Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 37 Keputusan yang salah


__ADS_3

Dhita pergi dengan membawa kesedihannya sambil tetap membawa bekal di tangannya.


" Mbak Dhita kenapa ?" tanya pak satpam ketika melihat wajah dhita yang habis menangis.


Pak satpam kenal baik dengan dhita karena sering bertemu ketika dhita di ajak arjuna ke kantornya. Selain orangnya ramah dhita juga sopan santun dalam berbicara membuat pak satpam sangat senang padanya.


" Pak satpam ini untuk bapak." dhita menyodorkan rantang tiga susun di tangannya. Tanpa menjawab pertanyaan pak satpam.


" Buat saya mbak ?" tanya pak satpam setengah tak percaya.


" Iya, ini untuk makan siang bapak." dhita pergi berlalu begitu saja tak menghiraukan pak satpam yang mengucapkan terima kasih ke padanya.


*


*


*


Sementara itu citra segera menyelinap masuk ke ruangan arjuna. Mata nya liar memandang seluruh isi ruangan yang telah porak-poranda. Namun di hatinya ia tersenyum senang.


" Untuk apa kamu kemari ?" sentak arjuna membuat citra terkejut.


" Oh, nggak... nggak ada apa-apa kebetulan aja aku lewat sini jadi sekalian mampir." citra beralasan.


Arjuna menatapnya dengan wajah datar, tanpa senyuman atau ekspresi apapun.


" Sejak kapan kamu hobi main perang-perangan kayak gini ?" citra berpura-pura tidak tau apa sebenarnya yang terjadi. Citra duduk di kursi berseberangan dengan arjuna. Sudah menjadi kebiasaannya sering bercanda ketika berbicara dengan arjuna.


" Seperti anak kecil saja." gumamnya dengan suara lirih namun arjuna masih bisa mendengarnya.


Bukannya menjawab arjuna malah bertanya dengan pertanyaan yang membuat citra menganga lebar.


" Apa kau benar-benar mencintaiku ?"


Arjuna bangkit dari duduknya melangkah mendekati citra yang masih terperangah dengan pertanyaannya.


" Apa maksud mu ar ?" citra sama sekali tidak menduga sebelumnya akan mendapatkan pertanyaan manis dari pria idamannya.


" Mommy yang mengatakan padaku kalau kau mencintai ku." ulang arjuna.


" Mana mungkin aku berani mencintai kekasih orang lain, bukankah saat ini kamu sedang menjalani hubungan dengan dhita ?" citra berpura-pura naif.


" Lupakan tentang wanita itu, aku hanya ingin kan jawabanmu iya atau tidak." sifat arjuna memang tak pernah berubah, ia selalu memaksa untuk mendapatkan jawaban yang ia inginkan, sama seperti dulu ketika ia memaksa dhita untuk menjawab pertanyaannya.


" Oh my good, pria ini tidak sabaran sekali." pikir citra dalam hati.


" Sejak dulu ar, bahkan sebelum kamu mengenal dhita." citra membalas tatapan arjuna yang sedari tadi menatap intens padanya.


" Kalau begitu, nanti malam aku dan mommy akan pergi kerumahmu, jadi persiapkan dirimu."


" Maksud mu ar..."


" Aku ingin melamarmu, secepatnya kita akan menikah."

__ADS_1


" Tapi.. bagaimana dengan dhita ar...?"


" Jangan pikirkan lagi wanita itu."


" Apa yang sebenarnya terjadi ar..."


Arjuna memutar laptopnya menghadap citra. Citra menutup mulutnya dengan kedua tangannya, pura-pura terkejut.


" Apa ini ar... dhita sama andrian ?" citra menatap arjuna menilik ekspresi wajah pria itu.


" Itu yang dia lakukan di belakangku." wajah arjuna tetap datar. Ia berusaha untuk tetap menyembunyikan rasa cemburunya.


" Apa ? sungguh tak ku sangka, dhita menjalin hubungan dengan dua orang pria sekaligus." citra dengan sengaja membuat suasana hati arjuna semakin panas.


Arjuna beranjak dari ruangannya melangkah keluar meninggalkan citra yang tersenyum penuh kemenangan.


" Lihat saja ar, aku pasti akan membuat mu berpisah selamanya dari dhita, karna hanya aku yang pantas untukmu." citra menyeringai tipis.


Arjuna melangkah melalui para karyawan yang tengah memperhatikan dirinya, namun bukan secara langsung melainkan mencuri-curi pandang karna takut terkena amarah sang bos.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun arjuna melangkah entah kemana, pikirannya kacau balau karna kata hatinya tidak sejalan dengan pikirannya.


Hati arjuna mengatakan dhita masih sangat mencintainya, bahkan wanita itu adalah wanita terbaik untuknya. Sedangkan otaknya berkata lain. Sebagai seseorang yang sangat di hormati dhita telah menghianatinya serta menghinanya dengan menjalin hubungan dengan pria lain. Terlebih pria tersebut adalah bawahannya sendiri.


Arjuna terus melangkah keluar dari area perkantorannya, ia terus saja melangkah melalui jalanan yang sedang sepi. Dengan berbagai macam pikiran yang ada di dalam otaknya membuat ia semakin kalut.


" Apa keputusan ku sudah benar ? apa memang aku dan dhita tidak berjodoh ? mungkin ini cara tuhan menentukan takdir kami." arjuna berbicara seorang diri.


Tapp.


Tapp.


Deggh.


