Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 25 Pura - pura


__ADS_3

Teng....


teng....


Suara detak jarum jam berdentang 12 kali, menandakan pukul 12:00. Citra dan tante devina telah pulang dari tadi. Kini di rumah besar itu hanya tinggallah mommy Rita, arjuna, dhita dan beberapa para pelayan yang sedang sibuk membereskan rumah. Mereka terlihat kelelahan karena seharian penuh mereka bekerja.


" Ar.. ini sudah malam lebih baik kamu antarkan dia pulang." ucap mommy Rita


" Iya mas.. puri sama rena pasti khawatir.." ucap dhita menyetujui usul mommy Rita.


Tiba-tiba arjuna memegang kepalanya, ia mengaduh kesakitan.


" Kamu kenapa mas...?" tanya dhita panik.


" Ar.. kamu kenapa..?" mommy Rita juga ikutan panik.


" Sepertinya aku gak bisa antar kamu pulang, kepalaku sakit sekali... ahhhh..." Arjuna meringis kesakitan.


" Duduk dulu Ar.. nanti biar pak sopir yang nganterin dhita." mommy.


" Iya .. biar aku di antar pak sopir aja mas.." ucap dhita lagi-lagi ia harus menyetujui.


Mommy Rita memanggil seorang pelayannya untuk memberitahukan kepada pak sopir agar mengantarkan dhita pulang.


" Maaf nyonya, pak sopir tidak ada ... katanya pak satpam dia pulang..karna ada urusan mendadak." kata pelayannya dengan napas memburu, rupanya ia habis berlari untuk segera sampai di ruangan itu. mengingat rumah itu sangatlah besar.


" Terus ... sopir yang lain? kemana mereka..?" tanya mommy Rita kesal, saat di butuhkan sopir-sopirnya tidak ada seakan lenyap entah kemana.


" Udah lah ma... biar dhita menginap malam ini..." usul arjuna, ia sengaja menyuruh pak sopir pulang ke rumahnya agar tidak ada yang bisa mengganggu rencananya. Karna ia tau mommy nya pasti akan menyuruh pak sopir untuk mengantarkan dhita pulang kalau dirinya tidak bisa.


Sungguh rencana yang sangat matang, hingga mau tak mau mommy Rita harus mengijinkan dhita bermalam di rumahnya. walaupun sebenarnya ia tak menyukai gadis ini.


" Baiklah... kamu boleh... bermalam di sini.."


Mommy Rita memandang putranya.


" Mommy akan panggilkan dokter." ucapnya lagi.


Arjuna terbelalak, kalau sampai dokter datang memeriksanya pasti akan terbongkar kalau dirinya hanya berpura-pura saja.


" Gak usah mom...nanti juga sembuh, kan udah ada yang ngerawat." jawab arjuna, ia menatap kekasihnya yang sedang memijat kepalanya. Secara perlahan-lahan dhita menggerakkan jari-jarinya yang lembut di kepala arjuna, membuat arjuna merasa sangat nyaman.


" Terserah kamulah... " ucap mommy Rita, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya, namun di balik itu ia juga melihat cinta dan kasih sayang yang begitu besar di antara keduanya.


" Mommy ke atas dulu selamat malam." ucap mommy Rita, beberapa ia melangkah kemudian berhenti.


" Bi, tolong siapkan kamar untuk tamu kita ya.." ucap mommy Rita.


" Baik nyonya. "


Mommy Rita pun pergi bergegas ke kamarnya.


" Masih sakit mas...?" tanya dhita sedikit khawatir.


" Udah mendingan, tapi masih agak sedikit terasa sakit." jawab arjuna masih tetap berpura-pura.


" Kamu jangan terlalu capek mas..aku takut terjadi sesuatu sama kamu." ucap dhita, ia masih memijat kepala kekasihnya.


" Kalau begitu temani aku malam ini." arjuna tersenyum menggoda.

__ADS_1


Dhita terkejut netranya membelalak lebar.


" Mas... jangan..." belum selesai ia berbicara, arjuna meletakkan telunjuknya di bibir kekasihnya. dhita pun terdiam.


" Jangan macam-macam kita bukan muhrim, bukan pula suami-istri." ucap arjuna meneruskan kata-kata dhita yang terpenggal karenanya. Seakan ia tau apa yang ada di dalam pikiran kekasihnya.


