Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 18 Salah paham


__ADS_3

" maaf nona, bukannya tadi bos bilang kalo nona adalah kekasihnya? mengapa sekarang jadi di bilang adik?" Bobby kebingungan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Dhita tersenyum mendengar penuturan salah satu bodyguartnya.


" Memang ini tidak mudah, tapi bila kita bersungguh-sungguh untuk saling mengingatkan sesama muslim maka tuhan akan membantu kita, dan bang andrian adalah salah satu dari para hambanya yang di karuniai hidayah." jawab dhita.


Bobby dan kedua temannya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.Mereka kagum dengan sosok gadis yang berdiri di depannya. Tanpa terasa mereka telah hanyut dengan lamunan masing-masing, dengan pandangan hanya tertuju pada dhita.


" Sekarang kalian boleh kembali ke tempat masing-masing." ucap dhita membuyarkan lamunan ketiga anak buah andrian itu.


Sontrak ketiganya terkejut.


" Baik nona..." ucap mereka bersamaan.


" Selamat malam ." ucap dhita sambil berlalu dari hadapan mereka. bermaksud kembali kekamarnya.


" Selamat malam nona..." ucap mereka serempak walau tak terdengar oleh majikan barunya, karna ia telah berada di kamarnya.


Malam pun semakin larut, dhita berusaha memejamkan kedua matanya, namun bayangan arjuna tetap saja menggodanya, membuat ia semakin merindukannya.


" Tenang dhita.. tahan..ya...besok kalian pasti akan bertemu...Mas Ar.. I'M Coming..." ucap dhita pada dirinya sendiri, rupanya ia mulai Bucin lagi.


Dhita sengaja tidak menghubungi arjuna ataupun kedua sahabatnya, karna ia berencana akan memberikan mereka kejutan esok harinya.


*


*


*


Ke esokan harinya.


Arjuna tampak sedang bersiap-siap hendak berangkat ke kantor, sejenak ia membuka layar beranda di handphone nya. Di pandangi nya sebuah foto gadis cantik berhijab dengan senyuman yang merekah membuat ayu di wajahnya.


Foto tersebut sengaja ia ambil ketika sedang bersama dengan dhita di dapur apartement milik rena.


" Dimana kamu kini, sungguh aku sangat tersiksa tanpa dirimu." bisik arjuna ia meletakkan ponselnya di dada, seolah -olah sedang memeluk gadis impiannya. Masih terasa baginya ketika ia memeluk tubuh mungil gadis impiannya tempo hari, begitu hangat dan menenangkan membuat ia semakin merindukannya.


" Ayo sarapan dulu Ar? ajak mommy Rita ketika melihat anak kesayangannya turun dari tangga.


" Nanti aja mom di kantor, aku lagi buru-buri nih." ucap arjuna sambil mengulurkan tangan, berpamitan, ia mencium tangan sang ibu.


Itu telah menjadi kebiasaannya sejak kecil, ingin pergi kemana pun ia tak pernah lupa dengan ritual wajibnya, ya ia menyebutnya dengan Ritual wajib sebab restu sang ibulah yang mengantarkannya hingga jenjang tertinggi yang tengah ia capai saat ini. Arjuna sangat menyayangi sang ibu sebab hanya dialah satu-satunya keluarga yang ia miliki kini, setelah ayah nya pergi menemui sang khalik.


ia berharap dhita adalah gadis yang tepat untuk mendampinginya, serta akan menyayangi sang ibu layaknya ibu sendiri.


" Assalamu alaikum mom ." arjuna memberi salam pada sang ibu.


" Waalaikum salam, hati-hati ar. ..." jawab mommy Rita.


Arjuna mengangguk lalu pergi tanpa berbasa-basi lagi. Hanya satu tujuan di benaknya, cepat selesaikan meeting, dan menyelidiki andrian.


" Hallo za, sudah siap semuanya?" arjuna menghubungi eza.


