
Di sebuah restorant mewah dhita dan bastian sedang duduk saling berhadapan di meja no 05.
" Maaf tuan, apa tuan haikal tidak ikut ?" tanya dhita, ia teringat seorang karyawan kepercayaan bastian.
" Tidak, dia sedang sibuk !" jawab bastian dengan khas muka datarnya.
Dhita terdiam karna tidak ada lagi yang akan di tanyakannya.
Kemudian seorang pelayan datang dengan sopan menyodorkan sebuah buku menu makanan di restorant tersebut.
" Pesanlah makanan kesukaanmu!" perintah bastian.
Dhita hanya mengangguk sambil membuka lembaran buku menu tersebut.
" Lobster, saya pesan lobster ," ucap dhita.
" Lobster ? oh tidak menurutku foie grass lebih baik ." ucap bastian kurang setuju dengan menu yang dipilih dhita.
" Tapi tuan, itu menu kesukaan saya ," dhita mulai protes.
" Lebih baik foie grass, kita samakan dan minumannya fruit juice ." bastian memutuskan menu makanan yang akan mereka pilih sebagai makan malam.
" Hah, terserah anda saja tuan ." ucap dhita pasrah, lagi-lagi ia harus mengalah dan menuruti kemauan bosnya." mengapa tadi sok nyuruh pilih ." keluh dhita dalam hati.
" Baiklah kami pesan foie grass 2 dan fruitea juice 2 ." bastian memutuskan pesanan mereka.
" Baik tuan " ucap pelayan tersebut kemudian berlalu.
Sambil menunggu pesanan mereka di sajikan, bastian dan dhita menikmati alunan musik jazz yang di bawakan oleh Tri suaka.
Lagu mellow yang di bawakan tri suaka sangat menyentuh hati membuat dhita teringat kembali momen suka-duka bersama arjuna, pria yang masih sangat di cintainya.
" Boleh saya menyumbangkan sebuah lagu tuan ?" tanya dhita, entah mengapa ia sangat ingin mengutarakan semua isi hatinya melalui sebuah lagu.
" Bisa, di restorant ini bebas bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan lagu, penyanyi tri suaka akan setia mendampingi." jawab bastian.
" Sebentar !" bastian bangkit dari duduknya menuju panggung kecil tempat penyanyi tri suaka berada. Setelah berbincang beberapa saat kemudian bastian kembali ke tempatnya.
" Mari !" bastian mempersilahkan dhita menaiki panggung kecil bersama tri suaka yang akan mengiringi dengan musiknya.
Tepat pada saat itu, arjuna dan citra memasuki area restorant dan duduk di meja no 4, tepat berada di belakang bastian. Rupanya mereka sedang dinner. Namun arjuna tidak menyadari keberadaan dhita.
Tiba-tiba terdengar suara musik yang sangat indah.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Kemudian terdengar juga suara merdu yang tak asing lagi bagi arjuna.
__ADS_1
π€ Sekali seumur hidup
π€ Cukup satu kali jangan berubah
π€ Untuk selamanya
π€ Seiya sekata Cinta......
π€ Untuk apa harta dunia
π€ bila tak ada cinta yang menyerta
π€ mahsyur dan semua kejayaan
π€ tak cukup membuat kita bahagia......
π€ Tulus kasih dan sehaluan
π€ berlabuh kita di dermaga impian
π€Jalani hidup tanpa dusta
π€ penuh cinta dan kasih sayang.....
Degh.
Arjuna terperangah ketika ia melihat seorang wanita yang sedang membawakan lagu indah tersebut.
Tak hanya arjuna seluruh pengunjung restorant itu sampai menitikkan air mata mendengarkan lagu mellow tersebut. Arjuna ingin menghampiri dhita namun di cegah oleh citra.
" Mau kemana ar ?" tanya citra seraya memegang lengan arjuna yang hendak melangkah pergi.
" Ini dinner pertama kita, kau mau merusaknya ?" tanyanya lagi, membuat arjuna terpaksa duduk kembali di kursinya.
( Kembali lagi ke lagu yang di bawakan dhita ).
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
π€ Sekali seumur hidup
π€ Cukup satu kali jangan berubah
π€ Untuk selamanya
π€ Seiya sekata Cinta........