Arjuna pun tertawa, bahagia rasanya ia telah menggoda kekasihnya. Sedangkan dhita hanya bisa mendongkol dengan mengkerutkan wajahnya.


" Jangan cemberut gitu dong... entar cepat tua...jadi nenek-nenek..." arjuna terus menggoda kekasihnya.


" Biarin, biar kamu punya pacar nenek-nenek mas.." dhita masih sangat kesal.


" Maaf deh.. pacar ku yang cantik, mau kan maafin aku ya...mau ya.." arjuna membuat lucu mimik wajah nya, melihat hal itu dhita tidak bisa menahan tawa, ia tertawa lepas.Seakan lupa peristiwa tadi bersama mommy Rita.


" Ya..deh.. aku maafin." ucap dhita.


Arjuna meletakkan kepalanya di pangkuan dhita, ia tengah menikmati indahnya kebersamaan mereka. " semoga saja hubungan kita selalu indah selamanya." batin arjuna.


Lain hal nya yang di pikirkan dhita, " semoga aku kuat mas, semoga aku bisa bersabar menghadapi ibu kamu, hingga nanti aku bisa mengambil hatinya untuk merestui hubungan kita mas." Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


Pada akhirnya kedua insan yang sedang kasmaran tak bisa lagi menahan kantuk, mereka terlelap dengan posisi yang masih sama.


Para pelayan yang mondar-mandir membersihkan rumah sesekali melihat ke arah mereka, namun tidak berani membangunkannya.


" Aku do'akan semoga kalian berjodoh." ucap salah satu pelayan. " Andai saja nyonya tau .... betapa besar rasa cinta di antara mereka." secara tak sengaja pelayan itu mendengar percakapan antara majikannya dan dhita.


Di dalam tidurnya Arjuna bermimpi, ia sedang berada di tengah lautan luas, menaiki kapal pesiar bersama dhita, sang kekasih. Saat itu ia tengah berbahagia berduaan berpeluk mesra.


sesekali ia mencium pipi kanan dan kiri milik kekasihnya, dhita hanya bermanja-manja di pelukannya. Mereka berdua menikmati suasana indah nan romantis, hembusan angin yang sepoi-sepoi seakan memberikan sensasi suasana yang berbeda. Suasana romantis di tengah samudra.


Tiba-tiba badan kapal pesiar yang mereka tumpangi di rasakan berguncang. Arjuna melihat kapal di terpa badai, semakin lama semakin besar guncangan yang ia rasakan. Arjuna mempererat pelukannya begitu pun dengan dhita, seolah mereka tak ingin berpisah.


Namun apa daya, usaha mereka ternyata sia-sia, sebuah guncangan yang hebat membuat tubuh dhita terpental sangat jauh. Arjuna berusaha mendekati kekasihnya, ingin menyelamatkannya, dhita berteriak histeris meminta pertolongan.Tetapi badai besar menyeret tubuh dhita hingga terjatuh ke dalam lautan.


Dan.... ..........


Tiba-tiba saja ia terbangun, ketika membuka kedua matanya pandangannya langsung tertuju pada wajah kekasihnya yang masih tertidur lelap.


Arjuna duduk di samping dhita yang masih tidur.


" Untung aja cuma mimpi, aku gak mau kehilangan kamu dhi..aku sangat mencintaimu."


Arjuna mengecup kening kekasihnya. berusaha menenangkan dirinya sendiri. Saat itu keadaan rumah sedang sepi, rupanya para pelayan sudah tidur di kamar masing-masing, jika saja tidak pasti ia akan menjadi tontonan para pelayannya karena tidur sambil mengigau, berteriak-teriak lagi, sungguh memalukan.


Perlahan-lahan Arjuna mengangkat tubuh mungil kekasihnya, berniat memindahkannya ke kamar yang telah di siapkan pelayannya. Dhita masih saja terlelap rupanya ia sangat lelah hingga tidak terbangun walau arjuna menggendong tubuhnya.


arjuna sama sekali tidak merasakan beban berat pada tubuh kekasihnya yang mungil. karna badan kekarnya yang berotot siap menahan beban apapun.


Dengan sangat hati-hati arjuna merebahkan tubuh kekasihnya di atas ranjang yang lembut dan empuk. Arjuna menatap lekat wajah cantik kekasihnya yang masih berada di bawah kukungan tubuh kekarnya, terasa sejuk di hatinya kala ia melihat wajah cantik nan ayu itu.


