Sang Penari

Sang Penari
#Kemarahan Kristofer#


__ADS_3

Sampai akhirnya Agatha pergi bersama dengan Piter, entah mengapa Piter bisa datang bersamaan dengan istri Kristofer.


Agatha sudah berada di dalam pesawat, tapi Piter membawa Agatha pulang ke negara asalnya dulu, pria itu membawa Agatha ke rumah tempat Agatha, adik angkat Alvin bersembunyi dulu, kini sang mommy sudah lama meninggal.


Sesampainya di negara tersebut, Agatha merasa sangat asing dengan rumah dimana piter membawa dia saat ini.


"Kak ini rumah siapa?"ucap Agatha.


"Ini rumah masa kecil ku dulu sayang"ucap Piter.


"Benarkah,, lalu kenapa? tidak membawaku pulang ke Mension opah di Indonesia"ucap Agatha.


"Kau tau wanita dan pria yang selama ini selalu bersama dengan mu itu siapa? dia tidak akan pernah membiarkan dirimu lolos dan aku juga tidak mampu untuk melindungi mu honey"ucap Piter yang kini memeluk Agatha.


"Kak"ucap Agatha lembut dan ingin melepaskan pelukan Piter.


Piter, pun menatap lekat wajah cantik itu.


"Sayang sekali saja"ucap Piter yang kini menatap sendu pada Agatha.


"Tidak kak, ingat semua itu keinginan mu itu adalah sebuah kesalahan"ucap Agatha.


"Aku tidak perduli sayang aku mohon, sekali ini saja, sebelum"ucapan pria itu terhenti saat seseorang mendobrak pintu rumah tersebut.


Tampaklah Kristofer yang kini berdiri di ambang pintu jas yang menyerupai jubah tersebut, entah kapan pria itu menyusul mereka berdua.


"Pasangan yang sangat serasi, yang satu wanita bodoh dan yang satu lagi pria bajingan yang sudah tidak punya otak"ucap Kristofer yang terlihat sangat marah.


"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri,kau bahkan tidak pernah bisa melindungi adikku dari istri kesayangan mu itu"ucap Piter yang kini masih merangkul pinggang Agatha.


"Kak, jangan bicara apapun"ucap Agatha yang kini menghalangi Piter, agar Kristofer tidak melukai nya.


"Hebat kamu Agatha, ternyata selama ini wanita yang aku kira polos dia adalah buaya betina"ucap Kristofer sinis


"Jika kamu tau aku adalah buaya betina lalu kenapa? kau masih mau dengan buaya betina seperti diriku ini."ucap Agatha yang kini menatap lekat wajah tampan yang tertutup kabut amarah.


"Aku hanya ingin memanfaatkan mu, untuk satu tujuan"ucap Kristofer berbohong.


"Katakan apa? tujuan mu sekarang juga aku akan mengabulkan nya"ucap Agatha.


"Mengambil seluruh aset berharga milik almarhum Opah mu"ucap Kristofer.


"Ambilah semuanya aku akan segera pulang dan akan kuberikan semua yang kamu inginkan"ucap Agatha.


"Sayang jangan gegabah"ucap Piter.


"Untuk apa? semua aset itu, aku tidak butuh karena percuma bergelimang harta dan kekuasaan jika tidak ada kebahagiaan didalamnya, uang bisa dicari sekalipun harus jadi buruh kecil tapi kebahagiaan tidak bisa dibandingkan dengan harta kekayaan"ucap Agatha.


Wajah Kristofer semakin diliputi oleh amarah.


Agatha langsung berjalan melewati pria itu bersama dengan Piter, tapi tanpa dia duga, Kristofer sudah berhasil meraih Piter dan kini dia tengah menghajar Piter habis-habisan.


"Kris hentikan, ahhhhhh"Agatha berteriak sambil memegangi perutnya yang kini semakin terasa sangat sakit.


"Agatha!"teriak Piter, saat melihat darah yang keluar dari paha Agatha.


