
"Mas, maaf aku pulang terlambat, tadi ada pasien tapi kenapa? nyusul aku bawa mobil"ucap Anggita sambil menggenggam tangan suami nya.
"Tidak apa sayang, aku hanya khawatir setelah anak-anak masuk kamar rumah sepi, makanya aku kesini"ucap Alvin.
"Kamu memang yang terbaik mas"ucap nya sambil tersenyum, dia terus berjalan menuju ruangan untuk bersiap pulang.
"Sayang apa? kamu sudah makan"tanya Alvin.
"Belum sempat mas tadinya aku ingin makan dirumah bersama dengan kalian, tapi aku harus menolong pasien ku dulu karena dokter Randi belum juga datang"ucap Anggita yang menyebutkan rekan sesama dokter nya yang lebih muda darinya.
usianya baru tiga puluh tahun, dengan wajah tampan dan gagah, pria itu menjadi idaman para suster, dan lainnya.
"Apa? dia dokter baru, kenapa? tidak ada laporan tentang nya"ucap Alvin.
"Tidak mas, dia dari rumah sakit lain, hanya saja dia bisa dimintai tolong oleh rekan sesama nya, untuk menggantikan posisi dokter bedah yang ada di sini, dokter Alila sedang mengadakan pesta pertunangan nya beberapa hari ini, dia cuti"ucap Anggita.
"Owh jadi dia yang meminta dokter tadi untuk menggantikan mu"ucap Alvin.
"Ya, mas"ujarnya.
"Ayo bersiap sayang kita cari makan di luar, mungkin masih banyak yang buka"ucap Alvin.
Anggita pun langsung bersiap dia tau suaminya, itu sudah sangat lelah selain bekerja dia juga harus memperhatikan putra putri nya.
Alvin pun langsung bergegas membantu membawa tas milik Anggita.
"Sayang sudah hanya i saja yang lainnya"ucap Alvin sambil melirik ke arah paper bag yang ada di atas meja.
"Ini biar aku saja mas"ucap Anggita.
Anggita pun kembali dengan membawa tas kecil nya tersebut bersama dengan paper bag, yang Alvin tanyakan tadi.
Anggita pun masuk setelah pintu dibuka oleh Alvin.
Alvin pun berlari kecil mengitari mobil nya,di perjalanan yang hanya beberapa menit itu dia kembali bicara.
"Mas, apa? tidak merasa lelah hidup bersama dengan ku, dengan pekerjaan ku dan dengan semua kekurangan ku"tanya Anggita tiba-tiba.
"Maksud mu apa? kok kamu nanya kaya gitu sih sayang"ucap Alvin sambil menghentakkan mobil nya di pinggir jalan kebetulan itu adalah area parkir restoran.
"Aku tidak apa-apa jika mas ngerasa aku terlalu banyak kekurangan dalam memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri dan ibu yang baik, kamu boleh mencari, siapapun itu akan aku jadikan saudara, agar disaat aku seperti sekarang ini, sudah kurang memperhatikan kalian kamu ada teman di rumah"ucap Anggita.
tapi bukan jawaban yang dia dapatkan, malah Alvin mematung tanpa kata menatap lekat wajah cantik itu.
"Ah sudahlah mungkin aku tidak seharusnya bicara seperti itu, tapi intinya begini, mas bisa bicara jujur ke aku jika sudah ada pengganti ku"ucap Anggita.
dia berbicara bukan tanpa sebab pernah beberapa kali, memergoki suaminya tengah jalan bareng bersama seorang wanita bersama dengan anak kecil,oke mungkin Anggita salah jika langsung terburu-buru menyimpulkan, tapi kemiripan anak kecil itu dengan Alana sudah membuat kecurigaan Anggita semakin kuat.
saat ini Anggita, baru selesai bekerja tepat jam sembilan pagi dia harus pulang untuk istirahat, tapi dia membutuhkan sesuatu yang kebutuhan teramat mendesak, saat akan melewati butik di mall tersebut tidak sengaja dia melihat seorang yang sedang setia menggendong anak perempuan mungkin baru satu tahun lebih atau dua tahun kurang pasti juga , dia sedang mengikuti seorang wanita yang Anggita kenal juga sebagai asisten pribadi Alvin di kantor, Anggita berkali-kali mengucek mata karena dia sadar ini bukan mimpi, tapi Anggita mencoba untuk tidak berpikir buruk tapi saat melihat wajah anak perempuan itu , Anggita langsung gemetaran bahkan tidak fokus sudah gitu paper bag yang dia ambil juga tertukar dengan wanita lain.
