
Arjuna tetap bersikeras mendesak ibunya, saat ini yang ada di dalam pikirannya hanyalah tak lain dan tak bukan tentang asal usul dirinya, jati diri yang sebenarnya.
" Jadi, papy bukanlah orang tua ku mom ?" arjuna mengambil kesimpulan sendiri. Karna sang ibu tak mau menjawab.
Orang yang selama ini sangat menyayanginya bahkan yang selalu rela meluangkan waktu untuk membimbingnya menjadi seorang pengusahawan sukses ternyata bukanlah ayah kandungnya.
Mommy Rita masih belum juga mau mengatakan yang sebenarnya.
" Please jawab mom ? Atau aku bukanlah darah daging kalian berdua ? Apa aku anak angkat mom ?" suara arjuna terdengar bergetar, masih menatap lekat ke arah ibunya.
" Tidak sayang ... Kau anak mommy, anak kandung mommy hanya saja...." mommy Rita menundukkan kepala. Lalu memandang pak Teddy. Mantan suaminya.
Arjuna mengikuti arah pandangan ibunya.
" Calvin dharmendra memang bukan ayah kandung mu." mommy Rita menatap lekat mantan suaminya seakan ia ingin menjelaskan semuanya lewat tatapan itu.
Arjuna mendengarkan dengan baik. Namun betapa terkejutnya ia ketika tau bahwa dirinya bukanlah berasal dari keluarga Dharmendra. " Lalu aku ini anak siapa? Apakah om teddy ayahku? Mengapa aku dan reyhan sangat identik ?" berbagai macam pikiran melayang di kepalanya.
" Karna pada saat kami menikah, mommy sedang mengandung dirimu !" tutur mommy Rita, meneruskan kata-kata nya yang sempat tertahan karna rasa sesak didada yang semakin memuncak. Ingin rasanya ia menangis.
Mendengar hal itu pak teddy terkesiap, kedua netranya tak berkedip, dadanya berdebar kencang.
Ia teringat saat sehari sebelum mereka berpisah ia pernah mendapati mommy Rita sedang muntah-muntah di kamar mandi. Namun ketika ditanya mommy Rita mengatakan hanya sedang sakit saja. Masuk angin biasa.
" Apakah waktu itu, kau... Sedang...." pak teddy tak meneruskan kata-katanya saat ia melihat air mata yang mulai terjatuh mengalir di pipi mommy Rita.
Mommy Rita mengangguk perlahan.
" Mengapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya padaku? Mengapa kau membohongiku? " pak teddy mencengkeram erat kedua lengan mommy Rita. Antara rasa bahagia dan emosi berkecamuk menjadi satu.
Sedangkan arjuna hanya terdiam, ia merasa syok ketika mengetahui yang sebenarnya. Ternyata benar dirinya adalah putra kandung pak teddy, dan reyhan adalah adik kandungnya, karna pak teddy menikah dengan ibu reyhan setelah berpisah dengan mommy Rita, ibu dari arjuna.
" Maaf... Maafkan aku..." ucap mommy Rita, pak teddy melepaskan cengkeraman tangannya. Dari dulu ia memang tidak pernah tega bila melihat wanita menangis.
" Jika saja ku tau dirimu sedang mengandung saat itu, aku tidak akan pernah menceraikanmu." suara pak teddy terdengar kasar dengan rahang yang mengeras,giginya mengerutup pertanda ia sedang menahan emosi. Ia merasa sangat tidak di hargai bisa-bisanya selama ini dirinya dijauhkan dari darah dagingnya sendiri.
Memang sejak berpisah pak teddy dan mommy Rita tidak pernah berkomunikasi, karna no ponsel mommy Rita di ganti oleh orang tuanya waktu itu, dan setelah menikah dengan Calvin Dharmendra mommy Rita di ajak pindah keluar negri oleh suaminya, karna sedang melebarkan peluang bisnisnya di sana.
" Ayah.... " panggil arjuna.
Mendengar suara putranya amarah pak teddy mulai mereda.
" Arjuna .... Putraku...." pak teddy merentangkan kedua tangannya, memberi isyarat pada putranya yang baru saja ia ketahui sebagai darah dagingnya.
Arjuna menghambur kedalam pelukan sang ayah.... Sungguh beda rasanya, pelukan hangat seorang ayah kandung, pelukan yang memberikan ketenangan dan kedamaian.
