Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 104 Terpaksa memaksa


__ADS_3

" Aku akan selalu berdoa, semoga kalian secepatnya merasakan kebahagiaan." Bellinda.


" Iya, terima kasih, kau telah bersedia menjadi tempat keluh kesah ku." Dhita.


*


*


Sementara itu, Arjuna yang mendapat kabar dari Reyhan tentang kehamilan Rena hanya bisa menelan Saliva nya.


" Aku kapan bisa seperti mereka ," gumam Arjuna dalam hati.


Mommy Rita yang mengerti akan perasaan putranya, segera berkata.


" Sabar Ar, kau harus bisa sabar menghadapi istrimu, mommy yakin suatu hari nanti dia pasti akan kembali pulang." mommy Rita mengusap dada putranya.


" Mommy benar, ini semua karena salahku, sikap ku yang sangat keterlaluan kepadanya." Arjuna menyadari bahwa semua masalah ini, ia yang menjadi penyebabnya.


" Sudahlah, sekarang mommy harus kesana, kasihan Rena, dia pasti sedang tidak enak badan, oleh karena itu mommy ingin membantunya mengurus acara tahlilan nanti malam," mommy Rita berpikir kalau sebaiknya ia pergi ke rumah Reyhan, untuk membantu menentunya.


Bukankah Reyhan telah ia anggap sebagai putranya sendiri.


" Ya, mom, aku pikir juga seperti itu, kasihan mereka berdua, malam ini kita bermalam di sana saja mom." Arjuna menyetujui keinginan ibunya.


Setelah bersiap mommy Rita dan Arjuna pun pergi ke rumah Reyhan.


Sesampainya di sana, mommy Rita segera pergi menemui menantunya yang sedang berbaring di kamar.


Melihat kedatangan ibu mertuanya, Rena segera beranjak dari tempat tidurnya.


" Mommy!" seru Rena


" Tidak nak, jangan bangun, kau tiduran saja, keadaan mu pasti sedang tidak sehat bukan?" mommy Rita mencegah Rena yang akan bangun dari tidurnya.


Karena di cegah oleh mommy Rita, Rena yang sebenarnya sedang merasa pusing dan lemas menurut saja.


" Istirahatlah, mommy akan kedapur, mommy alam mengurus keperluan untuk acara tahlilan nanti malam." Mommy Rita beranjak dari tempatnya setelah terlebih dahulu mengusap kepala menantunya.


Sementara itu, Reyhan yang sedang bersama Arjuna di teras rumah, merasa sangat bahagia. Reyhan mencurahkan segala kebahagiaannya kepada kakaknya.


" Selamat ya Rey, akhirnya kau akan menjadi seorang ayahnya!" Arjuna yang sebenarnya juga menginginkan hal yang sama, hanya bisa mengatakan hal itu kepada adiknya.


Jujur, di hatinya ia sangat merasa iri dengan apa yanga telah di dapatkan oleh adiknya itu.

__ADS_1


Namun apa daya nasibnya memang tak semujur adiknya.


" Ya, terima kasih kak, oh ya, mana Dhita sejak tadi aku tidak melihatnya?" Reyhan yang merasa tidak melihat Dhita bertanya keberadaan wanita itu.


" Dhita pergi ke rumah Andrian," jawab Arjuna setelah menghela napas panjang.


" Jangan bilang kalian bertengkar lagi," Reyhan menebak apa yang sebenarnya tengah di alami oleh saudaranya itu.


Arjuna terdiam, sama sekali ia tidak ingin menjawab pertanyaan dari adiknya.


" Jadi benar, kalian bertengkar lagi?" Reyhan membenarkan dugaannya karena tidak mendapat jawaban dari kakaknya.


Arjuna mengangguk.


" Lalu tunggu apa lagi kak, sekarang sepat jemput dia, apa kakak mau Dhita berlama-lama di rumah Andrian, ingat rumah tangga mu, adakah tanggung jawabmu, jadi kakak sendiri yang harus memutuskan segala sesuatunya bukan orang lain." Reyhan merasa keberatan jika Dhita berada di rumah Andrian.


" Tapi Dhita telah memutuskan untuk tinggal di sana selama beberapa hari, dia ingin kami menjalani hubungan LDR." ucap Arjuna masih teringat olehnya ucapan istrinya yang ingin berpisah untuk sementara waktu.


