Sang Penari

Sang Penari
#Alvin Alexander#


__ADS_3

Author POV:


Dua puluh tahun berlalu, kini Anak-anak mereka sudah tumbuh besar, Alvin bahkan sudah tumbuh menjadi pria yang sangat tampan dan gagah juga smart sayang sifat nya terlanjur dingin seperti freezer.


sementara Yaris, dengan usia yang sama hanya berbeda empat bulan, dia juga tumbuh menjadi seorang pria tampan tapi sayang dia adalah Casanova kelas kakap.


Tidak ketinggalan Agata dia juga tumbuh menjadi gadis dewasa yang smart, dan lumayan cantik, meskipun kecantikan nya di barengi dengan operasi plastik, seperti mimpi nya ingin seperti artis Korea.


ketiga nya berteman baik karena ayah mereka , bersahabat.


sementara kedua adik Yaris Yona dan Yuna kini berusia dua puluh tahun, mereka juga tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan seksi, ciri khas wanita milenial dan kedua nya punya hobi dugem meskipun secara diam-diam, sementara mereka berdua adalah murid Ariana.


Ariana hingga usia nya empat puluh sembilan tapi tubuhnya masih sangat energik body nya semakin aduhai dan tidak lupa kecantikan nya seperti wanita baru berusia tiga puluh tahun, begitu juga dengan Marvin, keduanya begitu pintar menjaga tubuh, dan bahkan mereka terlihat seperti pasangan yang baru menikah setiap hari harmonis romantis tidak perduli berada di mana.


bahkan Ariana semakin giat menjadi guru nari di studio tari yang Marvin bangun, tapi sayang hingga saat ini mereka hanya memiliki satu anak yaitu Alvin Alexander yang sangat tampan dan cerdas.


tapi meskipun demikian Ariana tidak pernah merasakan kesepian karena anak didiknya kebanyakan perempuan, seperti Yona dan Yuna, kedua nya bahkan belajar tari yang sangat menantang sahwat yang Ariana ajarkan secara diam-diam pada kedua nya, karena saat itu tanpa sengaja keduanya melihat Mariana tengah menari dengan gerakan yang menggunakan tiang sebagai


Ariana selalu pulang bersama Marvin, setiap hari dan juga putra semata wayangnya itu, yang kini sudah memegang perusahaan, meskipun hanya sebagai wakil, CEO karena Marvin belum bisa melepas sepenuhnya hingga dia benar-benar siap untuk mengurus bisnis yang begitu besar itu.


"Daddy Alvin mau liburan sama Agata dan juga Yaris"ucap Alvin yang kini duduk di depan bersama sopir karena di samping Daddy nya ada sang Mommy.


"Pergilah sayang, tapi ingat dimana pun kamu berada harus sering menghubungi Mommy"ucap Ariana.


"Sayang dia sedang belajar mengurus perusahaan, jika libur terus kapan?? siap nya lagi pula nanti setelah dia benar-benar mahir dia bisa berlibur kapan pun, sambil tetap bekerja"ucap Marvin .


"Daddy sayang putra mu sedang jenuh jadi tolong jangan dipaksakan"ucap Ariana.


"Ais... jika sudah begini apa? boleh buat my Queen, sudah mengijinkan tidak bisa dibantah lagi"ucap Marvin sambil mengecup kening istrinya.


"Mommy memang paling the best"ucap Alvin sambil tersenyum.


"Nikmati lah masa muda mu sayang sebelum kamu mendapatkan calon menantu untuk Mommy"ucap Ariana lembut.


"Mantap bagai mana putra ku,syarat nya tidak beratkan"ucap Marvin mengejek.


"Kalian selalu kompak jika menyangkut itu, tapi apa? tidak melihat Alvin masih kecil juga"ucap Alvin.


"kecil jempol kaki mu, sudah jangan banyak alasan"ucap Marvin.


"Mom... kalau Alvin pacaran sama istri orang boleh dong"ucap Alvin dengan sengaja.


