
" Tidak masalah jeng, doa yang jeng ucapkan itu lebih dari cukup buat saya!" ucap mommy Rita sebelum pamit.
" Kalau begitu saya pamit jeng!" mommy Rita undur diri.
" Baiklah jeng, maaf ya jeng Rita tidak disuguhi apa-apa !" ucap Bu Devina yang baru ingat kalau tamunya belum di suguhi minuman.
" Oh tidak apa-apa jeng, bisa bertemu denganmu saja, saya merasa senang sekali!" jawab Mommy Rita seraya beranjak dari tempat duduknya.
" Kalau begitu saya permisi dulu jeng!" lanjut Mommy Rita.
Sesaat Mommy Rita dan Bu Devina saling berangkulan. Kemudian mereka saling melerai pelukan masing-masing.
Bu Devina mengantarkan mommy Rita sampai ke depan rumah, hingga mommy Rita masuk ke dalam mobilnya pun masih terus di pandangi oleh Bu Devina dengan sesekali melambaikan tangannya.
Bu Devina mengelus dadanya, ia merasa lega karena mommy Rita tidak bertanya yang macam-macam kepadanya.
" Aku harus segera kirim resep kue itu kepadanya." gumam Bu Devina seraya berjalan memasuki rumahnya, untuk mengambil ponselnya yang sedang di cas.
Dengan terampil jari-jari Bu Devina mengetik huruf satu persatu di layar ponselnya, menuliskan resep kue itu lalu mengirimkannya kepada mommy Rita melalui WhatsApp.
Tanpa ia sadari, ternyata dirinya telah terjebak di dalam permainan mommy Rita. Di karenakan ia terlalu ceroboh dan memandang rendah orang lain.
Jika dipikir secara matang, mana mungkin mommy Rita ingin benar-benar meminta resep kue kepada Bu Devina, jika tidak ada maksud tertentu di balik itu semua. Sebab jika saja mommy Rita menginginkan ia bisa membeli kue apapun yang ia mau, bahkan dengan pabriknya sekaligus.
Mommy Rita yang menerima chat dari Bu Devina tersenyum puas, akhirnya rencana yang ia susun berjalan mulus.
" Kita berbalik arah pak sopir, kita ke rumah Andrian dulu!" seru mommy Rita, lalu pak sopir pun langsung membanting setirnya, berbalik arah sesuai perintah dari majikannya.
Suara deru mobil memecah suasana siang yang sangat terik, panasnya mentari serasa memanggang bumi. Di tengah itulah sebuah mobil melaju dengan cepat menembus panjangnya perjalanan. Kemudian berbelok di sebuah halaman rumah yang selalu indah di pandangan.
" Tante!" seru Bellinda ketika membuka pintu dan melihat mommy Rita sedang berdiri di depannya.
" Apakah Andrian ada dirumah ?" mommy Rita bertanya, karena saat itu ia merasakan suasana di dalam rumah sangatlah sepi.
" Ada Tante, mari masuk !" ajak Bellinda kemudian melangkah keruang tamu yang di ikuti oleh mommy Rita di belakangnya.
Sementara mommy Rita menunggu diruang tamu, sedangkan Bellinda menemui suaminya di kamar. Saat itu Andrian sedang beristirahat melepas lelah, banyak sekali emosinya terkuras hari ini.
" Andrian!" panggil Bellinda seraya duduk di samping suaminya.
__ADS_1
" HM, ada apa?" Andrian yang saat itu hendak tertidur terpaksa membuka kembali kedua matanya.
" Ada tante Rita di bawah." jawab Bellinda.
Mendengar nama wanita itu, Andrian mengerutkan keningnya.
" Ada perlu apa Tante Rita kemari?" Andrian yang merasa heran bertanya kepada istrinya seraya duduk di tepi ranjangnya.
" Lebih baik kita segera turun, tidak enak dengan Tante Rita jika harus menunggu kita terlalu lama." jawab Bellinda, namun bukan jawaban untuk pertanyaan suaminya, melainkan sebuah ajakan.
" Baiklah, ayo kita turun!" Akhirnya Andrian menerima ajakan istrinya.
