
Author POV:
Pagi ini Ariana, berjalan-jalan bersama dengan Marvin keliling komplek membawa bayi nya yang ada di stroller di dorong oleh Marvin dan di samping Marvin sang istri dengan setia berjalan mendampingi nya, saat ini mereka akan joging di taman komplek yang luas itu sambil membawa bayi nya menikmati mentari pagi.
Marvin, melihat Dinda yang tengah ribut dengan Rosita, entah ribut karena apa? yang pasti mereka bertengkar hebat, dan Ariana langsung berjalan melewati mereka berdua.
"Ada apa? ini kenapa? kalian ribut"ucap Ariana.
"Dia orang yang sudah melaporkan kebersamaan kita saat itu pada mas Aryan, dan dia bilang jika aku sudah ada pengganti mas Aryan, teman macam apa? seperti itu, padahal kita sama-sama dibesarkan di panti, makan dan minum bersama tapi dia selalu memfitnah ku"ucap Dinda.
"Sudah-sudah malu dilihat orang, sekarang apapun yang terjadi kalian harus berbaikan, kita adalah sodara"ucap Ariana.
Dinda yang masih sangat sedih dia menangis, "Jika kamu iri, harus nya lihat dulu, aku tidak ada hubungan apapun dengan pria itu, dan kamu seharusnya kamu bersyukur suami kamu masih setia padamu tidak seperti ku, seharusnya aku yang iri padamu"ucap Dinda.
Marvin langsung meminta Dinda, mengambil alih stroller yang tengah ia pegang sementara dia langsung menemui Rosita, dengan tatapan mata tajam dia bicara penuh penekanan.
"Dengar ya Rosita, jika kamu ingin seperti dia, kamu ikuti cerai saja, tapi sayang stok pria baik sudah habis, tapi jika kamu mau kamu bisa bekerja di club malam sebagai wanita penghibur"ucap Marvin yang langsung menatap tajam kearah Rosita yang gelagapan saat ini karena ketakutan.
"Mas, sudah jangan diperpanjang mungkin dia tengah khilaf"ucap Ariana yang langsung merangkul pinggang Marvin berjalan menuju taman sambil mendorong stroller baby, dan pergi meninggalkan Rosita yang mematung.
sementara Dinda berjalan bersama Ariana.
"Ari, mba minta maaf jika karena mba kalian jadi repot"ucap Dinda.
"Tidak ada yang repot Din, kamu tidak usah khawatir, lagi pula Yudha, benar-benar serius ingin mempersunting mu,aku sangat tau siapa Yudha, dia adalah laki-laki yang terlalu baik hingga akhirnya dia dikhianati oleh istrinya sendiri"ucap Marvin.
Dinda hanya mengangguk pelan, wanita itu tidak tahu jika ternyata Yudha, sudah berada di taman menunggu mereka saat ini
saat tiba di taman Dinda, langsung mematung karena melihat Aryan dan istri sah nya sedang berjoging bersama entah sejak kapan mereka pindah ke komplek perumahan tersebut.
tidak lama kemudian bahu Dinda di gandeng oleh seseorang yang tak lain adalah Yudha.
Yudha langsung tersenyum pada Dinda.
"Selamat pagi calon istri ku"ucap pria itu sambil memberikan buket bunga mawar kesukaan, Dinda.
"Terimakasih"ucap Dinda pelan.
Marvin langsung tersenyum.
"Gerak cepat rupanya"ucap Marvin.
"Tentu"ucap Yudha lagi .
seketika Aryan melirik pada seseorang yang sangat tampan berdiri di samping mantan istri nya itu.
tangan Aryan terkepal kuat.
"Ayo sayang kita olahraga bersama sebelum kamu lahiran nanti, biar lancar ok"ucap Yudha dengan sengaja.
"Mas, jangan begini aku malu jika orang-orang melihat dipikir aku wanita murahan"ucap Dinda.
Marvin berlari kecil sambil mengikuti istrinya yang berjalan santai dengan bayi nya, hingga akhirnya Yudha dan Dinda duduk di bangku taman.
