
Semua masalah di kantor sudah bisa diatasi, semua yang melakukan korupsi besar-besaran dan secara bersamaan, sekarang sudah di urus oleh pihak yang berwajib tidak hanya itu, Alvin juga menyuntikkan dana yang begitu besar untuk perusahaan sang istri tercinta.
mereka pun kembali merekrut karyawan baru, dan juga semua nya diseleksi langsung oleh Alvin dan staf kantor berpengalaman, kini mereka tidak bisa bekerja seenaknya seperti dulu, karena Alvin mengawasi nya langsung.
dan mengenai Anggita perempuan itu saat ini sudah pandai mengurus perusahaan,berkat Alvin suami tercintanya dan putra nya Alvaro, sementara perusahaan nya sendiri dia kendalikan dari jarak jauh.
Beruntung bagi Alvin, karena orang-orang kepercayaan nya itu, benar-benar orang terlatih untuk mengurus perusahaan, tidak hanya itu, mereka adalah orang-orang yang sangat setia sejak kepemimpinan Marvin.
sementara itu di negara x, Marvin dan Ariana wanita cantik yang tidak termakan usia itu, semakin hari semakin terlihat cantik berseri, meskipun garis halus sudah terlihat di bagian wajah, tapi wanita itu sangatlah cantik.
Ariana, sang penari, kini semakin terlihat enerjik, hingga Marvin semakin dibuat kagum oleh wanita itu, jika dulu Ariana sering mengalami gangguan pada ingatan nya, maka saat ini, Ariana lah yang lebih kuat ingatan nya.
"Mas aku ingin kerumah Mami"ucap Ariana.
"Sayang, rumah Mami kan sudah kamu hibahkan pada anak panti"ujar Marvin.
"Aku hanya meminjam kan nya mas, untuk dijadikan rumah singgah sementara tapi tidak selamanya, hingga saat ini rumah itu masih terawat dengan baik, mereka sudah punya rumah panti yang jauh lebih nyaman, dan itu berkat uang pemberian mu, saat itu"ucap Ariana.
"Heumm baiklah-baiklah, kita akan kesana bersiap lah"ujar Alvin.
Ariana pun langsung bersiap sudah hampir dua puluh tahun lebih tidak berkunjung ke sana, meskipun selama ini dia selalu pergi dengan asisten pribadi nya.
hanya untuk sekedar mengenang masa lalu bersama keluarga dan sahabat, juga sang suami yang selalu royal, dalam memberi sesuatu.
Ariana sudah selesai bersiap dia bahkan sudah menyiapkan sesuatu untuk mengunjungi makam Doni dan almarhum Liliana juga Doni, Jika boleh jujur, rasanya dia benar-benar tidak percaya bahwa Liliana dan Doni, sudah pergi dari dunia ini, Liliana adalah adiknya satu-satunya, dan Doni sahabat terbaik nya.
mereka pun akhirnya pergi menuju rumah peninggalan kedua orang tua Ariana, Marvin dengan setia menemani sang istri, mereka bahkan selalu duduk berdampingan, sesekali Ariana bersandar di dada bidang suaminya itu, sementara sopir tetap fokus ke depan.
"Yang, aku merasa dunia ini terlalu cepat berputar tidak terasa bahkan sudah punya cucu empat, rasanya masa pacaran kita kurang lama"ucap Marvin.
"Heumm, Daddy saat ini cucu kita ada lima, ya ... meskipun yang bungsu bukan cucu yang diharapkan tapi dia tetap darah daging Alvin"ujar Ariana.
"Iya juga ya, kenapa? lupa, padahal dia tinggal satu rumah dengan kita"ucap Alvin.
"Mungkin karena dia tidak terlalu dekat seperti keempat cucu kita yang lain dia malah lebih dekat pada pengasuh nya, heumm... rasanya tidak tega jika memikirkan nasibnya, kenapa? aku punya anak hanya satu tapi kelakuan nya, seperti yang punya anak banyak, Alvin Mommy tidak habis pikir nak"ujar Ariana, sambil menitikkan air mata, jika teringat akan nasib sang putra.
