Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 62 Restu Mommy


__ADS_3

Suasana di rumah Citra pagi itu terasa sangat panas, meskipun hari masih terlalu pagi dan sang mentari masih belum menampakkan wajahnya.


Citra merasa tidak terima dengan keputusan Arjuna yang telah menggagalkan pernikahan mereka. Dengan berbagai alasan Citra berusaha menolak dengan adanya fakta yang di berikan Arjuna dan Eza.


" Kamu tidak bisa melakukan semua ini padaku Ar," ucap Citra dengan tatapan tajam ke arah Arjuna.


Saat itu tidak hanya Arjuna dan Eza yang berada di ruang tamu tersebut melainkan Devina dan juga suaminya ikut menyaksikan pembatalan pernikahan tersebut. Seperti Citra, Devina pun melakukan hal yang sama mencoba menolak keputusan Arjuna walau mereka tau bahwa Arjuna akan tetap kukuh pada pendiriannya.


" Besok tanggal 01 November, seharusnya besok adalah hari pernikahan kalian, bukankah kau sendiri yang memberikan keputusan itu, Ar. Lalu mengapa kau mengingkari janjimu?" Devina mencoba untuk mengingatkan Arjuna akan janji yang pernah ia ucapkan saat dulu.


" Ya, itu benar tapi semua itu berawal dari sebuah kelicikan putri Tante yang telah memfitnah kekasih ku di depan mataku sendiri, jika saja itu tidak terjadi maka aku tidak akan pernah mengucapkan kata-kata itu." jawab Arjuna dengan penuh keyakinan.


" Tapi Arjuna, surat undangan pernikahan kalian telah menyebar luas di kalangan masyarakat, kalau sampai di batalkan maka kami semua akan menanggung malu seumur hidup kami," ratap Devina berusaha untuk sesedih mungkin namun itu hanya sandiwara belaka.


" Maaf tante apapun yang terjadi aku tidak bisa mencabut keputusanku, dan tentang rasa malu yang Tante ucapkan aku minta maaf, namun aku ragu apa benar seorang Citra masih memiliki rasa malu?" Arjuna membalikkan ucapan Devina. Mengingat perbuatan Citra yang tanpa malu menginginkan dirinya untuk melakukan sesuatu yang di luar batas.


Mendengar perkataan Arjuna yang menyinggung harga dirinya, Citra mulai emosi.


" Apa maksud mu Ar, kau ingin merendahkan harga diriku?" tanya Citra sambil berdiri berkacak pinggang.


" Mungkinkah kau masih memiliki harga diri, sedangkan kau saja tidak perduli dengan kehormatan mu sebagai seorang wanita, bisa saja kau melakukan itu dengan pria lain, dan kau ingin menjebak diriku untuk bertanggung jawab." balas Arjuna, jika saja ia tidak memikirkan perasaan orang tua Citra ingin rasanya ia mengatakan semuanya di depan mereka.


" Hentikan Ar, hentikan!" teriak Citra agar Arjuna tidak meneruskan ucapannya. Jika sampai itu terjadi, bukan hanya rasa malu yang ia dapatkan melainkan kemarahan dari sang ayah. Ya Citra takut kalau sampai ayah nya mendengar semua itu, bisa saja ia akan di kurung di dalam kamarnya, tak hanya itu juga yang paling mengerikan baginya, takut kalau ayah nya akan menarik semua fasilitas yang ia dapatkan selama ini, memang benar ia seorang wanita karier namun itu semua tak luput dari bantuan sang ayah yang selalu mendukungnya.


" Kenapa, kau merasa takut?" tanya Arjuna dengan senyum sinis.


" Ada apa sebenarnya Arjuna, tolong ceritakan kepada kami, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya ayah Citra dengan tatapan membingungkan.


" Akan lebih baik kalau om tanyakan saja pada putri kesayangan om." jawab Arjuna, kemudian ia bangkit dari duduknya.


" Maaf om, Tante, aku rasa sudah tidak ada lagi urusanku disini, jadi aku mohon pamit." ucap Arjuna lagi.

