Sang Penari

Sang Penari
#Tidak perduli lagi#


__ADS_3

Surat persetujuan perceraian yang Agatha buat agar Kristofer tidak lagi mempermainkan dirinya sudah cukup selama ini kesabaran Agatha di uji kali ini tidak lagi.


Agatha tau rasanya sangat menyakitkan terpisah dari buah hatinya.


Tapi Agatha yakin suatu saat nanti mereka akan kembali ke pelukan nya.


"Apa-apaan ini Agatha, sudah aku bilang tidak akan pernah ada perceraian sampai kapan pun! apa? kau lupa itu."ujar Kristofer yang kini menatap tajam kearah istrinya itu.


"Kita sudah tidak punya kecocokan Kris, kau juga sudah memutuskan memilih hidup bersama dengan wanita itu sejak awal, kamu sangat mencintai dia. jadi kau tidak butuh aku lagi! aku bahkan sudah memberikan apa? yang kamu inginkan tiga! Kris bukan hanya satu anak seharusnya kamu sudah puas."ujar Agatha yang terus berucap dengan nada tinggi dan penuh penekanan di setiap kata yang keluar dari bibir ranum nya itu.


"Apa? kau berpikir bahwa aku hanya ingin itu darimu Agatha!."teriak Kristofer.


Beruntung di ruangan itu memiliki alat kedap suara jadi tidak ada yang bisa mendengar pertengkaran diantara mereka.


"Aku tidak perduli Kris, kesabaran ku sudah habis. sekarang terserah kau mau melakukan apa? bahkan jika kau ingin membunuhku sekalipun aku tidak perduli lagi."ucap Agatha yang hendak pergi meninggalkan pria itu namun Kristofer langsung menarik tangan gadis itu hingga Agatha terdiam menahan sakit dipergelangan tangan nya.


"Ternyata selama ini kau menyalahartikan kebaikan ku!."ucap Kristofer penuh penekanan.


"Ahhhhhh,,, baik kamu bilang."Ujar Agatha sambil menatap sengit pada pria itu.


"Kau,, ingin melihat aku yang kejam baik'lah jangan pernah menyesal untuk semua yang akan terjadi karena mulai saat ini tidak ada lagi kelembutan yang aku berikan selama ini padamu."ujar Kristofer.


"Sekalipun aku harus mati aku tidak akan pernah menyesali itu, aku sudah memutuskan untuk menggugat cerai dirimu."ucap Agatha pelan.


"Kau tidak akan bisa melakukan semua itu karena tidak akan ada pengadilan manapun yang mau mengabulkan permohonan gugatanmu itu."ucap Kristofer.


"Kau lihat saja nanti"ucap Agatha.


Christopher mengancam Agatha, namun wanita itu hanya tersenyum miring dia bahkan tidak gentar sedikitpun. karena dia tahu Christopher tidak akan pernah melakukan hal di luar batas pada dirinya.


"Aku tunggu semuanya terjadi."ucap Agatha.


"Kau!."Kristofer menekan erat lengan ramping istrinya itu.


"Kris,,, lepas."ujar Agatha.


"Tidak akan."ucap Kristofer yang kini membawa Agatha pergi menuju mobilnya.


"Kris,,, jangan sampai aku semakin membenci mu."ucap Agatha.


Agatha menatap lekat wajah tampan yang membuat dia terikat dengan pria itu.


"Benci aku! setidaknya itu jauh lebih baik daripada kau menghilang dari hidupku."gumam Kristofer dalam hati.


Pria itu, tidak berbicara sedikitpun Saat ini hanya menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat menahan tangisnya.


Agatha, memiliki kelembutan hati selama ini dia gampang menangis jika dia didera oleh berbagai masalah sekalipun ia selalu berusaha tegar seperti sekarang ini.


Sejak dia kecil, Agatha yang polos dan sering memendam masalah apapun sendiri kini dia sudah menjelma menjadi wanita dewasa yang sangat cantik.


Meskipun, sudah dari kecil Agatha sudah sangat cantik. namun kali ini ada ketegasan di dalam diri wanita itu.