"Honey"


"Ahhhhhh" ucap Agatha berteriak sambil menahan rasa sakit itu, hingga akhirnya gadis itu hampir terjatuh jika saja Kristofer tidak meraih tubuh Agatha yang kini tak sadarkan diri.


"Siapkan mobil kita harus ke rumah sakit!!"teriak Kristofer pada anak buahnya hingga mereka berhamburan keluar meninggalkan Piter yang kini bangun dengan susah payah.


"Agatha please bangun honey"ucap Kristofer yang kini memangku istrinya di dalam mobil tersebut tidak sampai sepuluh menit, mereka sudah tiba di rumah sakit, Kristofer dengan cepat berjalan menuju IGD, rumah sakit tersebut.


Dokter datang menghampiri nya dan langsung membawa masuk Agatha, yang kini sudah dibaringkan di brangkar tersebut.


"Tuan harap tunggu di luar"ucap dokter tersebut.


"Selamatkan anak dan istri ku jika tidak maka kalian dan gedung ini akan aku buat rata dengan tanah"ucap Kristofer.


Sementara itu Piter, menghubungi Ariana dan juga seluruh keluarga besar nya, sampai mereka berniat untuk datang ke rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Piter pun masuk ke dalam rumah sakit diapun langsung melakukan pengobatan pada dirinya, yang mungkin kini mengalami retak tulang, karena amukan Piter, sampai saat ini tidak ada yang bisa menahan nya.


Hingga akhirnya Agatha selesai ditangani saat Agatha masih bisa diselamatkan beserta ketiga anak nya itu, tapi wanita itu kini masih dalam keadaan lemah dan tidak sadarkan diri.


Agatha, seakan tak ingin terbangun lagi.


Dua hari sudah wanita hamil itu mendapatkan perawatan medis namun hingga saat ini wanita itu masih tidak ingin bangun dan tidak ada tanda-tanda sedikitpun. bahwa dia akan bangun bahwa ia akan segera sadar.


Kristofer yang sedari kemarin menemani Agatha dan tidak jauh dari posisi istrinya itu.


Kristofer masih mencemaskan keadaan Agatha istrinya itu, meskipun dokter bilang tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Kristofer kini tengah bergumam lirih.


"Sayang aku tak ingin melihat mu seperti ini, aku mencintaimu tanpa syarat apapun, aku benar-benar mencintai mu dan ketiga anak kita, semua yang aku katakan tadi hanya kebohongan semata bangun lah Yang bangun"gumamnya lirih.


"Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan karena seperti yang kak Piter bilang kamu pun tidak bisa melindungi kami sedikit pun, jadi tidak seharusnya aku dan ketiga anak ini berada di samping mu, jika kamu menginginkan seluruh aset berharga milik Opah, aku akan berikan semua nya pada mu demi menebus kebebasan ku"ucap Agatha tak kalah lirih perutnya masih terasa sangat sakit, tapi dia selalu berusaha untuk menahan nya


"Tidak sayang aku tak mau semua itu jika kamu tidak berada di sisiku akupun tidak akan pernah bisa hidup lagi tanpa kalian berempat, begini saja sayang sampai saat kamu melahirkan anak kita nanti, aku akan mengijinkan mu untuk tinggal di Indonesia, tapi hanya tinggal di rumah Omah mu, tidak di apartemen atau dimana pun, kecuali Mension kita, aku akan mengunjungi kalian sesering mungkin"ucap Kristofer.


"Kris, lepaskan kami hubungan kita tidak sehat, kamu sangat mencintai dia, dan karena itu jalan terakhir adalah perpisahan kita, aku tidak pantas berada di tengah-tengah kalian berdua, kau tidak akan pernah bisa melepaskan dia jadi aku yang harus pergi"ucap Agatha dengan lelehan air mata.


Kristofer hanya menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak bisa berpisah dengan Agatha.


Agatha memalingkan wajahnya kearah lain dia bahkan memiringkan tubuhnya memunggungi Kristofer, hatinya teramat sangat sakit, tidak ada lagi cinta yang bisa ia harapkan dari pria yang sudah jelas lebih mencintai istri pertamanya itu.