"Dia sudah dewasa, kita hanya bisa mengawasi nya, meskipun Daddy tidak bisa membiarkan semua itu terjadi begitu saja"ujar Marvin, sambil mendekap erat. tubuh ramping tapi berisi milik istrinya itu.
"Yang kamu itu semakin hari semakin membuat ku candu, aku tidak salah memilih mu untuk jadi istri ku"ucap Marvin sambil tersenyum manis.
Ariana pun tersenyum"Bukan hanya memilih tapi memaksa,,, pangeran berkuda putih yang memaksa, untuk jadi suamiku"ucap Ariana.
"Heumm,,, tapi sayang ku suka bukan"ujar Marvin.
Ariana tersenyum dan langsung mendaratkan kecupan di bibir Marvin, dan Marvin langsung memencet tombol untuk menutup kaca samping dan di bagian tengah munculah sekat menyekat bagian tengah menjadi seperti ruangan.
Marvin langsung menahan tengkuk sang istri membalas kecupan mesra sang istri, hingga menjadi ciuman panas mereka, yang menjadi candu di setiap waktu, tidak hanya itu Marvin selalu memberikan kehangatan pada istrinya itu.
sementara itu di negara lain, tempat keluarga Alvin kini tinggal, Alana dibuat terkejut dengan kehadiran pria tampan dan gagah yang, baru kemarin malam menelpon dirinya, kini dia sudah berdiri di depan mobilnya sambil menyilang kan tangan di dadanya, tidak lupa dengan penampilan nya yang super keren, dengan menggunakan stelan jas mahalnya dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung dengan kulit putih dan alis tebal yang hitam legam rahang yang kokoh dan bibir yang seksi mengalahkan semua laki-laki yang ada di muka bumi, menurut Alana, karena selain Daddy dan sang kakak dia tidak suka berinteraksi dengan orang lain, meskipun sering jalan keluar tapi tidak terlalu suka memperhatikan seseorang.
"Sudah pulang kan, ayo ikut"ucap pria itu.
"Aku dilarang pulang terlambat, lagipula hari ini aku harus pulang cepat"ucap Alana, gadis yang terlampau cantik itu, saat ini menolak untuk pergi dengan pria yang baru dia kenal beberapa bulan yang lalu.
"Aku tidak terima penolakan,kau pikir mudah untuk bisa menyusul dan untuk tinggal di negara ini"ucap nya.
__ADS_1
"Aku tidak meminta mu untuk datang"ujar Alana.
"Mau berdebat atau ikut aku pergi"ucap laki-laki itu tegas.
"Pemaksaan"ujar Alana yang akhirnya ikut, tapi setelah berada di dalam mobil sport tersebut, gadis kecil itu kini langsung menelpon sang Mommy ijin untuk pergi sebentar bersama teman, dan pria itu melongo saat mendengar Alana menyebut dirinya sebagai teman.
"Teman, apa? tidak salah"ujar pria itu merasa kesal.
"Lalu aku harus bilang apa? memang kita tidak punya hubungan apapun"ucap Alana.
"Mau tau hubungan yang jelas"ucap pemuda itu.
tiba-tiba pria itu menghentikan mobilnya, tepat di samping kiri jalan mereka kini berada di jembatan yang sangat panjang dan dibawah adalah Air laut yang sangat mengerikan jika terjatuh ke bawah meskipun Air nya terlihat tenang padahal arusnya deras.
pria itu langsung mendekat kan wajah nya ke arah Alana yang kini sudah sangat gugup, karena ini baru pertama kali nya, dia sedekat itu posisi nya dengan orang lain.
cuph ,satu kecupan mendarat di bibir Alana bahkan tidak hanya itu, ada gigitan kecil yang terasa sangat memabukkan untuk Alana yang kini mematung di tempatnya.
...🌸......................🌸...
setelah beberapa detik kemudian Alana tersadar.