π€ Untuk apa harta dunia
__ADS_1
π€ Bila tak ada cinta yang menyerta
π€ Mahsyur dan semua kejayaan
π€ Tak cukup membuat kita bahagia.......
Karna terbawa oleh suasana hatinya yang sedang meresapi isi lagu tersebut, sebuah penghayatan yang sangat dalam membuat dhita yang tadinya berdiri kini telah duduk bersimpuh dengan air mata yang berderai.
π€ Tulus kasih dan sehaluan
π€ Berlabuh kita di dermaga impian
π€ Jalani hidup tanpa dusta
π€ Penuh cinta dan kasih sayang.......
Lagu pun selesai.
Seluruh pengunjung memberikan tepuk tangan yang meriah, memuji kemampuan dhita dalam membawakan lagu tersebut. Mereka mengira dhita adalah seorang biduan yang mendampingi tri suaka, namun kekaguman mereka bertambah ketika mengetahui dhita juga pengunjung biasa sama seperti mereka.
Terlihat senyum mengembang di wajah dhita.
Degh.
Arjuna mengira wanita itu tersenyum ke arahnya membuat arjuna juga ikut tersenyum sambil berdiri hendak menghampiri dhita.
Gerrrr.....
Namun betapa kecewanya dia, setelah tau senyum itu bukan untuk dirinya melainkan untuk seorang pria yang sedang duduk di depannya, pria yang pernah ia lihat sebelumnya bersama dhita di meeting tender tadi siang.
Bastian berdiri, berniat menjemput sekretarisnya yang masih berdiri di atas panggung bersama tri suaka. Bastian mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh dhita, kemudian mereka sama-sama melangkah menuju meja yang telah tersedia pesanan mereka di atasnya.
Kembali hati arjuna di buat kecewa, tapi kali ini ia menyalahkan dirinya sendiri yang telah menyia-nyiakan wanita itu hingga membuat orang lain menggantikan posisinya. Wanita sebaik dhita, yang tak hanya cantik namun masih banyak lagi skill yang membuat orang lain lebih mengaguminya tentu saja tak membuat dhita kesulitan mencari pengganti dirinya, setidaknya itulah dugaan arjuna saat ini.
" Wow amazing, your're great !" ucap bastian memuji skill dhita, baru kali ini ia melihat wanita berhijab yang sangat menawan memiliki banyak kemampuan. Di paris pun ia tak pernah menemukan wanita yang memiliki skill sesempurna dhita, sekretarisnya.
Ya, bastian david dmd berasal dari paris dan ia lahir disana. Ia kembali ke indonesia ke tempat ke dua orang tuanya berasal dengan tujuan tertentu.
Dhita dan bastian menikmati menu makanan yang meraka pesan sebelumnya, foie grass makanan yang berdasarkan hati angsa atau bebek sangat memanjakan lidah dengan cita rasa yang begitu menggoda selain rasanya nikmat, teksturnya juga lembut. Tak heran jika harga foie grass sangatlah mahal.
Dhita berusaha mengimbangi sikap bosnya agar tidak terlihat memalukan, ia berusaha menerapkan tabble manner yang pernah ia pelajari waktu masih duduk di sekolah menengah atas. Walaupun sedikit tapi itu sudah lumayan membuat bastian terpesona dengan pemahaman sekretarisnya di dalam etika jamuan makan serta tata cara duduk yang benar.
Sebenarnya dhita mengetahui keberadaan arjuna dan citra yang sedari tadi memperhatikan dirinya, tapi dhita lebih memilih untuk tidak menghiraukannya.
Bastian yang biasanya bersikap dingin kini tiba-tiba saja ia berubah menjadi lebih peka dan perhatian.
Bastian menatap wajah sekretarisnya karna ada sisa makanan yang menempel di bibirnya. Bastian mengambil tisu yang telah tersedia di atas meja untuk membersihkan, sambil melirik ke arah arjuna yang memperhatikan sejak tadi, bastian tersenyum sinis, entah apa yang ada di dalam pikirannya.
Namun dhita menolak, ia menahan tangan bastian.
" Maaf tuan saya ke toilet dulu ," ucap dhita sambil terus melangkah pergi, tanpa menunggu jawaban dari bastian.
__ADS_1