__ADS_1


Tanpa mendengarkan jawaban dari pemilik rumah, Arjuna segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Citra dan keluarganya hanya bisa memandang kepergian Arjuna, dan Eza yang mengekor dibelakangnya.


*


*


*


Sementara itu mommy Rita yang telah mendengar semuanya dari Citra, tentunya dengan semua kebohongannya membuat mommy Rita kesal pada putranya sendiri.


Arjuna yang memutuskan untuk memberitahu kan tentang acara lamarannya dengan Dhita langsung mendapat semprot dari ibunya ketika ia dan Eza baru saja membuka pintu.


" Apa-apaan ini Ar, mengapa kamu batalkan pernikahanmu dengan Citra, sedangkan besok adalah hari pernikahan kalian." semprot mommy Rita dengan penuh kekesalan.


" Aku akan menikah mom, tapi bukan dengan Citra melainkan dengan Dhita." ucap Arjuna dengan tenang.


" Bagaimana mungkin kau bertunangan dengan Citra tapi menikah dengan Dhita?" lanjut mommy Rita.


Arjuna dan Eza tersenyum mendengar pertanyaan mommy Rita yang terkesan membingungkan.


Eza menceritakan semua dari A sampai Z.


Mommy Rita manggut-manggut mencoba untuk mencerna informasi dari Eza.


" Baiklah Ar, mommy akan ikut dengan kalian untuk melamar Dhita hari ini." ucap mommy Rita. Hatinya kini mulai bisa menerima kehadiran Dhita di dalam kehidupan putranya.


" Beruntung tuhan menunjukkan kepada kita siapa Citra yang sebenarnya, jika sampai kalian menikah maka mommy akan menjadi ibu yang paling menyesal di dunia ini." lanjut mommy Rita.


" Sudahlah mom, ini bukan sepenuhnya kesalahan mommy, anggap saja kita sedang bermimpi selama ini, dan kini kita telah terjaga darinya." ucap Arjuna menenangkan ibunya.

__ADS_1


" Ya kau benar nak, maafkan mommy yang terlalu memaksakan keinginan mommy padamu." ucap mommy Rita dengan sebuah penyesalan di dalam hatinya.


Setelah semua siap, tentunya dengan Eza yang numpang mandi di rumah Arjuna serta meminjam pakaian sahabatnya itu agar bisa dengan cepat menghadiri acara pernikahan saudara dari sahabatnya.


Akhirnya mereka pun berangkat menuju ke tempat KUA.


Beberapa menit setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan tinggi, Arjuna, Eza dan mommy Rita tiba di tempat tersebut dengan selamat.


Di tempat itu tak banyak orang yang hadir, hanya keluarga dari kedua mempelai saja yang akan menjadi saksi dari acara sakral tersebut.


Tampak disana Reyhan sedang berdiri di depan KUA dengan sedikit gelisah. Reyhan mondar-mandir.


Melihat saudaranya sedang gelisah Arjuna memutuskan untuk menghampiri Reyhan terlebih dahulu.


" Ada apa?" tanya Arjuna ketika mereka telah berdiri berdampingan.


" Kak, mengapa Rena belum datang juga?" tanya Reyhan dengan khawatir.


" Sebentar lagi mereka pasti datang," terdengar sebuah suara bukan dari Arjuna melainkan dari mommy Rita.


" Eh, mommy apa kabar?" tanya Reyhan. Ia memanggil mommy Rita dengan sebutan mommy atas permintaan dari mommy Rita sendiri.


" Kabar baik nak!" jawab Mommy Rita penuh rasa keharuan, walau Reyhan tidak ia lahirkan dari rahimnya sendiri, namun mommy Rita merasa sangat menyayangi Reyhan layaknya putra nya sendiri.


Tak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mereka.


Seorang mempelai wanita turun dari mobil tersebut dengan di dampingi oleh kedua sahabatnya.


Dhita tersenyum melihat Arjun bersama mommy Rita. Ia yakin kalau mommy Rita telah merestui hubungannya.


Semua itu terbukti dengan senyum mommy Rita yang di tujukan kepada dirinya.

__ADS_1


Tak lama kemudian setelah semua orang yang hadir telah lengkap maka acara pun dimulai.


__ADS_2