Tidak seperti dulu, yang selalu rapuh dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri kali ini dia selalu memperlihatkan ketegasan dalam dirinya hingga Kristofer semakin mencintainya.


Sifat Agatha yang seperti saat ini mungkin karena selama ini dirinya selalu dibuat jengah oleh sikap Kristofer.


Christopher selalu membuat dia merasa sakit hati dengan sikapnya selama ini karena keegoisan pria itu yang tidak pernah bisa mengabulkan satu keinginan terbesar dalam dirinya yaitu menjalani hidup rumah tangga seperti pasangan lain nya dan hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka.


Namun semua itu tidak kunjung Kristofer kabulkan sehingga membuat Agatha lama-lama menjadi jengah seperti saat ini hanya ada perpisahan yang wanita wanita itu inginkan.


Agatha, yang kini menjelma menjadi gadis tangguh dan menjadi lebih dewasa. kini ia sudah tidak punya harapan untuk bisa melanjutkan pernikahan itu.


"Ayo turun."ucap Kristofer datar.


"Kenapa? ketiga anak ku kau bawa kemari mereka sakit apa?."tanya Agatha yang tiba-tiba panik.


Ada senyum yang melegakan hati Kristofer saat ini, karena dia tau jika ternyata istrinya akan berubah melou jika berhubungan dengan buah hati mereka.


Kristofer tau Agatha juga masih sangat mencintaimu.


Agatha berlari menuju ruang rawat ketiga anak nya saat ini.


Mereka hanya sakit demam jadi tidak ada yang serius saat ini adalah karena dia kerinduan mereka terhadap sang Mommy.


Sesampainya di dalam tangis Agatha pecah melihat ketiga anak nya kini berbaring di atas berankar pasien ketiga nya langsung menangis.

__ADS_1


Suster membantu mereka untuk mendekat dan memeluk ketiganya.


Agatha pun melepaskan pelukannya, setelah memastikan mereka tenang.


"Apa? yang kamu lakukan pada mereka kenapa anak-anak menjadi kurus kau bajingan Kris,kau bukan ayah mereka jika seperti ini aku pun menyesal telah memberikan mu kesempatan untuk merawat mereka!."Agatha terus meluapkan emosi nya sambil menangis pada Kristofer yang kini terdiam saat Agatha menghantam dadanya berulang kali.


Agatha terus memukul Kris hingga dia merasa lemas dengan tangisnya dia pun menjatuhkan tubuhnya di atas lantai dengan tangis nya yang kini memeluk lutut nya.


Kristofer, langsung meraih bahu istrinya itu dia membawa Agatha berdiri dan membawa dia kedalam dekapannya.


Kristofer memeluk erat istrinya yang kini terus meracou bahwa Kristofer tega berbuat seperti itu pada pada dirinya dan ketiga anak nya.


"Aku hanya ingin kita kembali hidup bersama sayang, tidak ada yang lain nya."ujar Kristofer.


"Aku akan membawa mereka pulang bersamaku, aku tidak akan mengijinkan mu membawa mereka lagi."ucap Agatha.


"Kita akan pulang bersama."ucap Kristofer.


"Aku tidak mau, aku akan hidup bersama mereka."ujar Agatha.


"Aku juga Daddy mereka honey ijinkan aku untuk tetap bersama dengan kalian."ucap Kristofer memohon.


Agatha pun berhenti menangis hingga saat ketiga anak nya meminta pulang Kristofer pun meminta dokter pribadi untuk merawat mereka di rumah.


Agatha dan Kristofer kini pulang menuju ke apartemen Agatha, meskipun Kristofer sudah membujuk dia untuk pulang ke Mension nya. namun pria itu tidak ingin Agatha kembali marah dia pun menyetujui hal itu.


Agatha langsung membawa mereka masuk kedalam kamar Agatha.


"Yank, ini kamar nya terlalu sempit untuk kita berlima."ucap Kristofer.


"Ini untuk kami berempat kamu bisa tidur di kamar sebelah."ucap Agatha.