" Sudah bro, sekarang kau dimana?" eza.


" Dalam perjalanan." arjuna


" Andrian sudah datang, dia menunggu di ruanganmu." eza mengabarkan kalau andrian telah datang dan tengah menunggu di ruangannya.


" Ajak dia bicara, sebentar lagi aku sampai." arjuna memutuskan panggilan.


" Sekarang aku ingin lihat sehebat apa dirimu?" Gumam arjuna sambil terus menyetir mempercepat laju mobilnya.


*


*


Arjuna memasuki area perkantoran, seluruh karyawan menyapanya dengan sopan. Terutama para cewek-cewek mereka tampilkan senyum semanis mungkin agar mampu memikat hati sang pemilik perusahaan. namun tak satu pun yang di lirik oleh arjuna. membuat mereka berciut hati.


Arjuna langsung menuju ruang meeting karna eza telah mengabarinya bahwa semua rekan-rekannya telah berkumpul sedang menunggu dirinya.


" Good Morning sir, Arjuna (selamat pagi tuan arjuna) ." ucap salah satu rekannya dengan berbahasa inggris menyapa arjuna ketika memasuki ruangan itu.


" Morning, Sorry I'M a little late ( pagi, maaf saya sedikit terlambat.) ." jawab arjuna pandangannya langsung tertuju pada andrian.


" Mr, Andrian How Are you? ( tuan andrian bagaimana kabarmu?)." ucap arjuna.


" I'M Good, please sit down Mr arjuna ! (saya baik, silahkan duduk tuan arjuna! )." jawab andrian seraya mempersilahkan sang pemilik perusahaan duduk.


" Thank you " ucap arjuna.


Arjuna dan rekan-rekannya sesekali menggunakan bahasa lain untuk memberikan Mood Booster, agar suasana hati lebih ceria dan mudah mendapatkan semangat sebelum menjalankan aktifitasnya.

__ADS_1


Arjuna duduk di kursi di seberang andrian.


mereka duduk saling berhadapan, membuat arjuna dengan leluasa memandangi wajah pria yang telah menyakiti hati gadis impiannya. Tak terasa tangannya mengepal di bawah meja, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan menunjukkan wibawanya.


" Beruntung sekali kau de' bisa mendapatkan cinta dari orang seperti arjuna , ku do'akan semoga hidupmu bahagia, maafkan aku yang telah menyia-nyiakan cinta kasihmu." Andrian membatin, terkadang masih tersirat sebuah penyesalan di hatinya kala ia teringat tentang gadis yang pernah di sakitinya.


Arjuna memulai meeting .


" Thankyou for coming today, We have a lot to discuss so let's begin. Is everyone ready to begin? "


artinya:


" Terima kasih telah datang hari ini, ada banyak hal yang harus di diskusikan hari ini Jadi mari kita mulai. Apakah semuanya sudah siap untuk memulainya?"


Arjuna membuka acara dengan gayanya yang kharismatik. semua rekan-rekannya mendengarkan dengan seksama.


acara meeting berjalan dengan lancar.


" I really appreciate you all for attending to day, So much from me, thanks "


artinya:


" Saya sangat menghargai para hadirin yang telah datang hari ini, sekian dari saya, terima kasih."


Arjuna menutup acara, pertanda meeting selesai.


Andrian menatap arjuna penuh kagum, ia semakin rela jika dhita bersama dengannya.


Tring..


Bunyi sebuah chat masuk, arjuna melirik handphonenya.


" Tuan, keberadaan nona dhita telah terdeteksi, kami sedang menuju ke sana, villa Pondok Terra J.L. ngadinegaran 103 B "


Rupanya chat dari salah satu anak buahnya, tanpa berpikir panjang lagi arjuna beranjak pergi meninggalkan rekan-rekannya yang masih asyik mengobrol.


Tanpa bertanya eza langsung menyusul kepergian sahabatnya, sepertinya ia tau apa yang sebenarnya terjadi.


