Senandung Cinta

Senandung Cinta
Bab 69 Ternyata saudara


__ADS_3

Sementara itu Anak buah Andrian dan rekan-rekan Eza yang semuanya adalah anak buah Arjuna bersatu untuk mencari keberadaan tuan mereka yang menghilang bagai ditelan bumi.


Mereka mencari keseluruh pelosok kota bahkan di tempat paling terpencil sekalipun tidak luput dari pemeriksaan mereka hingga membuat para penduduk merasa gempar karena ulah mereka yang menyelonong memasuki rumah mereka satu persatu tanpa meminta izin terlebih dahulu.


Hanya satu tujuan mereka secepatnya menemukan tuan besar dan istinya.


*


*


*


Sedangkan di tengah kepanikannya, mommy Rita di kejutkan oleh kedatangan seseorang yang selama bertahun-tahun tiada kabar.


David Dharmendra ia sengaja pulang ke Indonesia untuk menyaksikan secara langsung peristiwa yang sengaja ia ciptakan.


Ya semua yang terjadi kepada Arjuna dan juga Dhita tidak luput dari pengawasannya, karena Bastian selalu memberikan setiap informasi yang telah ia lakukan kepada mereka.


" David!" seru mommy Rita terkejut ketika melihat sosok pria yang selama ini meninggalkan keluarganya tanpa memberi kabar sekalipun.


" Oh, mbak Rita apa kabar?" tanya David sedikit berbasa-basi, sebenarnya di dalam hati ia tertawa dengan raut wajah mommy Rita yang sedikit menunjukkan ke khawatiran karena sedang memikirkan putra dan menantunya.


" Baik, mari silahkan masuk!" mommy Rita Mempersilahkan David yang notabenenya adalah adik iparnya tersebut.


" Iya Thankyou mbak!" ucap David.


" Rupanya kehidupan kalian semakin berjaya," lanjutnya lagi.


" Maksudmu?" mommy Rita merasakan gelagat aneh dari cara bicara adik iparnya itu.


Saat ini mereka duduk di ruang tamu.


" Setelah mendiang kakak ku tiada rupanya kalian sangat menikmati semua harta milik keluargaku, ingat aku dan putraku adalah keturunan asli Dharmendra, tidak seperti kalian yang bukan siapa-siapa tapi malah ingin menguasai seluruh harta leluhurku!" David to the point karena ia tidak ingin mengulur-ulur waktu, karena setiap detik adalah uang baginya.


" Apa maksudmu bukan siapa-siapa Arjuna adalah putra kami!" sergah mommy Rita mulai emosi dengan ucapan adik iparnya yang terkesan menghina dirinya.


" Ya, Arjuna memang putramu, tapi dia bukan darah daging kakak ku, karena sebelum kalian menikah kau telah lebih dulu hamil."

__ADS_1


" Kau..!" teriak mommy Rita kesal.


" Aku telah mengetahui semuanya,"


" David jangan bilang kalau kau ...."


" Ya aku lah dalang dari semua ini, aku lah yang telah menculik putra sekaligus menantu mu!" ucap David.


" Lepaskan mereka David, mereka tidak bersalah." pinta mommy Rita.


" Aku hanya ingin melihat wanita yang telah menolak ku mentah-mentah bahkan berani menikahi kakak ku sendiri sengsara se umur hidupnya." ucap David mengeraskan rahangnya. Mendadak ia emosi mengingat waktu dulu saat sebuah peristiwa yang berhasil menghancurkan perasaannya.


David Dharmendra adalah seorang pria yang mencintai mommy Rita bahkan sejak mereka masih duduk di bangku SMA.


Namun mommy Rita tidak pernah membalas perasaannya lantaran David bukanlah kriteria pria tipenya.


Dan mommy Rita lebih memilih pak Teddy untuk menjadi pendamping hidupnya meski tanpa restu orang tuanya.


Bahkan saat mommy Rita berpisah dengan pak Teddy sekalipun, David masih berharap mommy Rita akan memilihnya menjadi pendamping hidupnya, namu kembali ia harus merasakan kepahitan di dalam hatinya saat mommy Rita lebih memilih untuk menikah dengan kakak kandungnya.


