Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 07 Pria tampan


__ADS_3

" Toko swalayan SINOMART "


Tulisan itu terpampang di depan sebuah bangunan besar tampak orang-orang ramai berdatangan, tidak semua pengunjung disana berbelanja ada juga yang hanya melihat-lihat, sekedar cuci mata.


Segala kebutuhan rumah tangga di jual disana dan juga kebutuhan sehari-hari ada baju dewasa, baju anak-anak dan juga tersedia gamis serta perhiasan sampai alat-alat dapur tersusun rapi di tempat masing-masing.


Di tempat itulah Puri bekerja tampak ia sibuk kesana kemari menata barang-barang yang baru datang.


Ia bekerja dengan senang hati, mungkin karna terlalu banyak barang-barang yang di bawanya sehingga membuat ia kecapean dan tanpa sengaja menjatuhkan barang-barangnya.


" Huh, udah kerja capek-capek kenapa pakek jatuh segala lagi. " keluh Puri saat melihat barang-barangnya berserakan di lantai.


" Lain kali hati-hati ya... " ucap seorang pemuda, sambil menyodorkan barang yang di ambilnya di lantai. Rupanya pamuda itu melihat Puri yang kerepotan membereskan barang-barang hingga ia memutuskan untuk membantunya.


" Makasih... MMM ," Puri bingung harus memanggil pemuda tampan itu dengan sebutan apa, mengingat ia belum tau namanya.


" Eza... namaku eza afriansyah.. " ucap pemuda itu memperkenalkan diri


" Makasih Eza.. " ucap Puri malu-malu


Wajah Puri merona ia tersipu ketika Eza menatapnya lebih lama entah apa yang ia pikirkan.


Tiba-tiba terdengar sebuah suara


" Za... kamu dimana? " suara seorang wanita dari kejauhan.


" Sorry ya, aku pergi dulu ada yang nungguin ." ucap Eza seraya pergi meninggalkan Puri.


Puri mengangguk pelan.


" Rupanya udah punya pacar, mana mungkin cowok seganteng dan sekeren dia mau menjomblo." gumam Puri.


Sebelum Puri melangkah,ia melihat sebuah benda berwarna hitam tergeletak di lantai.


Puri mendekati benda itu, di ambilnya kemudian di buka olehnya tampak jelas ia melihat sebuah foto se orang pria.


" Kayak nya nih foto pria tadi deh, atau jangan-jangan ini dompet miliknya, mudah-mudahan dia masih di area ini " ucap Puri sambil terus melangkah mencari keberadaan pemuda tadi


Sedangkan pemuda tadi tengah kebingungan, masalahnya ia harus membayar belanjaan sepupunya, namun dompetnya hilang ia sendiri tidak tau dimana dompetnya terjatuh.


Pada saat itulah Puri datang menghampirinya.


" Nyari dompet ya... " sapa Puri


" Iya nih perasaan tadi aku taroh di kantong" jawab Eza sambil meraba-raba kantong celananya


" Apa ini punya mu? " Puri menyodorkan sebuah benda hitam.


" Oh iya benar makasih ya... " ucap Eza berbinar.


" Tadi aku nemu di dalam tapi maaf gak sengaja aku buka, liat foto kamu ," ucap Puri malu-malu.


" Ya... gak apa-apa kok makasih ya.. " ucap Eza kemudian membayar belanjaan sepupunya.

__ADS_1


" Sama-sama ." jawab Puri.


Terdengar bunyi klakson mobil di bunyikan keras-keras, eza segera membayar di kasir lalu pergi menyusul saudara sepupunya di mobil.


" Lama amet sih" semprot Citra dengan kesal.


" Sorry Citra, tadi domper aku hilang ,"ucap Eza.


" Ah alasan aja ." Citra tak percaya.


Eza sebenarnya tidak menyukai sikap dan kata-kata sepupunya, tapi mau apalagi ia lakukan itu demi menyenangkan orang tuanya yang banyak berhutang budi pada orang tua Citra, yang pernah menyelamatkan mereka dari suatu musibah. Kalau tidak mana mau ia menemani si Citra belanja suatu hal yang sangat membosankan baginya.


...****************...


Tepat jam 03:00 sore Puri pulang, saat ia keluar dari tempat ia bekerja ia melihat pria tampan tadi tengah berdiri di pinggir jalan.


" Haii.. sendirian aja" sapa Puri.


" Hai juga, ini aku lagi nunggu temen, oh iya tadi kamu belum sempat ngenalin nama kamu, siapa? " tanya Eza. Ia menyodorkan tangannya.