Ariana tetap berjalan mengikuti Marvin meninggalkan kedua orang yang tengah masa pendekatan.
Marvin sesekali berhenti mengelus puncak kepala istrinya.
"Sayang kamu lelah, kenapa? tidak duduk saja kasihan Alvin juga pasti lelah"ucap Marvin.
"Aku mau sama kamu saja mas"ucap Ariana.
"Baiklah sayang ku, kita lewat satu putaran lagi ya habis itu kita istirahat"ucap Marvin.
__ADS_1
"Iya mas"jawab Ariana.
Ariana pun berjalan kembali bersama dengan bayi nya yang kini terlihat anteng bahkan sesekali akan tertawa karena dia kira sedang diajak bercanda.
Ariana pun tersenyum sambil memanggil putra nya itu.
"Alvin sayang kalau sudah besar Alvin mau jadi apa?"ucap Ariana.
"Jadi seperti Daddy mommy"jawab Marvin.
"Heummm benarkah itu"ucap Ariana lagi.
"Tentu saja Mommy"ucap Marvin yang terus meniru suara bayi.
"Heummm pasti Alvin, lebih tampan dari Daddy"ucap Ariana, sambil terkekeh.
"Sayang kamu keliru, aku yang lebih tampan di dunia ini"ucap Marvin.
"Kamu sama anak saja gak mau ngalah"ucap Ariana.
Marvin pun terkekeh geli.
"Bercanda sayang sudah pasti putra kita adalah yang paling ganteng"ucap Marvin sambil mendekap istrinya penuh cinta.
"Sayang suatu hari nanti jika aku yang kembali lebih dulu, tolong jaga putra kita ya sayang"ucap Ariana.
"Sayang jangan melebihi tuhan, tidak baik kita bisa jalani hidup mengalir seperti air,berserah pada sang pencipta itu lebih baik, seperti yang selalu kamu ajarkan pada mas, sedari dulu, sebelum kita memiliki Alvin"ucap Marvin lembut.
"Baiklah sayang aku hanya berkata seandainya"ucap Mariana.
"Dan seandainya itu terjadi aku lebih baik pergi menyusul mu ,ke surga "ucap Marvin.
Ariana hanya tersenyum dia langsung memeluk Marvin membenamkan wajahnya di dada Marvin.
"Sayang mas keringetan"ucap Marvin.
"Heummm, istri mas sudah pintar merayu rupanya"ucap Marvin, sambil tersenyum manis.
"Itu bukan rayuan tapi kenyataan sayang ku"ucap Ariana lagi.
mereka pun melirik ke arah Alvin, yang tertawa sangat nyaring.
"Mas, aku pernah bertemu dengan seseorang, dia memanggil ku, mis Ariana, memang nya aku pernah mengajar ya"ucap Ariana bingung.
"Ya sayang kamu pernah mengajar mereka, sebelum akhirnya dinyatakan hamil"jawab Marvin.
"Rasanya sudah lama aku tidak menari"ucap Ariana.
"Hanya selama hamil dan saat ini saja Sayang,satu tahun" ucap Marvin lagi.
"Ariana, sayang kamu bisa melakukan hobi mu di rumah kita, jika perlu di kamar kita"ucap Marvin.
"Ide bagus mas aku akan menjadikan ruangan kosong di rumah kita sebagai studio tari ku"ucap Ariana penuh dengan semangat.
"Tentu saja sayang ku mas akan meminta tukang untuk mengubah nya seperti yang kamu mau"ujar Marvin.
"Terimakasih suamiku yang paling tampan, pria terbaik ku, semoga Allah selalu merahmati mu "ucap Ariana sambil mengelus pipi suaminya.
hingga sampai di bangku taman mereka pun duduk berdua sementara bayi nya sedang minum asi dari dalam botol.
Ariana selalu menyetok ASI, jika sedang dibutuhkan seperti saat ini.
Marvin tersenyum tulus sambil mengelus puncak kepala istri tercinta nya itu.