" Akulah orang yang membuatmu kecewa, jika kau ingin membalas dendam lakukan padaku bukan kepada mereka, ku mohon lepaskan mereka David." pinta mommy Rita mengiba.


Bukan apa-apa ia hanya takut sesuatu yang buruk terjadi kepada putra dan menantunya.


" Aku pasti akan lepaskan mereka, tapi sebelumnya kau harus tanda tangan dulu di atas dokumen ini!" David menyodorkan sebuah kertas kosong.


" Apa ini?" mommy Rita terlihat bingung melihat kertas kosong tersebut.


"Ayo cepat, tanda tangan !" hardik David mulai tidak sabar.


Dengan tangan gemetar mommy Rita hendak menandatangani dokumen kosong tersebut, namun sebelum ia berhasil membubuhkan tanda tangan nya terdengar suara orang mengucap salam dari luar.


" Assalamualaikum ."


" Wa'alaikum salam," jawab mommy Rita dan merasa lega saat melihat siapa tamu yang datang. Ternyata Pak Setyo dan Bu Safitri.


Pak Setyo dan Bu Safitri langsung masuk ke dalam rumah karena pintu memang terbuka.

__ADS_1


Mereka telah mengetahui informasi tentang hilangnya putri dan menantu mereka dari Rena.


Sebenarnya mereka telah hampir sampai di kampung halaman, namun ketika mendengar kabar buruk tersebut mereka langsung memutuskan untuk memutar balik kendaraan yang mereka naiki kembali menuju kota.


" Diana, kau Diana!" seru nya terkejut, bukan mommy Rita yang terkejut melainkan David, ia terkejut saat melihat Bu Safitri yang sedang berdiri di depan mereka.


" Diana, siapa Diana?" tanya Bu Safitri kebingungan mendengar dirinya di panggil dengan sebutan Diana.


David berjalan mendekati bu Safitri, menatap wanita di depannya dengan tatapan kerinduan.


" Kau Diana adikku!" seru David berusaha memeluk Bu Safitri, namun berhasil di hindari oleh bu Safitri.


" Apa maksud anda?" tanya pak Setyo merasa tidak suka istrinya di perlakukan seperti itu.


" Aku yakin dia Diana adikku yang hilang 37 tahun yang lalu, dia memiliki tanda hitam di punggungnya," jawab David penuh keyakinan bahwa Bu Safitri memang adiknya yang hilang bertahun-tahun yang lalu.


David pun bercerita tentang asal muasal adiknya yang hilang.


Pada hari itu ketiga saudara Calvin Dharmendra, David Dharmendra dan Diana Dharmendra sedang bertraveling menjelajah hutan.


Saat itu Calvin dan David sedang melaksanakan tugas dari kampusnya untuk mengamati setiap pertumbuhan pohon dan membuat kisaran usia tumbuhnya pohon tersebut.


Saat itu mereka pergi berkelompok dengan peserta yang lainnya yang sedang melaksanakan tugas yang sama.


Karena terlalu serius dalam meneliti setiap pohon yang berukuran raksasa di hutan tersebut hingga membuat mereka lupa bahwa Diana ikut bersama mereka.


Saat hari menjelang sore mereka baru menyadari Diana tidak bersama dengan mereka lagi, Calvin dan David pun merasa panik. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Diana bersama rombongan yang lain.


Namun sampai malam hari mereka tidak berhasil menemukan Diana, membuat mereka patah semangat dan berputus asa.


Sementara itu Diana yang merasa ketakutan karena dirinya baru menyadari bahwa ia sendirian tertinggal jauh dari rombongan kakaknya, berlari dan terus berlari sambil berteriak memanggil nama kedua kakaknya.


Karena hari telah malam pandangan pun mulai gelap, Diana yang sedang berlari tanpa memperhatikan jalan, tersandung akar pohon.


Diana terjatuh dan tubuhnya terlempar jauh ke dalam jurang. Karena terlalu keras tubuhnya terlempar ke dasar jurang membuat Diana tak sadarkan diri, kini nyawanya bagai di ujung tanduk.


Hingga keesokan harinya Rombongan David dan Calvin tidak juga berhasil menemukan Diana, membuat mereka menyerah dan memutuskan kembali ke kota mengingat rombongan mereka juga telah kehabisan bekal makanan.

__ADS_1


__ADS_2