Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 06. LOVE


__ADS_3

Suasana pagi yang cerah bunga-bunga di taman bermekaran aneka warna, semarak dan menambah indah pandangan mata. Tampak seorang gadis bernyanyi-nyanyi kecil sembari menyiram bunga.


Satu persatu tanaman bunga di siram dengan penuh kasih sayang. Seekor kupu-kupu berbulu kuning keemasan terbang dan hinggap dari bunga ke bunga yang lain terbang kian kemari seakan menemani si gadis penyiram bunga.


Sejenak dipandangnya kupu-kupu dan diberi seulas senyuman.


" senang nya jadi kupu-kupu bebas terbang sesuka hati, andai aku seekor kupu-kupu akan ku bawa terbang tubuh ini ke pucuk pohon cemara ah alangkah bahagianya jika terbang bersama seorang pangeran. " pikir Dhita ya gadis penyiram bunga itu memang Dhita.


" Hai Dhi, selamat pagi.. " suara Puri membuyarkan lamunannya.


" Hai.. " balasnya


" Anak mami rajin sekali ya" Rena berseloroh


" Iya dong ayo sini, eh kalian dah rapi begini mau kerja? " Dhita bertanya saat melihat penampilan kedua bestienya sangat rapi.


" Di cariin dari tadi ternyata disini kau rupanya emang kamu gak kerja? " Puri merasa heran karna biasanya Dhita lah orang pertama yang selalu up pagi ketika ia membuka matanya.


" Kerja kok... tapi agak siangan dikit.. " Dhita menyeringai


" Ya udah kita-kita jalan dulu ya... " Rena pamit, Dhita mengangguk lalu katanya.


" Hati-hati" tangannya melambai mengiringi langkah kedua bestie nya.


...****************...


Di resto family cafe Rena selalu menampakkan sikap profesional sehingga sang boss. Pak Tedy pandu winata sangat menyayanginya diantara karyawan yang lain. Ada perasaan tersimpan di dalam benaknya, entah itu apa hanya dia yang tau.

__ADS_1


Siang itu Rena sedang membawa sebuah gelas berisi lemon tea, tanpa sengaja ia menubruk seorang pemuda.


Bruuukkk.....


Minuman yang ia bawa pun tumpah membasahi kemeja pemuda yang berdiri di hadapannya.


" Maaf, aku gak sengaja anda gak apa-apa ?" ucap Rena cemas.


" Maaf-maaf apa kamu gak punya mata, jalan gak liat-liat di kemanain matamu ." pemuda itu sangat marah, pasalnya dari dulu tidak ada yang berani memandangnya, apalagi hanya karyawan kantor, " berani-beraninya dia nabrak aku sampai mengotori bajuku" batinnya


" Tapi... tadi aku buru-buru... " belum selesai Rena bicara pemuda itu memotongnya ucapannya.


" Dasar karyawan kampung, gak punya etika kamu ," pemuda itu mengumpatnya, dia adalah Reyhan panduwinata, satu-satunya ahli waris keluarga bosnya.


Mendengar dirinya di umpat Rena mulai kesal padahal ia telah meminta maaf, atas kesalahan yang tak ia sengaja.


" Emang kamu siapa casing aja di gedein, belagu lagi ." kata Rena dengan nada tinggi.


" Pecat aja aku gak takut, emang kamu tuh siapa mau pecat pecat se enaknya ." sergah Rena dengan cepat.


Reyhan tersenyum sinis mendengar celoteh Rena, dengan geram ia berkata.


" Aku Reyhan, Reyhan panduwinata ahli waris keluarga panduwinata, dan satu-satunya" ucap laki-laki itu penuh dengan nada penekanan.


Bagai tersengat listrik, tiba-tiba wajah Rena merah padam menahan marah sekaligus malu, ia mengerutuki dirinya yang tak pernah tau menau tentang anak bosnya ini.


Memang Reyhan baru beberapa hari ini pulang studi di Amrik, dan baru kali ini ia datang ke kantor setelah sekian lama.

__ADS_1


" Ada apa ini? " tiba-tiba ada suara dari arah bekakang, yang ternyata bosnya dari tadi ia melihat adegan itu namun tak ada yang menyadarinya.


" Ini nih pa karyawan papa dia nyari masalah? " ujar Reyhan


" Tapi kan saya sudah minta maaf pak" Rena membela diri


" Gak bisa gitu dong pa dia harus di hukum walau bagaimana pun dia udah menyalahi aturan dia jalan seenaknya aja ." Reyhan tidak terima.


Pak Teddy menarik nafas dalam-dalam.


" Sudah Reyhan, Rena saya gak mau ada perselisihan lagi mulai sekarang kalian harus bisa bekerja sama demi masa depan perusahaan ." pesan pak Teddy.


" Baik pak saya permisi" Rena mengundurkan diri.


" Silahkan " ucap pak Teddy.


Pak Teddy mengiringi kepergian Rena dengan pandangan nya, lalu ia mengatakan pada putranya.


" Sebenarnya dia gadis yang baik tapi sedikit pemarah, jadi kamu harus sabar menghadapinya." sang ayah menepuk pundak Reyhan yang hanya tersenyum kecil.


Kemudian beliau pergi keruangannya.


Reyhan masih panas hatinya ia merasa tak di hormati terlebih lagi ia ditantang oleh seorang karyawan, sungguh tidaklah etis menurutnya.


Rena berjalan di hadapan Reyhan karna harus memberikan laporan pada bosnya, ia berjalan tenang seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya tanpa memperdulikan Reyhan yang sejak tadi memandangnya dengan penuh rasa kesal.


" Bagaimana bisa papa menyuruhku mendekati wanita ini, sikapnya aja dingin mendingan aku melajang seumur hidupku dari pada harus menikah dengannya."batin Reyhan.

__ADS_1


Ya ayah nya memang telah mengatakan padanya bahwa ia akan di jodohkan dengan Rena mengingat ia wanita baik baik dan jujur ia pasti akan setia dengan pasangannya.


Oleh karna itu Reyhan di perintah ke kantor untuk mengambil hati Rena bukan malah bertengkar dengannya.


__ADS_2