Sang Penari

Sang Penari
#Pukulan telak dari Galena#


__ADS_3

Agatha telah tiba di rumah sakit bersama dengan sang suami yang selalu merangkul dirinya dengan sangat posesif.


Mereka masih terlihat sangat mesra dimanapun berada kedua pasang paruh baya yang tidak pernah terlihat tua itu selalu melewati hari bersama-sama.


Kini mereka datang untuk menyambut kelima cucunya yang kini telah lahir dirumah sakit itu.


Sampai saat mereka berdua memasuki ruangan dimana putri mereka berada bersama dengan kelima bayinya itu keduanya kini tengah terlelap padahal sudah pagi.


Mungkin mereka semua begadang karena sampai saat ini mereka tidak menyadari kehadiran keduanya sampai kedua orang tua itu memeluk putrinya dan mencium putri sematawayangnya itu.


"Sayang mommy dan Daddy datang."lirih Agatha.


Alexander yang mendengar itu langsung terjaga .


"Kalian sudah disini."ujar Alexander.


"Heumm,,,baru masuk."ujar Kristofer.


"Maaf kan aku Daddy tidak tau."ujar Alexander sambil cengengesan.


"Aku tidak pernah menjadi Daddy mu bajingan."balas Kristofer.


"Kau memang tidak pernah menjadi Daddy ku, tapi kau adalah ayah mertua ku."ujar Alexander sambil tersenyum miring.


"Apa? tidak-tidak aku tidak sudi punya menantu tua seperti dirimu."ujar Kristofer yang masih tetap bercanda dengan Alexander.


"Tapi nyatanya kelima anak ku lahir dari putri mu, ayolah mengaku saja bahwa kamu kalah ayah mertua."ujar Alexander sambil tertawa penuh kemenangan.


"Kau."ujar Kristofer.


"Sudah-sudah kalian ini selalu saja seperti Tom and Jerry, mau sampai kapan kalian ribut soal status lihat lah cucuku terbangun."ujar Agatha.


"Suamimu ini tidak pernah mau mengalah ibu mertua."ujar Alexander.


"Sudah tidak usah dihiraukan. yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan kita semua,,,Uh, cucu Oma kalian sangat menggemaskan."ujar Agatha.


Sementara Kaley baru membuka matanya.


"Ngantuk."ujarnya terdengar merengek seperti anak kecil saja.


"Sayang,,, kamu sudah menjadi ibu, harus bangun lebih awal dari anak mu."ujar Agatha sambil tersenyum manis.


Agatha mendekat lalu mengecup kening putri nya itu.


"Selamat ya sayang mommy, kamu sudah menjadi ibu. sekarang kado apa? yang kamu inginkan dihari ulang tahun mu sekaligus hari dimana kamu resmi menjadi ibu."tanya Agatha.


"Kaley tidak ingin apapun lagi semua sudah lebih dari cukup, doakan saja agar kami selalu sehat dan baik-baik saja."ujar Kaley.


Agatha pun tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Mommy sudah tahu belum?."ujar Kaley.


"Ada apa? sayang ku."ujar Kristofer.


"Kalan akan menjadi Daddy namun Stefany hanya hamil anak tunggal."ujar Kaley.


"Wow,,, ini benar-benar amazing Daddy."ujar Agatha.


Kristofer pun tersenyum, untuk pertama kalinya pria itu menggendong cucunya, karena anak Kristofer yang dua sampai saat ini Keduanya sibuk mengurus dunia gelap mereka tidak ada yang menikah.


Keduanya masih singgel di usia mereka yang harus tiga puluh tahun itu.


Alvin yang digendong oleh Kristofer terlihat begitu nyaman.


pria itu pun lanjut menggendong baby Aiden yang menangis mungkin merasa cemburu.


Saat Aiden diangkat kedalam gendongan Kristofer tiba-tiba saja baby Alan pun menangis semua orang tertawa bahagia saat melihat bayi yang baru lahir itu sudah bisa merasa iri akhirnya keduanya kembali di gendong oleh Kristofer dan mereka pun akhirnya terdiam.


"Kalian semua adalah cucuku dan aku sangat menyayangi kalian dan tidak ada perbedaan jadi jangan berebut perhatian dari opah oke."ujar pria itu lembut.