" Mulai sekarang panggil aku papa, sama seperti reyhan yang memanggilku papa." pak teddy memeluk arjuna dengan lembut mengingat putranya itu baru saja menjalani operasi pengambilan sumsum tulang belakang.
Sungguh tak terhingga betapa bahagianya hati mereka, bertemu kembali dengan keluarga yang tak pernah mereka ketahui selama ini. Mungkin inilah cara terbaik tuhan mempertemukan mereka.
Pak teddy yang tadinya merasa sangat lemah tak berdaya, kini menjadi bugar kembali seakan mendapatkan asupan nyawa yang kedua. Semangat hidupnya kembali menyala, harapan kebahagiaan terhampar luas di depannya.
" Papa..." arjuna menuruti permintaan sang ayah. Tak henti-hentinya pak teddy menciumi wajah putranya, sebab ia tidak memiliki kesempatan menyaksikan masa-masa kecil putranya itu.
__ADS_1
" Papa memang tidak bisa menyaksikan dirimu tumbuh besar nak, tapi papa berjanji akan memberikan mu kasih sayang yang tulus seluas samudra dilautan." janji pak teddy.
" Iya pa makasih.." arjuna. Mereka saling berpelukan dengan derai air mata kebahagiaan.
Sementara itu mommy Rita memandang keduanya dengan pandangan sendu, lalu ia beralih memandang reyhan yang masih terbujur tak berdaya.
" Jika saja kita tidak berpisah, mungkin dia tidak akan pernah ada di dunia ini ." gumam mommy Rita, sedikit rasa cemburu mulai memasuki hatinya.
" Apa maksudmu ?" pak teddy merasa heran karna tiba-tiba mommy Rita mengatakan hal itu.
" Setidaknya diriku masih setia menjaga hati ini mas, walaupun aku telah menikah dengannya sekalipun kami belum pernah melakukan sesuatu..."mommy Rita tak meneruskan ucapannya, ia berpikir pasti pria di depannya telah mengerti apa maksud dari ucapannya.
Bertahun-tahun menikah, calvin Dharmendra tidak pernah menyentuhnya mereka tidur di kamar terpisah.
" Ya.. Aku memang tidak bisa mempertahankan hati ini tetap untukmu, tapi sebagai pria normal pada umumnya, apa aku salah ?"
" Pa ... Semua ini bukan salah mu, bukan pula salah kita, semua ini adalah takdir yang telah di tetapkan tuhan untuk kita." arjuna dengan bijaksana menengahi di antara orang tuanya.
" Mom, mari kita lupakan semuanya, kita mulai lagi dari awal ." ucapnya pada ibunya.
Sementara itu reyhan yang setengah sadar menyaksikan semuanya.
" Pa...." panggil reyhan dengan lemas. Tangannya menggapai ke arah pak teddy.
" Ya sayang kau sudah siuman ?" tanya pak teddy penuh kasih sayang, sambil mencium wajah putranya.
" Aku... Udah dengar semuanya pa..."
" Apa yang kau dengar rey...? Pak teddy khawatir putranya ini akan salah paham nantinya.
Arjuna mendekati reyhan.
" Kau adikku... Maukah kamu memanggilku kakak ?" arjuna menatap mata indah reyhan, dengan bola mata yang persis seperti miliknya. Bola mata kecoklatan yang mereka dapatkan dari sang ayah.
Reyhan mengangguk.
" Kakak.... Peluk adik mu...." pinta reyhan pada arjuna.
Tanpa berpikir panjang lagi arjuna memeluk adiknya, walau mereka terlahir dari rahim yang berbeda tapi mereka berasal dari benih yang sama.
" Akhirnya aku bisa merasakan keluarga yang utuh ." ucap reyhan masih dalam pelukan kakaknya.
" Cepatlah sembuh adikku, kita hiasi hari-hari kita dengan kenangan yang indah, aku akan selalu menjagamu."
" Makasih kakak...sungguh aku sangat beruntung memiliki seorang kakak yang sangat hebat seperti mu..." ucap reyhan penuh haru. titik bening mulai mengambang di sudut matanya.
" Kalau begitu cepat sembuh, akan ku ajari kau cara mengelola usahamu, agar kau menjadi pembisnis hebat seperti kakakmu ini." arjuna menggoda adiknya.