Tiba-tiba dhita menggeliat, tangannya tanpa sengaja mendorong tangan arjuna yang masih mengukungnya. Karna sedang asyik memandang wajah cantik sang kekasih, arjuna tak dapat mengelak.


Dan.... apa yang terjadi...?


Wajah arjuna menimpa tepat pada wajah kekasihnya, tak dapat di pungkiri lagi bibir mereka saling menyentuh, arjuna merasakan hembusan napas kekasihnya yang bagaikan angin segar baginya.


Reflek dhita terbangun ia merasakan ada yang menindih tubuhnya, ada rasa hangat di wajahnya. Ketika membuka mata dhita langsung menendang tubuh arjuna, ia panik dan ketakutan.


" Apa yang sedang kamu lakukan mas.." suara dhita terdengar serak, ia hampir menangis.

__ADS_1


" Tak ku sangka kamu tega ingin melakukan ini padaku mas." kedua matanya melotot. takut bercampur marah ia rasakan.


Arjuna bingung harus berkata apa, semua terjadi karena tidak sengaja.


" Yang... kamu salah paham, aku gak ada niat untuk melakukan itu." arjuna mencoba menjelaskan di tengah kebingungannya.


" Bohong... kamu ingin memanfaatkan situasi ini kan mas..? kamu ingin ****** ku saat aku tidur, seharusnya aku gak di sini, seharusnya aku pulang..." dhita menangis, hatinya merasa sangat kecewa.


" Yang .. percayalah...


" Haruskah aku percaya padamu mas,? "


" Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya padaku !" air mata arjuna mulai mangambang di sudut matanya, ia takut akan kehilangan kepercayaan dari kekasihnya.


" Mengapa aku bisa ada disini mas, dan apa sebenarnya yang kau lakukan padaku ?"


Arjuna menceritakan semuanya dari awal, dari ia bermimpi buruk hingga menggendongnya memindahkannya ke kamar.


" Kamu sendiri yang mendorong tanganku hingga aku menimpamu !" ucap arjuna di akhir ceritanya.


" Benarkah apa yang kamu katakan mas ?"


arjuna mengangguk menatap penuh harap pada kekasihnya.


" Benarkah kamu menggendong ku mas ?"


Arjuna hanya bisa mengangguk, ia tak tau lagi harus mengatakan apa kalau sampai kekasihnya tidak percaya padanya.


" Maafkan aku mas, aku salah menilaimu, aku hanya takut saja mas." dhita memeluk arjuna merasakan dekapan hangat kekasihnya.


" Aku akan selalu menjagamu, tak akan pernah menyakitimu, aku akan sabar menunggu hingga kita menjadi halal." ucap arjuna membalas pelukan kekasihnya.


" Aku takut kehilangan dirimu." ucap arjuna lagi.


" mas..."


" hemmm..."


Dhita melerai pelukannya.


" Kepala mu udah gak pusing lagi mas ?" tanya dhita, seingatnya arjuna tidak bisa mengantarnya pulang karna merasa pusing.


Arjuna kaget, ia lupa bahwa dirinya sedang berpura-pura sakit kepala, agar bisa lebih lama bersama sang kekasih.


" E.... anu...mmmm.." Otak arjuna seakan buntu, ia tak bisa berpikir harus memberikan alasan yang tepat.


" Kamu bo'ong ya mas..? kamu ngerjain aku..?" Dhita merasa curiga. Bagaimana bisa tiba-tiba sakit kepala, terus tiba-tiba sembuh padahal belum minum obat.


Arjuna tak menjawab ia hanya tersenyum, senyuman yang di artikan oleh dhita sebagai bukti bahwa kekasihnya memang berbohong.


" Kamu jahat mas..." dhita pura-pura merajuk. Ia ingin melihat bagaimana reaksi kekasihnya.


" Apa salah kalo aku pengen lebih lama sama kamu...hmmm..?" arjuna mencoba merayu kekasihnya.


dhita masih pura -pura merajuk.


" Baiklah kalo kamu gak mau maafin aku, aku janji gak akan lagi ganggu dirimu." arjuna berpura-pura beranjak dari kamar itu.


" Mas... " dhita memeluknya dari belakang.

__ADS_1


" Aku suka kok mas di gangguin kamu, tiap hari di gangguin juga gak apa-apa." ucap dhita dengan polosnya.


Arjuna menahan senyum, ia menang. Menang menaklukkan hati gadis impiannya.


__ADS_2