
" Cantik sekali," gumam Reyhan menatap Rena yang sedang berjalan ke arahnya.
Memakai lingerie berbahan tipis menerawang semakin mengekspos keindahan tubuh Rena yang hampir sempurna tiada cela.
Lingerie dengan belahan dada yang sangat rendah memperlihatkan sebagian dari belahan dada wanita itu.
Dengan rambut hitam tergerai panjang menambah kecantikannya.
Menatap Istrinya dengan lekat membuat Reyhan susah payah menelan Saliva nya.
" Kau sangat cantik." bisik Reyhan saat Rena telah berada di dekatnya.
Suara Reyhan terdengar sedikit bergetar karena menahan libido yang selama seminggu di tahannya.
Rena memahami apa yang terjadi pada suaminya.
Perlahan tangannya yang mulus, di rentangkan menyentuh dada bidang milik Reyhan dan bergerak dengan gaya sensual.
Jari jemari lentik Rena bergerak membuka setiap kancing kemeja Reyhan sambil terus mengelus dada bidang itu.
Jujur Rena pun merasakan hal yang sama seperti Reyhan, melihat tubuh suaminya yang kekar dengan garis-garis tegas di area perutnya membuat Rena semakin menginginkannya.
" Kau siap?" bisik Rena membuat telinga Reyhan geli dengan hembusan napasnya.
" Apa kau juga siap?" Reyhan berbalik bertanya.
Ia hanya ingin memastikan kalau istrinya benar-benar siap melayaninya.
" Selalu." bisik Rena membuat Reyhan semakin bergairah.
Mendengar jawaban dari istrinya yang meyakinkan membuat Reyhan tidak bisa lagi menahan gairah yang sedari tadi di tahan olehnya.
" Reyhan...," desah Rena saat suaminya bermain menikmati setiap lekuk tubuhnya.
Reyhan semakin dalam menyentuh tubuh istrinya membuat Rena semakin menggelinjang.
" Rey....," Kata-kata Rena terpotong karena Reyhan telah membungkam bibir manis wanita itu.
******* nya hingga ke rongga dalam.
Rena tidak memiliki pilihan lain selain membalas setiap sentuhan Reyhan yang terkesan menggebu-gebu.
Di saat bibir mereka saling bertautan, disaat keduanya sama-sama menggelinjang hebat karena gairah hasrat yang telah membara.
" Rey," panggil Rena dengan lembut.
" HM."
" Bermainlah dengan lembut," ucap Rena, dengan pandangan yang mulai redup.
Reyhan hanya mengangguk, karena tak tahan lagi menahan hasratnya.
Perlahan namun pasti, Reyhan mulai menyentuh milik istrinya.
Sesuatu yang sangat di inginkannya selama ini.
" Perlahan," bisik Rena di antara desahannya, rasa sakit bercampur panas mulai di rasakannya.
__ADS_1
" Sabar, tahanlah." bisik Reyhan sambil terus bergerak.
Tampak terlihat dengan jelas wajah Rena yang telah basah oleh air mata.
Tangannya mencengkeram tepi ranjang dengan kuat, demi menahan rasa sakit bercampur nikmat.
Setelah sekian lama mereka bercinta akhirnya waktu usai telah tiba.
Rena merasakan semburan sesuatu yang hangat di bawah sana.
Reyhan merebahkan dirinya di samping Rena setelah sebelumnya menyeka cairan yang di keluarkannya di tubuh Rena.
Lalu mengecup kening istrinya sebagai ungkapan cintanya.
Di perlakukan seperti itu membuat Rena bahagia memiliki suami yang sangat mencintainya.
" Ternyata sakit juga rasanya," gumam Rena kepada dirinya sendiri, namun di dengar oleh Reyhan.
" Rasanya memang sakit tapi nikmat bukan," celetuk Reyhan sambil merentangkan tangannya membawa Rena ke kedalam pelukannya.
" Aku tidak menyangka ternyata suamiku sangat *****," bisik Rena sambil tersenyum.
Ia masih bisa merasakan di bawah sana yang masih berdenyut.
" Ini adalah hukuman untukmu karena membuatku menunggu." ucap Reyhan sambil kembali ******* bibir kenyal Rena.
" Sudahlah, hentikan!" Rena menolak karena tidak bernafsu lagi mengingat dirinya yang telah mengalami orgasme berkali-kali.
" Kenapa?" Reyhan mengerutkan keningnya, mendapat penolakan dari istrinya.
