Sang Penari

Sang Penari
#Tidak bernafsu#


__ADS_3

Alexander akan memanjakan dirinya setelah sekian lama menahan hasrat bercintanya.


Sekarang Alex berharap bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dari yang ia pikirkan.


Sampai saat ia selesai bersiap dan juga sudah tampil sempurna. pria itu langsung pergi menuju tempat dimana diadakannya peluncuran produk dari perusahaan nya itu, selain itu juga ada peragaan busana yang akan mengisi acara yang diadakan oleh perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka.


Perusahaan yang bergerak di bidang properti dan juga furniture yang di geluti oleh Alexander bekerja sama dengan agensi model, karena produk yang Alek luncurkan selalu menggunakan model papan atas yang akan menyempurnakan produk nya, seperti sofa dan berbagai kursi rotan dan lainnya yang merupakan barang estetik akan disempurnakan oleh model dan sekaligus memamerkan busana yang model itu kenakan.


Intinya sambil menyelam minum air, peluncuran satu produk tapi tiga produk yang terjual, tiga perusahaan diuntungkan dengan itu, adalah ide cemerlang dari Sharon sekertaris wanita nya yang super duper jenius menurut rekan kerja nya termasuk Alexander sendiri.


Namun sayang gosip yang beredar jika Sharon menyukai sesama jenis membuat Alex dan yang lain menjauh dari gadis super simpel itu.


Alexander, sempat mengagumi wanita itu, namun asisten pribadi nya bilang jika Sharon, penyuka sesama jenis, padahal mereka semua tidak tau ada luka yang harus Sharon tutupi dengan gosip itu.


Alex sempat tertarik pada wanita itu, karena sifat yang gadis itu tunjukkan tak jauh beda dengan Agatha saat remaja dulu, gadis itu akan menghabiskan satu cup es krim berukuran jumbo, dalam sehari bahkan sampai saat meeting penting pun dia akan membawa itu.


Awalnya Alex sempat menegur akan hal itu, tapi gadis jenius itu tidak bisa fokus bekerja ketika jauh dari es krim tersebut.


Sampai akhirnya Alexander tiba di sebuah hotel dimana acara diadakan, sekertaris nya itu sudah berada di sana tepat di samping kursi yang akan diduduki oleh Alexander dan juga asisten pribadi nya itu.


Feliks menunjukkan seseorang pada Alexander yang kini tengah duduk di apit oleh asisten pribadi dan juga sekertaris nya itu.


"Tuan sedang mencari seseorang? biar saya panggilkan."ucap Sharon sambil menjilat sendok es krim nya.


"Iya,,, boleh juga setelah itu gantikan tugas nya sebagai model."ujar Alex yang kesal saat melihat Sharon lebih fokus dengan es krim nya itu.


"S saya mana bisa melakukan hal itu, yang ada bisa kacau, tapi tuan bisa serahkan itu pada kekasih saya."ujar Sharon.


"Ternyata benar, gosip yang beredar tentang kau yang penyuka sesama jenis."ujar Alexander tanpa ragu.


"Heumm itu jauh lebih baik dari pada pria yang suka menyakiti hati perempuan dan tidak pernah bisa setia pada pasangan nya."ujar Sharon tegas.


"Kau,,"ucapan Alexander terputus karena seseorang menghampiri Alexander sambil berjalan lunggaklenggok di hadapan Alexander, dia adalah wanita yang di tujuk oleh Feliks.

__ADS_1


"Feliks, kau bisa pilihkan satu untuk ku aku juga ingin berkencan dengan wanita yang lainnya."celetuk gadis itu.


"Kau sudah tidak waras, jika kau mau cari sendiri."ujar Feliks yang terlihat begitu kesal.


Feliks langsung meminta wanita itu duduk di samping Alexander, tepatnya di tempat bekas ia duduk, dan Feliks menarik Sharon untuk menggantikan posisi model tadi.


Tarik menarik pun terjadi hingga cup es krim milik Sharon jatuh gadis itu langsung menangis sambil meratapi es krim miliknya.


Alexander yang melihat itu dia langsung bergegas menghampiri nya dan pergi membawa pergi Sharon tanpa menghiraukan panggilan dari Feliks dan juga model tadi.


"Sudah jangan menangis lagi oke, aku akan membelikan es krim lebih banyak lagi."ujar Alexander.


"Tapi tuan,,, saya tidak ingin merusak acara anda, saya akan pergi membelinya sendiri."ujar gadis itu yang masih mengusap air mata nya itu.


"Tidak kita akan pergi bersama."ujar Alexander.


Pria itu langsung pergi ke restoran hotel tersebut.


Dia tau disana ada desert eskrim yang sangat enak.


Sampai tiba-tiba Sharon terlihat mengepalkan tangannya.


"Heumm,,, ternyata begini kelakuan gadis yang selalu mengatakan menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan. kali ini sudah berubah menjadi wanita murahan, dengan mencari sugar Daddy."ujar seorang wanita yang kini tengah bergelayut manja di lengan pria tampan yang merupakan calon suami Sharon dulu.


"Kau tidak perlu mengurus kehidupan ku lagi karena apapun yang aku lakukan tidak ada urusan lagi dengan kalian pengkhianat!"ujar gadis itu.


"Wow,,, ternyata kucing kecil sudah bisa menggigit rupanya, tapi ingat apapun yang kamu lakukan tidak akan pernah membuat dia kembali kepadamu karena kami sudah saling mencintai, dan satu lagi ingat pria manapun butuh kepuasan."ujar wanita itu.


"Heumm,,, tentu saja, pria hidung belang dan wanita ****** itu adalah pasangan yang sangat cocok."ujar Sharon. di hadapan wajah gadis itu.


Sementara pria yang kini tengah menahan rasa sesal dan sakit hatinya karena wanita itu benar-benar sudah salah faham padanya dia pun langsung menarik lengan nya dari wanita yang sedari tadi bergelayut manja itu.


"Honey tunggu jangan tinggalkan aku."ujar wanita yang tadi terlihat sangat membanggakan dirinya itu.

__ADS_1


Sementara Alexander sedari tadi hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Sampai saat Sharon melirik ke arah nya.


"Saya permisi pulang lebih dulu tuan bisa lanjutkan acaranya."ujar Sharon.


"Duduk lah,,,"ujar Alex.


"Tidak tuan kekasih saya sudah menunggu di basement."ujar gadis itu.


"Aku tau kamu sedang kecewa tapi tapi perbuatan mu juga tidak bisa dibenarkan."ujar Alexander.


Sampai saat Sharon terdiam dan mematung di tempatnya.


Tangan gadis cantik itu ditarik hingga duduk di kursi nya.


Alexander menatap lekat wajah cantik itu, dia sedang menatap mata gadis itu mencari sesuatu yang tidak bisa dikatakan secara lisan.


"Kau bisa menceritakan semua yang kamu alami jika kamu mau."ucap Alex.


"Tidak tuan."ujar wanita itu.


"Baiklah jika tidak mau kamu bisa habiskan es krim itu lagi."ujar Alexander.


"Tuan,,, ternyata anda disini, dia sudah menunggu di kamar yang telah di sediakan."ujar asisten pribadi nya itu.


"Untukmu saja aku tidak berselera."ujar Alexander.


Alexander, melangkah pergi meninggalkan mereka berdua yang terlihat bingung.


Alexander seakan tak ingin lagi melirik kearah mereka.


Duda tampan itu kini sudah berada di depan pintu apartemen nya.

__ADS_1


Dia membuka pintu dan langsung masuk lalu kembali mengunci pintu.


__ADS_2