
Arjuna yang sedang memperhatikan dhita langsung menyusul wanita itu ketika melihatnya pergi ke toilet. Sedangkan citra hanya berdecak kesal melihat tingkah pria yang telah resmi menjadi tunangannya.
" Ck, sialan, apa dia sangat istimewa hingga arjuna selalu mengejarnya ." ucap citra dalam kekesalannya.
Arjuna menunggu dhita di luar toilet, mengingat toilet itu memang khusus wanita.
Ssyuuuuurrrr .......
Ssyuuuuurrr.......
Bunyi air kran di dalam toilet.
" Ya tuhan, mengapa aku harus bertemu dengannya lagi, ku mohon jauhkan kami jika memang kami tidak berjodoh." pinta dhita dengan suara lirih, tak terasa air mata menitik di kelopak matanya.
Selesai membersihkan muka dhita pun keluar dari toilet.
Degh.
Degh.
Degh.
Kedua pasang indra penglihatan saling beradu, saling menatap satu sama lain. Seakan saling mengungkapkan rasa dengan bahasanya sendiri.
Dhita segera menunduk berusaha memalingkan wajahnya agar tidak bisa lagi melihat wajah tampan di depannya.
" Tatap mataku!" seru arjuna .
" Maaf mas aku gak bisa ." jawab dhita.
" Kenapa ? bukankah dulu kau sering menatapku berlama-lama ?" arjuna berusaha mengingatkan kembali masa-masa indah mereka.
" Ya, aku akui dulu aku memang sering melakukan hal itu, tapi.. sekarang berbeda mas, kau telah mengharamkan hubungan ini walau sebenarnya hubungan kita dari dulu memang haram." ucap dhita tegas.
" Terima kasih mas, kamu udah mengingatkan aku, hingga aku gak berlarut-larut terjerumus dalam lembah kehinaan." lanjut dhita lagi. Ya, sampai kapanpun yang namanya berpacaran memang di haramkan dalam hukum islam, dan itu memang benar adanya.
" Apa maksudmu ? aku memang salah, tanpa sadar aku mengucapkan kata-kata yang berdampak buruk bagi hubungan kita." arjuna.
" Ku mohon maafkan aku." arjuna menangkupkan kedua tangannya, berharap wanita yang pernah ia sakiti akan memaafkannya.
" Aku maafin kamu mas." ucap dhita .
__ADS_1
" Benarkah ?" arjuna seperti tak percaya kesalahannya dimaafkan begitu saja.
" Ya, mulai sekarang tolong jauhi aku mas, aku gak mau terjadi fitnah di antara kita, lagian kamu udah punya tunangan kan mas, aku gak mau di anggap sebagai perusak hubungan orang lain." ucap dhita menahan rasa sesak di dalam dadanya.
" Oh, ya mas, aku lupa," dhita membuka dompetnya dan mengambil sesuatu di dalam sana.
" Ini, aku kembalikan sama kamu mas, aku rasa.... aku gak berhak untuk memilikinya lagi." dhita menyerahkan sebuah cincin berlian yang pernah di berikan pria itu padanya.
" Tapi dhi.... aku... aku benar-benar menyesal, aku khilaf, maafkan aku..." arjuna
" Ya, aku udah maafin kamu mas, tapi tolong hargai keputusanku, mulai sekarang harus ada jarak diantara kita." dhita langsung pergi dengan membawa rasa sesak didadanya. Sekuat mungkin ia berusaha menahan untuk tidak menangis.
Sementara arjuna hanya bisa menatap cincin berlian di tangannya, cincin yang baru saja di kembalikan oleh wanita yang sangat di cintainya, kini ia benar-benar dalam penyesalan yang sesungguhnya.
" Kok lama ?" tanya bastian saat dhita kembali ke mejanya.
" Ya tuan, tadi kepalaku pusing, aku rasa aku kurang enak badan," jawab dhita berbohong.
" Kalau begitu kita ke dokter ." ucap bastian antusias.
" Tidak tuan, aku pulang saja, maaf makan malam kita jadi berantakan." ucap dhita merasa tak enak hati takut mengecewakan bosnya.
" Just relax, jangan terlalu di pikirkan." ucap bastian.