Jantungnya serasa berhenti berdetak melihat dhita sedang bersama andrian berdiri di pinggir jalan. Arjuna terus memperhatikan keduanya dengan rasa cemburu yang semakin memuncak. Tanpa berpikir panjang lagi arjuna langsung melabrak keduanya.


" Ooh, jadi ini yang kalian lakukan di belakang ku ?" tanya arjuna memicingkan mata.


" Mas, mas Ar.. kamu salah paham.." dhita berusaha menjelaskan duduk perkaranya.


" Apa lagi ? semua sudah jelas di depan mata, aku tidak butuh penjelasan apapun lagi." arjuna memalingkan wajahnya menatap andrian yang sedang berdiri di samping dhita.


" Aku kembalikan adik mu ." arjuna berkata dengan rahang yang mengeras.


" Mas, apa maksudmu ?" Air mata dhita mulai mengambang lagi di pelupuk matanya.


Andrian angkat bicara.


" Arjuna, kamu salah paham aku dan dhita gak punya hubungan apapun, hubungan kami hanya sebatas ....."


" Adik-kakak ? heh, cerita lama." arjuna memotong ucapan andrian.


" Oh, iya karna kita bertemu di sini sekalian aku ingin mengundang kalian di acara pertunangan kami."

__ADS_1


Dhita terbelalak, ia sungguh benar-benar terkejut.


" Pertunangan apa maksud mu mas ?"


" Datang saja nanti kalian akan tau sendiri ." arjuna hendak melangkah namun di tahan oleh dhita yang memegang tangannya.


" Oh iya satu lagi, nanti akan ku kirimkan pesan pada kalian mengenai acara pertunanganku."


" Mas, jangan kayak gini mas aku mohon." dhita memelas.


" Hubungan kita sudah selesai sampai di sini, jadi biarkan aku pergi ."


" Semudah itu kau memutuskan hubungan kita mas ? kau anggap apa diriku ? apa arti diriku bagimu mas..?" Air mata dhita tak terbendung lagi jatuh mengalir membasahi kedua pipinya.


" Aku yakin kau tau jawabannya." arjuna menghempaskan tangan dhita yang memegangnya. Pergi berlalu begitu saja.


Dhita hanya bisa menangis meratapi nasibnya.Ia benar-benar merasa terpuruk saat itu, disaat orang yang ia cintai meninggalkannya begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan darinya.


Andrian merasa tidak tega melihat adik cantiknya menangis pilu, hati andrian terenyuh.


Sebenarnya andrian tidak sengaja bertemu dengan dhita saat itu. Andrian melihat dhita yang tengah keluar dari area perkantoran arjuna sambil menangis. Rupanya ia belum mengetahui isu yang sedang berdesas-desus hangat menghuni dunia pergosipan.


" Ada apa sebenarnya dek ?" andrian bertanya.


" Aku kira kamu udah tau bang." jawab dhita.


" Lalu kenapa tadi kamu bilang mau jelasin ? jelasin apa maksudnya ?" dhita heran dengan ucapan andrian tadi yang ingin menjelaskan pada arjuna padahal dirinya tak mengetahui apapun.


" Ya... abang pikir kondisi kita saat ini." andrian menjawab sambil menyeringai.


" Bukan bang, sekarang coba periksa akun ku di medsos." dhita mengusap air matanya.


Segera andrian meraih ponsel di saku celananya. Matanya membulat sempurna ketika melihat fotonya dan dhita sedang bermesraan waktu dulu.


" Kamu gila dhi..? gimana arjuna gak bersikap seperti itu kalo kamu post foto kita di internet." andrian pucat pasi melihat foto itu, namun ada kesejukan di hatinya mengetahui kebenaran bahwa mantan kekasihnya ini masih menyimpan foto kenangan mereka berdua. Kenangan yang tak akan pernah bisa terurai kembali.


" Aku bukan orang bodoh yang akan mempermalukan diriku sendiri." teringat oleh dhita bagaimana sindiran serta hujatan yang di lontarkan para karyawan di kantor arjuna. Entah masih berstatus kekasih atau mantan saat ini, meski arjuna telah memutuskan hubungan dengannya tapi bagi dhita arjuna adalah kekasihnya karna ia masih sangat mencintainya.


" Kalo bukan kamu lalu siapa ?" arjuna kebingungan.


" Entahlah bang mungkin ini ujian untukku." dhita menunduk dengan raut wajah sedih yang mulai membengkak karna terlalu lama menangis.


Andrian meraih wajah adik cantiknya, memandangnya entah dengan perasaan iba atau masih ada sisa-sisa cinta di dalamnya.


" Aku janji, akan mencari tau siapa di balik semua ini, tenanglah adik cantik abang." andrian meraih tubuh dhita dan membawa nya ke dalam pelukannya. Pelukan yang telah lama tak ia rasakan.


" Makasih bang, abang tampan ku." dhita menumpahkan semua rasa kesedihannya di pelukan andrian. Ia menangis sejadi-jadinya.


Sementara itu arjuna diam-diam memperhatikan mereka, dengan rahang yang mengeras, gigi bergerutup dan tangan yang mengepal ia berkata.


" Aku semakin yakin untuk membuang mu dhita pratiwi, mulai sekarang tidak akan lagi ada senandung cinta denganmu, mulai sekarang aku haramkan cinta ini untukmu."


Citra yang melihatnya bergidik ngeri menyaksikan arjuna dalam kemarahannya.

__ADS_1


__ADS_2