"Apa? yang kamu lakukan"ucap nya sambil mengusap bibirnya yang sedikit basah itu.
"Bukan kah kamu ingin jawab dari hubungan kita, mulai sekarang kita adalah pasangan"ujar pria itu.
"Kau!"teriak Alana yang kesal karena pria itu bahkan berani mengklaim bahwa mereka adalah pasangan kekasih.
"Tunggu, ini bukan arah jalan ke rumah ku, kau mau bawa aku kemana, aku tidak ingin pergi ke perbatasan"ucap Alana.
"Tidak aku mohon putar arah, Daddy ku bisa murka"ucap Alana.
"Daddy mu sudah tau"ucap nya sambil tersenyum manis.
"Aku mohon jangan kesini, aku mohon kamu bisa meminta apapun, tapi aku mohon jangan melintas ke sini"ujar Alana.
"Baiklah tapi penuhi janji mu yang baru kamu katakan untuk mengabulkan apapun yang aku inginkan"ucap nya.
"Baiklah"ujar Alana, sambil memejamkan mata.
sebenarnya Alana, fobia dengan laut, entah kenapa melihat itu dia ngeri sendiri, mungkin karena pernah melihat tsunami di tv, saat masih kecil, ada tayangan itu.
Pemuda itu pun memutar arah arah mobil nya tidak jadi melintasi jembatan terpanjang di negara tersebut, dan kembali tempat dimana kompleks perumahan Alana tinggal di kota besar itu.
sampai lah mereka di sebuah hotel berbintang, pria yang bernama Piter itu kini langsung membukakan pintu mobil nya, agar Alana turun.
"M mau a apa? kita ke m mari"ucap Alana gelagapan.
yang dia tau, jika berada di hotel itu, untuk menginap, dan tidak mungkin bukan jika pria itu mengajak dia untuk menginap.
"Aku rasa kamu faham dengan maksud ku"ujar nya sambil tersenyum menggoda.
"Kau, mau apa? jangan macam-macam"ujar Alana.
"Tidak macam-macam kok, hanya satu macam saja"ucap Piter.
__ADS_1
"Tidak aku mau pulang please antar aku pulang"ucap Alana lirih.
"Kamu mau pulang kita akan segera pulang ke negara asal mu"ucap pria itu.
"Tidak aku mau ke rumah Mommy"ucap nya.
"Aku juga tidak mungkin memaksa, tapi tolong temui dulu seseorang, yang teramat penting bagiku"ucap pria itu.
"Aku tidak mengenal nya"ucap nya.
"Kamu akan mengenal nya setelah ini"ucap Piter.
Alana, pun dibawa nya masuk kedalam saat itu juga, tepat di lantai teratas gedung perhotelan tersebut, dia langsung masuk kedalam kamar bersama dengan Piter.
Saat dia masuk, tampak seorang wanita paruh baya seusia ayahnya, tengah menatap ke arah dinding kaca tebal tersebut.
"Mommy, dia sudah ada di sini"ucap Piter, tapi wanita itu tidak kunjung berbalik, hanya terdengar suara seseorang yang tidak asing bagi Alana.
"Biarkan dia duduk dulu sayang Mommy tidak ingin membuat dia terkejut"ucap nya.
sontak Alana, mematung mendengar suara yang terasa sangat familiar tersebut.
Piter pun membawa Alana duduk, dan tidak lama wanita itu pun berbalik badan, dan betapa? terkejutnya Alana, saat melihat wanita yang selama ini dia kenali.
"T Tante masih hidup"ucap Alana.
"Tentu saja Sayang, berkat Mommy mu, Tante masih hidup hingga saat ini, apa? kabarnya Alana, kecil ku"ucap wanita paruh baya tersebut.
"Ini tidak mungkin, ini tidak mungkin Tante sudah lama meninggal, tidak,, ini bukan Tante"ucap Alana, shock.