Selama di perjalanan pulang, dhita lebih banyak diam. Bastian pun merasakan hal yang berbeda dengan sebelumnya, sebelum dhita bertemu dengan arjuna sikap wanita itu masih terlihat riang, namun untuk saat ini, wanita ini lebih banyak diam seribu bahasa." Sepertinya telah terjadi sesuatu pada mereka." batin bastian.
" Terima kasih tuan." ucap dhita setelah mereka sampai di depan apartement.
Bastian mengerutkan keningnya ketika wanita yang di antarnya melangkah pergi begitu saja tanpa berbasa-basi menawarkan dirinya untuk singgah dulu walaupun hanya sebentar.
" Mungkin wanita berhijab memang seperti itu." ucap bastian pada dirinya sendiri, pandangannya terus mengikuti langkah dhita yang menghilang di balik bangunan apartement.
Derrrrrtt....
Derrrrttt....
Derrrttttt...
Tiba-tiba ponsel bastian berbunyi.
Sebelum mengangkat panggilan di ponselnya bastian terlebih dahulu menjalankan mobilnya. Karna ia tak ingin jika sampai ada orang lain yang mendengar obrolan mereka.
__ADS_1
" Hallo dady ," sapa bastian mengangkat panggilan di ponselnya.
" Hallo bastian, comment ca progresse ?" tanya suara di seberang sana yang ternyata adalah dadynya. Pria itu tinggal di paris dan menggunakan bahasa prancis.
David dharmendra adalah ayah dari bastian, pria itu sengaja memulangkan putra tunggalnya ke negri asalnya dengan satu tujuan yang pasti.
" Tout va bien dady." jawab bastian dengan bahasa prancis pula.
" Apa mereka mengenalimu?" david khawatir ada yang mengenali penyamaran putranya.
" Tidak dad, bukankah ini pertama kalinya aku pulang ke indonesia, mana mungkin mereka mengenaliku." bastian memastikan agar ayahnya tidak mengkhawatirkan tentang dirinya.
" Lalu bagaimana dengan namamu ? bukankah akhir dari nama kalian itu sama ? bagaimana kamu bisa menutupinya ?" david masih terdengar khawatir, ia takut rencana yang mereka susun dengan rapi akan terendus oleh mereka, mengingat betapa lihainya musuh yang harus di hadapinya kali ini.
" Sebelum pulang aku telah berhasil mengubah seluruh nama identitasku dady, bahkan di setiap akses aku berhasil mengubahnya, aku mensinoptik kalimat akhir dari namaku, DMD." bastian memberikan alasan keyakinannya, bahwa musuh tidak akan mengetahui siapa ia yang sebenarnya.
" Bien, tetap pertahankan usahakan agar musuh tidak mencurigaimu." saran david kepada bastian.
" Fini dady ." ucap bastian.
Tuutt......
Tuutt......
Tuutt......
Sambungan ponsel terputus.
*
*
*
Di paris.
Seorang pria paruh baya, namun masih lebih muda dari pak teddy dan mommy rita, sedang duduk di kursi kebesarannya di dalam ruangan kerja. Pria itu menatap langit-langit ruangan dengan seulas senyum mengerikan di sudut bibirnya.
" Sebentar lagi tiba saatnya dimana kalian akan kembali ketempat seharusnya kalian berada, kalian tidak berhak memiliki semua itu, hanya aku dan putraku yang sah menjadi pewaris harta para leluhurku." ucap david sambil mengepalkan tangannya.
David dharmendra memang tergolong orang yang tamak dan serakah, berbeda sekali dengan kakaknya, calvin dharmendra yang di kenal sebagai orang yang baik dan berwibawa. Ketika mengetahui bahwa arjuna bukanlah darah daging dari kakaknya, ia merencanakan untuk merebut kembali harta warisan dan kekuasaan yang di miliki arjuna. Untuk memuluskan rencananya ia sengaja mengirim putranya ke indonesia untuk menghancurkan arjuna dari dalam. Lebih-lebih di negri ini tidak ada yang mengenali putranya, karna memang bastian di lahirkan dan di besarkan di paris.
__ADS_1
" Nikmati saja hari-hari indah kalian karna sebentar lagi hari yang indah akan berubah menjadi hari yang paling buruk dalam hidup kalian ha....ha...ha..." david tertawa terbahak-bahak, hingga memperlihatkan seluruh rongga di dalam mulutnya.