Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 45 Sapu tangan putih


__ADS_3

" Kau tidak boleh pergi !" dengan suara keras arjuna menahan tangan dhita membuat dhita mau tak mau harus menghentikan langkahnya.


" Lepaskan !" dhita berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan pria itu, namun arjuna malah semakin erat mencengkram tangannya.


" Aku tidak mau ." arjuna masih kukuh pada pendiriannya. Menatap intens pada kedua mata dhita yang terbilang sangat menawan. Bagaimana tidak menawan dengan kelopak mata yang lebar, bola mata berwarna abu-abu di sertai bulu mata yang lentik, sungguh sangat menakjubkan. Tidak heran jika dengan mudah ia mampu memikat dua orang pria kaya walau dirinya hanya lah seorang wanita sederhana yang berasal dari desa.


" Aku bilang lepaskan !" dhita meronta-ronta hingga membuat barang-barang yang dibawanya jatuh berserakan di lantai.


Bukannya melepaskan arjuna malah semakin erat mencengkram. Arjuna semakin mendekat sehingga dengan terpaksa dhita melangkah mundur perlahan namun pasti hingga ia terhenti saat punggungnya menyentuh dinding.


Arjuna berjalan mendekat - semakin dekat hingga kedua tubuh itu saling bersentuhan. Kini mereka dalam posisi yang amat sangat dekat, bahkan keduanya bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain. " Tahan dhita kamu gak boleh lepas kendali pria ini milik orang lain ." dhita membatin.


Perasaan arjuna berkecamuk, ia sendiri heran dengan apa yang di rasakannya. Di saat dirinya tengah membenci wanita ini, justru ia merasa amat sangat nyaman berada di sisinya. " Apa yang sedang kau lakukan ar, harusnya kau benci wanita ini, mengapa kau malah ingin bersamanya ." batin arjuna bergejolak.


" Apa maumu mas ? kurasa kita sudah gak ada hubungan apapun lagi ."


" Aku ingin kau tetap disini !" ucap arjuna dengan tegas.


" What ? gak salah denger ? bukannya kamu yang udah mengharamkan hubungan ini dan kamu juga yang udah mutusin aku secara sepihak, kamu egois mas aku pergi bukan karna cemburu atau sakit hati tapi aku pergi karna aku gak mau berdosa gara-gara berhubungan denganmu mengingat kamu udah mengucapkan kata-kata haram !" ucap dhita tak kalah tegas, kali ini ia benar-benar ingin menunjukkan jati diri yang sebenarnya agar tidak selalu di remehkan oleh orang lain.


Arjuna terkesiap merasa termakan oleh omongan sendiri. Wajahnya memucat. " Bukankah dhita wanita yang lembut ? mengapa jadi berubah ?" tanya arjuna dalam hati. Ia sama sekali tak menyangka seorang dhita mampu berubah secepat itu.


" Ini perintah bukan permintaan !" ucap arjuna lebih tegas lagi, baginya tidak ada kata penolakan atas perintahnya.


" Aku gak perduli !" ucap dhita dengan ketus. Ini adalah pertama kalinya dhita membantah ucapan arjuna.


Kini dhita bertekad akan berdiri di atas kakinya sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari siapa pun.


" Lepaskan !!!" dhita mendorong tubuh arjuna dengan kuat sehingga membuat pria itu terjungkal kebelakang.


Citra yang entah sejak kapan berada di sana segera menghampiri arjuna yang sedang terjatuh terjerembab di lantai. Citra berniat membantunya.


" Jangan pegang-pegang ." arjuna menepis tangan citra dengan kasar.


" Ar, kamu kok kasar sih sama aku ?" citra merasa kecewa.


Dhita tak memperdulikan mereka, dia acuh saja. Dhita memunguti kembali barang-barangnya yang berserakan di lantai gara-gara perbuatan pria yang mencengkramnya. Kemudian dhita menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada citra.


" Maaf, jika selama ini kinerja ku tidak memuaskan ." ucap dhita sambil berlalu tak memperdulikan ekspresi wajah arjuna yang merah padam karna permintaannya di tolak.

__ADS_1


Dan baru kali ini dhita bersikap seperti itu acuh, kasar dan keras. Sungguh sangat kontras dengan perilakunya selama ini yang lebih terkenal dengan kebaikannya penyabar, penyayang dan Selalu mengalah.


Citra meyeringai puas, kini ia merasa tidak ada lagi rintangan untuk menjadi lebih dekat dengan arjuna, pria incaran yang telah resmi menjadi tunangannya. Lebih-lebih lagi citra merasa tidak membutuhkan keberadaan dhita lagi di sana, kepergian dhita adalah kebahagiaan baginya. Karna dengan begitu ia merasa aman, tidak perlu khawatir dengan apa yang telah di lakukannya selama ini.