__ADS_1
Anggita memutuskan untuk segera pulang karena putri bungsunya sudah sangat membutuhkan dirinya.
namun bukan nya pulang karena belum siap menerima konsekuensi nya, dia pun pulang ke apartemen nya dan setelah larut dia kembali ke rumah nya ternyata suaminya belum pulang entah kemana.
Anggita pun, kembali menyadari bahwa dia sudah terlalu banyak kekurangan dalam segala hal mungkin saja suaminya mencari wanita lain diluar sana, karena semua kekurangan nya itu, tapi Anggita, masih berpikir jernih, bahwa mulai saat ini jika Alvin menang benar-benar menginginkan wanita lain, Anggita akan merelakan nya..
"Besok mas, bisa berikan ini sama dia, saat itu barang miliknya tertukar dengan punya ku"ucap Alvin yang langsung terkaget dia menatap wajah Anggita lekat-lekat, Anggita.
"Tidak usah kaget mas ,mas juga tidak perlu merasa bersalah, karena disini aku yang salah, sebagai ibu aku jauh dikatakan ibu yang baik, bahkan jauh dari itu aku bukan istri yang baik untuk mu, dan mulai besok mas bisa mengenal kan mereka pada anak-anak kita, bahkan jika mereka ingin tinggal bersama dengan kita pun aku tak masalah pindah kamar "ujar Anggita sungguh batinnya teramat sakit tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menahan nya sendiri.
"Anggita kamu itu bicara apa? aku tau kamu leleh, tapi kenapa? kamu ngelantur begini, aku tidak seperti itu, percayalah"ucap Alvin.
Anggita pun berharap yang dia lihat hanyalah mimpi buruk tapi , benda itu adalah saksi bisu sejarah yang terjadi.
Anggita langsung berkata"mungkin aku kecapean dan tidak fokus mengambil barang-barang yang bukan milikku jadi aku buang saja toh uang suamiku masih banyak untuk mengganti kerugian"ucap Anggita yang meminta untuk pulang, dengan alasan sudah mengantuk dia hendak membuang barang berharga tersebut tiba-tiba Alvin menghentikan nya.
"Sayang dari pada dibuang sayang bukan lebih baik kita tetap simpan biar nanti aku yang ganti rugi"ucap nya , sedikit kaku.
Anggita hanya menyadarkan kepala nya dan memejamkan mata nya, terlihat rasa bersalah Alvin saat ini.
sementara itu Anggita pura-pura menutup mata, dan telinga nya yang terlintas di pikiran nya saat ini adalah Alana dan Agatha, terutama Agatha yang masih sangat membutuhkan dirinya, gadis yang memiliki sedikit ketidaksempunaan tersebut membuat Anggita akan bertahan sampai dia benar-benar sangat lelah.
"Hingga akhirnya, Anggita pun berjalan dengan langkah gontai diikuti oleh Alvin dari belakang, tapi bukan masuk kedalam kamar utama mereka melainkan kedalam kamar Agatha, Anggita ingin memeluk putri nya untuk menyalurkan rasa rindu nya.
Tidak lama Agatha langsung membuka mata" Mommy disini,mau bobo dengan Agatha ya Mommy ,ayo masih muat kok"ucap Agatha dengan wajah polos nya setiap kali dia bangun tidur akan seperti anak usia lima tahun.
