Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 15 Di culik mantan


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya Dhita melakukan rutinitas seperti biasa memasak dan sarapan bersama bestie nya kemudian berangkat kerja.


Hari itu perasaannya merasa tidak nyaman, was-was dan begitu gelisah namun ia berusaha untuk menjalani harinya dengan tetap tenang.


Sebelum memasuki area toko tempat ia bekerja, tiba-tiba datang seorang ibu-ibu paruh baya.


" Permisi nak... boleh bibi minta tolong?" ucap nya.


" Ya, ada apa bi,?" tanya Dhita sopan.


" Bisa tolong antarkan saya ke alamat ini nak?" ibu-ibu itu menyodorkan secarik kertas bertuliskan sebuah alamat, alamat yang cukup jauh dari sana.


Dhita meraih kertas tersebut " Villa Pondok Terra J.L. ngadinegaran 103 B " Begitulah bunyi tulisan di kertas tersebut.


Dhita mengakses Google di ponsel nya, mencari lokasi yang tertulis di kertas tersebut. Maklum ia belum paham daerah jogja.


" Ini letaknya jauh bi !" ucap Dhita.


" Memang nya siapa yang tinggal di sana?" lanjutnya.


" Anak saya, sudah lama ia tak pulang ... bibi kangen..." ibu-ibu tadi mulai berlinang air mata.


" Boleh saya tau nama bibi?" tanya Dhita lagi.


" Nama saya Surti nak, kamu namanya siapa?"


" Oh iya saya Dhita."


Mereka berjabat tangan.


Dhita teringat akan orang tuanya di kampung " mereka pasti merasakan hal yang sama seperti bi surti ini." Gumam Dhita dalam hati.


" Baiklah bi mari saya antar." Dhita tak sampai hati untuk menolak. Soal pekerjaaan nanti ia bisa meminta izin kepada managernya.


" Terima kasih nak." bi Surti tersenyum.


Senyuman yang sangat mengerikan, namun Dhita tak sempat melihat wajah bi Surti yang menyeringai karna wanita itu cepat-cepat mengubah mimik wajahnya, wajah lesu yang merindukan sang buah hatinya membuat Dhita merasa iba padanya.


Sebuah TAXI berhenti tepat di depan mereka. TAXI yang telah di pesan oleh Dhita, segera membawa mereka pergi ke alamat yang di tunjukkan.


Kira-kira perjalanan memakan waktu 2 jam. Kini mereka telah sampai di depan villa, bangunan yang tertata rapi di lengkapi dengan kolam renang yang begitu indah, airnya yang putih bersih berkilauan terkena cahaya matahari. Tumbuh nya pepohonan yang rindang menambah kesejukan di sekitarnya.


" Kita sudah sampai bi.." ucap Dhita setelah mereka turun dari TAXI.


" Iya nak terima kasih ya... " ucap bi Surti.


" Saya pergi dulu ya bi ."sebelum Dhita masuk kembali ke dalam TAXI, bi Surti mengerang kesakitan.


" Aduh... nak Dhita tolong bibi, " ucapnya sambil memegang kepalanya. sebisa mungkin ia ber pura-pura lemas, agar Dhita merasa kasihan padanya.


Benar saja Dhita si gadis polos tidak mengerti bahwa dirinya tengah di jebak, hatinya yang lembut membuatnya tak tega meninggalkan bi Surti sendirian.


Ia pun menyuruh sopir TAXI untuk pergi. Karna ia akan menolong bi Surti terlebih dahulu.


" Bibi kenapa?" ucap Dhita khawatir.


" Saya pusing, boleh saya minta tolong lagi?" ucapnya dengan suara lemas yang di buat-buatnya.


" iya boleh bi.." ucap Dhita.


" gadis ini baik sekali, tapi sayangnya dia harus terjebak dalam situasi seperti ini, **ak**u hanya orang bayaran jadi aku harus melakukan tugas ku dengan baik." gumamnya dalam hati.


" Bawa bibi kedalam nak, bibi ingin tiduran dulu." pinta biSurti.


" Baik bi.." ucap Dhita.


Dhita segera memapah bi Surti memasuki ruangan villa yang terbilang sangat menakjubkan.


" Kok sepi ya bi?" tanya Dhita heran, karna tak menemukan siapa-siapa di dalam.

