Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 63 Kabar Bahagia


__ADS_3

" Sah!" teriak semua orang yang hadir di acara sakral tersebut.


Setelah sang penghulu selesai memanjatkan do'a, Reyhan dan Rena menandatangani surat pernikahan mereka.


" Selamat ya, sekarang kalian telah resmi menjadi suami-istri," ucap pak Teddy dengan penuh kebahagiaan.


Namun belum sempat Reyhan menjawab, semua orang di kejutkan dengan permintaan Arjuna.


" Maaf pak penghulu, boleh saya meminta waktunya sebentar?" Arjuna mendekati pak penghulu.


" Ya silahkan ada yang ingin anda sampaikan?" ucap pak penghulu dengan sebuah pertanyaan pula.


" Saya ingin melamar kekasih saya pak, sekaligus saya ingin menikahinya!" ucap Arjuna dengan mantap. Membuat semua orang Melongo.


"Apakah sudah didiskusikan terlebih dahulu?" tanya pak penghulu merasa aneh, baru pertama kalinya ini ia menangani lamaran sekaligus pernikahan secara mendadak.


" Sudah pak!" jawab Arjuna dengan mantap. Bukan tanpa alasan Arjuna melakukan semua itu, ia sengaja melakukannya agar Citra tidak lagi mengejarnya dan mumpung kedua orang tua Dhita juga sedang berada di tempat tersebut untuk menjadi wali nikahnya.


" Baiklah dimana mempelai wanitanya?" tanya pak penghulu.


Arjuna menoleh ke arah Dhita yang sedang kebingungan, pipinya terlihat memerah karena menahan malu, ia tak pernah menduga sebelumnya bahwa dirinya akan menikah secepat itu.


Dhita melirik ke arah kedua orang tuanya yang kemudian di angguki oleh mereka.


Mommy Rita yang memahami perasaan wanita yang di cintai oleh putra nya tersebut, ia bangkit dari duduknya kemudian menuntun Dhita dengan penuh kasih sayang menuju ke arah Arjuna yang sedang menunggunya dengan bahagia.


Melihat tingkah kakaknya yang terkesan terburu-buru, Reyhan menepuk jidatnya. Karena kini posisinya tergeser, digantikan oleh Arjuna yang juga akan melakukan ijab kabul.


" Kakak, mengapa kau terlalu terburu-buru, apa kau tidak ingin mempersiapkan semuanya terlebih dahulu?" gumam Reyhan lirih.


" Biarkan saja suamiku, mungkin ini jalan takdir untuk menyatukan mereka." Rena menjawab ucapan suaminya.


Reyhan mengangguk membenarkan ucapan istrinya.


" Bisa kita mulai sekarang?" tanya pak penghulu saat Dhita didudukkan di samping Arjuna.


Semua orang mengangguk termasuk Arjuna yang paling bersemangat saat itu.


" Bagaimana saudara Dhita, apa anda menerima lamaran saudara Arjuna?" pak penghulu bertanya karena ia ingin mendengar jawaban langsung dari calon mempelai wanita yang akan di nikahi secara dadakan.


Dhita mengangguk, lalu berkata.


" Ku terima lamaranmu dengan Bismillah!" ucap Dhita menatap pria di sampingnya dengan sejuta harapan.


" Baiklah kali begitu, bisa saya minta wali dari mempelai wanita untuk kedepan?" ucap pak penghulu menatap seluruh ruangan mencari wali untuk Dhita.


Mendengar ucapan pak penghulu, pak Setyo bangkit dari duduknya, lalu duduk bersila di samping mempelai pengantin sebagai saksi di hari pernikahan putri kesayangannya.


" Baiklah kita mulai acaranya sekarang!" ucap pak penghulu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat lamanya acara ijab kabul kedua pun selesai. Kembali pak penghulu berdo'a untuk yang kedua kalinya.


Sama seperti yang dilakukan Rena dan Reyhan, Arjuna dan Dhita juga menandatangani surat pernikahannya.


Setelah itu kedua nya meminta restu kepada orang tua masing-masing.


" Masya Allah, baru kali ini saya menjadi penghulu yang menikahkan dua pasangan sekaligus," ucap pak penghulu terharu.


" Semoga kalian semua menjadi pasangan yang sakinah, mawadah dan warohmah!" lanjut pak penghulu tersebut.


" Amiin!" ucap semua serempak.


Lalu pak penghulu tersebut berpamitan setelah menuntaskan tugasnya, Karena masih ada acara lagi di tempat berbeda.


" Aku bahagia sekali kedua putraku, telah menikah, semoga kalian hidup rukun selamanya," pak Teddy berharap dengan berlinang air mata kebahagiaan.


