Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 40 Sikap yang aneh


__ADS_3

" Hiks...hiks...hiks...." tubuh dhita terguncang karna menangis.


Semua kenangan indah yang pernah mereka lalui seakan tak berkesan lagi, cinta kasih yang mereka tanam harus berakhir sampai disini. Dhita mengingat semua masa-masanya bersama arjuna, dimana mereka selalu bersama dalam suka maupun duka bahkan mereka berjuang bersama untuk mendapatkan restu ibu dari arjuna. Tapi sebelum itu semua tercapai kini ia benar-benar sendiri, tak ada lagi pelukan hangat tak ada lagi ucapan mesra yang berbisik di telinganya. Mampukah dhita bertahan dalam situasi seperti itu ? tak satupun yang tau.


Tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nama puri di layar nya. Ternyata sahabatnya yang saat ini sedang berbulan madu di bali.


Trililiiit....


Trililiiiit....


Puri menghubunginya lewat video call, tapi dhita menolaknya lalu menghubunginya kembali melalui panggilan suara, bukan apa-apa karna ia tidak ingin sahabatnya itu melihat wajahnya yang membengkak karna menangis.


" Hallo ." dhita mengangkat panggilan di ponselnya. Suaranya tersengar serak.


" Dhi... kamu baik-baik aja kan ?" puri bertanya di seberang sana. Kedengarannya ia khawatir.


" Iya, aku baik kok, gimana honey moon kalian ? lancar-lancar aja kan ?" dhita berusaha mengalihkan pembicaraan. Walau suaranya serak sehabis menangis ia tetap berusaha untuk tetap tegar.


" Hubungan kamu sama arjuna gimana ?" tanya puri masih dengan pembahasan yang pertama.


" Kami...baik kok, kenapa ?" dhita berbohong karna ia tak ingin sahabatnya itu kepikiran tentang dirinya.


" Jangan bohong, aku udah tau yang sebenarnya." puri tetap tak percaya.


" Maksud mu ?"


" Eza mendapat pesan dari sepupunya, citra."


" Dia bilang akan di lamar sama arjuna malam ini." puri menjelaskan maksudnya menghubungi sahabatnya.


" Oh, itu... iya... " dhita berusaha menahan rasa sakitnya, entah mengapa mendengar arjuna akan melamar wanita lain luka di hatinya seakan menganga lebih lebar.


" Loh kok hanya itu jawaban mu ?" sama seperti rena, puri pun heran mendengar ucapan sahabatnya yang terdengar sangat tenang.


" Lalu ? aku harus nangis-nangis memohon gitu ?" dhita tetap berusaha untuk tetap tenang.


" Seenggak nya kamu itu tetap mempertahankan hubungan kalian." ucap puri.


" Sudahlah aku ngantuk sekali, semoga kalian happy ya..." dhita memutuskan sambungan ponselnya.


Sementara puri yang sedang berada di bali merasa heran dengan tingkah sahabatnya.


" Pokoknya kamu harus hentikan semua ini beib...aku heran kenapa dhita bersikap santai kayak gitu." puri berbicara kepada eza yang sedari tadi duduk di sampingnya mendengarkan obrolan sang istri dengan sahabatnya.

__ADS_1


" Kok bisa-bisa nya ya ... dia , pacar di rebut orang kok malah cuek." puri emosi sendiri.


" Kamu harus tenang oke, aku akan bantu selagi aku bisa, yang namanya hati seseorang gak bisa kita paksa sesuai dengan kemauan kita." eza berbicara dengan tenang. Tangannya meraih sang istri masuk kedalam pelukannya agar bisa lebih tenang.


*


*


*


Sementara itu dirumah andrian suasana sedang mencekam, sunyi sepi tanpa suara. Bellinda duduk di dalam kamar di tepi tempat tidurnya, ia menangis terisak menyesali kebodohannya yang mau saja tertipu oleh rayuan andrian selama ini. Sampai-sampai ia harus mengandung benih dari pria itu.


Bellinda rupanya sedang salah paham atas issue yang sedang terkoar di sosial media.


" Dumm, du bist wirklich dumm, bellinda ." bellinda berteriak kepada dirinya sendiri. Ia mengatakan dirinya bodoh dalam bahasa jerman.


Tubuhnya semakin berguncang hebat, menahan rasa sakit dan kecewa di dalam hatinya. Di saat dirinya sedang hamil suaminya malah bermain gila di belakang.