Sementara baby Aluna dan Aruna tetap anteng dalam gendongan sang Omah.


"Surprise!!."teriak Kala Alexander Alen, saat dirinya masuk dengan membawa beberapa handbag berisi berbagai mainan bayi dan juga baju bayi yang sangat lucu untuk kelima bayi kembar itu.


"Sayang kamu juga datang ujar Agatha yang langsung memeluk putra nya itu.


"Wah kau bawa kekasih mu juga."ujar Kaley.


"Kau serius."ujar Alexander tidak percaya.


Sementara Galena hanya tersenyum manis karena tidak tahu apa? yang menjadi mereka bicarakan saat ini.


"Apa? dia baik-baik saja."bisik Alexander. pria itu heran karena Galena hanya tersenyum saat mereka membicarakan hal yang tidak baik tentang gadis itu.


"Kau tidak ingin menyapa keluarga ku."ujar Kala dalam bahasa Jepang.


"Aku tidak tau bahasa kalian."ujar Galena.


"Sapa saja dengan bahasa Jepang, mereka bukan orang bodoh."ujar Kala.


Wanita itu pun langsung memperkenalkan diri.


"Hi salam kenal namaku Galena aku dari Jepang."ujar gadis itu.


"Kau bisa berbahasa Inggris."ujar Kala tidak percaya.


"Aku lahir di London, hanya saja aku tidak suka disana untuk mengembangkan bakat ku aku pergi ke Jepang."ujar Galena menjelaskan.


"Pantas saja bahasa Jepang mu itu begitu buruk."ujar Kala.

__ADS_1


"Kau."ujar gadis itu melotot tajam pada Kala.


Mereka tidak sadar bahwa saat ini pertengkaran mereka dilihat oleh semua orang yang ada di sana.


Sementara Kaley tertawa saat melihat mereka berdua begitu heboh.


"Kalian seperti Tom and Jerry saja, aku baru lihat ada Tom and Jerry dari sepasang kekasih."ujar Alexander.


"Hahaha kamu benar honey."ujar Kaley.


"Sudah-sudah sebaiknya kalian istirahat."ujar Agatha.


"Baiklah mom aku juga sangat lelah."ujar Kala yang menarik wanita itu untuk duduk di sofa.


"Apa? yang tadi kalian bicarakan."tanya Galena masih penasaran.


"Aku bicara tentang mu yang aku temukan di kolong jembatan."ujar Kala cueknya.


"Kau."ujar gadis itu.


Kala langsung menggenggam tangan wanita yang hendak memukul nya.


"Perhatikan tingkah mu, semua orang disini menganggap dirimu sebagai kekasihku."bisik Kala di samping gadis itu.


"Apa? kau gila."ujar gadis itu sambil menatap tajam kearah Kala.


"Aku serius,"ujar Kala.


Wanita itu langsung tersenyum manis saat Kristofer melirik ke arah gadis itu.


"Kau tau siapa? dia bukan."ujar Kala mengingatkan Galena tentang siapa? Daddy nya itu.


Tiba-tiba saja tubuh gadis itu begitu menegang dan tanpa sadar dia memeluk Kala karena ketakutan.


"Mommy dan Daddy sudah tiba."ujar Kalan yang datang bersama dengan sang istri.


"Ah sayang mommy, kalian datang."ujar Agatha yang memeluk putra dan menantunya .


"Kalas dan Kalen mana? mommy mereka tidak datang."tanya Kalan.


Mereka tengah sibuk dengan kuliah nya "ujar Agatha.


"Heumm,,, sudah lama tidak bertemu mereka rasanya kangen juga."ujar Kala menimpali.


"Kau juga disini."ujar Kalan yang langsung melakukan salam rindu dan pelukan hangat.


"Aku baru datang belum lama dengan wanita ini."ujar Kala.


"Apa? dia kekasih mu."ujar Stefany.

__ADS_1


"Heumm, mungkin karena aku sendiri tidak tau dia anak siapa? aku membawa dia dari kolong jembatan."ujar Kala yang langsung mendapatkan pukulan telak dari gadis itu.


Sontak semua orang terbahak-bahak kecuali Kristofer yang sedari tadi terdiam.


__ADS_2