"Boleh tapi yang sudah mengantongi akta cerai ucap Ariana.


"Ah, janda dong mom"ucap Alvin.


"Ya iya jika ada suaminya mana bisa pacaran sama kamu, dan jadi mantu Mommy"ucap Ariana lagi.


"Tapi mom.... jadi perebut bini orang itu lebih menantang"ucap Alvin.


"Wah ini anak minta di getok pake palu Mom"ucap Marvin.


"Jangan Daddy di sumbangkan saja ke panti biar dia tau rasa"ucap Ariana.


"Baiklah Alvin gak debat lagi hukuman nya, tidak ada pilihan yang lebih enak gitu"ucap Alvin.

__ADS_1


"Sejak kapan?? ada hukuman enak"ucap keduanya kompak.


"Halah.... nasib nasib begini rasanya jika jadi anak tunggal, kenapa? Daddy gak kawin lagi sih biar aku punya adik"ucap Alvin yang langsung mendapat tatapan mata tajam dari kedua nya.


"Ampun-ampun Alvin janji gak ngomong tentang itu lagi"ucap Alvin yang langsung diam setelah itu, lagi pula tidak biasanya pemuda itu bicara banyak biasanya jika di tanya juga hanya menjawab dengan anggukan atau berdehem.


Ariana hanya tersenyum melihat seperti nya sudah mulai ada kemajuan, jika dia dan putra nya hanya biasa berbicara dengan respon singkat tapi kali ini dia banyak bicara, hanya saja sekalian bicara pemuda itu bikin kesel, itulah mungkin penyebab utama dia selalu berdiam diri.


setibanya di rumah mereka, Ariana langsung menyiapkan air untuk suaminya mandi, seperti biasanya, sementara Marvin masih sibuk dengan ponselnya.


di kamar yang lain Alvin sang putra sedang menghubungi seseorang.


📱"Besok kita berlibur, kamu harus pastikan mendapatkan izin dari suami mu, jika tidak hubungan kita berakhir"Alvin seakan mengancam seseorang.


tidak terdengar jawaban apapun dari sebrang.


Alvin pun langsung membereskan semua barang-barang nya kedalam koper, yang akan dia bawa.


setelah selesai dia baru bersiap untuk membersihkan diri.


Alvin si tampan dan gagah itu menyimpan banyak misteri, seperti sang Daddy dulu.


di kamar mandi dia berdiri di bawah guyuran shower sambil memejamkan mata nya dia memutuskan untuk mengajak wanita itu pergi.


wanita yang selama ini selalu menemui nya jika ada masalah dengan keluarga atau pun suaminya.


dia adalah teman kuliah nya dulu, yang langsung menerima perjodohan kedua keluarga, tapi gadis itu, sebenarnya diam-diam mencintai Marvin yang gagah dan tampan sejak kuliah dia menjadi pujaan hati para wanita, tapi sifat dingin nya telah membuat gadis itu mengurungkan niatnya untuk mengungkap kan perasaan nya, meskipun mereka sudah sering pergi bersama dengan Yaris dan juga Agata.


Agata sendiri dia mengagumi Marvin, yang selama ini dia panggil kakak sepupu nya.


sementara Yaris, pria itu tidak suka dengan tipe wanita manja, hidup nya, sebagai seorang Casanova , justru dia mencari kenyamanan dari wanita yang bersikap dewasa dan tangguh tidak pernah mengeluh, bila suatu hari nanti, dia kembali lupa diri, tapi dimana ada wanita yang akan sesempurna itu, kalaupun ada, mungkin itu hanya patung.


ada-ada saja tingkah pria satu itu tapi di dalam keluarga pemuda itu adalah pemuda yang baik dia selalu patuh bahkan selalu ada untuk membantu Yudha, sang Daddy yang sangat menyayangi nya, sejak dia lahir, bahkan hingga saat ini Yaris, masih belum tau bahwa dia adalah anak sambung dari Yudha, karena meskipun dia tidak mirip dengan Daddy nya, tapi dia mirip Mommy nya.