__ADS_1


" Iya nak karna anak bibi kerja seorang diri di sini, dia yang menjaga villa ini." ucapnya terbata-bata.


" Nama pemiliknya siapa ya bi?" tanya Dhita.


" Nggak tau nak, bibi cuma sekarang pergi kesini." jawab bi Surti.


Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh di salah satu kamar.


" Bunyi apa itu bi?" Dhita terkejut.


" Ayo bantu bibi nak , bibi mau lihat ada apa disana." bi Surti mengerti itu adalah kode yang di berikan teman-temannya.


Dhita kembali memapah bi Surti menuju sebuah kamar tadi, pintunya tertutup.


" Tolong kamu lihat ya nak, bibi pusing sekali, bibi tunggu di sini ya.." ucap bi Surti memulai aksinya.


" Iya bi sebentar ya.."


Dhita melangkah memasuki kamar tersebut, ia melihat sekeliling nya tak menemukan apa-apa. Ia teru mencari- cari sumber bunyi tadi hingga ke kamar mandi namun tetap tak menemukan apa-apa.


" Aneh kok gak ada apa-apa ya... padahal tadi jelas banget suaranya berasal dari sini." ucap Dhita seorang diri.


Bi Surti secepat kilat ia menutup pintu dan menguncinya dari arah luar.


Mendengar suara pintu tertutup Dhita terkejut lalu ia berlari keluar dari kamar mandi.


" Bi... bi Surti... tolong bukain pintunya. aku masih di dalam." teriak Dhita.


Namun bi Surti tak menghiraukannya, bukannya menolong ia malah pergi meninggalkan Dhita yang tengah berteriak-teriak.


" Rupanya aku telah tertipu, bodohnya aku...." Dhita menggerutu merutuki dirinya sendiri.


" Tapi... siapa yang telah melakukan semua ini padaku? Apakah Mas Ar... oh tidak... tidak mungkin dia yang melakukannya!" Dhita menerka-nerka namun tak bisa mendapatkan jawabannya.


Siapakah bi Surti?


Bi Surti adalah orang suruhan Andrian, ya Andrian Alvaro mantan kekasih Dhita Pratiwi.


" Hallo tuan, misi kita sudah selesai." suara bi Surti menelpon seseorang, tak jauh dari kamar tempat Dhita berada.


" Bagus, sekarang juga akan ku transfer bayaranmu." jawab seseorang di seberang sana.


Degh.


Dhita terkejut mendengar percakapan bi Surti melalui via telepon.


" Siapakah yang telah di telfonnya ? mengapa dia memanggilnya tuan!" gumam Dhita


Flashback off.


Andrian Alvaro melihat Dhita berdiri di pinggir jalan seorang diri, ia mengamati nya dari kepala hingga ujung kakinya, " ya, benar itu dhita kekasih ku " gumam Andrian dalam hati. Tak lama kemudian Dhita masuk ke dalam taxi yang berhenti tepat di depannya, TAXI online langganannya.


Taxi pun berjalan mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan. Andrian Alvaro mengikutinya dari belakang, saat itu dhita belum mengenal arjuna. Dhita tak menyadari kalau dirinya sedang di buntuti di belakang.


Dengan langkah lesu Dhita turun dari taxi yang mengantarnya, saat itu ia hanya tinggal berdua dengan Rena, karna Puri telah pergi sejak bertengkar dengan Rena.


" Akhirnya kita bertemu juga sayang," ucap Andrian seorang diri, ia berada di dalam mobil. meskipun ia yang telah memutuskan hubungan asmara mereka tapi bagi Andrian cintanya masih tetap utuh untuk gadis pujaannya. Dhita Pratiwi


Ia terpaksa mekakukan semua itu karna tekanan dari orang tuanya yang menjodoh kan dirinya dengan seorang gadis bule yang kaya raya keturunan jerman.


" Semoga saja hatimu masih untukku." ucap Andrian lagi, sebelum menjalankan mobilnya.


Andrian tersenyum sesaat ,kemudian pergi dengan penuh kebahagiaan, walau ia telah beristri tak pernah ia rasakan kebahagiaan saat bersama dengan Dhita yang telah sekian lama menjadi ratu di hatinya.