Tidak mungkin orang yang sudah jelas-jelas meninggal dunia kini ada di hadapannya, apa? yang tadi menjemput nya adalah malaikat maut, pikiran Alana kacau balau saat ini dia terus menggeleng dan berusaha untuk menjauh karena dia pikir wanita itu adalah hantu.
"Hi, sayang kamu tidak melihat Tante, lihat lah Tante masih bisa berpijak Tante bukan hantu, dan yang saat itu meninggal bukan Tante, melainkan wanita lain yang berwajah mirip dengan Tante, kamu pikir, orang tidak terluka dalam bisa meninggal dunia begitu saja"ucap wanita itu menjelaskan.
"Jika benar ini Tante, kenapa? tidak kembali pada Oma, dia begitu menderita, dan apa? Tante tau adikku Agatha, yang berwajah mirip dengan Tante, selalu menjadi obat penenang Oma, bahkan hingga saat ini aku tidak tau Oma baik-baik saja atau tidak"ujar Agatha.
"Belum saat nya Alana Tante keluar dari persembunyian ini, orang yang ingin melenyapkan Tante masih berada di luar sana dengan bebas, biarlah mereka menganggap Tante sudah tiada"ucap wanita yang tak lain adalah Agatha.
"Tante"ucap Alana, yang langsung berhambur memeluk Agatha.
"Sayang ku, bawel nya Tante"Agatha pun menitikkan air mata, sudah hampir empat belas tahun dia pergi dari keluarga nya, pesan yang dia berikan pada, Adryan, memang benar-benar pesan yang sudah ia rancang sebelum nya, dibantu oleh seorang pria yang selama ini, selalu ada dan setia mendampingi nya, pria belateran itu adalah pria yang mengatur semua sekenaryo untuk menyelamatkan Agatha, dari musuhnya yang ternyata adalah orang terdekat nya dan bukan hanya satu orang.
Flashback on:
pria itu menemukan Agatha yang tengah menangis pilu di sebuah lorong rumah sakit, saat Agatha hendak melarikan diri dari kejaran seseorang yang ingin menghabisi nya saat sedang di rawat, dia pura-pura tidak sadarkan diri meskipun tidak terjadi apa-apa pada dirinya saat itu, tapi kemudian seseorang masih berniat untuk menyingkirkan nya.
beruntung pria itu, dengan sigap dan cepat tanggap membawa Agatha untuk bersembunyi, dan pria itu langsung menelpon seseorang untuk menyiapkan mayat perempuan dengan topeng sintetis yang tidak akan pernah mereka sadari karena kulit itu benar-benar mirip dengan aslinya.
saat itu kebetulan tidak ada yang menjaga Agatha karena semua di percayakan pada Anggita, sementara Anggita yang sedang hamil tua saat itu tertidur pulas, karena obat tidur dengan dosis aman yang di campur ke dalam makanan tersebut.
hingga pagi menjelang siang Anggita terbangun karena rekan sejawat nya, yang akan dinas di ruangan tersebut telah datang hingga dia tidak sadar bahwa Agatha sudah pergi dan sudah digantikan dengan mayat seorang perempuan yang sangat mirip karena postur tubuh nya hanya beda beberapa cm saja dan saking larut nya dalam kesedihan keluarga mereka tidak ada yang menyadari semua itu.
Agatha sendiri dibawa terbang menuju negara tersebut dengan menggunakan jet pribadi jadi tidak memerlukan identitas Apapun, setelah itu semua identitas Agatha di ganti.
hingga saat ini, mereka yang sudah menikah, setelah satu tahun berlalu, dan Agatha yang mandul menjadi istri kedua kembali, tapi saat itu posisi istri pertama sedang sangat kritis, Agatha, harus siap menjadi ibu sambung dari anak laki-laki yang berusia sebelas tahun, yang masih sangat haus kasih sayang dan perhatian sang ibu, dia adalah Piter yang kini menganggap nya seperti ibunya sendiri karena Agatha teramat menyayangi nya.
__ADS_1
flashback off: