengaja tidak memberitahu Tiara tentang kepulangan nya, agar semua tetap pada posisinya.


Sementara Kalen tidak tahu jika saat ini Tiara sudah menyerah untuk mendapatkan dirinya.


Tiara kembali dibawa pulang oleh keluarganya saat tahu keadaan putrinya itu hancur berantakan seperti saat ditemukan Tiara sudah tidak lagi menggunakan hijab, dia bahkan sudah merubah penampilannya.


Tiga hari berturut-turut gadis itu di rukiah seperti yang keluarganya duga bahwa gadis itu sudah kerasukan jin.


Tiara kini kembali menjadi pendiam dan tidak banyak beraktivitas seperti biasa dia akan kuliah dan selebihnya pulang dan tinggal di rumah terutama di dalam kamarnya.


.......................


Hari bahagia Kalas pun telah tiba, semua orang tengah sibuk merias diri dibantu oleh para MUA dari tim wedding organizer.


Kristofer dan Agatha sudah tapak sempurna.


Begitu juga dengan Kalen yang kini tengah membujuk Gadis itu untuk berdandan dan menggunakan gaun yang ia pilihkan, tapi gadis itu tetap menolak dia malah bergabung dengan bibinya yang merupakan pelayan Mension tersebut.

__ADS_1


"Kinara mau sampai kapan kamu keras kepala, kamu bukan pelayan mulai hari ini kamu adalah sekertaris pribadi ku di kantor."ucap Kalen.


"Heumm,,, terserah saja tuan muda tapi aku tidak ingin ikut denganmu ke pesta aku bisa menyaksikan siaran langsung di sini bersama mereka semua."ucap Kirana.


"Lakukan atau aku tidak akan pernah memaafkan mu lagi."ucap pria itu.


"Bagaimana dengan kekasih mu, aku takut dia salah faham, jadi tolong jangan ajak aku."ucap gadis itu.


Tiba-tiba saja ponsel Kalen berbunyi saat itu juga dia langsung menolak panggilan tersebut. namun lagi-lagi berdering tapi dia tidak mengangkat panggilan tersebut.


Hingga notifikasi pesan muncul di layar handphone tersebut yang mengabarkan bahwa Tiara mengakhiri hidupnya dengan cara menyayat nadinya.


Pria itu langsung berlari tanpa berkata apa-apa , kini dibenaknya diliputi oleh rasa bersalah yang begitu besar terhadap gadis itu jika Tiara benar-benar tiada.


Kalen menyetir mobilnya begitu kencang melesat membelah jalanan.


Pria itu hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di rumah sakit tersebut hingga akhirnya ia kini berada di depan ruang operasi.


Sudah hampir satu jam gadis itu berada di sana.


"Tuan muda Kalen saya minta maaf, saya tidak tahu lagi harus menghubungi siapa untuk membantu menyelamatkan putri ku dari keterpurukan, sejak dia pulang malam itu dia semakin tidak terkendali bahkan sudah membuat kami murka dan mengusirnya tapi bukannya dia menyadari kesalahannya tapi justru dia semakin tersesat kami membawa dia dan kami berusaha untuk memperbaiki semuanya."


"Tiara. kami sudah kembali seperti dulu, tapi sikapnya yang pendiam ternyata menyimpan banyak beban yang dia tulis di secarik kertas saya tidak tahu ini ditujukan kepada siapa? intinya yang jelas dia merasa tidak berguna untuk semuanya."ucap ibunya Tiara yang kini tengah banjir oleh cairan bening itu.


Kalen mengambil tulisan tangan yang terdapat tetesan darah segar itu.


"Jika saat ini kamu membaca surat ini mungkin saat ini aku tidak ada lagi di dunia ini, ya... memang seharusnya wanita sepertiku lenyap dari muka bumi ini Aku sudah berusaha untuk meminta maaf sebelum ajal ini tiba.


Aku minta maaf jika selama ini aku selalu membuat mu rugi aku juga minta maaf karena telah berharap untuk cinta yang mustahil aku dapatkan kita terlalu jauh berbeda, kau bagaikan langit di atas sana semeantara aku hanya seonggok debu yang akan terhempas begitu saja jika angin datang .