🌸......................🌸


Alvin sudah berada di bandara,di susul Yaris dan Agata, sementara yang janjian dengan nya, saat ini tidak kunjung menampakkan diri, hingga akhirnya Alvin menghubungi wanita itu.


📱"Kau tidak jadi pergi"ucap Alvin.


pria itu langsung berubah murah saat wanita yang dia tunggu bilang pergi bersama dengan suaminya yang ternyata punya kegiatan di pulau tersebut.


Akhirnya Alvin langsung memblokir nomor wanita itu dan pergi bersama dengan Agata dan Yaris dengan jet pribadi nya menuju pulau pribadi milik Marvin, yang ternyata tengah melakukan renovasi beberapa bangunan yang ada di sana, dan ternyata suami wanita itu adalah salah satu asisten pribadi Marvin, yang bekerja di luar lapangan.


Alvin, benar-benar merasa kecewa, hingga tiba di pulau tersebut, ternyata Yona dan Yuna sudah berada di sana begitu juga dengan adik dari Agata, Adam dan Amanda mereka yang tidak diajak pun ada di sana Alvin, benar-benar dibuat marah, saat ini bagaimana tidak, dia ingin bersantai tanpa gangguan dari Bocil yang empat itu, yang sudah pasti akan merecoki ketenangan nya.


"Siapa yang sudah memberitahu kalian untuk datang ke sini"Ucap Alvin kesal.


"Daddy Marvin"ucap mereka kompak.


"Daddy!!!!....."teriak Alvin hingga para pekerja resort pun menatap kearah tuan muda mereka.


"Kau sudah menghancurkan liburan ku Daddy, rasakan pembalasan ku nanti"ucap Alvin, sambil menghentakkan kakinya di pasir.


"Jangan durhaka, sekalian saja kita undang para wanita cantik untuk menghibur kita di sini"ucap Yaris.

__ADS_1


"Kau saja, aku mau pergi"ucap Alvin .


"Jangan dijadikan ini sebagai beban, ayolah kita bahkan bisa senang-senang tanpa di curigai oleh orang tua kita"ucap Agata yang saat itu juga menelpon seseorang.


Alvin langsung pergi menuju kamar nya, dia bahkan duduk bersantai di atas ranjang nya kamar yang ada di lantai dua dengan lantai kayu tersebut terlihat begitu nyaman dan sangat luas, cocok untuk orang yang akan berbulan madu, dan memang rencananya Alvin, akan liburan bersama wanita bersuami itu.


Alvin duduk bersandar sambil menghisap rokok dan segelas wine di tangan nya, sebagai obat stress untuk semua hal yang terjadi hari ini, sementara itu di bibir pantai masih dengan segala kemewahan resort tersebut mereka semua mengadakan party, hingga , pagi, dan tidak ada satupun yang berani mengganggu kesendirian Alvin, yang kini sudah tertidur.


sementara itu di sebuah kamar, Yaris, tengah bercinta dengan dua orang wanita sekaligus, pria itu memang tidak pernah kenal lelah jika berhubungan dengan urusan itu.


sementara Agata gadis itu masih berkumpul bersama dengan teman nya yang ia undang dan disitu, seseorang terus mencari keberadaan Alvin .


wanita yang tadi datang dengan suaminya yang kini sudah tertidur pulas itu, berjalan mencari tempat utama untuk pemilik resort pribadi tersebut.


hingga dia tiba di sebuah kamar di lantai dua, dia melihat seseorang tertidur pulas bahkan tanpa menggunakan selimut dengan suasana yang sedikit berantakan itu, wanita itu mendekat lalu menyelimuti tubuh Alvin, sambil menatap wajah tampan itu, pria yang tidak mungkin lagi dia miliki, karena saat ini sudah tumbuh janin di dalam perut nya.