...🌸.......🌸...


Hingga Akhirnya Agatha diantar kembali ke Indonesia, tidak ada keputusan apapun dari Kristofer, pria itu hanya mengijinkan wanita itu untuk tinggal bersama dengan keluarga nya.


Agatha masih dalam posisi berbaring lurus, selama berada di dalam jet pribadi tersebut, dia tidak diperbolehkan banyak bergerak, saat ini dokter obegyn, terus mendampingi Agatha.


Hingga tiba di bandara internasional, ambulans sudah disiapkan untuk menjemput Agatha, dan Kristofer tetap setia berada di sisinya.


Setibanya di Mension, milik Marvin, seluruh keluarga besar menyambut nya, tidak terkecuali Alana dan juga kedua anak nya, tanpa di dampingi oleh Piter, karena pria itu pun masih berada di perjalanan pulang.


"Oh, sayang Oma"ucap Ariana yang kini memeluk cucunya yang tengah berbaring di ranjang milik nya dengan dokter obegyn yang terus berada di samping nya sementara Kristofer saat ini tengah membersihkan diri di kamar mandi milik istrinya itu.


"Sayang apa? kamu ingin sesuatu"tanya Alvin pada putrinya itu.


"Aku ingin dipeluk Daddy dan mommy, tolong temani aku tidur"ucap Agatha lirih.


"Baiklah sayang"ucap keduanya mereka langsung mendekat dan berbaring di sisi kanan dan kiri Agatha sambil memeluk putri kecilnya itu.


Sementara Kristofer yang baru keluar dari dalam kamar mandi, saat ini menatap lekat kearah ranjang dimana istrinya tengah terlelap dalam pelukan kedua orang tua nya itu.


"Maafkan aku honey,, jika selama ini aku sudah merampas kebahagiaan mu"gumam Kristofer lirih.


"Nak, itu pakaian mu dan makan siang mu sudah disiapkan, setelah makan kamu juga harus istirahat, samping kamar ini ada kamar kosong yang sudah disiapkan untuk kamu istirahat, tolong berikan waktu untuk mereka bersama setelah beberapa bulan terakhir tidak bertemu"ucap Ariana.


Semua orang masih setia berada di dalam kamar tersebut, bahkan anggukan kepala dari Kristofer, menjadi jawaban atas persetujuan dari nya.


Pria itu pun bergegas menuju walk-in closed untuk berpakaian terlebih dahulu.


Setelah selesai menggunakan pakaian, pria itu langsung bergegas menuju meja kecil yang sudah terhidang makanan di sana masih di dalam kamar Agatha yang luas itu.


"Aku ada sedikit pekerjaan, nanti saat Agatha bangun aku akan kembali"ucap Alvaro, yang melirik ke arah Xena.


Wanita itu pun pergi mengikuti langkah Alvaro yang semakin posesif pada wanita itu.


Sementara itu, NATO tetap berada di sana dia berbincang dengan Ariana, dengan topik kesehatan sang adik kesayangannya itu.


Saat Kristofer tengah makan tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, NATO langsung bergegas menuju pintu dan membukanya.


"Siapa? yang datang sayang"ucap Ariana.


"Alex Oma"ucap NATO.


"Alex kamu datang"ucap Ariana.


"Iya Oma, setelah mendengar kabar kepulangan Agatha, Alex langsung ke sini dari kantor"ucap pria yang sudah jauh lebih baik bahkan sudah tidak lagi menggunakan alat bantu untuk berjalan.

__ADS_1


Seseorang kini menghentikan suapannya sejenak karena melirik kearah Alexander yang kini terlihat tersenyum kearah istrinya yang tengah tidur dalam pelukan kedua orang tua nya itu.


"Oma, tidak ada yang berubah dari nya, dia masih wanita yang Alex kenal dulu, andaikan saja Alex tidak membuat dia terluka dan kecewa mungkin saat ini, kami masih bersama"ucap Alex tanpa melirik ke arah samping disana ada Kristofer yang yang menatap tajam kearah pria itu.