"Agatha sayang Mommy putri Mommy kesayangan Mommy, maaf kan Mommy, jika karena Mommy kamu menderita seperti ini"ucap Anggita yang langsung menangis sesenggukan, hatinya sungguh sangat sakit bahkan teramat sangat sakit, melihat putri nya yang bertingkah seperti yg anak usia lima tahun.
"Mas, apa tidak bisa sedikit saja, berbuat lembut sedikit saja"ucap Anggita.
"Aku biasa saja sayang kamu yang sudah berubah, katakan ada apa?"ucap Alvin.
"Ya, biasa aku saja yang terlalu lebay"jawab -Anggita.
"Sayang aku sudah cukup bersabar sebenarnya kamu itu kenapa?"ucap Alvin tegas.
"Aku tidak bisa, berkata, aku tidak mau dituding sebagai biang keributan, aku hanya akan menunggu seseorang untuk jujur terlebih dahulu"ujar Anggita.
"Ya Anggita iya kamu benar aku memiliki Wil di luar, tapi aku tidak sengaja dan semua saat dia menolong ku untuk menghilangkan rasa panas dari obat perangsang yang diberikan oleh rekan bisnis ku saat itu, dan karena itu aku harus bertanggung jawab atas kehamilan nya"ujarnya.
Anggita langsung terduduk lemas, di lantai tubuhnya benar-benar sudah tidak ada tenaga Alvin yang sempat ingin meraih Anggita wanita itu pun menolak nya.
dia berusaha bangkit meskipun tertatih-tatih dia mengambil barang-barang nya Alvin berkali-kali mencoba menghentikan langkahnya tapi Anggita tetap ngotot, hingga dia pun pingsan.
Anggita masih tetap tak sadarkan diri hingga wanita itu harus dirawat di rumah, tapi setelah sadar dia langsung bangkit dan bergegas mengambil koper besar ikuti memasukkan barang-barang nya kedalam koper Alvin tidak bisa lagi menghentikan langkahnya, Anggita tetap ngotot ingin pergi
Alvin berkali-kali meraih tangan nya tapi Anggita melepaskan nya.
Ariana langsung menemui kedua putrinya yang kini tengah berada di meja makan mereka tidak tau jika Mommy nya sudah di rumah Anggita berjalan cepat menyeret tiga koper besar milik nya.
__ADS_1
Agatha Alana, bereskan barang-barang milik kalian hari ini juga kita pindah ke apartemen Mommy.
"Anggita! stop jangan meracuni pikiran anak-anak, kamu yang bilang jika"
"Jika apa? jika kamu selingkuh,ia jika kamu selingkuh dengan nya, hingga memiliki anak lain,ia begitu"sontak Alana menjatuhkan sendok dan garpu yang sedari tadi ia pegang.
"Apa? benar itu Daddy, apa? Daddy"kata-kata Alana tercekat di tenggorokan.
"Mommy ayo kita pergi"ucap Alana.
"Alana sayang Daddy khilaf, Daddy benar-benar tidak sengaja Daddy tidak pernah ingin menduakan Mommy mu sayang Daddy minta maaf, Daddy janji akan meninggalkan dia, demi kalian demi Mommy, please jangan pergi"ucap Alvin memohon.
"Stop Daddy jangan buat drama, kepala Agatha sakit dengar kalian berteriak, biar Agatha pergi dengan Mommy, agar Daddy bisa bersama dengan Tante itu tidak usah bertemu secara sembunyi sembunyi dari Mommy"ucap Agatha yang polos itu.
"Sayang maafkan Daddy, Daddy bersalah pada kalian tapi Daddy tidak ingin semua ini terjadi, Daddy mohon jangan pergi ini rumah kalian, biar Daddy yang keluar dari rumah ini jika kalian benci Daddy"ucap Alvin.
"Ya kalau mau keluar-keluar saja Daddy setiap malam juga jika Mommy tidak ada selalu keluar"ucap Agatha, lagi-lagi anak usia dua belas tahun yang seperti anak usia sembilan tahun itu, berkata tanpa beban.
sontak semua orang membulatkan matanya.