*


*


*


Dhita terkejut mendengar suara ribut-ribut di luar. ia segera beranjak pergi keluar dari kamarnya.


*


" Sialan , dasar bajingan." arjuna langsung memukul andrian tepat mengenai wajahnya.


Bruukk


andrian tak sempat mengelak dengan serangan yang tiba-tiba.


Bruukk


Satu serangan lagi mengenai dadanya.


" Akhhhkkhh...." andrian mengerang kesakitan.


Sebelumnya.


Andrian bermaksud menjemput dhita untuk menemui sahabat-sahabatnya. ditengah perjalanan seorang anak buahnya mengabari kalau keberadaan dhita telah di ketahui oleh arjuna dan anak buahnya. Roy mengirim pesan sebelum ia di ringkus oleh anak buah arjuna.


Arjuna yang saat itu telah terlanjur murka, mengamuk membabi buta. Menyerang andrian yang baru saja keluar dari mobilnya.


andrian berusaha menjelaskan namun arjuna tak mengubrisnya ia terus saja menyerang andrian yang mulai terdesak, kini posisi andrian terlentang tak berdaya tepat berada di bawah tubuh kekar arjuna.


Arjuna melayangkan tinjunya, namun belum sempat mengenai wajah andrian, sebuah suara terdengar berteriak menghentikan aksinya.


" Stop... sudah..sudah... berhenti..." teriak suara itu yang ternyata adalah dhita.


Arjuna membalikkan badannya.


Degghh.


Arjuna terpaku ketika melihat gadis impiannya. Dhita melihat sekeliling, bodyguartnya telah diringkus oleh anak buah arjuna, yang jumlahnya lebih banyak. Ia pun melihat andrian tengah terbaring babak belur tak berdaya.


" Sudah lepaskan mereka semua, ayo ...lepaskan..." sekali lagi dhita berteriak.


Anak buah arjuna masih tak bergeming. arjuna angkat bicara.


" Cepat lepaskan." perintah nya yang langsung di patuhi oleh anak buahnya.

__ADS_1


Arjuna mendekati dhita gadis impiannya hendak memeluknya, namun tangan arjuna di tepis oleh dhita.


Dhita menatap arjuna dengan tatapan tajam membuat pria di depannya tak sanggup membalas tatapan mata itu, tatapan yang bertanya-tanya, tatapan yang mengungkapkan sebuah kekecewaan.


" Apa yang kau lakukan Mas... mas Ar... jawab aku, apa yang kau lakukan." suara dhita terdengar parau menahan air mata yang mulai mengambang di pelupuk netranya.


Arjuna masih menunduk, sekuat-kuat nya ia tak akan mampu melihat si gadis impian apabila sedang kecewa karenanya.


" Mas ...Ar .. tatap aku..." ucap dhita, air mata mengalir di kedua pipinya.


" Maafkan aku..." hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut arjuna.


" Kau tau siapa yang telah kau pukul ini mas.." tanya dhita, tangannya menunjuk ke arah andrian yang tengah berusaha bangkit di bantu oleh eza.


Dhita berpaling dari arjuna perlahan melangkah mendekati andrian. Dilihatnya bibir andrian yang berdarah, ia segera mengusapnya dengan tangannya.


" Awww hh ..." andrian meringis kesakitan.


" Apakah Sakit bang..?" Dhita bertanya penuh perhatian.


Andrian mengangguk perlahan.


Arjuna hanya bisa memandangnya dengan tatapan cemburu, apa boleh buat saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa.


eza mengerti apa yang tengah di rasakan sahabatnya, " Semoga saja dia bisa menahan diri dan gak bikin keruh keadaan." ucap nya hampir tak terdengar.


Arjuna tak mampu lagi menahan rasa cemburunya, melihat sang gadis impian tengah bermesraan dengan orang lain. " Mungkin mereka udah CLBK " . setidaknya itulah yang ia pikirkan saat itu. seketika ia beranjak pergi menuju mobilnya. arjuna pergi dengan rasa kecewa.