" Ah... kakak ini... " ucap reyhan tersenyum. kebahagiaan yang tengah ia rasakan kini, seolah mengobati rasa sakitnya. Akibat kecelakaan tadi.
" Bukankah kamu sendiri yang bilang aku ini hebat ?" arjuna mengerlingkan matanya, masih menggoda sang adik. Maklumlah selama ini di dalam hidupnya ia hanya seorang diri tidak pernah merasakan memiliki saudara.
" Bagaimana kabarmu rey ?" mommy Rita bertanya, setelah sekian lama ia membungkam.
__ADS_1
" Baik tante..." jawab reyhan. Lama ia memandang sosok wanita yang ada di sampingnya. " Ah, andai saja ibuku masih hidup, aku pasti akan merasa sangat bahagia, merasakan hangat pelukannya ." reyhan membatin.
Melihat dari raut wajah pemuda yang sedang menatapnya, mommy Rita mengerti apa yang ada di dalam pikiran reyhan. Tatapan yang merindukan kehadiran seorang ibu, tatapan yang memancarkan betapa hausnya akan kasih sayang.
" Kalau kau mau, kau boleh memanggilku mommy." ucap mommy Rita.
" Benarkah ? " reyhan masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Iya .. kau boleh memanggilku mommy, seperti kakak mu arjuna." mommy Rita mengulangi lagi kata-katanya.
Reyhan mengangguk perlahan.
" Makasih... mom..." ucap nya masih agak ragu.
Mommy Rita membelai rambut reyhan, mengapa tidak pernah terpikir olehnya saat pertama kali mereka bertemu di acara ulang tahunnya, bahwa reyhan dan arjuna memang ada kesamaan sama-sama memiliki lesung pipit di kedua pipinya, dan bola mata yang kecoklatan sama persis seperti milik ayah mereka. Pak teddy pandu winata.
*
*
Sementara itu diluar sana tampak ketiga gadis sedang mengobrol, tapi agak gaduh karna puri tak terima dirinya tidak di kabari tentang kecelakaan yang terjadi pada reyhan.
" Kenapa gak ngabarin aku ?" tanya puri dengan tatapan yang menghunus pada rena.
" Maaf ri, aku ...lupa, aku...terlalu panik." jawab rena sangat hati-hati, ia berusaha agar tidak terbawa emosi karna puri.
" Udah mulai terbiasa rupanya ya.... ngelupain aku..." dengan sinis puri melirik ke arah rena.
" Dan kamu dhi, kenapa ? lupa juga ? " kini giliran dhita yang ia marahi.
Namun dhita lebih memilih diam daripada harus meladeni emosi puri yang hanya akan menguras banyak tenaga.
" Kamu sendirian ri ?" tanya rena mengalihkan pembicaraan agar puri tidak berlarut-larut dalam kemarahannya.
" Bareng eza ." jawab puri singkat saja. Di dalam hatinya masih mendongkol.
" Mana ?" tanya dhita, ia tidak melihat siapapun disana selain mereka bertiga.
" Dia lagi ada urusan di depan bentar lagi kesini." keadaan puri sudah jauh lebih tenang, nada bicaranya mulai lembut.
Benar saja tak lama kemudian terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka, eza.
Sebelumnya ia mendapat pesan dari bosnya sekaligus sahabatnya bahwa ia harus mengurus biaya administrasi di rumah sakit itu atas nama Reyhan panduwinata.
" Loh kok malah ngumpul disini ?" tanya eza dengan heran.
" Iya .. tadi mas Ar nyuruh kami keluar, sepertinya mereka ingin membicarakan suatu hal yang bersifat pribadi." dhita menjelaskan.
Eza mengangguk, kemudian ia mengotak-atik ponselnya.
" Ayo kita masuk, arjuna menyuruh kita untuk..." belum selesai eza bicara, pintu terbuka.
Mommy Rita melangkah keluar dari ruangan, mungkin ia tidak mau kalau sampai orang lain tau apa yang telah terjadi di dalam sana.
__ADS_1
Dhita yang tadinya hendak menyapa segera di urungkannya ketika melihat wajah calon mertuanya sembab oleh air mata.
" Sepertinya tante Rita habis nangis ?" gumam dhita hampir tak bersuara,ia memandang punggung wanita itu hingga menghilang di balik tembok rumah sakit." Apa yang terjadi ?" pikirnya. Kemudian mengikuti yang lain.