"Kamu tega mas, kamu tega ngelakuin itu, disaat aku berjuang mati-matian untuk menyembuhkan putri ku, kini sudah selesai kita tidak akan pernah lagi bersama, selamat tinggal, semoga kamu hidup bahagia tanpa beban apapun.
Alvin meraih Anggita ingin memeluk nya tapi wanita itu malah mendorong nya, hingga Alvin menarik tangan nya menyeret Anggita ke dalam kamar nya.
"Lepas Alvin, untuk apa? lagi berpura-pura, sedari dulu pun kamu tidak pernah tulus mencintai ku, sekarang kau bisa melepas ku, aku akan membawa Agatha dan Alana, merek putri ku dan kamu akan membawa putrimu masuk kerumah ini"ucap Anggita.
"Cukup yang cukup, aku tidak pernah menyentuh nya, meskipun aku setia hari bertemu dengan nya, cukup satu kali aku khilaf itupun dalam keadaan tidak sadar kan diri, dan aku tidak tau kalau dia mengandung putri ku, saat dua bulan setelah itu dia berhenti hingga satu tahun lebih, dia kembali muncul mengatakan semua nya dan aku percaya karena dia sudah tes DNA dan anak itu benar-benar putri ku, maafkan aku honey maaf, jika selama ini aku keluar untuk menemui dia itu karena putri nya mencari ku terus aku sangat merasa berdosa pada kalian terutama pada mu, aku tidak tau harus apa? kamu boleh menghukum ku honey kamu boleh menghukum ku"ucap Alvin.
"Apapun alasannya kamu harus menceraikan ku, aku akan pergi dengan kedua Putri ku, Agatha masih dalam tahap penyembuhan aku akan membawa dia ke luar negeri"ucap Anggita.
"Anggita sayang kita akan pergi bersama dan untuk putri ku aku akan membawa serta seperti NATO dan Alvaro kita bisa membesar kan putri kita"ucap Alvin.
"Tidak sudah cukup Alvaro dan NATO tidak ada lagi yang lainnya"ucap Anggita.
"Sayang aku tak mau kita berpisah cukup dulu kita pernah terpisah jauh, aku tidak ingin lagi, please honey, kamu adalah hidupku, sekalipun aku pernah melakukan kesalahan, aku tidak akan pernah seutuhnya pergi dari mu aku hanya akan pulang kepada mu, ingat sayang jangan sampai putri kita mengalami hal yang sama dengan mu dulu, aku akan berusaha untuk memperbaiki semua nya, aku mohon jangan tinggalkan aku"ujar Alvin.
Anggita pun terdiam, dia pun tidak ingin semua seperti dulu Anggita terduduk dia menghubungi Alana untuk masuk ke dalam kamar utama.
tidak lama Alana pun datang dengan langkah gontai, Anggita langsung memeluknya.
"Maaf Mommy nak Mommy tidak bisa menahan semua, sekarang Mommy minta pendapat Alana, bagaimana keinginan Alana saja Mommy bisa bertahan jika Alana tidak ingin mommy dan Daddy berpisah"ucap Anggita.
"Aku tidak pernah mau kalian berpisah dan siapapun tidak akan ada anak yang ingin orang tua nya berpisah, tapi itu menyakiti Mommy, Alana tidak ingin Mommy terluka lebih dalam lagi, silahkan kalian berpisah"ucap Alana.
"Sayang Daddy minta maaf,Daddy bersalah tapi Daddy mohon Daddy tidak bisa berpisah dengan kalian"ucap Alvin.
"Tinggalkan dia, dengan anak Daddy jangan pernah temui dia, bagaimana apa Daddy sanggup?... heuhhhhh tidak bukan"ucap Alana yang tidak juga mendapatkan jawaban.
"Daddy akan meninggalkan dia tapi putri Daddy adalah adikmu Daddy tidak ingin berbuat kejam Daddy akan membawa dia tinggal bersama dengan kita"ucap Alvin tegas
__ADS_1
"Dan itu akan semakin melukai Mommy"ucap Alana.