" Aku Puri saraswati, biasa di panggil Puri ." jawab Puri menyambut uluran tangan pemuda tampan di depannya.


Saat mereka berjabatan tangan,mereka sama-sama merasa ada sesuatu yang istimewa entah apa itu.


" Kamu mau pulang aku antar ya.. " pinta Eza berharap bisa tau alamat rumahnya.


" Oh gak usah makasih sebelumnya tapi aku bisa pulang sendiri kok ." Puri berusaha menolak tawaran Eza, meski di hatinya ia sangat ingin bersama pemuda itu lebih lama.


" Tapi kan gak aman buat kamu ," Ez merasa ragu dengan penolakan Puri


Puri melambaikan tangannya menyetop sebuah TAXI lalu berjalan menaiki nya.


Eza membuntutinya dari belakang dan tanpa di ketahui oleh Puri, rupanya ia menyukai gadis ini.


...****************...


Puri turun dari TAXI saat telah tiba di depan apartement milik Rena.


Rena yang kebetulan ada di depan apartement menatap aneh pada sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari tempatnya.


" Itu mobil siapa? " tanya Rena sambil menatap pada sebuah mobil berwarna hitam parkir tidak jauh dari apartemennya.


Merasa dirinya di perhatikan ezsegera menjalankan mobilnya kembali.


" Walaupun aku gak bisa nganterin dia seenggaknya aku tau tempat tinggalnya. " pikir Eza.


Puri tak menjawab pertanyaan sahabatnya ia melenggang masuk. kemudian meneguk segelas air putih, ia merasa lebih nyaman.


" Dhita belum pulang? " tanya Puri kemudian.


" Belum katanya sich hari ini dia lembur ." jawab Rena yang berdiri di samping Puri.


...****************...

__ADS_1


Usai shalat maghrib Dhita belum juga pulang, Rena dan Puri mulai merasa gelisah mereka takut terjadi sesuatu pada nya.


" Coba kamu hubungi ponselnya " ujar Puri.


" Udah tapi gak nyambung-nyambung" Rena masih berusaha menghubungi Dhita meski berkali-kali tidak tersambung.


" Assalamualaikum ." terdangar suara Dhita dari luar.


" Waalaikum salam aduh dhi, kamu ini kemana aja sih buat orang khawatir aja" ujar Puri ketika melihat sahabatnya itu masuk ke dalam apartemen.


" Iya dhi, kami takut terjadi sesuatu sama kamu" ucap Rena menimpali


" Maaf tadi aku nunggu angkot lama banget di tambah macet lagi ." Dhita tersenyum


" Ya sudah sekarang kamu shalat dulu gih, kami tunggu di meja makan" Ucap Rena.


" Tadi aku udah makan kok ." jawab Dhita.


Dhiita segera mandi dan shalat maghrib, sedangkan ke dua bestienya sedang melahap makananya di meja makan.


Kemudian mereka berkumpul di ruang tengah sembari menonton televisi, malam itu adalah acara kesukaan mereka. Little house.


" Puri kamu tau gak tadi aku sebel bangeet ," Rena membuka percakapan.


" Sebel kenapa? " tanya Puri tak mengalihkan pandangannya dari film kesukaannya.


" Tadi aku ketemu sama anak bos aku ." jawab Rena dengan raut wajah kesal.


" Orangnya belagu banget" lanjutnya


" Tapi kamu suka kan? pasti orangnya ganteng, kalo yang pernah aku liat di tv sih, anak-anak bos pasti ganteng !" seru Dhita.


" Iihh enak aja, amit amit dech" Rena bergidik.


" Aku tadi juga ketemu sama cowok ganteng sih, tadi dia mau nganterin aku pulang tapi aku tolak" Puri angkat bicara.


" Loh kenapa ri? " Rena bertanya.


" Ya gak enak hati lah, masa baru kenal udah main pakek anter-anter segala ." ucap Puri


" Atau jangan -jangan yang tadi sore parkir di depan ya kan... " ledek Rena.


" Mana ku tau aku kan gak liat ." ucap Puri sambil mengangkat kedua bahunya


" Cie-cie.... nemu gebetan nih ye..." goda Dhita.


Puri tersipu malu ia menundukkan wajahnya yang mulai merona.


Dhita melirik jam tangannya.


" Pukul 10 aku tidur dulu ya besok aku harus berangkat lebih awal ." ucapnya kemudian.


Dhita bangkit dari duduknya melangkah menuju kamarnya. Beberapa menit kemudian ia pun tertidur.

__ADS_1


Sedangkan Rena dan Puri masih tetap saja bergurau sambil nonton televisi.


Malam pun semakin larut...


__ADS_2