
Suasana kembali hening, semua orang tengah menantikan jawaban dari citra. Pak teddy dan mommy rita merasa berdebar-debar menunggu jawaban dari calon menantunya. Kecuali reyhan, dia berdo'a dalam hati. " Ya tuhan.... semoga aja si citra ini berubah pikiran dan menolak lamaran kak arjuna, aku lebih suka dhita yang menjadi pendamping hidup kakak ku, bukan wanita ini, sungguh aku tidak ikhlas tuhan.." Reyhan dengan mata terpejam ingin rasanya ia mendekati wanita itu dan berbisik padanya agar menolak, namun pada akhirnya do'a nya tidak terkabul. Karna di detik berikutnya citra menganggukkan kepala membuat semua orang merasa bahagia.
" Aku terima lamaran ini ." suara citra memecah keheningan. Menatap arjuna dengan penuh arti.
Setelah mendengar jawaban dari citra mommy rita memberi perintah kepada para pelayannya untuk memberikan seserahan yang mereka bawa dari rumah.
Keluarga citra menerimanya dengan senang hati tak lupa mereka mengucapkan rasa terima kasihnya kepada arjuna sekeluarga.
" Terima kasih banyak jeng, pak teddy... seharusnya kalian tidak perlu repot-repot begini ." ucap tante devina dengan senyum ramah.
" Tidak repot kok jeng, ini memang sudah menjadi kewajiban kami sebagai keluarga dari mempelai pria ." jawab mommy rita dengan senyuman. Ia merasa benar-benar bahagia karna janji yang pernah ia ucapkan dulu kini telah di bayarnya. Lalu ia berkata kepada putranya.
" Selanjutnya ayo ar, pasangkan cincin nya di jemari citra ." ucap mommy rita sambil menyodorkan sepasang cincin kepada putranya yang sedari tadi hanya diam saja, entah apa yang di lamunkannya.
" Ar.... kamu tidak apa-apa ?" tanya mommy rita mengejutkan arjuna.
" Eh... e... iya mom, ada apa ?" tanya arjuna rupanya dari tadi ia hanya sibuk dengan lamunannya tanpa menyimak berlangsungnya acara tersebut. Bahkan ia tidak mendengar jawaban yang di berikan citra, calon istrinya.
" Cepat pasangkan cincinnya ." mommy rita mengulangi lagi ucapannya.
" Tuh lihat citra sudah siap ." mommy rita mengerlingkan matanya ke arah citra, dimana wanita itu sedang menjulurkan tangan kanannya bersiap untuk memakai cincin pertunangannya. Hanya saja ia menunggu arjuna yang sedang melamun.
Dengan nafas berat arjuna meraih cincin di tangan ibunya, ia tampak ragu-ragu dan terlalu banyak berpikir.
" Ayo cepatlah..." ucap citra berbisik, ia mulai khawatir takut kalau-kalau arjuna akan membatalkan lamarannya.
Dengan sedikit tergesa citra menarik tangan arjuna. Akhirnya sebuah cincin berhasil melingkar di jari manisnya. Dan tanpa menunggu lagi citra segera memakaikan cincin yang sama di jari arjuna.
Kini mereka telah resmi bertunangan dengan saling bertukar cincin.
Suara kebahagiaan penuh haru menghiasi ruangan itu, ruangan yang menjadi saksi bersatunya dua insan. Entah dengan cinta atau cinta bertepuk sebelah tangan entah apalah sebutan untuk keduanya yang jelas saat itu yang paling merasa bahagia adalah citra karna keinginannya telah berhasil melalui tahap pertama.
" Kapan kira-kira tanggal yang tepat untuk melanjutkan ke hari H ?" tanya tante devina tanpa merasa malu karna memang dirinya sangat ingin cepat-cepat melihat keduanya menikah. Dengan begitu reputasi keluarganya otomatis akan menjadi lebih tersohor.
" Secepatnya ." jawab arjuna. Membuat semuanya melongo terlebih lagi citra sungguh ia tak menyangka bahwa pria ini sudah tak sabar untuk menikahinya.
__ADS_1
Reyhan berbisik.
" Kak..." namun tak di teruskannya mengingat waktunya kurang tepat untuk berdebat dengan kakaknya.
" Tgl 01 november ." lanjut arjuna dengan tegas, membuat mata reyhan kembali terbelalak. " Kak, sakit hati sih sakit hati.... tapi jangan korbankan perasaan mu sendiri, jangan sampai kau menyesal suatu hari nanti ." reyhan bergumam namun hanya dalam hati.
" Berarti pas kurang sebulan dong ?" tante devina bertanya penuh kegirangan.
" Iya ." arjuna kembali menjawab dengan tegas.
" Baiklah karna putra kami telah memutuskan tanggalnya, kami juga akan mendukungnya ." ucap mommy rita yang langsung di setujui oleh pak teddy. Mommy rita benar-benar tidak sabar untuk menimang seorang cucu, tanpa berpikir panjang lagi beliau langsung menyetujui keputusan putranya.
Selesai acara pertunangan kemudian mereka menikmati hidangan yang telah di suguhkan bersama-sama.
Semua susunan acara tersebut tak luput dari sorotan kamera, ya citra telah memerintahkan kepada salah satu pelayannya untuk mengabadikan moment-moment tersebut.