__ADS_1
sementara itu di lain tempat Yudha dan Dinda, sedang berjalan mengitari, taman dengan sabarnya pria itu menemani calon istri nya itu.
🌹💖💖💖🌹
Hingga empat bulan berlalu, kini Alvin, sudah bisa tengkurap dan juga merayap seperti tentara yang sedang berlatih, Marvin begitu antusias karena saat ini putra nya juga sudah mulai tertarik dengan mobil-mobilan yang dia siapkan sejak dia lahir.
sementara itu Dinda, sudah resmi menjadi istri Yuda, meskipun mereka tidak melakukan hubungan intim karena mereka tau hukumnya dalam agama, hingga saat Dinda, melahirkan putra pertamanya, yang saat itu dibilang anak perempuan, dan Dinda, terkejut setelah dokter mengatakan bahwa ia melahirkan bayi laki-laki, hingga dia meminta semua orang untuk merahasiakan kelahiran nya itu.
"Sayang anak kita laki-laki, owh betapa bahagianya"ucap Yudha, yang memang sangat bahagia meskipun itu bukan anak kandung nya, tapi Yudha, dengan sepenuh hati menerima anak itu.
"Terimakasih untuk semua nya mas, betul kata mas Marvin, kamu adalah pria yang sangat baik"ucap Dinda.
"Dinda aku pernah terluka, sayang dan aku tidak ingin terluka untuk yang kedua kalinya, semoga rumah tangga kita adalah rumah tangga yang abadi hingga akhir hayat nanti"ucap Yudha, tidak percaya pria yang lebih muda dari nya, bisa berpikir dewasa itu.
sementara Icha dan Angga, mereka baru resmi bertunangan karena, Icha baru selesai dari proses cerai nya, dan kehamilan nya kini dia juga baru melahirkan tiga bulan yang lalu, keluarga Icha, awalnya sempat menolak untuk melepas Icha kembali dekat dengan pria lain, karena dia tidak ingin anak cucu mereka menderita untuk kedua kalinya.
Yudha sendiri sudah membawa Dinda, tinggal di rumah nya yang bak istana itu, meskipun itu adalah rumah dia bersama mantan istri nya dulu.
"Sayang selamat datang di rumah kita ,aku harap kamu betah tinggal di sini, tapi jika pun tidak, kita bisa beli rumah yang baru"ucap Yudha.
"Tidak usah mas, aku sejatinya tidak punya apa-apa sedari aku ingat saat aku hidup di panti, dan setelah menikah aku pun hanya diberikan iming-iming yang nyatanya tidak pernah menjadi milikku, kecuali putra ku sampai kapan pun, dia akan tetap bersama dengan ku"ucap Dinda.
"Tidak usah khawatir sayang aku akan segera memasukkan dia kedalam kartu keluarga kita, dia akan sah menjadi putra ku, putra pertama dari Yudha Mandala"ucap Yudha.
"Terimakasih mas"ucap Dinda, sekali lagi.
"Stop sayang jangan terus berterimakasih kita itu keluarga, tidak seharusnya kamu berterima kasih, karena sudah seharusnya aku melakukan itu.
hingga akhirnya Yudha, menunjukkan sebuah kamar utama yang bak kamar hotel bintang lima, dengan segala perabot dan tidak lupa walk in closed, begitu luas sudah terisi barang-barang milik Dinda, dan semua itu baru tidak ada satupun Dinda membawa barang lama meskipun sehelai benang pun, karena Yudha tiga mengijinkan itu, sekaligus dengan barang-barang yang dia beli untuk bayi laki-laki tersebut semua serba baru, mungkin Yudha, terlalu mencintai Dinda, dan selama lima bulan bersama nya, membuat Yudha mengerti bahwa Dinda, adalah wanita yang sangat menderita, hingga dia berniat untuk membahagiakan Dinda, selain karena Allah dia juga benar-benar jatuh cinta pada kedua nya, yaitu Dinda dan putra nya.
sementara itu Marvin berencana akan menjenguk mereka nanti sekalian dia merayakan kelahiran putra Dinda dan Yudha, mereka menyebut nya begitu.
