Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 31 Berjuang bersama


__ADS_3

Mommy Rita berjanji akan memberikan apapun yang di inginkan tante devina, mengingat jasanya sangatlah besar.


Kalau bukan karena tante devina mungkin saat ini mommy Rita telah tiada. Baginya keselamatan lebih berharga dari pada apapun.


Mendengar janji yang diucapkan mommy Rita, tante devina mengambil kesempatan itu untuk memanfaatkan nya. Tante devina meminta agar mommy Rita menjodohkan arjuna dengan citra, karna ia tau putrinya itu cinta mati pada arjuna.


Mommy Rita pun menyetujui permintaan temannya. Namun ia belum mengatakannya pada arjuna, ia sedang mencari waktu yang pas untuk mengatakannya.


*


*


Malam itu mommy Rita dan arjuna sedang makan malam di rumahnya. Ruang makan yang begitu besar membuat mereka merasa nyaman dan masakan yang rasanya selalu pas di lidah membuat mereka puas menikmati hidangan tersebut.


" Ar, mommy rasa.... kamu harus segara menikah agar di rumah ini sedikit rame, mommy sering menghayal ada anak kecil duduk di pangkuan mommy." tutur mommy Rita membuka percakapan setelah habis melahap sepiring nasi dan lauknya.


Uhuuukkk...


Uhuuukkk....


Arjuna yang sedang minum tersedak, terasa seperti ada yang mengganjal di kerongkongannya.


" Mommy apaan sih mom, bikin kaget aja." arjuna menggerutu. Bagaimana tidak tersedak jika sedang minum, saat air sudah memasuki separuh kerongkongan tiba-tiba terkejut dengan ucapan ibunya.


" Mommy serius ar..." mommy Rita menatap putranya, dengan tatapan intens. Tanda ia benar-benar serius.


Arjuna menghela napas panjang lalu di hembuskannya perlahan.


" Oke, baiklah mom, nanti akan ku bicarakan dengannya." ucap arjuna. Ia mengira bahwa ibunya telah menyetujui hubungannya dengan sang kekasih.


" Tidak ar, bukan wanita itu yang ku maksud." mommy Rita tau siapa yang di maksud putranya, siapa lagi kalau bukan dhita.


" Maksud mommy apa? jangan bilang kalau mommy mau jodohin arjuna lagi." arjuna menebak apa yang ada di pikiran ibunya.


" Ya , telah lama mommy ingin bicarakan ini padamu."


" Ar..." Mommy Rita menyentuh tangan putranya.


Arjuna hanya diam membalas tatapan intens ibunya.


" Citra gadis yang baik, dia sangat mencintaimu, menikahlah dengannya." mommy Rita mengucapkan unek-uneknya selama ini.


Arjuna melepaskan pegangan tangan ibunya. Dengan sangat terkejut ia berkata.


" Tidak mom, ini tidak mungkin aku hanya menganggap citra sebagai adikku, tidak lebih." ucapnya setengah emosi. Ia kecewa dengan keinginan ibunya, disaat sedang mencintai seseorang malah di suruh menikahi gadis lain.


" Ar, ini yang terbaik untukmu." mommy Rita mencoba membujuk putranya.


" Apa mommy belum puas telah menghancurkan hidupku? " arjuna.


" Mommy masih ingin menjodohkan ku lagi? " pertanyaan arjuna bertubi-tubi. Ia benar-benar kecewa.


Kali ini arjuna tidak akan tinggal diam ketika mengingat pernikahannya yang kandas akibat dari sebuah perjodohan.


" Mommy minta maaf ar, mungkin fanny memang bukan jodohmu, tapi... citra dia sangat mencintaimu, mommy yakin kamu pasti bahagia bersamanya." bujuk mommy Rita, lagi-lagi ia berusaha meyakinkan putranya.


" Mom, dhita kurang apa? dia baik, cantik dan sholeha." arjuna mengingat kembali paras cantik kekasihnya yang mengagumkan.


" Dia tidak kurang apapun ar, asal dia tau diri dan tidak menjalin hubungan denganmu." mommy Rita merasa tidak menemukan kekurangan pada gadis itu, karna selama ini sikapnya masih tetap baik dan sopan walau mommy Rita berkali-kali memancing emosinya.


" Lalu apa lagi mom ? apa yang membuat mommy tidak bisa menerima dia ?" arjuna meminta penjelasan atas keputusan ibunya.


" Apa karna dia berasal dari kampung?" tanya arjuna, ia merasa hanya itu satu-satunya alasan yang membuat ibunya tidak bisa menerima kekasihnya.