" Mas... mas Ar.. tunggu... " panggil dhita, ia baru menyadari bahwa arjuna menyaksikan semuanya. Ia takut pria yang di cintainya salah paham.


dhita mengejarnya, namun arjuna tetap saja terus berjalan tak menghiraukannya.


" Berhenti mas.." panggilnya lagi namun tetap tak di hiraukan.


" Awww...." Pekik dhita, ia terjatuh terjerembab lututnya berdarah membentur lantai pelataran villa.


Tap..


Arjuna menghentikan langkahnya, ia menoleh ke arah dhita lalu berlari menghampirinya. arjuna tak akan tega melihat gadis yang di cintainya tengah menderita. Walaupun saat itu ia sedang dalam keadaan marah.


" Makanya kalo jalan hati-hati." ucap arjuna dengan datar. ia berusaha membantu dhita untuk berdiri. Bercak darah mengotori dress panjangnya.


" Gimana mau hati-hati mas, kan hati aku udah di ambil kamu." ucap dhita dengan manja, ia sengaja lakukan itu demi mencuri perhatian sang pria yang sangat di cintainya.


Arjuna menghentikan gerakannya, menatap wajah ayu di depannya. Seakan meminta penjelasan.


" Aku tau mas kamu cemburu, aku dan bang andrian,... hubungan kami hanya sebatas kakak beradik, gak lebih." dhita menjelaskan.


" Bukankah dulu kamu sangat mencintainya, kamu jadi trauma berat karna di tinggal kannya, iyakan..? arjuna masih memprotes.


" Apa kamu menghindariku karna hal itu ? " lanjutnya.


Dhita mengangguk, perlahan di tatapnya wajah pria yang di rindukannya.


" Ya ... mas.. dulu aku memang sangat mencintainya, bahkan aku mengalami trauma, makanya aku gak mau lagi jatuh cinta mas, termasuk denganmu ... aku pikir aku udah mati rasa mas..." dhita dengan wajah sedih.


" Tapi setelah bang andrian menculikku dan membawa ku kemari, saat itulah aku sadar mas... a ...aku... aku...mencintaimu mas.. Ar..."


Bukan main bahagianya hati arjuna mendengar penuturan sang gadisnya.


" Jadi, kamu memiliki perasaan yang sama denganku?" Arjuna bertanya seakan tak percaya.


" Iya mas..."


" Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu ." Arjuna membawa dhita ke dalam pelukannya, dhita pun membalasnya dengan pelukan yang erat. ia menikmati aroma dada bidang khas arjuna. Mereka saling berpelukan penuh makna.


Yang lain hanya bisa menyaksikan adegan mesra di depan mereka. " andai ayangku ada di sini udah ku balas kalian." gumam eza. ia merasa kesal melihat adegan mesra yang dibintangi oleh arjuna dan dhita.


" Benarkah kamu sangat mencintai ku mas..." dhita menatap wajah pria yang di peluknya.


" Hmmm.... iya... " arjuna


" Kalo gitu jangan sakiti aku mas..." pinta dhita.


" Pasti sayang.."


Arjuna melerai pelukannya.


" Bagaimana bisa, kamu dan andrian menjadi kakak-adik.? arjuna mengalihkan pembicaraan.


" Karna dia wanita hebat, dia yang mengajariku arti cinta dan keikhlasan. aku sadar ... hanya kaulah yang pantas mendampingi hidupnya." ucap andrian tiba-tiba saja ia ikut nimbrung pembicaraan mereka.


" Aku titipkan adik ku padamu, jaga dia, buatlah ia selalu bahagia, jangan pernah membuatnya kecewa, aku selalu mendukung hubungan kalian." pesan andrian sekaligus memberi dukungan.

__ADS_1


__ADS_2