Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 185 Bertemu ibu kandung


__ADS_3

Dhita yang baru saja selesai mengurus semua kebutuhan Mommy Rita sebagai ibu mertuanya, bermaksud ingin pergi ke rumah Reyhan.


Ya, Dhita ingin melihat keadaan di sana, Keadaan adik iparnya dan juga keluarganya, telah lama ia tidak menjenguk mereka.


Namun, Dhita menanyakan kabar mereka lewat internet hampir setiap hari.


"Mommy, aku pamit dulu ya," ucap Dhita seraya mencium tangan ibu mertuanya yang tidak lagi mulus seperti dulu. Tangan itu terlihat begitu banyak kulit yang telah berkerut di makan usia.


"Mau kemana?" tanya mommy Rita setelah Dhita melepaskan tangannya.


"Ke rumah Reyhan mom, telah lama aku tidak menjenguk keadaannya." jawab Dhita.


"Baiklah, Hati-hati!"


"Ya, mom"


Namun, sebelum Dhita pergi keluar dari mansion mewah itu, terlebih dahulu ia memanggil seorang pelayanannya.


"Tolong jaga mommy, sampai aku kembali!" perintah Dhita tegas.


Pelayan itu pun mengangguk, menyanggupi.


"Baik, nyonya!"


Lalu Dhita pun pergi keluar dari mansion nya. Bersama seorang sopir yang biasa mengantarnya pergi kemanapun ia ingin pergi.


Selang beberapa menit, Dhita pun tiba di rumah Reyhan.


Rena yang baru saja mengantarkan suaminya kembali ke kamar, terkejut ketika mendengar bunyi deru mesin mobil parkir di halaman rumahnya.


Rena segera bergegas menuju ke arah jendela untuk melihat siapakah yang datang. Betapa bahagianya hati Rena ketika melihat sahabat sekaligus kakak iparnya turun dari mobil. Cepat-cepat Rena segera berlari ke arah depan untuk menyambut kedatangan Dhita.


"Sendirian?" tanya Rena ketika tidak melihat siapapun selain Dhita dan sopirnya.


"Ya, mas Ar kan sedang di luar negri." jawab Dhita seraya memasuki rumah Sahabatnya.


"Kok sepi, Almira ku di mana?" Dhita merasa heran, karena biasanya, jika ia datang berkunjung ke sana Almira lah yang selalu terdepan menyambut kedatangannya.


Dhita menyebut Almira dengan 'Almira ku' karena ia memang telah menganggap Almira sebagai putri kandungnya sendiri.


"Almira sedang pergi bersama temannya." jawab Rena dengan santai.


Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu.


Mendengar jawaban Rena, membuat Dhita mengerutkan keningnya.


"Pergi bersama temannya? tapi Diana tidak mengabari ku, " tanya Dhita, karena memang putrinya tidak menghubungi dirinya sama sekali, dan beruntung Puri yang mengabarinya kalau Diana berada di rumahnya, karena kalau tidak pastilah ia akan merasa sangat khawatir.

__ADS_1


"Tidak dengan Diana juga, Almira hanya pergi berdua dengan temannya itu."


"Oh, teman, cuma seorang?"


Rena menganggukkan kepalanya.


"Teman pria?"


Rena kembali menganggukkan kepalanya dan berkata "Iya."


Barulah Dhita tersenyum sendiri seraya melirik ke arah Rena.


"Kenapa, ada yang salah?" Rena bertanya kepada Dhita.


"Tidak, ini tidak salah, aku tersenyum karena aku teringat kalau Almira ku ternyata telah dewasa." jawab Dhita.


"Jika Anak-anak telah menjadi dewasa, berarti kita tua," ucap Rena sedikit berseloroh.


"Ya, bisa jadi." sahut Dhita berseloroh pula.


"Eh, mana suamimu?" tanya Dhita kemudian.


Memang, setelah bercanda dengan Rena, telah membuat Dhita melupakan dengan tujuan dirinya datang berkunjung ke rumah adik iparnya.


"Ada di kamar, sedang istirahat." jawab Rena.


"Sebenarnya aku datang kemari untuk menjenguk suamimu." ucap Dhita mengutarakan maksud kedatangannya.


"Alhamdulillah, dia baik-baik saja." jawab Rena.


Di karenakan Reyhan sedang beristirahat, akhirnya Dhita mengurungkan niatnya. Di karenakan ia tidak ingin mengganggu adik iparnya yang sedang beristirahat.


Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Dhita pamit untuk pulang.


"Hati-hati ya!" ucap Rena sebelum mereka berpisah.


"Ya, terimakasih, kau juga jaga diri baik-baik dan kalau kalau kalian membutuhkan sesuatu, jangan Sungkan-sungkan berbicara padaku." pesan Dhita sebelum pergi.


"Tentu!" jawab Rena.


Akhirnya mereka pun berpisah.


Ditengah perjalanan, Dhita menerima pesan dari ibu mertuanya, mommy Rita ingin supaya di belikan makanan kesukaannya.


Dan bersedia atau tidak, Dhita harus berhenti di depan sebuah restoran mewah untuk membeli makanan tersebut.


Dhita memasuki area restoran dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Almira dan Ans.

__ADS_1


"Bukankah itu Almira?" gumam Dhita kepada dirinya sendiri. Setelah memesan makanan kesukaan ibu mertuanya.


Tampak lah Almira yang sedang duduk di sebuah kursi bersama dengan Ans. Terlihat Almira sangat bahagia bercanda dengan pria yang sedang bersamanya.


"Mungkin itukah, teman pria Almira yang di maksud Rena? tampan juga." bisik Dhita.


Setelah makanan yang di pesan telah selesai Dhita pun segera membayarnya lalu bergegas pergi menuju meja makan di mana Almira berada.


"Hai Almira!" seru Dhita ketika telah berada di dekat Almira dan juga Ans.


"Hai juga tante." sahut Almira sedikit terkejut.


"Tante sudah lama?" Almira bertanya kemudian.


"Tidak baru saja, tante hanya membeli makanan kesukaan oma, kebetulan melihat mu disini," jawab Dhita.


Almira hanya tersenyum.


"Dia siapa?" tanya Dhita karena pria yang sedang bersama keponakannya itu hanya diam saja, tidak memperkenalkan diri.


Sedangkan Ans sendiri saat ini tengah merasa bingung dengan perasaannya sendiri, Lagi-lagi ia merasakan suatu hal yang aneh pada dirinya. Jantungnya terasa berdebar-debar sama seperti ia bersama dengan Diana. Oleh karena itu, Ans lebih memilih untuk diam saja seraya berusaha memahami tentang perasaaannya.


"Ah, ya tante kenalkan dia Ans, teman Almira." jawab Almira dengan sedikit malu-malu.


Mendengar namanya di sebut, Ans segera mengulurkan tangannya menyalami Dhita. Dan Lagi-lagi ia merasakan sesuatu yang aneh.


Begitu pun dengan Dhita, sentuhan tangan Ans mampu mengingatkan ia dengan sentuhan saat ia memberikan ASI kepada Ansel dirumah sakit, dan itu terakhir kalinya mereka bertemu.


"Ans, tante," ucap Ans, mengulang namanya meskipun Almira telah menyebutkan namanya.


"Dhita." jawab Dhita seraya melepaskan tautan tangan mereka.


JEDDER.


Bagai disambar petir, ketika Arjuna mendengar Dhita menyebutkan namanya. Rasa dendam di dalam hatinya kembali membara. Namun, dikarenakan di sana juga ada Almira, maka Ans berusaha sekuat mungkin menahan gejolak di dalam hatinya.


"Mari duduk tante," ajak Almira.


"Tidak, tante harus segera pulang, kasihan oma, dia pasti sedang menungguku saat ini." ucap Dhita.


"Lagi pula tante tidak ingin mengganggu dinner kalian." lanjut Dhita.


"Tapi tante... " Kata-kata Almira terputus.


"Sudah, tidak Apa-apa, tante juga pernah muda dulu, ya sudah kalian teruskan saja, tante pulang dulu." ucap Dhita sebelum pergi.


Almira mencium tangan Dhita dengan penuh rasa hormat. Namun, tidak sama Ans, ia justru sangat membenci wanita ini karena ia menganggap gara-gara wanita yang bernama dhita, Arjuna meninggalkan Fanny dan juga dirinya.

__ADS_1


Ans tidak pernah menyadari kalau Dhita adalah ibu kandungnya, wanita yang telah menyebabkan dirinya terlahir ke dunia ini.


Dengan sangat terpaksa Ans menjabat tangan Dhita, hanya karena ia tidak ingin image nya terlihat buruk di depan Almira.


__ADS_2