"Sudah-sudah sekarang sebaiknya kalian saling mendoakan, agar hidup kalian di berikan kebahagiaan, meskipun kalian tidak bisa bersama"ucap Ariana.


"Iya Oma, Alex hanya menyesali nya"ucap Alex sambil tersenyum.


Sementara itu Agatha tetap terlelap.dalam pelukan kedua orang tua nya.


"Aku pamit istirahat dulu Oma, jika ada yang berani mendekati istri ku, selain keluarga lebih baik usir atau suruh dia menghadap kearah ku"sontak Alex berbalik dan nyalinya menciut.


"Pergilah nak,, jangan khawatir istri mu aman bersama dengan Oma"ucap Ariana.


Kristofer langsung pergi meninggalkan kamar istrinya menuju kamar yang berada di samping nya.


Dengan membawa laptop dan juga handphone nya.


Sesampainya di dalam kamar tersebut Kristofer, duduk di sofa depan meja kecil dia membuka laptop nya dan meretas Cctv kamar Agatha.


Dia melihat gerak-gerik semua orang yang ada di sana, sementara Agatha kini masih tertidur, Kristofer pun berbaring di ranjang nya karena juga sudah sangat lelah dia pun terlelap dalam tidur nya.


Sampai saat semua orang sudah keluar dari dalam kamar Kristofer masuk, dia melihat istrinya sudah tampak segar karena bantuan dari sang mommy yang membersihkan seluruh tubuh nya dengan menyeka seluruh tubuh nya.


"Sayang kamu sudah mandi"ucap Kristofer lembut.


"Sudah Kris"ucap Agatha .


Kristofer berbaring di samping Agatha dia memeluk dan mencium bibir istrinya itu dari samping.


"Aku sangat mencintaimu dan aku sangat merindukan mu Honey"ucap Kristofer.


"Heumm benarkah"lirih Agatha.


"Kamu meragukan cinta ini honey"ucap Kristofer.


"Tapi itu kenyataan nya Kris"ucap Agatha.


"Please honey, aku tidak ingin berdebat lagi, keselamatan kalian lebih penting dari apapun"ucap Kristofer.


"Apa? artinya aku untuk mu"tanya Agatha.


"Kamu adalah matahari ku, yang selalu menerangi hidup ku dari kegelapan, tanpa adanya dirimu aku tersesat di sana"ucap Kristofer.


"Lalu dia?"tanya Agatha lagi.


"Honey please!"ucap Kristofer yang kebersamaan mereka rusak.


Agatha menarik nafas panjang, setelah itu ia hembuskan perlahan.


Kristofer menjelajah seluruh perbukitan dan lembah , sementara Agatha hanya terdiam.


Meskipun tidak melakukan hal yang lebih kedua suami istri itu kini tengah melepas rindu dengan cara mereka sendiri sendiri.


Agatha memeluk tubuh Kristofer, setelah mereka selesai meluapkan emosi rasa cinta yang teramat sangat besar di antara keduanya.


Sampai mereka terlelap tidur di malam hari hingga pagi hari nya."Kris, sudah pagi sayang, bukanya sebentar lagi mau pergi ke kantor"ucap Agatha.


Wanita itu sudah bisa kembali bergerak bebas setelah istirahat beberapa hari.


"Sebentar lagi honey, masih ngantuk"ucap Kristofer.


"Heumm, apa? semalam kurang nyenyak"ucap Agatha,setahu Agatha, semalam suaminya itu begitu terlelap.


"Aku sudah tidak bisa tidur nyenyak saat kamu pergi dari hotel saat itu"ucap Kristofer.


"Aku salah lagi, aku memang sumber masalah"lirih Agatha yang kini beranjak pergi.


"Tidak sayang kamu tidak bersalah yang salah itu aku karena sudah menduakan cinta kita"ucap Kristofer, sambil mendekap erat istrinya itu.


"Andaikan aku tidak hadir dalam hidup mu"

__ADS_1


__ADS_2