Arjuna dan Reyhan memeluk ayah mereka dengan penuh kasih sayang.


*


*


*


Sementara itu di luar ruangan tersebut tampak seorang lelaki, sedang melayangkan tinjunya ke arah dinding.


" Akh..."


Bastian David Dharmendra, pria yang berwajah tampan dengan segala sikapnya yang dingin, diam-diam menaruh hati kepada Dhita Pratiwi yang bekerja sebagai sekretarisnya.


Namun hari itu ia mendapat kabar dari anak buahnya bahwa Dhita akan menikah secara mendadak dengan Arjuna membuat hati pria ini panas-dingin.


Dengan cepat ia mendatangi KUA tersebut bermaksud ingin menggagalkan pernikahan itu0, namun rupanya ia terlambat karena ia datang tepat di saat semua orang mengatakan " SAH " untuk ijab kabul Arjuna dan Dhita.


" Dhita kau akan menyesal karena telah mengambil keputusan ini dalam hidup mu!" gumam Bastian penuh amarah.


Bastian semakin membenci Arjuna dan ingin segera menuntaskan tujuan utamanya, yaitu mengambil alih semua aset harta dan perusahaan yang dikelola oleh Arjuna Calvin Dharmendra.


Dengan membawa segenap rasa kecewa, Bastian pergi meninggalkan tempat tersebut.


Ia menyusun kembali taktik strategi agar lebih cepat melumpuhkan kekuasaan Arjuna dan lebih mudah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Sementara itu di dalam ruangan KUA semua orang tampak panik karena tiba-tiba Puri pingsan tak sadarkan diri.


" Puri.... Puri... bangun sayang, Puri kamu kenapa?" Eza berusaha untuk menyadarkan istrinya.


Eza mengguncang-guncang tubuh Puri sambil menepuk kedua belah pipinya.


Dhita dan Rena juga ikut bersimpuh di samping sahabatnya.

__ADS_1


" Kita bawa dia ke rumah sakit!" seru Arjuna menyarankan, walau bagaimanapun Eza adalah sahabatnya yang paling setia, yang selalu ada untuknya. Jadi Arjuna pun ingin melakukan hal yang sama.


Mendengar ucapan. Arjuna semua orang setuju. Akhirnya Puri di larikan ke rumah sakit terdekat.


*


*


*


Gleddekkkk


Gleddekkkk


Gleddekkkk


Suara stretcher membawa Puri menuju ruang emergency.


" Ya Tuhan, selamatkan istriku, jagalah dia untukku," bisik Eza lirih saat Puri di bawa masuk ke dalam ruang emergency.


Arjuna menepuk pundak sahabatnya, berusaha untuk menguatkan nya.


" Sabar, yakinlah istrimu pasti baik-baik saja!" ucap Arjuna mencoba untuk menenangkan Eza yang terlihat sangat gelisah.


" Maaf kan aku, ini semua salahku," lanjut Arjuna merasa bersalah karena semalam ia membuat sahabatnya itu meninggalkan istrinya yang memang sedang tidak enak badan.


" Tidak apa-apa, do'a kan saja semoga istriku baik-baik saja." jawab Eza.


Sedangkan Dhita yang duduk di kursi panjang sedang memanjatkan doa untuk sahabatnya tercinta.


Tiba-tiba pintu pun terbuka, seorang dokter keluar dengan senyum sumringah di wajahnya. Namun karena terlalu panik, Eza tidak memperhatikan raut wajah dokter tersebut.


" Selamat tuan, istri anda sedang hamil saat ini!" ucap dokter tersebut memberikan informasi kepada Eza yang memang bertanya keadaan istrinya.


" Benarkah?" kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Eza yang merasa sangat bahagia.


" Ya tuan, jadi anda tidak perlu khawatir." ucap dokter tersebut.


Arjuna dan Dhita pun mengucap syukur dalam kebahagiaan mereka saat ini.


Tak lama kemudian seorang perawat mendorong streckher yang di tempati oleh Puri.


Perawat tersebut membawa pasiennya ke ruang perawatan untuk memulihkan kondisinya.


" Hari ini memang hari penuh kebahagiaan ya mas," ucap Dhita sambil memandangi Puri yang di bawa ke ruang perawatan di dampingi oleh Eza.


" Ya sayang, tapi yang terpenting adalah..." Arjuna tidak meneruskan ucapannya.


" Apa?" Dhita berpura-pura tidak mengerti, meski ia telah mengetahui maksud dari ucapan pria yang notabenenya telah sah menjadi suaminya tersebut.

__ADS_1


Dhita mengerti akan sikap Arjuna yang ingin menagih janjinya ketika dulu. Sebuah janji yang harus ia tunaikan dengan segera.


__ADS_2