" Kak, aku sarankan padamu, lebih baik kau jemput dia sekarang dengan suka rela atau terpaksa, kau suaminya kau berhak melakukan apapun kepadanya asal jangan sampai menyakitinya,"


Arjuna mulai memikirkan ucapan dari adiknya.


" Ya, kau benar juga, jika sampai ayah dan ibu mertuaku mengetahui nya, mereka pasti akan menyalahkan aku."


" Baiklah, oh ya, mommy aku rasa dia akan bermalam di sini " ucap Arjuna


" Ya itu lebih baik, agar tidak ada yang mengganggumu bersama Dhita, semoga berhasil." Reyhan mengerlingkan sebelah matanya kepada Arjuna, yang langsung membuat Arjuna tersenyum.


Setelah mendapat saran dari adiknya, Arjuna bergegas menuju ke rumah Andrian untuk menjemput istrinya tercinta. Kali ini ia akan tetap membawa pulang Dhita dengan terpaksa atau tidak.


Bukankah sebagai seorang suami, Arjuna bebas melakukan apapun kepada istrinya, asal itu tidak membuat nya tersakiti.


Arjuna mengendarai mobilnya dengan sangat kencang.


*


*


Sedangkan Dhita yang sedang makan bersama Andrian dan Bellinda terkejut ketika melihat suaminya datang dan langsung menuju ke arahnya.


Beruntung saat itu mereka telah selesai makan.


" Arjuna, ayo makan bersama!" ajak Andrian walau sebenarnya ia tahu pria ini tidak akan mau menerima ajakannya.

__ADS_1


Tapi untuk sekedar berbasa basi tidak ada salahnya bukan.


" Tidak Andrian, aku datang kesini hanya untuk menjemput istriku." Arjuna menatap ke arah Dhita yang terlebih dahulu berpaling darinya, karena ia masih merasa sakit hati dengan perbuatan suaminya itu.


" Ya, lebih baik kalian bicara bedua saja dulu," tukas Bellinda, karena memang ini yang sedang ia harapkan sebenarnya.


Kedatangan Arjuna membuat Bellinda bahagia, karena ia tahu pasti Arjuna sebagai seorang suami tidak akan membiarkan istrinya tinggal di rumah mantan nya.


" Ar, lebih baik...." Andrian tidak meneruskan kata-katanya setelah mendapat jawaban dari Arjuna.


" Tidak Andrian, biarkan kami yang memutuskan segala sesuatu untuk kebaikan rumah tangga kami."


Andrian terdiam, setelah mendapatkan tatapan intens dari istrinya.


Arjuna beralih memandang Dhita yang sedang duduk tanpa menoleh ke arahnya.


" Dhi, aku datang untuk menjemputmu, mari pulanglah bersamaku." ucap Arjuna dengan lembut.


" Lebih baik kau pulanglah, biarkan aku disini." jawab Dhita tanpa menoleh ke arah suaminya, ia berpikir bagaimana bisa pria ini mengetahui keberadaannya, sedangkan ia tidak mengatakan kepada siapapun tentang hal ini.


Dhita melirik ke arah Bellinda yang langsung mendapat isyarat dari wanita itu dengan mengangkat kedua bahunya, tanda ia tidak tahu apa-apa.


Sementara Andrian langsung menundukkan kepala ketika mendapat tatapan intens dari adik angkatnya itu.


" Bang Andrian, jangan bilang kalau kau yang memberitahunya tentang keberadaan diriku." Dhita terlihat kecewa.


" Maaf, Dhi, aku minta maaf tapi aku harus melakukan semua ini demi kebaikan kalian berdua." jawab Andrian, tidak ada gunanya baginya untuk terus berbohong.


" Istriku, mari kita pulang." sekali lagi Arjuna berkata dengan lembut.


Namun Dhita masih dengan pendiriannya ingin menjalani hubungan secara LDR.


" Dhi, ayolah jangan sampai aku melakukan sesuatu yang kasar padamu." Arjuna mengingatkan, namun masih tidak di gubris oleh istrinya itu.


" Memangnya kau bisa apa mas?" Dhita masih tidak menggubris kata-kata Arjuna.


" Baiklah, jangan salahkan aku, jika aku terpaksa melakukan ini padamu."


Arjuna yang sedang berdiri, membungkukkan


badannya mendekati Dhita kemudian meraih tubuh mungil istrinya lalu mengangkatnya selayaknya memikul karung beras.


Mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya membuat Dhita meronta-ronta, namun Arjuna tidak memperdulikannya.

__ADS_1


__ADS_2