" Aku lelah," jawab Rena.
" Baiklah, sekarang kita tidur." Reyhan memutuskan.
Rena mengusap dadanya merasa lega, karena suaminya tidak akan membuatnya kerepotan lagi.
" Tapi persiapkan dirimu besok pagi!" perintah Reyhan dengan mengerlingkan matanya.
Menggoda Rena.
" Apa?" Rena terkejut dengan ucapan suaminya hingga membuat ia menganga.
Melihat ekspresi istrinya, Reyhan hanya tersenyum geli.
" Siapa suruh berani menggoda ku, rasakan akibatnya ." batin Reyhan yang kemudian langsung memejamkan matanya.
Percintaan yang selama ini di nantikan oleh kedua insan yang sedang di mabuk asmara telah tercapai, rasa bahagia menyelimuti hati Reyhan dan Rena.
Impian yang selama ini hanya berada di dalam angan mereka kini menjadi nyata.
Rasa bahagia menemani malam indah mereka berdua.
Keduanya tertidur dalam posisi saling berpelukan.
*
*
__ADS_1
*
Sementara itu, mommy Rita tidak bisa memejamkan kedua matanya, pikirannya melayang membuatnya tidak bisa tidur, ia teringat putra dan menantunya.
Mommy Rita merasa khawatir jika ia tidak melihat kondisi menantunya, apalagi kedua besannya sedang pulang ke rumahnya untuk beristirahat, mengingat mereka yang selalu menemani Anak dan menantunya di rumah sakit.
Lama mommy Rita termenung didalam kamarnya, membuat hatinya semakin gelisah.
Oleh karena itu mommy Rita memutuskan untuk pergi ke rumah sakit malam itu juga.
" Bi, saya pergi ke rumah sakit dulu, jika kedua besan saya membutuhkan sesuatu tolong di bantu," pesan mommy Rita kepada pelayannya.
" Baik nyonya." jawab pelayan itu sambil melanjutkan pekerjaannya.
Dengan mengendarai mobil mommy Rita pergi ke rumah sakit.
Suasana jalan terasa sepi karena hari telah larut malam.
Sambil berdoa mommy Rita mengemudikan mobilnya dengan kencang.
Beberapa saat kemudian ia pun tiba di halaman rumah sakit.
Setelah memarkirkan mobilnya, mommy Rita bergegas menyusuri koridor rumah sakit yang terasa sepi, karena semua orang telah terlelap di tempat masing-masing.
Hanya beberapa orang suster yang berlalu lalang memeriksa setiap kamar pasien.
Mommy Rita membuka pintu ruangan Dhita di rawat.
Mommy Rita tersenyum melihat anak dan menantunya sedang tertidur pulas.
Perlahan mommy Rita melangkah menuju sebuah sofa yang berada di samping stretcher tempat menantunya tidur.
Sedangkan Arjuna tertidur dalam posisi duduk di kursi di samping istrinya, dengan kepala di rebahkan di bantal.
Dhita terbangun mendengar suara langkah kaki tidak jauh dari tempatnya.
" Mommy!" seru Dhita perlahan karena khawatir akan membangunkan suaminya.
Mommy Rita tersenyum.
" Kau terbangun?" tanya mommy Rita yang telah duduk di sofa.
" Ya mom, aku kira siapa," ucap Dhita sambil berusaha memiringkan badannya karena merasa lelah terlentang.
Punggungnya terasa panas.
" Hati-hati!" seru mommy Rita seraya bangkit dari duduknya berniat membantu menantunya.
" Tidak apa-apa mommy duduk saja." ucap Dhita sambil menahan rasa sakit bercampur nyeri di bekas luka operasinya.
" Apa kau masih merasa begitu sakit?" tanya mommy Rita ketika melihat wajah Dhita yang meringis menahan rasa sakit.
" Tidak terlalu mom, sudah mendingan." jawab Dhita berusaha setegar mungkin agar tidak terlihat lemah di depan mertuanya.
" Apa dokter memeriksamu ?" tanya mommy Rita lagi.
" Sudah, dokter bilang lukanya sudah mulai mengering." jawab Dhita menuturkan ucapan dokter Eina yang memeriksanya dua jam yang lalu.
__ADS_1
" Mommy kenapa kesini, harusnya mommy istirahat di rumah." ucap Dhita merasa tidak enak hati.
" Apakah mommy bisa tidur dengan tenang jika anak-anak mommy sendirian disini?" mommy Rita menjawab dengan pertanyaan pula.