Berhari- hari Andrian mengawasi Dhita secara diam -diam, tanpa membuat Dhita curiga sedikit pun. ia ingin tau apakah Dhita masih sendiri atau telah menemukan pengganti dirinya.


Andrian merasa cukup puas ketika ia tau bahwa Dhita masih single, dan belum bisa melupakan masa lalu bersamanya.


Tak luput juga dari pengawasan Andrian ketika mereka mengadakan acara tasyakuran. ia juga tau bahwa Arjuna menginginkan Dhita untuk menjadi kekasihnya, semua informasi itu dengan mudah ia dapatkan karna Arjuna adalah rekan bisnisnya.

__ADS_1


Hati Andrian mulai panas, napasnya serasa sesak saat mendengar Dhita memanggil Arjuna dengan sebutan "Mas Ar".


" Ini gak bisa dibiarin, lama-lama aku bisa kehilangan Dhita kalo begini terus." gerutu Andrian, giginya mengerutup menahan amarah.


" Hanya aku yang pantas mendampingi hidup mu Dhita." ucap Andrian sambil membanting setir mobil.


" Takkan ku biarkan kau jatuh ke pelukan orang lain." lanjutnya lalu pergi menggunakan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Andrian menyusun strategi, ia tampak berpikir keras bagaimana caranya mendapatkan Dhita.


Perasaan yang di miliki Andrian bukanlah cinta yang sebenarnya. karna cinta tak harus memiliki, terkadang kita harus melepaskan orang yang kita cintai demi melihatnya bahagia. Namun lain halnya dengan Andrian ia begitu terobsesi dengan Dhita hingga menghalalkan segala cara demi mendapatkannya.


Andrian menghubungi seseorang yang ia percaya bisa membantunya.


Boby, Roy dan Jonny adalah kaki tangannya yang setia, sedangkan bi Surti adalah umpan untuk memancing mangsanya.


*


*


Dhita mendengar suara langkah kaki mendekat. Ia mempertajam pendengarannya.


Klik.


Klik.


Bunyi kunci di putar dua kali dan pintu pun terbuka.


Netra Dhita membelalak ketika melihat siapa yang berada di balik pintu.


" Abang.... bang Andrian..." ucap Dhita lirih.


Hati Andrian begitu bahagia mendengar suara yang selama ini dirindukannya.


Andrian masuk lalu menutup pintu.


Dhita melangkah mundur, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


" Apa kabar Sayang... aku merindukanmu ." Andrian berusaha menggapai Dhita ingin sekali rasanya ia memeluk gadis pujaannya.


" Gak bang.. jangan ucapkan lagi kata-kata itu." Dhita setengah berteriak. Ia terus berjalan mundur.


" Aku mencintaimu Dhita , perasaanku masih seperti yang dulu." ucap Andrian.


" Sudah cukup kau menyakiti hatiku bang, sekarang biarkan aku hidup tenang, anggap kita gak pernah bertemu." Dhita memalingkan muka.


" Kau masih menyimpan rasa untukku, kau belum bisa move on dariku." Andrian terus mendesak Dhita.


" Kau salah bang, dulu aku memang cinta mati padamu, tapi setelah kau hianati cintaku


aku tak lagi mencintaimu , aku benci kamu bang.. aku benci..." Dhita berteriak penuh amarah ingin rasanya ia mengamuk mencabik-cabik tubuh pria yang ada di depannya.


" Aku terpaksa melakukan itu, namun percayalah... di hati ini hanya ada ruang untukmu." Andrian masih tetap memaksa Dhita.


" Lalu istrimu? " tanya Dhita penuh rasa kecewa.


" Aku tak pernah mencintainya, pernikahan kami hanya sebatas tertulis di atas kertas."


" Aku beri dia kebebasan seperti layaknya wanita yang belum bersuami, aku tak ingin mengekangnya." lanjut Andrian.


" Bagaimana dengan hubungan kalian ?" tanya Dhita menyelidik.


" Kami tidak pernah berhubungan sedikitpun ."


Dhita menunduk beberapa saat ia terdiam hatinya mulai berkecamuk, ia bingung apakah harus menerima Arjuna sebagai kekasih barunya?,


Ataukah...ia harus kembali ke masa lalu?


Masa lalu yang pernah memberikan kenangan pahit untuknya.

__ADS_1


__ADS_2