Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 49 Wanita intelek


__ADS_3

" Any question?" tanya dhita kepada seluruh rekan yang hadir di ruang meeting tersebut. Ia sengaja mengucapkan kata tersebut untuk mengetahui apakah semua rekan kerjanya bisa memahami setiap penjelasan yang ia berikan. Namun seluruh rekannya bukan bertanya melainkan bertepuk tangan.


Prok...prok...


Prok...prok..


Prok...prok...


Suara riuh tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan meeting membuat dhita tersenyum.


Sementara itu di tengah-tengah orang yang sedang bertepuk tangan tampak seorang pria tampan pemilik jambang tipis yang tumbuh disekitar pipi dan bawah dagunya menampilkan sosok yang keren dan dewasa, menatap sekretarisnya dengan penuh kepuasan.


Semua orang bergantian menjabat tangan dhita sembari memberikannya ucapan selamat.


Setelah semua rekan bisnisnya keluar dari ruangan tersebut, kini hanya tinggal dhita dan bastian berdua di ruang tersebut.


" Congratulation on your success," ucap bastian memberikan ucapan selamat atas keberhasilan dhita, mengingat ini adalah pertama kalinya sekretaris itu memimpin meeting, sengaja bastian lakukan untuk mengetahui seberapa luas daya pemikiran sekretarisnya dan ternyata hasilnya cukup memuaskan.


" Thankyou sir." dhita membalas ucapan bosnya. Kemudian mereka sama-sama tersenyum dengan arti yang berbeda.


Bastian david dmd, adalah orang yang terkenal dingin dan bersikap semaunya saja. Sejak ia tinggal di kota itu hanya karyawan kepercayaannya saja yang bisa berkomunikasi dengannya secara langsung, namun kehadiran dhita walaupun sedikit telah mengubah perangai pria itu. Hari ini pertama kalinya para karyawan melihat seulas senyum di wajah sang direktur.


" Maaf tuan, siang ini ada meeting tender di sebuah perusahaan yang diselenggarakan oleh perusahaan asing," ucap dhita memberitahukan kepada atasannya bahwa ada sebuah perusahaan asing yang ternama akan menyediakan tender bagi sesama pembisnis.


" Informasi yang cukup menarik, pastikan kita terdaftar di dalam tender itu !" perintah bastian dengan tegas.


" Kita ?" dhita mengerutkan dahinya.


" Maksudku, perusahaan kita, pastikan telah terdaftar disana," ulang bastian memastikan perintahnya.


" Baik tuan." jawab dhita lalu pergi menuju ruangannya untuk mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran tender.


Dhita mulai menyiapkan persyaratan untuk mengikuti tender, untuk mempermudah pekerjaannya dhita membuka website LPSE di laptopnya dan mendaftarkan nama perusahaan tempat ia bekerja di sana. Beberapa menit kemudian perusahaannya mendapatkan undangan untuk mengikuti tender tersebut.


*


*

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 10:15 saat dhita dan bosnya, bastian tiba di sebuah perusahaan asing yang mengadakan tender. Tak hanya mereka rupanya banyak juga dari pembisnis lain yang berasal dari perusahaan yang berbeda ikut andil dalam penyelenggaraan tersebut, mereka sama-sama ingin memenangkan tender yang pasalnya cukup menguntungkan jika berhasil mendapatkannya.


Tak terkecuali dengan perusahaan arjuna.


P.T. Astra industri corp juga ikut andil dalam memperebutkan tender tersebut. Walau perusahannya tergolong yang terbesar dan ternama, bagi arjuna mengikuti tender tersebut adalah ajang untuk semakin memperluas ruang lingkup perusahannya, dan jika ia berhasil memenangkannya ini akan berdampak sangat baik bagi cabang pabrik baru yang ia bangun di amrik beberapa bulan lalu, mengingat pemilik tender tersebut adalah orang asing asal amrik, mendorongnya untuk semakin memenangkan tender tersebut.


Beberapa menit kemudian tender di mulai.


Para vendor mulai beraksi saling mengadu penawaran harga tender menurut kemampuan masing-masing, hingga pada akhirnya hanya ada satu suara tertinggi, yaitu P.T. Astra industri corp, dengan harga nominal tertinggi 43,5 M. yang di pimpin oleh eza sebagai sekretaris arjuna.


Daniel anthony sebagai pemilik tender yang berasal dari negri amerika serikat, negri yang mendapat julukan Negri paman sam tersebut angkat bicara setelah tidak ada lagi suara penawaran.


" There is no more ?" daniel anthony melontarkan pertanyaan itu untuk memastikan bahwa tidak ada lagi penawaran harga tertinggi dari harga yang di berikan perusahaan arjuna.


" Okay, if no more then I will announce the winner is...." ucapan daniel anthony terpotong.