*


*


*


Siang ini tampak seisi kota sedang sibuk melakukan aktifitas masing-masing. Semua orang berlalu lalang saling berlomba di tengah ramainya suasana kota.


Sepasang suami-istri sedang berjalan beriringan dengan penuh suka-cita, sebuah senyuman di bibir mereka mencerminkan suasana hati yang sangat bahagia. Setelah hampir sebulan mereka menghabiskan waktu berbulan madu di bali, kini keduanya kembali ke kota kenangan, kota bersatunya cinta mereka. Siapa lagi mereka kalau bukan eza dan puri. Sepasang pengantin baru yang sebulan lalu menikah.


Mereka memasuki area apartement milik rena sahabat puri. Sepulang dari bali puri memutuskan untuk pergi menemui ke dua sahabatnya terlebih dahulu selain rasa rindu yang begitu memuncak sebab telah lama mereka tidak bertemu, puri juga ingin mengetahui keadaan dhita, ia sangat menghawatirkannya setelah kabar buruk yang ia terima beberapa hari yang lalu.


Ting tong....


Ting tong....


Suara bel pintu apartement berbunyi.


Ciklik


Suara pintu terbuka, rena membulatkan kedua matanya melihat sosok wanita yang sangat ia kenal sebagai sahabatnya.


" Puri...." rena berjingkak kegirangan.


" Hai ren.." puri juga tak kalah bahagia, ia langsung memeluk erat sahabatnya.


" Duh... makin cantik aja abis jadi pengantin baru ." seloroh rena menggoda puri.


" Ah kamu bisa aja, kamu juga makin cantik kok ." jawab puri.


" Oh ya.. ayo masuk !" ajak rena melirik ke arah eza.


" Makasih !" ucap eza yang sejak tadi diam saja.


Mereka pun melangkah masuk ke dalam apartement.

__ADS_1


" Kirain udah lupa dengan rumah ini ." celetuk rena sambil merebahkan dirinya di sofa.


" Bagaimana aku bisa lupa ren, tempat ini banyak menyimpan sejarah persahabatan kita bestie ." ucap puri. Ia dan suaminya sedang duduk di sofa.


" Dhita mana ? kerja ?" lanjutnya.


Rena mengangguk.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekat. Rupanya dhita yang baru saja tiba di sana.


" Panjang umur tuh anak, baru aja di omongin dah nongol aja ." ucap rena ketika melihat dhita di ambang pintu.


" Loh kalian udah pulang ?" dhita tersenyum bahagia melihat sahabat nya bersama dengan suaminya berada di sana.


" iya dhi... kamu apa kabar ?" jawab puri.


" Aku baik, seperti yang kalian lihat ." jawab dhita, bukannya baik justru eza dan puri melihat keadaan dhita yang acak-acakan dengan mata sembab selesai menangis.


Dhita menjabat tangan eza, lalu memeluk puri melepas rasa rindu mereka.


Tatapan eza langsung tertuju pada benda yang di pegang dhita di tangannya. Sapu tangan kecil berwarna putih dengan jahitan benang merah di sekelilingnya. Tentu saja eza sangat mengetahui sapu tangan itu milik siapa hanya dengan melihatnya sebentar saja.


Arjuna.


Ya saputangan itu milik arjuna yang tertinggal saat arjuna menginap di apartement itu tempo hari. Masih ingatkah ?. Dhita bermaksud ingin mengembalikannya tadi.


Tapi .....


Tidak jadi karna ia lupa di sebabkan oleh insiden tadi, insiden yang sangat menyebalkan baginya. Dan saputangan itu terlihat basah karna dhita menggunakan nya untuk mengusap air mata yang tak mau berhenti selama perjalanan pulang. Ia menangis bukan karna putus dari arjuna tapi yang paling menyayat di hatinya adalah ucapan arjuna yang mengatakan telah mengharamkan cinta nya. Jika sudah haram bagaimana bisa menjadi halal ?.


Saat itu eza menyimpulkan bahwa dhita masih sangat mencintai arjuna. begitu pun sebaliknya.


" Kok pulang nya cepat ? katanya mau kerja ?" tanya rena yang merasa heran karna sahabatnya cepat sekali pulang, biasanya ia pulang sore bahkan sering lembur.


" Aku resign !" jawab dhita setelah terlepas dari pelukan puri.


" Resign ?" puri dan rena bersamaan.


Dhita mengangguk lalu ikut duduk bersama yang lain karna puri telah lebih dulu duduk di samping suaminya.

__ADS_1


" Beib .... aku mau nginap dong, boleh....?" puri menatap eza penuh harap.


" Iya boleh, aku pikir.... aku juga akan nginap ." jawab eza, ia ingin menginap bukan tanpa alasan tapi ia ingin menyelidiki seberapa berantakan sekarang hubungan dhita dengan arjuna setelah arjuna bertunangan dengan citra. Apakah memang benar dugaannya?.


__ADS_2