Andrian memang tidak menceritakan masa lalunya bahwa ia dulu pernah ada hubungan dengan dhita yang kini ia anggap sebagai adik. Menurut andrian mengubur semua masa lalunya itu lebih baik, apalagi bellinda tidak tau-menau tentang itu.


Tok.


tok.


tok.


Bukk.


bukk.


Bantal guling melayang mengenai kepala dan wajahnya. Bellinda sengaja melakukan itu karna kekesalannya.


"Bose, du bist bose ." bellinda berteriak memaki andrian.


" Was ist es ? apa yang kamu lakukan ?" andrian bertanya.


" Dumm ." bellinda menunjuk-nunjuk ke wajah andrian.


" Kau jahat, kau selingkuh di belakang ku ." bellinda masih menangis.


" Itu semua tidak seperti apa yang kau pikirkan ." andrian memahami sikap bellinda.


" Pasti dia sudah melihat postingan itu ." andrian bergumam hampir tak terdengar. Sedangkan istrinya masih duduk di tepi tempat tidur dengan air mata yang berderai.

__ADS_1


Andrian menghampiri bellinda, duduk berlutut di depan istrinya. Ia berniat mengelus perut istrinya yang terlihat membuncit namun tangannya di tepis oleh bellinda.


" Jangan sentuh aku dan bayiku ." bellinda menatap nanar kepada andrian. Dengan penuh emosi.


" Jangan gitu dong sayang, maafkan aku ya selama ini menutupi semua ini dari kamu, tapi percayalah dhita hanya masa lalu bagiku sedangkan kau dan bayi kita jauh lebih berharga dari pada apapun di dunia ini ." andrian merayu istrinya. Walaupun bellinda sedang dalam kemarahan yang sangat besar, namun hati nuraninya sangat lembut hingga dengan mudah ia melunakkan kembali hatinya yang sedang mengeras karna amarah.


" Ist das whar ? benarkah yang kau katakan ?" suara bellinda mulai merendah. Mungkin karna rasa cintanya terhadap andrian, rumah tangga yang ia jalani karna sebuah perjodohan yang sama sekali tidak ada rasa cinta di dalamnya, kini telah berubah menjadi rumah tangga yang penuh cinta.


Andrian mengangguk sambil mengelus perut sang istri. Dengan penuh kasih sayang andrian membawa bellinda ke dalam pelukannya.


" Aku janji, hanya dirimu satu-satunya yang sangat ku cintai." bisik andrian di telinga bellinda.


" Ya, aku pun sama, I love you baby ." bellinda mencium pipi suaminya.


" I love you too honey ." andrian membalas ciuman sang istri.


*


*


*


Di kediaman arjuna.


" Mommy tidak salah dengar ar ?" tanya mommy rita tak percaya dengan apa yang di dengarnya, ketika arjuna mengajaknya pergi ke rumah tante devina untuk melamar putrinya. Citra anaya keisha.


" Tidak mom, aku benar-benar serius." arjuna menatap ibunya dengan penuh keyakinan.


" Baiklah mommy senang mendengarnya akhirnya tuhan membuka mata hatimu hingga kau mampu melihat mana yang baik dan mana yang buruk."


" Dhita tidak seburuk itu mom, hanya saja perasaanku kepadanya telah berubah." arjuna merasa tidak terima mantan kekasihnya di jelek-jelekkan.


" Ya, baiklah terserah kau saja, kapan kita akan melamar nya ?"


" Nanti malam ." jawab arjuna singkat.


" Oke, mommy akan persiapkan segalanya ."


" Tidak perlu mom, semuanya telah siap di mobil jadi mommy persiapkan saja diri mommy ." ucap arjuna.


Semuanya memang telah ia persiapkan jauh-jauh hari namun bukan untuk citra ia mempersiapkan segalanya, tetapi untuk dhita seorang. Sebelum hatinya diliputi oleh rasa cemburu. Sebelum dirinya membenci wanita itu.


" Mommy tidak menduga rupanya kau sudah tak sesabar itu ." momny rita tersenyum mendengar segalanya telah di persiapkan oleh putranya, jadi dirinya tidak perlu melakukan apapun lagi.

__ADS_1


Arjuna hanya diam membisu, pikirannya melayang-layanng entah kemana. Terkadang timbul rasa keraguan di dalam hatinya namun ia paksakan untuk tidak mendengarkan kata hatinya.


__ADS_2