" Sorry sir, Fifty billion." dhita yang sedari tadi hanya diam saja memberikan penawaran tertinggi dengan nominal 50 M.


Serentak semua pembisnis termasuk arjuna dan eza menoleh ke arah asalnya suara. Suara yang tak asing lagi bagi mereka.


Hati arjuna berdebar, wanita yang selama ini ia rindukan berada tepat di belakangnya. Ingin rasanya ia memeluk erat-erat dan tak melepasnya lagi. Namun semua itu ia urungkan mengingat saat itu dhita sedang duduk bersama seorang pria yang penampilannya tak jauh berbeda darinya. " Siapa dia ?" pikir arjuna.


" Okay, the winner is, P.T. industri corp." ucap daniel anthony setelah yakin tidak ada lagi suara yang berani menawar lebih tinggi dari harga yang di ajukan oleh P.T. Industri corp yang di wakili oleh seorang sekretaris bernama dhita pratiwi.


Arjuna tidak tertarik lagi dengan tender tersebut ketika menyadari dhita telah beralih profesi sebagai sekretaris pribadi. Ia tidak pernah menyangka wanita yang selama ini ia sia-siakan mampu mengubah hidupnya bahkan kedudukannya kini sederajat dengan kedudukan sahabatnya, eza.


Suara tepuk tangan kembali di dapatkan oleh dhita, serta ucapan-ucapan selamat kembali membanjirinya.


Namun setelah berhasil memenangkan tender dhita tak terlihat lagi di tempat itu. Arjuna mencarinya keseluruh tempat bahkan di setiap sudut ruangan namun tetap saja ia tak dapat menemukan wanitanya. Berbeda dengan eza yang merasa sangat kesal karna baru pertama kalinya ia kalah dalam memenangkan tender, terlebih lagi yang mengalahkannya hanyalah sebuah perusahaan junior yang baru saja didirikan. . Tapi kekesalannya tak berlangsung lama ketika mengingat dhita, sahabat dari istrinya yang memenangkan tender tersebut.


" Dia sudah pergi !" seru eza kepada arjuna.


" Dulu kau menyia-nyiakan dia dan sekarang kau malah mencarinya, hah.. lucu sekali !" eza mulai risih dengan sikap sahabatnya yang menurut dirinya tergolong plin-plan.


" Aku menyesal, aku benar-benar menyesal ," sahut arjuna lirih ingin rasanya ia berteriak saat itu karna rasa sesak di dadanya.


" Lebih baik kita kembali ke kantor." ucap eza merasa prihatin melihat sahabatnya yang tengah frustasi. Bagaimana tidak sejak terakhir kali dhita mengundurkan diri dari toko buku milik citra, mereka tidak pernah bertemu lagi karna dhita selalu menghindar darinya, bahkan dhita rela pulang kemalaman jika arjuna datang ke apartement untuk menemuinya. Tentu saja setelah menerima kabar dari rena, sahabatnya. Dhita rela menunggu di luar sampai arjuna benar-benar pulang demi menghindari pria tersebut.

__ADS_1


Dengan langkah gontai arjuna berjalan membuntuti eza.


*


*


Dhita dan bastian telah sampai di kantor, dhita sengaja menyelinap pergi di saat orang-orang sedang ramai memperbincangkan keberaniannya dalam memasang harga tender, bahkan tanpa sepengetahuan arjuna.


" Mari kita rayakan kemenangan ini, dinner di restaurant," ajak bastian kepada dhita yang sedang melamun memikirkan arjuna. Melihat tidak ada respon dari sekretarisnya bastian berkata.


" Dhita pratiwi." sentak bastian yang langsung membuat dhita terkejut.


" A... iya tuan, ada apa?" dhita tergagap karna terkejut.


" Malam ini kita dinner," bastian mengulang perkataannya.


" Dinner? dalam rangka apa tuan?" tanya dhita masih tak mengerti maksud dari atasannya tersebut.


" Tentu saja untuk merayakan kemenangan kita." jelas bastian dengan tegas." Hilang kemana semua keintelekan wanita ini, mengapa sekarang jadi bego' ?" bastian bertanya-tanya dalam hati.


" Tapi tuan..."


" Saya tidak menerima penolakan, bersedia atau tidak kau harus tetap bersedia." ucap bastian dengan tegas.


Bastian david dmd adalah orang yang sama sekali sangat anti dengan penolakan, pasalnya semenjak ia remaja apapun yang menjadi keinginannya harus dipenuhi dan apa yang menjadi perintahnya harus dipatuhi tanpa adanya penolakan sedikitpun.


" Baiklah tuan terserah anda saja." jawab dhita. Walaupun hatinya merasa tidak tenang ia paksakan untuk tetap bersikap profesional.


Jangan lupa ya....


Like....


Komen....


And vote....


Thankyou...🙏

__ADS_1


__ADS_2