"Honey, aku tidak ingin tidur terpisah dari kalian."rengek Kristofer seakan melupakan sikapnya yang tadi pagi.


...🌸........🌸...


Sementara itu, di sebuah tempat dimana rumah besar milik Marvin berada kini Alvaro tengah memberikan segelas susu ibu hamil pada istrinya Sari.


"Yank,, ini susunya minum dulu setelah itu kamu bisa bobo lagi."ucap Alvaro.


Setidaknya minum lah sedikit saja honey untuk kedua anak kita"ucap Alvaro.


"Heumm,, baik'lah sayang."ucap Sari yang kini meraih gelas berisi susu itu.


"Habiskan Yank,, sayang sudah dibuat"ucap Alvaro.


"Kakak bisa gantikan aku untuk minum itu."ucap Sari.


"Tidak bisa sayang yang mengandung itu kamu jadi yang harus minum susu adalah kamu."ucap Alvaro dengan sabar memberitahu istrinya itu sambil mengusap lembut puncak kepala Sari yang kini bersandar di dada bidang nya.


Semenjak ketahuan tengah mengandung, Sari seakan menjadi pemalas kerjaannya hanya tidur dan istirahat.


Sampai Alvaro kebingungan karena istrinya selalu tertidur bahkan disaat waktu yang biasanya digunakan untuk beraktivitas.


Namun Anggita bilang itu adalah hal yang wajar di trimester pertama kehamilan, setelah Sari melewati itu tidak akan seperti itu lagi.


Kini Alvaro yang harus berkerja keras disaat istrinya mengalami mual dan muntah. pria itu bahkan hanya bisa menghandle perusahaan dari jauh.


Setiap kali bangun tidur Alvaro sudah mendengar suara istrinya yang tengah mengeluarkan isi perut nya.


Sari pasti muntah-muntah namun Alvaro langsung memberikan teh hangat.


Sampai istrinya sudah enakkan dia membantu istrinya untuk mandi dan berendam di air hangat dengan aroma terapi yang disukai oleh Sari.


Jika dulu gadis itu akan menyiapkan semuanya untuk Alvaro, kini gantian Alvaro yang menyiapkan semua itu. bahkan tak jarang pria itu membantu istrinya mandi.


Sampai akhirnya mereka selesai mandi, Alvaro pun membantu istrinya untuk mengeringkan rambutnya.


Sari kini duduk di samping Alvaro yang sudah rapi dengan jas yang ia kenakan, rencananya hari ini dia akan mengadakan meeting penting di perusahaan.


"Sayang baik-baik di rumah ya, jika ada apa-apa langsung hubungi aku, atau kamu bisa minta tolong pada mommy dan daddy."ucap Alvaro.


"Kamu tidak usah khawatir kak, aku akan baik-baik saja, mungkin sebentar lagi juga akan tidur lagi."ucap Sari.


"Sayang coba saja jalan-jalan di luar mungkin kamu akan merasa lebih segar."saran Alvaro.

__ADS_1


"Nanti aku coba Yank,, ayo aku temani kakak sarapan pagi."ucap Sari lembut.


Pria itu langsung memberikan kecupan mesra di bibir istrinya itu.


"Sayang aku semakin mencintai dirimu dan kedua anak kita,, anak Daddy jangan rewel ya, jaga mommy Daddy berangkat kerja dulu."ujar pria itu.


"Sayang hati-hati di rumah ya."ucap Alvaro yang seakan berat meninggalkan anak dan istri nya itu.


"Iya kak."ucap Agatha.


Mereka berdua pun turun menuju lantai bawah dimana keluarga besarnya menunggu mereka berdua.


Terlihat Piter sudah memulai sarapan pagi lebih dulu mungkin saat ini dia tengah dikejar waktu.


Pria itu bahkan sering telat pulang, dengan alasan tengah membuka cabang perusahaan yang baru.


Tanpa mereka sadari saat ini hubungan pernikahan antara Alana dan Piter sudah hampir satu tahun pisah ranjang.