Alvin, sendiri dia sangat suka melihat bayi, padahal dia sendiri juga bayi, tapi dia sangat suka dengan bayi.
Ariana selalu memperhatikan video bayi pada putranya itu.
hari perayaan pun tiba, mereka semua hadir di rumah megah milik Yudha, termasuk Rosita yang kini benar-benar terlihat iri, tapi Marvin sudah mengancam nya terlebih dahulu tidak ada yang boleh membocorkan tentang rahasia kelahiran bayi laki-laki itu, pada mantan suami Dinda.
bayi tersebut diberi nama: Yaris Mandala.
Yudha begitu menyayangi putra sambung nya itu hingga dia terus menggendong bayi itu selama acara berlangsung, tidak lupa sebelah tangan nya, merangkul pinggang Dinda begitu posesif.
Ariana sendiri turut berbahagia untuk saudara angkat nya itu, dan begitu juga Icha, saat ini adalah acara reuni bayi mereka, meskipun bayi mereka berbeda usia, tapi di antara keempat bayi tersebut bayi perempuan hanya bayi Icha. yang usianya sudah tiga bulan.
sementara itu bayi Rosita, sama-sama laki-laki.
dari ke empat bayi itu Alvin yang tertua kedua putri Icha, Agata, dan Ridho anak Rosita dan Aldo, Yaris anak dari Yudha dan Dinda.
mereka berempat tubuh di kota yang sama dengan lingkungan yang berbeda, Ariana sendiri saat ini kembali mengajar tari di sebuah studio yang Marvin bangun untuk istri tercinta nya, ternyata hobinya Ariana menjadi berkah tersendiri bagi nya karena dengan mendirikan tempat tersebut Ariana juga bisa menghasilkan uang, meskipun tidak sebanyak uang yang Marvin berikan kepada nya.
Marvin, akan mengantar jemput istri dan juga anak nya itu, ke studio yang tidak jauh dari kantor miliknya, agar Marvin bisa melihat keduanya di saat yang bersamaan, karena Cctv gedung tersebut tersambung ke ponsel nya, dan jika dia rindu dengan si kecil dia akan meminta asisten pribadi nya untuk menjemput Alvin.
hingga usia Alvin Lima tahun dan kedua kini Ariana berusia tiga puluh tahun, Marvin 36 tahun, tapi pasangan itu selalu tampil awet muda, seperti baru berusia dua puluh tahun lebih, mungkin karena faktor kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini.
Alvin kini sudah sudah berusia lima tahun dan dia sudah masuk TK saat Alvin sekolah di sekolah yang juga didirikan oleh Marvin.
Ariana pun selalu selalu menungguinya.
Ariana selalu menjaga putra nya dengan penuh perhatian hingga dia mengajarkan dia berbagai hal hingga Alvin yang begitu cerdas tersebut kini menjadi putra yang sungguh menggemaskan bahkan Marvin sendiri yang yang setiap hari dibuat rindu dengan putra nya itu.
begitu juga dengan Yudha, yang selalu pulang lebih awal untuk menjemput putra nya dari sekolah, karena Dinda tengah hamil tua, anak pertama mereka, yang jadi anak keduanya.
tidak tanggung-tanggung dia juga hamil anak kembar, tapi keduanya wanita, hingga putra pertama mereka tetap Yaris, yang sangat menggemaskan, dia satu sekolah dengan Alvin dan juga Agatha, karena persahabatan keluarga mereka, sementara Rosita dia dibawa pindah oleh suaminya ke luar negeri, karena keluarga suaminya ingin Ridho menjadi pewaris perusahaan milik keluarga nya, karena istri pertama Aldo dinyatakan mandul.
__ADS_1
hingga istri pertama Aldo, kini telah diceraikan oleh Aldo, karena selain mandul dia juga selingkuh.
sementara Icha dan Angga sudah memiliki dua anak yang usia nya selisih satu tahun lebih .