Memang kenapa kalau dhita berasal dari kampung, bukankah yang di kota belum tentu lebih baik.


Mommy Rita menganggukkan kepalanya.


" Ya , mommy tidak menyukai nya karna hal itu, apalagi yang di inginkan selain mengincar harta kita, gadis kampung memang selalu begitu kan?"


" Mommy salah menilai dhita, aku sangat kecewa dengan mommy." ucap arjuna lalu beranjak pergi, ia tidak memperdulikan sang ibu yang memanggilnya.


" Ar... mau kemana..kita belum selesai bicara.. ar...." pekik mommy Rita berteriak memanggil putranya.

__ADS_1


Baru kali ini arjuna bersikap kasar pada ibunya. Ia benar-benar marah.


Saat ini yang ada di dalam pikirannya hanya satu, pergi dari rumah dengan segala hal yang menyesakkan dada dan menemui sang kekasih berharap di sana akan mendapatkan kedamaian.


Arjuna menjalankan mobilnya dengan cepat.


*


*


Tak lama kemudian ia pun tiba di apartement milik rena, sahabat kekasihnya.


Saat itu di apartement sedang sepi karna rena sedang berada di rumah sakit, ya sejak reyhan mengalami kecelakaan rena tidak pernah pulang, dia selalu menjaga dan menemani kekasihnya dengan setia.


Sedangkan puri dia sibuk mempersiapkan acara pernikahannya, saat ini ia sedang pergi bersama eza, melakukan fitting baju pengantinnya.


Ting tong....


Ting tong....


Arjuna memencet tombol pintu.


Tak lama kemudian pintu terbuka, menampilkan seorang gadis cantik dengan hanya mengenakan kimono. Rambutnya tergerai panjang.


Dhita berpikir puri yang pulang, oleh karena itu dia tidak mengganti pakaiannya. Karna sebelumnya ia memang hampir terlelap di kamarnya karna rasa lelah yang cukup penat baginya. Akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat.


Glek.


Arjuna susah payah menelan salivanya, menatap intens pada gadis di depannya. Baru kali ini ia melihat kekasihnya dengan mengenakan pakaian se minim itu.


" Maaf mas, aku pikir puri." ucap dhita. Kemudian ia berbalik ingin beranjak masuk kembali untuk mengganti pakaiannya, namun tiba-tiba arjuna memeluknya dari belakang.


Degh.


Degh.


Degh.


Jantung dhita berdetak cepat, seakan ia bisa mendengar suara detak jantung nya sendiri.


" Mas... mas ar, kamu kenapa ?" tanya dhita masih dengan posisi membelakangi kekasihnya. Suaranya terdengar begitu lembut menyapa gendang telinga arjuna.


Arjuna memejamkan kedua netranya tidak menjawab pertanyaan kekasihnya.


Ia meresapi kehangatan dan aroma tubuh kekasihnya yang membuat dirinya merasa jauh lebih tenang. Ia berpikir mungkin sudah rejekinya bisa memeluk sang kekasih dengan keadaan seperti itu.


Keadaan yang cukup langka baginya.


" Kamu kenapa sih mas ?" dhita mengulang pertanyaannya, karna tidak ada jawaban dari sang kekasih.


" Aku mencintaimu... jangan tinggalkan aku..." ucap arjuna, ia memilih untuk tidak menjawab dan hanya mengutarakan isi hatinya.


Dhita menghela napas panjang, mencoba berpikir apa yang terjadi pada kekasihnya.


Dhita membalikkan tubuhnya menghadap sang kekasih yang tengah memandangnya dengan sendu.


" Apa yang terjadi mas..?" tangan dhita menyentuh pipi arjuna, mengusap titik-titik air mata yang mulai jatuh bergulir.


" Aku nggak apa-apa !" jawab arjuna tersenyum, menyembunyikan yang sebenarnya terjadi.


" Katakanlah mas... aku tau... kamu berbohong." dhita membalas menatap mata kekasihnya.


" Jika kau merasa aku tidak pantas mendengarnya maka pergilah..." lanjutnya.


Ini adalah pertanyaan terakhirnya.


" Mommy." ucap arjuna memalingkan wajah. Ia tak kuasa bila harus melihat wajah kekasihnya setelah apa yang akan di katakannya.


" Kenapa dengan mommy ?" dhita merasa terkejut. Ia takut terjadi sesuatu pada calon mertuanya karna terakhir bertemu dia melihat wajah mommy Rita agak sendu seperti baru selesai menangis.