Sedangkan Tante Rita yang merasa telah lama menunggu hanya bisa berdecak dengan sedikit kesal.
" Kemana mereka? ingin di beri info penting kok malah menghilang!" batin mommy Rita.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat, mommy Rita memperbaiki letak duduknya yang sedikit berantakan karena merasa jenuh menunggu
" Sudah dari tadi tante?" tanya Andrian sekedar berbasa-basi..
" Ya lumayanlah." jawab mommy Rita datar saja.
Andrian duduk bersebelahan dengan istrinya, berhadapan dengan mommy Rita.
Andrian dan Bellinda diam menunggu apa yang akan di katakan mommy Rita selanjutnya.
" Boleh saya lihat kembali pesan itu?" mommy Rita meminta kepada Bellinda.
" Boleh tante!" jawab Bellinda.
" Aku ambil dulu di kamar." ucap Bellinda lagi seraya beranjak dari duduknya.
Tak lama kemudian ia pun kembali dengan membawa ponsel Andrian di tangannya.
" Ini Tante!" Bellinda meletakkan ponsel itu di atas meja.
" Memangnya ada apa tante?" Andrian yang sedari tadi hanya diam saja, merasa penasaran dan akhirnya bertanya.
" Coba kalian lihat ini!" mommy Rita meletakkan kedua ponsel itu berdampingan di atas meja. Dengan sama-sama menampilkan sebuah chat di WhatsApp.
__ADS_1
" Apa maksudnya Tante?" Bellinda masih tidak mengerti.
Karena mommy Rita menunjukkan dua isi chat yang berbeda. Yang satu chat penuh cinta dan kerinduan sedangkan yabg satunya lagi berisi tentang resep kue.
" Oh, Tante ingin membuat kue?" Sontak pikiran itu yang terlintas di kepala Bellinda.
Mendengar hal itu, membuat mommy Rita tertawa.
" Bukan, bukan itu maksudku." ucap mommy Rita setelah tertawanya usai.
" Lalu?" Andrian Pun ikut penasaran.
" Ini, perhatikan!" mommy Rita menunjuk ke arah chat yang berada di ponsel Andrian.
" Dan ini perhatikan!" mommy Rita pun kembali menunjuk ke arah ponsel, namun kali ini ia menunjuk pada ponsel nya sendiri.
" Lihat gaya tulisannya, sama bukan?" Mommy Rita menunjuk ke arah chat yang berada di dalam ponsel itu.
Andrian dan Bellinda mengikuti arah yang ditunjukkan mommy Rita.
" Maksud Tante... chat ini berasal dari orang yang sama?" Bellinda menerka-nerka.
" Ya, chat ini berasal dari orang yang sama, orang yang dengan sengaja ingin mengadu domba kalian!" jelas mommy Rita.
" Dari mana Tante mendapatkan semua info ini?" Andrian yang diam saja, kini ikut bertanya.
" Devina!" ucap mommy Rita dengan cepat.
Mendengar nama wanita itu, Andrian dan Bellinda terkejut.
" Bukankah Bu Devina adalah ibu dari Citra, Tante" Andrian yang teringat tentang wanita itu merasa heran, bukankah Citra telah menjadi bagian dari keluarga Arjuna, lalu mengapa Bu Devina melakukan semua itu.
" Ya, Devina tetaplah Devina, orang yang licik dan selalu menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya." mommy Rita masih mengingat dengan jelas bagaimana Bu Devina yang telah berusaha keras menjodohkan Citra dengan Arjuna.
Walaupun Arjuna terang-terangan mengatakan tidak mencintainya.
" Apa tujuannya tante?" Bellinda masih belum bisa mengerti dengan semua yang terjadi.
" Devina ingin menjadikan Dhita sebagai tameng, dia yang melakukannya tapi Dhita yang akan menanggung semua akibatnya." jelas mommy Rita.
__ADS_1
Bellinda dan Andrian mendengarkan dengan seksama.
" Oleh karena itu, kalian harus berhati-hati dengan orang seperti dia," lanjut mommy Rita.