"Maafkan aku Al, aku tidak bisa mengelak dari semua takdir yang harus aku jalani ini, mungkin kamu benar hubungan terlarang ini harus berakhir sampai disini"gumam nya lirih.


"Siapa yang berhak mengambil keputusan, disini hanya aku"ucap Alvin, yang tiba-tiba meraih tangan Agnes, wanita yang selama ini menjadi tempat nya mencurahkan kasih sayang.


"Al kamu belum tidur"ucap Agnes kaget.


"Aku akan terjaga , saat merasakan kehadiran mu, sekalipun aku sedang koma"ucap Alvin, seakan mengungkap kan isi hatinya yang sudah terlanjur kecewa.


"Aku hamil Al, dan aku sendiri tidak tau ini anak siapa? tapi yang pasti, aku akan tetap mempertahankan pernikahan ku dengan nya, setidaknya sampai anak ini lahir"ucap Agnes.


"Sudah jelas dia putra ku, karena aku selalu menumpahkan benih itu di sana"ucap Alvin tegas.


"Tapi Al hal yang"


"Stop, Agnes aku tidak mau dengar alasan apapun lagi, karena kamu hanya akan menjadi milikku "ucap Alvin, tidak bisa terbantahkan lagi.


Agnes melepaskan genggaman tangan Alvin, wanita itu hendak pergi, jujur karena dia belum siap untuk mengatakan sebuah kejujuran pada suaminya yang selama ini hanya satu kali menyentuh nya, saat malam pertama, sejak saat itu dia sering memuaskan wanita itu tanpa melakukan tindakan penyatuan.


"Aku harus pergi, dia pasti akan terbangun dari tidurnya seperti biasa"ucap Agnes.


"Kau ingin dibelai oleh nya"ucap Alvin.


"T tidak Al, aku sudah terbiasa ada di samping nya, jika dia membuka mata, jika tidak dia akan mencari ku mana-mana"ucap Agnes.


"Ya sudah kita akhiri saja semua nya, mulai saat ini, anggap kita tidak pernah kenal"ucap Alvin.


"Al kamu tega, aku hanya butuh waktu Alvin, aku dilema dia ternyata orang yang sangat baik, aku tidak tega jika begitu saja meninggalkan dia, memang di awal aku sangat membenci dia dan benar-benar benci karena dia telah mau mengikuti perjodohan itu, tapi, semakin kesini aku sadar ternyata dia adalah anak yang saat taat kepada kedua orang tua nya, hingga saat aku tau dia meninggal kan tunangan nya untuk ku"ucap Agnes.


"Kau sedang menjelaskan bahwa kau mencintai dia ia begitu bukan! jawab Agnes, lalu apa? aku di matamu, apa? aku hanya pelampiasan"ucap Alvin berteriak.


"Aku mencintaimu Al, aku sungguh sangat mencintai mu, tapi maaf aku tidak bisa berbuat apa-apa"ucap Agnes.


"Baik lah, pergi dari hidupku sekarang juga"ujar Alvin.


pria itu bahkan tidak menatap Agnes, yang kini berjalan mundur sambil menatap nya dengan derai air mata, Alvin, sudah sangat dibuat terluka oleh Agnes.


ke esokan pagi nya, dia tengah berkumpul untuk breakfast bersama dengan saudara mereka, sementara itu para tamu yang hadir semalam sudah pulang semua, sesuai keinginan Alvin, mereka boleh berpesta, tapi pagi hari sudah harus steril tidak ada jejak mereka di pulau tersebut.


sementara itu Agnes dan suaminya kini tengah berada di sebuah tempat yang cukup nyaman, Agnes, mengatakan bahwa ia hamil dan itu membuat suaminya tesedak karena kaget, pasalnya selama ini dia tidak pernah menyentuh istrinya melebihi batas pemanasan tidak lebih.

__ADS_1


hingga akhirnya pria itu meminta untuk memeriksa kandungan Agnes.


__ADS_2