" Dia ingin menjodohkan ku dengan...." kata-kata arjuna terpotong oleh dhita.


" Citra ." sambung dhita cepat. Kemudian tersenyum.

__ADS_1


Arjuna menautkan kedua alisnya ia merasa heran mengapa dhita bisa tau tentang hal itu.


" Dari mana kamu tau ?" tanya nya kemudian.


Dhita tersenyum.Senyuman yang penuh arti.Arti dari sebuah kekecewaan yang begitu mendalam.


" Sebenarnya mommy kamu udah mengatakan semuanya padaku mas."


" Apa yang mommy katakan?" arjuna terlihat khawatir.


" Citra lebih baik dariku mas, dia cantik, kaya dan berpendidikan tinggi." dhita mengulang ucapan mommy Rita waktu itu.


" Kau akan lebih bahagia bersamanya mas." lanjutnya.


Arjuna meraih tangan dhita dan meletakkan tepat di dadanya.


" Di dalam hati ini hanya terukir namamu, jadi tolong jangan ucapkan itu lagi." pinta arjuna.


" Aku hanya mencintaimu selamanya hanya dirimu." arjuna mengatakan dengan penuh kesungguhan.


" Tapi mas... apa artinya hubungan kita tanpa restu orang tua mu mas." ucap dhita hatinya mulai terombang-ambing.


Mungkin ia bisa merelakan cinta pertamanya, tapi tidak untuk cinta terakhirnya.


Ya... dhita menganggap hubungannya dengan arjuna adalah cinta terakhirnya.


" Jika kamu mau akan ku tinggalkan semuanya, harta, jabatan dan.... mommy." ucap arjuna yang berakhir dengan satu sentuhan telunjuk dhita yang menempel di bibirnya.


Dhita menggelengkan kepala.


" Jangan pernah katakan itu padaku mas, aku bukan wanita yang ingin menjalin hubungan tanpa restu." ucap dhita.


" Lalu aku harus bagaimana?" tanya arjuna mulai bingung dengan sikap kekasihnya.


" Kita akan tetap berusaha untuk mendapatkan restu mommy kamu mas, asal kamu tetap bersama ku saja itu sudah cukup bagiku." ucap dhita dengan lembut.


" Kamu mau kan mas... berjuang bersamaku?" pinta nya kemudian.


Arjuna mengangguk mengiyakan.


" Pasti..." jawabnya dengan sebuah senyuman yang menghiasi bibirnya.


Arjuna merasa lega setelah mendengar keputusan kekasihnya. Kini ia tau apa yang harus ia lakukan.


Sebenarnya tadi arjuna hanya takut bahwa kekasihnya tidak bisa menerima kenyataan atas keputusan ibunya.


Rupanya arjuna melupakan sesuatu, yaitu bahwa kekasihnya adalah wanita tangguh yang akan meredam segala emosinya dan lebih memilih untuk bertindak dengan bijak.


Satu poin lagi yang menambah kekaguman arjuna pada dhita.


Arjuna memandang nakal kekasihnya dengan senyuman menggoda.


" Ngomong-ngomong kamu lebih cantik dengan pakaian seperti ini." arjuna menaikkan sebelah alisnya. Memandang dari atas sampai bawah tubuh kekasihnya.


" Kau suka? " tanya dhita.


Arjuna kembali menganggukkan kepalanya.


" Ya udah kalo gitu mulai besok aku akan selalu berpenampilan seperti ini." ucap dhita tak kalah menggoda.


" Eh, jangan dong..." arjuna melarang.


" Kenapa? katanya suka? " dhita masih membalas menggoda.


" Jangan biarkan yang lain menikmati keindahanmu, hanya aku yang berhak suatu saat nanti." ucap arjuna bersungguh-sungguh.


" Kalau begitu biarkan aku kedalam dan mengganti pakaianku." pinta dhita pada kekasihnya, sebab pria ini selalu memeluk tubuhnya dari tadi.


Bukan apa-apa ia hanya takut nanti puri akan pulang di antar eza, gak lucu kan kalau mereka melihat dirinya berduaan dengan memakai pakaian seperti itu.


Arjuna melepaskan pelukannya membuat dhita segera bergegas ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian dhita kembali dengan pakaian yang biasa ia kenakan. Pakaian tertutup plus hijabnya. Namun semua itu tidak mengurangi nilai kecantikan serta keanggunannya.

__ADS_1


Arjuna tersenyum, ia bersyukur memiliki kekasihnya.


__ADS_2