Setelah bercengkrama dalam waktu yang cukup lama pak teddy mewakili keluarganya mohon undur diri, karna waktu memang sudah larut malam.
Sepulang arjuna dan keluarganya citra segera mengambil kamera yang merekam video prosesi pertunangannya.
Dalam waktu beberapa menit saja semua video itu masuk ke dalam ponsel dhita, karna citra telah mengirimkannya melalui pesan singkat di whatsapp. Ia bermaksud ingin pamer kepada dhita, agar wanita itu segera pergi dari kehidupan arjuna sejauh-jauhnya.
*
*
*
Tring.
Tring.
Layar ponsel dhita menyala, menampilkan notifikasi whatsapp di layar beranda ponselnya.
Dhita segera membuka pesan tersebut, memutar video yang baru saja di terimanya, awalnya ia belum memahami video apa yang di kirimkan citra kepadanya, namun ketika ia melihat citra sedang menuruni tangga dengan dandanan yang sangat cantik dan mempesona barulah ia mengerti bahwa itu adalah rekaman acara pertunangan arjuna dengan citra.
__ADS_1
Degh.
HhHhhhHhHHHH......
Nafas dhita memburu melihat video tersebut, nafasnya naik turun seperti baru selesai mengikuti lomba lari maraton.
Dengan rasa sakit yang menyayat hati dhita berusaha menyaksikan video itu sampai akhir.
" Kau benar-benar berubah mas, kau hukum diriku atas kesalahan yang gak pernah aku lakukan ." tangis dhita dalam sedihnya, saat itu ia sedang berada di ruang tamu. Tentunya di apartement rena.
" Haruskah aku bertahan hiks..hiks.. ?" gumam dhita di sela isak tangisnya.
" Nggak dhita, mulai sekarang kamu harus memikirkan kebahagiaan mu sendiri tunjukkan pada dunia siapa dhita pratiwi sebenarnya ." tukas rena yang sedari tadi ia terus memperhatikan sahabatnya. Walau sebelumnya ia lebih memihak dhita untuk mempertahankan hubungan mereka tapi kini setelah tau semuanya, ia lebih mendukung untuk mengakhiri hubungan itu. Hubungan yang hanya akan memberikan luka dan penderitaan pada sahabatnya.
Dhita menoleh ke arah rena. Ia masih menangis terisak.
" Sudah saatnya kamu bahagia, buanglah semua rasa cinta mu pada pria arogant itu, dia gak bisa membuat mu bahagia, dia hanya bisa menyakitimu saja ." lanjut rena seraya memeluk sahabatnya. " Malang sekali nasibmu dhi....dulu kamu di tinggalkan andrian dan sekarang kamu juga ditinggalkan arjuna, aku tau kamu sangat mencintainya tapi kalau hanya untuk menyiksa dirimu sendiri lebih baik kamu mundur saja ." guman rena dalam hati. Ia tidak bisa mengucapkan kata-kata itu lewat lisannya karna ia takut akan menyinggung perasaan sahabatnya.
" Apa salahku ren ? apa aku ditakdirkan hanya untuk terluka ? apa gak ada kebahagiaan dalam garis takdir ku ?" dhita menangis sesenggukan. Meratapi nasibnya yang bisa di katakan kurang beruntung.
" Yang sabar ya dhi... aku tau kamu sangat kecewa, aku yakin di balik ini semua pasti ada hikmahnya ." rena berusaha memberikan semangat baru kepada sahabatnya.
" Udah dong, jangan nangis terus nanti jelek loh ." ucap rena dengan sedikit bergurau agar bisa menenangkan hati sahabatnya.
" Makasih ya ren, kamu udah jadi sahabat terbaikku, kamu selalu ada di saat aku membutuhkanmu ." ucap dhita sambil menghapus air matanya. " Sebenarnya hati kamu terbuat dari apa dhi... hatimu begitu lembut, kamu masih menganggap ku sebagai sahabat terbaik mu padahal semua penderitaan yang kamu alami itu semua karna diriku ." bisik hati rena, sambil terus memeluk sahabatnya.
Tiba-tiba dhita melerai pelukannya, ia meraih ponsel nya yang terjatuh di atas sofa. Kemudian ia membuka aplikasi whatsapp, jari lentiknya naik turun menggeser setiap nama yang ada di beranda chat whatsapp nya. Jari nya berhenti bergerak ketika sebuah nama tampil di layar ponselnya, citra ya nama itulah yang sedang ia cari.
( " Happy Engagement 👍😊😊 " )
Dhita mengirim balasan untuk citra, untuk wanita yang telah merebut kekasihnya. bukan tanpa alasan ia melakukan semua itu, hanya saja ia tak ingin citra menertawakannya di luar sana karna telah berhasil membuat nya cemburu, jadi balasan itu hanya untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya.
Rena menggelengkan kepalanya menyaksikan permainan sahabatnya.
" Kalo aku jadi kamu dhi... pasti udah aku banting tuh handphone, eh... kamu malah membalas chat wanita murahan itu ." bagi rena hanya wanita murahan yang akan merebut kekasih orang lain. Jika citra memang seorang wanita yang baik ia pasti tidak akan pernah melakukan itu.
__ADS_1
" Terus kalo aku banting handphone nya kamu yang akan menggantinya ?" jawab dhita dengan sebuah senyum yang bisa di katakan mengerikan.