Tepatnya Piter yang meminta hal itu karena dia sudah tidak mencintai Alana.


Alana hanya bisa pasrah, demi kedua anak mereka.yang kini sudah masuk sekolah dasar itu.


Wanita itu hanya meminta Piter untuk bersikap biasa saja di hadapan keluarga nya, meskipun awalnya Piter bersikeras untuk pergi dari rumah.


Namun Alana meminta Piter untuk tidak bersikap egois dengan kedua anak mereka.


Aiden dan Aurel saat ini belum bisa mengerti dengan masalah yang kedua orang tua nya hadapi.


Begitu juga keluarga mereka yang tidak pernah mengetahui itu.


Piter yang kini menjadi seorang player, tak jarang dia menghabiskan waktu di luar bersama dengan wanita-wanita yang bahkan bukan hanya satu atau dua orang yang sering ia kencani.


Rasa cinta terhadap Agatha yang tak terbalaskan membuat pria itu merasa kehilangan belas kasih terhadap wanita manapun.


Padahal dia memiliki anak perempuan yang seharusnya dia jaga.


Hingga pada satu saat Agatha memergoki Piter tengah berjalan menggandeng kedua perempuan teman kencannya itu.


Agatha begitu shock namun gadis itu hanya bisa memberikan peringatan tanpa memberi berniat memberitahu keluarga nya. karena Piter bilang rumah tangganya dengan Alana sudah lama berakhir semua itu karena Agatha tidak pernah membalas cintanya yang begitu besar.


Tidak hanya itu, Piter mengancam akan melenyapkan Alana, jika Agatha berani mengadu kepada Marvin, atau yang lainnya.


Agatha pun menyimpan semua rahasia itu sendiri.


Sampai saat ia sudah tidak bisa membendung itu lagi dia akan mengatakan semua itu di hadapan keluarga besar nya itu.


Sementara rumah tangga nya sendiri pun tidak sedang baik-baik saja, karena Kristofer telah memutuskan untuk tetap mempertahankan segalanya seperti awal dan itu artinya dia tetap dimadu.


Agatha kini hanya fokus mengurus ketiga anak nya yang selalu ia bawa setiap kali berangkat ke kantor.


Satu hari pun tidak pernah terlihat.


Jika ketiganya saat ini selalu ikut dengan dirinya.


Sementara, Kristofer kini sudah kembali ke Dubai, pria itu beralasan untuk menyelesaikan pekerjaan nya padahal proyek itu sudah berakhir sedari dua bulan yang lalu.


Agatha hanya bisa pasrah sekalipun Kristofer pergi untuk selamanya dari hidupnya Agatha tidak ingin lagi memikirkan itu semua hatinya sudah terlanjur beku hingga gadis itu sudah tidak perduli lagi dengan semua rasa yang dulu pernah ada.


Baginya yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan ketiga anak mereka.


Sesibuk apapun Agatha ketiga anak nya adalah prioritas utama baginya.


Kaley yang kini tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik dan sangat menggemaskan begitu juga dengan Kalan yang tampan meskipun menuruni sikap Daddynya yang dingin pria kecil itu juga irit bicara.


Namun berbeda dengan Kalan dia adalah anak Agatha paling cerewet meskipun kadang jika dia kesal dia akan melempar barang yang ada di hadapannya.


Kalan pemarah sudah jelas itu adalah sikap Kristofer yang lain.


Kaley yang selalu bisa mendinginkan suasana, saat itu juga dia sering membujuk adik bungsu nya itu.


Hingga mereka kembali main bersama, Agatha membiarkan dia bergabung dengan beberapa anak pelayan yang seumuran dengan mereka saat ini, dia tidak membedakan mana anak nya dan anak pelayan Agatha selalu memberikan perhatian lebih terhadap mereka semua.


Hingga semua pelayan sangat berterimakasih terhadap nyonya muda nya itu.


Agatha kini tinggal di rumah pribadinya yang ia beli beberapa bulan lalu.

__ADS_1


__ADS_2