Aku tau kenapa? kamu pergi jauh dan terkesan terburu-buru saat itu, kamu hanya ingin menghindari diriku yang tidak sadar diri ini.


Maafkan aku,,, maafkan atas semua sikap ku tolong ambil uang tabungan yang selama ini aku diam-diam kumpulkan hasil kerja keras ku semua sudah sesuai dengan jumlah kerugian yang kamu keluarkan. maafkan aku yang tidak tahu malu ini setelah kepergian ku nanti aku berharap kamu akan temukan bahagia mu."Tiara yang sangat mencintaimu.


Kalen terduduk lemas di kursi tunggu sambil menatap kearah pintu ruangan yang kini lampunya masih menyala hingga lampu itu redup akhirnya seorang dokter keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Keluarga pasien Tiara."ucap sang dokter.


Dokter pria itu terlihat ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting.


Ibunda Tiara mendekat ke arah dokter disusul oleh Kalen.


"Nyonya ibunya pasien Tiara."ucap dokter tersebut.


"Iya dokter ada apa? apa? putri saya sudah di selamatkan."ucap ibu itu yang kini memiliki firasat buruk.


"Dengan berat hati saya mengatakan jika putri ibu tidak bisa kami selamatkan, sebenarnya kami sudah berhasil melakukan operasi tapi tuhan berkehendak lain Tiara sudah tiada lagi di dunia ini."ucap dokter tersebut.


"Tidak!!!."ucap wanita paruh baya itu berteriak dan langsung jatuh pingsan, sementara Kelen berlari masuk kedalam tanpa izin.


Pria itu langsung terhenti ketika melihat wanita yang selama ini bersamanya tergeletak tak lagi bergerak di atas bed pasien dibawah lampu yang menyala.


"Tiara.."panggil Kalen.


Tapi tidak ada sahutan Dokter dan perawat yang ada di sana hanya menatap kearah wanita yang kini terbaring di atas ranjang operasi tersebut.


"Tiara.... kenapa? jadi seperti ini, aku hanya minta kamu menunggu ku untuk sementara waktu tapi kenapa? Kau malah pergi dengan cara seperti ini kenapa!!."teriak Kalen yang menggelegar di dalam ruangan tersebut.


Namun seberapa kuat pun teriakan itu tidak lagi bisa membuat wanita itu terbangun dan bahkan sampai saat Kalen berkata.


"Bangun Tiara, bukankah kamu ingin kejelasan tentang hubungan kita. mari kita menikah aku janji akan membuat mu bahagia... aku janji."ucapan Kalen tercekat di tenggorokan.


Kalen pun menitikkan air mata tepat di atas wajah Tiara saat Kalen akan mengusap wajah putih pucat itu Kalen merasakan detak jantung Tiara kembali meskipun lemah.


"Dokter Tiara hidup dokter Tiara tidak mati cepat!!."teriak Kelen.


Semuanya pun langsung memeriksa kondisi pasien yang tadi sudah dinyatakan meninggal beberapa menit yang lalu.


Tiara hidup kembali, tapi saat ini dia belum sadarkan diri.


Sampai saat dokter menyatakan bahwa Tiara koma untuk saat ini.


Kalen meminta Tiara untuk dirawat sebaik mungkin. setelah itu dia bergegas pergi menuju tempat acara yang sebentar lagi mungkin akan dimulai.


Sementara itu di hotel pria itu tengah celingukan mencari keberadaan Kinara tapi sayang gadis itu tidak ditemukan dimana pun hingga acara ijab kabul akan di gelar, pria itu pun duduk di kursi barisan depan bersama dengan Kristofer dan Agatha.


"Darimana? sejak tadi adikmu menunggumu."ucap Agatha.


"Aku ada sedikit urusan mom."jawab pria tampan itu.

__ADS_1


"Baiklah mommy dan daddy kedepan dulu."ucap Agatha yang kini akan mendampingi kedua mempelai itu.


Sementara Kalas sedari tadi menatap lekat wajah cantik calon istrinya yang tinggal mengucapkan janji suci di hadapan sang pencipta.


__ADS_2